My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 44. Ditinggal lagi


__ADS_3

sesampainya di rumah, aku melihat ayah dan bunda yang hendak berangkat.


" sayang maafin ayah dan bunda ya, nanti ayah akan bayar semua yang udah terlewatkan. tolong mengerti ya sayang" kata ayah yang udah gugup .


" iya ayah, kalian hati hati ya" kataku singkat dan langsung masuk tanpa melihat keberangkatan mereka.


" ayah , biar aku ngomong dulu bentar sama dia" kata bunda.


" udah telat Bun, kita harus berangkat sekarang" kata ayah.


" Tante biar Angga yang bicara sama vinka" kata ka Angga.


" okey ga, om minta tolong ya nak" kata ayah.


" titip vinka ya nak" kata bunda.


" baik om Tante" kata ka Angga.


" yaudah , kta berangkat sekarang yok Bun, kita pamit ya nak" kata ayah yang langsung bergerak dan ka Angga yang langsung masuk melihatku.


" nak, cari vinka ya" kata bik Tuti yang melihat ka angga sedang mencari keberadaan ku.


" iya bi, vinka nya kemana ya?" tanya ka Angga.


" tadi berlari ke kamarnya den, mohon bantuannya ya, biasanya kalau ada situasi gini, non vinka akan susah di temui" kata bi Tuti.


"baik bi, tolong tunjukkan kamarnya bi" kata ka Angga.


" baik den, mari " kata bi Tuti yang menunjukkan arahnya.


"...................."


" bi , selamat siang" kata ka Riska yang baru balik dari sekolahnya.


" siang ris , dah balik kamu? gimana ujiannya?" tanya bi enni art juga dirumah.


" baik kok bi, Riska mandi dulu bi gerah bangat soalnya" kata ka Riska


" bentar ris, vinka mungkin akan ngurung diri lagi , boleh bantu ya " kata bi enni.


ka Riska yang memahami masalahnya langsung mengiyakannya.


"............"


tok tok tok


" non, boleh bibi masuk?" kata bi Tuti


" bi jangan ganggu vinka dulu " kataku.


" bi udah biar Angga aja, bibi kembalilah bekerja" kata ka Angga.


" baik den" kata bi Tuti dan langsung pergi.


" Vin, aku boleh masuk gak" kata ka Angga


aku yang mendengar suara ka Angga sedikit terusik.

__ADS_1


" Vin, tok tok tok"


" kalau gak jawab aku masuk nih" kata ka Angga.


mendengar itu aku dengan berat hati melangkah membuka pintu kamarku


" ka , kenapa belum balik?" tanyaku.


" enak aja , lo gak ada ngomong apa apa setelah gua antar Lo balik" kata ka Angga basa basi.


" ohhh maaf ya ka langsung masuk tadi, dan makasih ya ka buat hari ini. maaf ka aku pengen sendiri sekarang" kataku.


" jadi kamu ngusir nih?" kata ka Angga.


" bukan gitu ka maksudnya" kataku


" Vin, ohhh ada teman ya.loh kamu lagi, belum balik dari tadi pagi nih" kata ka Riska yang hendak ke kamarnya.


aku dan ka Angga saling melirik tanpa menjawab ka Riska.


"hmmmmm yaudah deh , kalian lanjut aja deh , aku pamit " kata ka Riska yang langsung pergi.


" ka , vinka mau istirahat dulu, kakak balik aja" kataku


" hmmm, yaudah deh kalau ada apa-apa hubungi gue" kata ka Angga yang langsung pergi.


setelah melihat ke Angga balik aku langsung masuk lagi ke dalam dan mengunci pintu kamarku.


"………"


#pov Sofia


" ayah, bahkan ayah gak peduli dengan istirahatku. bagaimana ayah bisa Setega ini" kata Sofia.


" apa kamu bilang! plakkkkk" sebuah tamparan mendarat di wajah Sofia.


" kamu memang anak tak tau terimakasih, sini kamu. seharusnya kamu tidak diberi keringanan" kata ayah Sofia yang menarik sofia ke suatu ruangan kosong dan mengurungnya di sana .


" ayahhh, jangan kurung Sofia hiksss , Sofia gak mau di sini hiks" tangisan Sofia


" diam kamu, kalau bukan karna ayah . kamu pasti sudah kalah dari dulu " kata ayah Sofia yang sudah emosi .


" tapi ayah"


" udah diam kamu, nikmati saja hukumanmu . sok ngelawan kamu . makan aja masih saya tanggung" kata ayah Sofia dan langsung pergi meninggalkan Sofia di ruangan itu .


" ayahh, ayah, hiksss .... jangan kurung Sofia yaah hikss. buka pintunya yah" tangisan Sofia semakin menjadi jadi.


" Bu, andai ibu masih disini hikss ayah bakal baik kayak dulu lagi hikss"


" jaga dia, jangan sampai lolos, saya akan berangkat sekarang" kata ayah Sofia


" baik tuan" sahut asisten nya.


"..........."


" bi , vinka udah makan belum?" tanya ka rehan

__ADS_1


" makanannya tadi udah di terima den tapi dibawa ke kamar, saya kurang tau apa makannya sudah dimakan atau belum den" kata bi Tuti


" baiklah saya sebentar lagi akan sampai, tolong beresi perlengkapan dia, saya bakal bawa dia bersama saya " kata ka rehan


" baik den"


".............."


" non, boleh saya masuk" kata bi Tuti


" masuk aja bi" kataku


" masih sedih kah non? nanti cantiknya ilang loh" kata bi Tuti


" udah gak bi, kan ka rehan mau jemput " kataku sedikit senang Karna baru pertama kalinya aku ditinggal dengan adanya ka rehan, biasanya ka rehan dibawa untuk sekalian belajar cara kerja kantor.


" bagus deh non, tapi makannya kok gak di makan?" tanya bi Tuti


" nanti aja bi, bareng ka rehan" kataku


" yaudah deh, bibi bantuin siapin barangnya ya, apa aja keperluan nya bilang aja biar bibi siapin " kata bi Tuti


" udah bi, vinka udah siapin kok, tuh di atas sofa udah ada " kataku dan buk Tuti pun meliriknya.


" kok dikit sih non, apa gak kurang?" tanya bi Tuti


" udah cukup, buku aja yang ada di rak kecil itu bibi tolong susun bagus ya, udah itu aja" kataku.


" baik non" kata bik Tuti


"tingg........" suara notif chat ku


" nanti jadi gak liat sunset nya?" tanya ka Angga


" maaf ka, kita cari waktu lagi ya, aku mau ketempat ka rehan" kataku


" ohhhh, yaudah deh" kata ka Angga


" Vin, ka Angga udah sampai" kata ka Riska.


" oh ya , bentar aku mandi dulu" kataku


" ya udah, pesan ka Angga cepat ya , soalnya masih ada yang mau di urusi" kata ka Riska.


" hmmm" anggukku sambil berlari ke kamar mandi


" hati-hati ! ya ampun anak ini" kata bi Tuti panik.


".............."


#pov Angga


" huffff, gua kenapa ya? makin hari makin gak bisa jauh dari itu anak" pikir ka Angga.


" nakk, mikirin apa sih, bengong aja dari tadi" kata Tante anggel


" engga kok ma, oh ya ma nanti Angga ke lapangan ya , main bentar" kata ka Angga

__ADS_1


" oh boleh sayang" kata Tante anggel dan berlalu ke kamarnya.


" huffff, bosan juga dah" kata ka Angga sambil menutup matanya. tak lama menunggu dia pun tertidur.


__ADS_2