
LANJUTAN...........
“ hallo vin, lo dah tidur ya?” Tanya cindy
Aku yang mendengar suara cindy langsung membbuka mataku
“ kalian datang?” tanyaku
“ engga kita gak datang” kata cindy kesal
“ hahahhah, udah lihat masih nanya aja lo vin” kata rendy
Aku senyum melihat kekesalan cindy
“ ren mintol tekan tombol itu dong, aku mau duduk” kataku sambil menunjukkan tombolnya
“ siap bos” kata rendi sambil menekan tombolnya.
“oh ya , gimana perasaan lo sekarang? Masih ada yang sakit kah?” Tanya cindy
“ hmmmm, gimana tuh” sambung rendy
“ udah baikan kok , Cuma kadang pusing aja “ kataku
“ oh ya?, kok bisa sih lo ja—“ hampir saja cindy keceplosan untuk bertanya kenapa aku bisa jatuh kemarin namun rendy langsung menutup mulut cindy.
“ heheheh, vin dah makan belum? Nih tadi kita bawa buah sama lo, mau di kupasin gak?” Tanya rendy
“ sebenarnya tadi abis makan dah makan buah sih, tapi kasian dong buah yang kalian bawa gak dimakan” kataku beri kode
“ ha maksudnya?” Tanya cindy
“ aduh cin cin, maksudnya dia itu , dia mau makan buah itu , udah kupasin gih” kata rendy
“ hmmm, itu aja pake kode, ribet lo” kata cindy sambil memayunkan bibir nya. Aku dan rendi hanya tertawa kecil .
“ oh ya vin, kapan baliknnya? Lo gak bosan di sini” kata rendy
“ pengen sih cepat balik ren, tapi yam au gimana lagi, dokternnya belum siap kerja, lagi nanganin operasi makanya aku belum di periksa” kataku
“ yakan masih ada dokter lain” kata rendy
“ ayah hanya mau dokter andika yang megang dan tanganin aku” kata ku
“ hmmmm, yaudah sabar aja, semoga gak ada yang ganjel lagi deh?” kata rendy
“ iya nih vin, gua juga kangen tau sama lo” kata cindy
“ hahah, iya gua juga kangan main sama kalian, padahal belum lama juga “ kata ku
“ hmmmm, serasa ada yang kurang aja kalau salah satu di kita gak ada” kata cindy
“ hmmm, kamu benar sih, makanya sekarang aku juga merasa kurang nih, boy sama imam dimana? “ tanyaku
“ hahahha, gak di ajak” kata cindy
“ kenapa? “ Tanya ku
“ hahah lo gak tau aja vin, kemarin waktu lo dilarikan kesini, rendy dan boy hampir berantam wkwkwk makanya rendy tadi maunya pergi berdua dulu nanti dia makin buat kesalahan, lo tau deh rendy kan gampang naik darah tinggi” kata cindy
__ADS_1
“ kok bisa ? emang masalahnya apa? Sampai segitunnya?" tanyaku
“ nanti deh kita ceritain, sekarang makan nih buah , harus habis ya, gua udah suka rela nih “ kata cindy
“ hahaha basi lo , gua sendiri juga bisa kali” kataku
“ hahahha bercanda markonah” kata cindy sambil ketawa.
Kami pun bercerita sambil bercanda satu sama lain tanpa mereka tau ayah dan bunda melirik dari tadi.
“ bun, itu vinka gak istirahat?” Tanya ayah
“ udah ayah, biarin aja , dia tak bersemangat dari pulih kemarin, lagian bunda tadi sedikit keras sama dia biar dia mau makan jadi dia sempat sedih tadi, biarkan dia bersenang senang dulu. Mungkin kalau dia istirahat aja bisa buat otak gak jalan yah, takutnya dia stress” kata bunda
“ hmmm yaudah deh, bentar lagi dokter andika datang untuk cek vinka” kata ayah
“ hmmmm, semoga dia bisa balik hari ini” kata bunda.
“ amin bun, ayah juga gak mau buat dia tersiksa lagi dengan RS , dia udah menderita karna berada di sini” kata ayah
“ hmmmm, oh ya ayah belum makan kan?, kita makan dulu yok yah, mumpung vinka ada temannya” kata bunda
“ yaudah yok, ayah juga lapar” kata ayah
“””””””””””””””””””””””””””””’
“ ga gak singga dulu?” kata sofia
“ lanjut aja sof, makasih” kata angga
“kamu masih ke RS ya?” Tanya sofia
“ nanti, aku mau balik dulu buat ganti baju";kata angga
“ hmmm yaudah aku jalan ya” kata angga sambil melajukan mobilnya
“ sebenarnya sofia pengen berlama-lama dengan angga, tapi mengingat jam sekarng sudah mulai sore takutnya anak buah ayahnya ngadu sama ayahnya , jika ayah nya tau bisa-bisa dia bakalan dihukum lagi,dan dia tak mau itu terjadi.
“””””””””””””””””””””””
“ vin , ka angga gak kesini?” Tanya cindy teringat dengan angga
“ kenapa nanya gitu?” tanyaku balik
“ ya nanya aja, soalnya kemarin dia sama nyokap dia kesini juga ,kirain dia datang lagi” kata cindy
“ datang kok, sama sofia” kata ku
“ what, kok bisa dia sama sofia? Apa benar ya rumor itu?” kata cindy
“ rumor apa?” tanyaku
“ ada rumor angga dan sofia jadian di sekolah” kata cindy, sedangkan rendy hanya menyimak.
“ oh ya? Kok bisa?” tanyaku sambil berpikir
“ ntah lah, tapi gua kesal sih . kalau memang dia benaran jadian ngapain coba dia datang ke sini bawa sofia, mau pamer bojo ya?” kesal cindy
“ gimana nasib lo vin? Kasian bangat sahabat gua di php in” kata rendy
__ADS_1
“ mau balas dendam gak vin? Gua di garda terdepan deh” kata cindy
“ hmmm gua di belakang “ kata rendy
“ hmmm dasar” kata cindy
“ udah- udah, ngapain juga. Kalau mereka udah jadian yam au apa coba, emang kita bisa pisahin? Lagian itu perbuatan dosa kali” kataku sembari menghibur diriku sendiri
“ yaudah vin jangan pikirin ya, lo itu cantik, dan banyak yang mau sama lo” kata rendy menghibur
“ benar tuh, jangan sedih atau kalah semangat ya” kata cindy
“ apaan sih kalian berdua, siapa yang sedih ? kalian kan lebih dari pacarku sendiri” kataku dengan senyum tipis
“ ihhhh iyuwww gua mah kaga mau” kata cindy
“ hhehehe vin lo emang cantik tapi gua harus mikir 1000 kali kalau sama lo” kata rendy
Sontak kita bertiga tertawa dengan gurauan masing-masing.
Tok…tok…tok…. Selamat siang . dokter andika masuk dan mendekati arah kami,aku sedikit takut karna dia bawa suster dengan perlengkapan alat medisnya. Aku menunduk dan sedikit gemetar.
“ siang pak dokter” sahut rendy.
“ ijin kita cek vinka dulu ya, kalian boleh tunggu di sofa dulu?” Tanya dokter andika
“ dok, bolehkah kita disini? Vinka sangat takut sama dokter dan alat-alat seperti ini” kata cindy yang melihatku sudah keringat dingin, dia memelukku dan mencoba menenangkanku.
“ dimana ibu dan bapak ?” Tanya dokter itu
“ tadi keluar sebentar pak” kata rendy
“ yaudah kalau gitu, kita periksa dulu, kamu bisa duduk di dekat dia. Vin, kamu jangan takut ya, dokter gak bakalan nyakitin kamu kok, maaf ya kita cek dulu, kamu boleh tutup mata dan bayangin jika yang memegangmu itu adalah ayah atau bunda mu ya” kata dokter itu.
Setelah semua pemeriksaan dokter andika lakukan, ayah dan bunda pun datang
“ maaf dokter kita tadi lagi makan “ kata ayah
“ tidak apa pak, oh ya langsung saja ya pak. Setelah semua pemeriksaan yang saya lakukan. Saya tidak menemukan hal –hal aneh, semuanya baik , hanya aja balik ke kemarin lagi, tolong di jaga , dia jangan sampai stress atau berpikir keras.” Tutur dokter andika
“ baik dokter, jadi dia sudah bisa pulang kan?” Tanya ayah
“ sudah pak, saya sekarang akan mengurus kepulangannya, saya juga akan mengirim suster untuk membantu kalian di sini” kata dokter andika
“ baik, terimakasih dok” kata ayah dan bunda bersamaan.dan dokter andika pun keluar dari ruangan itu bersama suter tadi
“ sayangg, dokternya udah pergi, kamu gpp kan? Maaf ayah tinggal tadi sayang, ayah sama bunda tadi pergi makan” kata ayah
Aku membuka mataku setelah mendengar suara ayah mendekat dan langsung memeluk ayah
“ ayah , vinka takut, kenapa ayah tinggal sih, kita pulang aja ya ayah” kataku
“ maaf ya sayang ayah janji gak akan tinggalin vinka kayak tadi lagi, dan 1 lagi, kita pulang sekarang, jadi kamu udah bisa tenang” kata ayah
“ makasih ayah” kataku
“ oh ya , makasih ya nak udah temanin vinka di sini, dan makasih juga udah jadi teman baik vinka. Kalian udah dengar kan tadi dokter bilang apa? Jadi om minta tolong kalian jaga vinka di sekolah ya, om hanya bisa minta ke kalian karna kalian teman dekatnya” kata ayah
“ siap om, kita akan selalu jaga dia” kata rendy antusias
__ADS_1
“ iya om, lagian itu udah tugas sahabat untuk saling jaga satu sama lain” kata cindy
“ baiklah kalau gitu, sekarang kami akan bawa vinka pulang, makasih udah jenguk dia ya, nanti kalian datng lah ke rumah main” kata ayah