
*.........*
" pak, buka gerbangnya" suruhku.
" baik non, "
" makasih ya ka udah nganterin" sahutku.
" sama-sama"
" yaudah aku masuk ka" kataku lagi
" iyaa sana , " kata ka Angga.
aku berjalan masuk duluan sedangkan ka Angga menunggu aku masuk baru menjalankan mobilnya.
" Vin, lama bangat pulangnya " kata ka Cakra yang duduk di ruang tamu sambil nonton.
" ka Cakra , ka rehan mana?" tanyaku balik tanpa menjawab pertanyaan ka Cakra.
" ditanya malah balik nanyak, ka rehan lagi ngambil handphone nya , tadinya mau nelpon kamu lagi" tutur ka Cakra.
" oh ya , heheheh yaudah kakak lanjut aja, aku mau naik dulu" kata ku sambil berjalan menaiki anak tangga.
" ka rehannn" tok tok tok " kaaa" sahutku dan langsung dibukakan ka rehan.
" huffff, adek kakak yang paling cantik nih dari mana aja , kok lama bangat pulangnya?" tanya ka Rehan
" heheh, abis dari RS tadi masak masak sama teman ka " tuturku tanpa memberitahu jelasnya .
" yaudah , mandi gih , bau " kata ka rehan sambil menutup hidungnya.
" ihhhhh, gak mungkin sebau itu" kataku sambil menarik tangan ka rehan, namun ka rehan tetap menutupnya dengan mengatakan bau bau bau. aku pun tetap menarik tangan ka rehan dan membantah yang dikatakan ka rehan.
" udah udah, Kaka letihh, hahahahha, iya iya vinka mana pernah bau, " kata ka rehan
" itu baru benar " kataku
" hahahah senang bangat dibilangin" kata ka rehan
" Udah ahh,. mau mandi dulu. bye" kataku sambil berlalu meninggalkan ka rehan.
*...........*
malam hari di ruang tamu , ayah , bunda, ka rehan ,dan ka Cakra berkumpul sambil bercerita cerita.
" sayanggg, kemari gabung " panggil ayah.
" iya ayah" sahutku sambil membawa kertas ditanganku.
" kertas apa Vin?" tanya bunda.
" ini ayah , bunda ,dan ka rehan. aku udah lama pikirin Mateng Mateng soal olimpiade kemarin, aku mutusin untuk ikut berpartisipasi" tuturku.
" oh ya?, apa kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya ayah
" yakin ayah, makanya formulir nya aku bawa" kataku
" ayah sama bunda bangga dan senang mendengar nya, itu keputusan yang sangat baik " kata ayah.
" iya sayang bunda senang akhirnya kamu , mau ikut olimpiade nya" kata bunda.
" cantiknya Kakak mau ikut dibidang apa?" tanya karehan.
" aku sih ada 2 pilihan ka , b.inggris dan matematika" kataku
" jadi yang paling kamu pilih apa?" tanya ayah
" matematika sih yah" kataku
__ADS_1
" pilihan yang bagus sayang, nanti ayah akan bantu di mana kamu kesulitan , kakak mu rehan juga pasti setuju" kata ayah.
" iya sayang, kakak pasti bantu , nanti kalau ada yang vinka butuh , tanya kakak" sahut ka Rehan.
" kenapa vinka milih matematika bukan b Inggris " kata Bunda.
" hati vinka sudah memilih b.inggris Bun, tapi vinka lebih percaya diri di bidang matematika" sahutku.
" b.ingrrismu kan bagus" kata bunda
" yaudah mah, kalau dia mau matematika, biarin aja" kata ayah.
" yaudah, bunda hanya nanya saja, nanti bunda bantu Carikan tentor baik" kata bunda.
" ka rehan udah tentor paling baik bunda , vinka minta tolong sama ayah dan ka rehan aja nanti" sahutku.
" yaudah, terserah vinka aja " sahut bunda.
*.........*
Beberapa hari berlalu . hari ini tepat hari Senin dimana tes pertama untuk pemilihan olimpiade dilaksanakan.
" semua siswa dan siswi yang mengikuti tes segera memasuki lab komputer sesuai jurusan masing masing" arahan dari pembina olimpiade.
kami semua memasuki lab komputer dan melaksanankan ujian tes pertama , aku dengan semua persiapanku selama semiinggu ini sangat percaya diri namun tetap takut akan hasilnya.
*.........*
" gimana Vin , tesnya aman kah?" kata Rendy yang juga mengikuti tes matematika.
" lumayan lah, tapi masih takut hasilnya nanti" kataku.
" udah deh, kalau Lo mah mana ada yang GK lolos" kata rendy.
" apaan sih ren, Lo kali yang aman " kataku ke Rendy yang memang pintar matematika.
*.........*
" hey kalian, gimana? aman kah? kepala gak pecah kan?" tanya Cindy.
" halahhh ini mah gampang" kata Rendy.
" hmmm, asal ngomong loh, nanti GK lolos baru lo nangis " kata Cindy.
" Lo ragu sama gua?, sejak kapan?" tanya Rendy iseng.
" iya deh ,iya. sipaling pintar" kata Cindy.
" Lo, gimana tesnya?" tanya Rendy.
" aman sih, soalnya masih seputar soal kelas 7 dan 8" sahut Cindy.
" Lo bisa jawab kan?" kata Rendy lagi.
" Lo ragu sama gua?" tanya Cindy mengikuti cara Rendy.
" ihhhh, ngikut ngikut nih anak" kata Rendy.
" jadi gimana? ragu kah?" tanya Cindy
" iya deh sipaling pintar fisika" kata Rendy.
" iya dong,. harus" kata Cindy.
" tapi we , nanti kita ke rumah boy ya, kasihan dia jadi gak bisa ikut tes " kataku.
" iya juga ya , yaudah deh" kata Rendy.
" sorean bisa gak? soalnya aku ada private hari ini" kata Cindy.
__ADS_1
" kabarin aja" kata ku
" okey" sahut Cindy.
*...........*
" tingggggg......"
suara notif hp ku menandakan ada pesan masuk.
" tunggu aku di parkiran"
pesan dari ka Angga yang menyuruhku menunggunya di parkiran.
selama 10 menit aku menunggu dan akhirnya ka Angga datang.
" ka , lama bangat" keluhku.
" maaf, tadi ngurusin lab" kata ka Angga.
" kenapa ka Angga suruh nunggu?" tanyaku.
" gak kenapa sih, Lo pulang dijemput kah?" tanya ka Angga.
" iya ka , bentar lagi pak Mamat kayaknya sampai" kataku.
" ohhh, yaudah aku tungguin Lo aja" kata ka Angga.
"kenapa harus ditungguin ka? aku bisa sendiri , tapi kalau kakak mau aku bisa apa" kataku sambil senyum.
" udah mulai berani ya loh" kata ka Angga.
" berani apanya?" tanya ku
" udah lupain aja, gimana tesnya?" tanya ka Angga.
" masih bisa lah ka untuk tahap ini, nanti aku mau lebih berusaha lagi" kataku
" jangan langsung puas dengan hasilnya , tetap rendah hati" kata ka Angga mengingatkan.
" iya ka, aku juga GK puas kok, kalau nanti aku gak ada di urutan 1 sampai 5 berarti persiapanku masih jauh di belakang" kataku.
" kalau ada yang susah, atau ada yang lo GK bisa dapat, tanya gua aja , kita bisa belajar sama" kata ka Angga.
" makasih ka" sahutku.
" oh ya ka , kakak gimana tesnya?" tanyaku
" udah pikirin lo aja, gak usah mikirin orang lain" kata ka Angga.
" kan aku nanya doang ka, penasaran kali" kataku.
" kalau dibilang itu nurut Napa? asik menjawab aja" kata ka Angga.
" iya deh iya" kataku.
Tin...tin...tin...
" ka itu supir dah datang, aku balik duluan ya ka" sahutku.
" iya , loh hati-hati" kata ka Angga.
" iya ka, kakak juga"
" Dasar, wanita perebut, awas aja nanti , gua akan buat loh tau , siapa gua dan dimana kedudukan loh" kata Sofia yang sedari tadi melihat aku dan ka Angga bercanda "
" udah sof, Lo yang tenang, Sekarang pikiran loh fokus untuk tes, nanti ayah Lo kecewa lagi" kata Syifa.
" ahhh tau ah, gua benar benar kesal dan keganggu dengan bocah itu" kata Sofia sambil berjalan meninggalkan parkiran.
__ADS_1