
jantung ku berdebar hebat, aku GK tau mau berbuat gimana , bingung juga mau gimana. namun aku juga sedikit senang karna dipeluk ka Angga . rasanya pengen selamanya memeluk dia . ada tanya nyaman dan hangat yang kurasakan. namun aku masih belum yakin buat balas pelukan ka Angga. aku hanya berdiri dan menerima pelukan ka Angga.
" maaf Vin" kata ka Angga setelah melepas pelukannya.
" gak papa ka , Ka Angga duduk dulu sini" kataku
ka Angga pun duduk dengan nafas yang tidak teratur.
" bentar ka , aku ambilin air dulu" kataku
" gak usah " kata ka Angga yang menarik tanganku dan membawaku ke ruangan kecil yang ada di atap .
aku melihat lihat se isi ruangan itu, ada banyak buku dan ada beberapa barang tak terpakai yang di sudutkan, ada meja juga yang tertata rapi .
" wahhh, ini gudang tapi kok rapi gini ya?" kataku.
" sini duduk" kata ka Angga yang langsung berjalan ke arah meja mengambil P3K.
" sini tangan Lo" kata ka Angga
" buat apa ka?" tanyaku.
ka Angga langsung menarik tanganku dan membersihkan luka di siku lenganku.
" maaf , Lo jadi luka begini" kata ka Angga.
" gak kok ka, gak papa. sini aku aja ka yang ngobatin" kata ku
" udah , Lo diam aja " kata ka Angga
aku hanya melirik ka Angga dan memperhatikan wajah fokusnya
" wahhhh , ada ya orang macam ini, " sahutku dalam hati.
karna sedikit penasaran dengan yang terjadi tadi, aku memberanikan diri buat tanya ka Angga.
" kaa, boleh nanya gak? " tanya ku
" tanya apa" kata ka Angga yang udah selesai mengobati lenganku.
" tadi kenapa kakak tarik aku? padahal gak ada apa-apa" tanyaku.
" gak papa kok, bahaya diri di sana" kata ka Angga menjawab namun sedikit mencurigakan, terlihat ka Angga sedang berbohong
" sekali lagi jangan diri di tempat tadi, bahaya" kata ka Angga
__ADS_1
" iya ka, jawabku sedikit tidak puas atas jawaban ka Angga.
" kenapa wajahnya di tekuk begitu?" tanya ka Angga.
" engga kok ka" jawabku singkat.
ka Angga yang sadar akan apa yang aku pengen tau mulai terusik.
" huffff, sebenarnya tempat Lo tadi berdiri itu adalah tempat dimana kakak kelas gua dulu jatuh ke bawah" kata ka Angga.
" apaa? kok bisa?" tanyaku.
" hmmm, ntah lah. Setiap kali aku melihat tempat itu , aku melihat dia yang terjatuh dari atas ke bawah. tepat didepan mataku dia tergeletak bercucuran darah" kata ka Angga yang menjelaskan kejadia itu, tangan ka Angga sedikit bergetar namun dia masih menahannya.
aku melihat ka Angga yang sudah mulai lemas, matanya memerah, dan keringatnya mulai timbul.
" udah ka, jangan lanjut lagi" kataku sambil menggenggam tangan ka Angga yang sudah berkeringat.
" huffffff, maaf ya , Lo jadi luka karna gua" kata ka Angga.
" gak papa kok ka " kataku.
sebenarnya aku masih ingin dengar bagaimana kondisi temannya ka Angga dan kelanjutan cerita nya ka Angga. Namun dengan situasi ka Angga yang begini tidak memungkinkan untuk bertanya lagi
" Kenapa banyak sekali buku disini ? apa ini buku bekas ya? tapi masih bagus " tuturku.
" itu buku bukuku, kadang kalau ada jam kosong atau lagi ada tugas atau kalau lagi bosan, aku ke sini " sahut ka Angga
" apa ada yang tau selain aku ka ? tanya ku
" ada , guru guru tau kalau atap ini aku yang pakai" kata ka Angga.
" tapi di balik pintu sana kan di tuliskan gak boleh masuk ke atap, kok kakak bisa?" tanyaku penasaran.
" karna masalah temanku yang jatuh kemarin , pintu itu di kunci dan semua siswa siswi dilarang masuk , namun karna ini adalah tempat yang paling sering ku gunakan dengan dia , jadi aku bujuk pak Rudi agar aku yang megang kunci dan hanya aku yang bisa kesini" tutur ka Angga
" jadi meja sana tempat kakak itu ya?" tanyaku yang melihat ada 1 meja yang tertata rapi namun sudah berdebu.
" hmmm, ini tempat kami belajar sama dulu, banyak kenangan yang terukir di atap ini" kata ka Angga.
" jadi kakak itu dimana sekarang?" tanya ku yang semakin penasaran , sampai sampai lupa dengan situasi.
" udah meninggal" kata ka Angga
sontak aku terkejut dengan apa yang di katakan ka Angga
__ADS_1
" maaf ka " kataku
" hmmm, gak papa" kata ka Angga yang berdiri dan berjalan keluar ruangan itu.
aku hanya melihat dia berjalan .
" Lo masih mau di situ? awas nanti dia gentayangan di belakang loh" kata ka Angga ngerjain
" ihhh ka Angga apaan dah" kataku sambil berlari ketakutan ke arah ka Angga.
" kalau Lo bosan , Lo bisa ke sini . tapi harus ajak gua " kata ka Angga
" Kenapa harus ngajak ka?"
" kunci nya kan sama gua, bodoh banget" kata ka Angga.
" ihhh bodoh apanya" sahutku kesal.
" yaudah yok turun, bentar lagi rapat orang tua berakhir. Gua penasaran dengan peringkat Lo" kata ka Angga
" yaudah ka, yok" kataku yang berjalan melalui ka Angga.
" Vin" Panggi ka Angga
" iya ka" sahutku sambil berbalik menghadap ka Angga
ka Angga mendekatiku dan sedikit menunduk. Jantungku berdetak kencang gak karuan .ka Angga semaki. mendekatkan wajahnya ke arah wajahku, alhasil membuat ku salting.
" nihhh, ada kotoran di rambut Lo" kata ka Angga yang menyadarkan ku
aku membuka mataku dan menatap ka Angga yang sudah senyum jail.
" anj** aduhhh apaan sih , Lo mikirin apa sih Vin, bodoh bodohhh, Malu bangat dah" sahutku dalam hati . Wajahku memerah dan aku hanya bisa menahan Maluku.
ka Angga yang melihat ku sedikit mencairkan suasana
" yaudah yok, nanti dicariin Cindy Lo" kata ka Angga yang berjalan santai membiarkan ku berjalan di belakang nya.
" hahaha, manis bangat tu orang." sahut ka Angga dalam hati dengan senyum tipis
*..........*
" ka aku ke kelas langsung ya, cindy udah dikelas katanya" sahutku yang menerima pesan dari cindy
" hmmm yaudah " kata ka Angga yang langsung berjalan
__ADS_1