
“””””””””””””””””””””””
“ woi anak blagu, berhenti lo” kata sofia yang datang bersamaan denganku
“ ka , ada apa ya?” tanyaku
“ gak usak sok sopan. Gua Cuma mau peringatin lo buat jauhin angga. Peringatan gua kemarin masih berlaku sampai sekarang dan sampai selamanya. Jadi awas aja sampai gua tau lo dekat-dekat sama angga” kata sofia.
“ ka maaf sebelumnya. Emang kakak ada hak apa buat ngelarang larang aku, lagian aku gak dekatin ka angga. Malah ka angga tuh yang kelihatan dekatin aku” kataku mulai mau melawan sofia .
“ wahhhhhhh, lo berani sama gua ha” kata sofia sambil menarik rambutku. Kebetulan orang lagi sepi, jadi gak ada yang melihat sofia melakukan itu.
“ kaaa, sakit . lepasin” kataku meringis kesakitan
“ haaa lo tau juga sakit, rasahin. Kalau lo bisa lepasin tangan gua lakuin aja” kata sofia yang semakin menarik rambutku.
“ awww sakit ka, lepasin”kataku sambil mencoba melepas tangan sofia sambil
“ ga akan. Lo harus rasain lebih sakit dari sini” kata sofia yang masih enggan melepas tangannya.
Aku sudah tak tahan lagi, dengan sekuat tenagaku , aku melepas tangan sofia dengan sedikit keras. Sofia tiba-tiba melonggarkan tangannya sehingga dia sedikit terdorong karna aku sedikit menggertak tadi karna dia melihat kedatangan angga dari gerbang sekolah. Karna gertakan yang ku berikan, sofia pun terjatuh ke tanah dan ka angga juga melihat kejadian itu.
“ sofia” kata angga yang langsung membantu sofia
“ kaa, maaf “ kataku sedikit khawatir.
“ lo gak papa?” Tanya angga.
“ awwww, kakiku sakit ga, tanganku juga berdarah hikss” kata sofia bersandiwara agar angga memberikan perhatiannya.
“vin, lo kok bisa sih berbuat semacam itu, gua gak habis pikir sama lo” kata angga yang kecewa dengan apa yang dia lihat. Angga salah paham terhadapku karna hanya melihat sepenggal dari yang terjadi.
“ kaa vinka gk sengaja, lagian kakak salah paham” kataku
“ gaa gua tadi Cuma ingatin dia kok, tapi sepertinya dia kesal denganku sampai dorong gua sampai begini hikss” kata sofia
“ ka, bukan gitu” kataku
“ udah vin, lo masuk aja ke kelas lo, gua benar-benar kecewa sama lo, gua pikir lo selama ini wanita baik-baik, ternyata lo punya sisi yang sangat ngeri” kata angga sambil membantu sofia berdiri dan meninggalkanku sendiri.
“ tapi ka , kakak salah paham , aku bisa jelasin” kataku namun tak dihiraukan oleh angga
Aku pun sedih dengan apa yang di katakana ka angga, aku berjalan memasuki ruangan kelasku dengan wajah murung.
“ ka kenapa sakit bangat dapat omongan begitu dari kakak” batinku
“”””””””””””””””””””
“ mana lagi yang luka?” Tanya angga ke sofia. Angga tdi langsung bawa sofia ke uks buat obati lukanya
__ADS_1
“ gak ada lagi ga” kata sofia.
“ yaudah gua simpan obatnya dulu” kata angga
“ makasih ya ga, udah bantuin gua” kata sofia
“ gak masalah “ kata angga
“ oh ya, lo emang ingatin vinka apa? Sampe dia kesal gitu” kata angga
“ gua cuman ingatin dia buat lebih banyak istirahat kok ga, gak ada yang lebih. Tapi sepertinya emang vinka benci deh sama gua makanya dia gitu” kata sofia
“ benci? Kenapa bisa, vinka bukan tipe pendendam” kata angga
“ kadang yang kita lihat baik tak selamanya dalamnya juga baik ga. Mungkin dia kesal kali sama gua karna rumor mengenai kita itu pacaran, bukan Cuma vinka , anak-anak yang suka sama lo juga malah ngata-ngatain gua . cuman ya baru vinka yang sampai main kasar seperti tadi ” kata sofia ngelabuin pikiran angga.
“ hmmmm yaudah deh, gua masih belum bisa percaya sama sifat dia tadi. Yaudah kita ke kelas aja, jam pelajaran akan dimulai sebentar lagi” kata angga dan sofia hanya mengangguk menandakan setuaju.
“”””””””””””””””””””””
“ kenapa nih pagi-pagi dah murung aja” kata boy yang baru datang
“ gak papa kok boy, gua gak mood doing” sahutku
“ tumben seorang vinka gak mood, emang kenapa?” Tanya boy yang duduk di kursi sebelahku setelah meletakkan tasnya.
“ hmmm yaudah kalau gak mau cerita. Gimana lo? Gua dengar lo masuk RS lagi kemarin” kata boy
“ udah enakan kok” kata ku
“ bagus deh, kalau ada apa-apa bilang aja, gua siap jadi teman pendengar lo” kata boy
“ makasih boy, oh ya mengenai tugas kemarin. Lo udah siap belum?” Tanya ku
“ udah sih, cuman gua masih kurang ngerti sedikit” kata boy.
“ hmmm yaudah nanti kita bahas lagi di perpustakaan,” kataku
“ ide bagus tuh, gua juga makin semangat nih” kata boy kegirangan
“ berlebihan lo” kataku sambil senyum tipis. Boy dengan berbagai cara menemukan topic agar aku sedikit terhibur .
“ woi pada bahas apa tuh, kayaknya seru “ kata cindy yang baru datang bersama rendy
“ engga ada kok” kata boy sambil meninggalkan bangku yang dia duduki tadi karna cindy sudah datang.
“ ihhh awas aja lo” kata cindy sedikit kesal karna tak dapat jawaban serius dari boy. Cindy pun memilih buat duduk dan menatapku.
“ gimana keadaan lo say?” Tanya cindy
__ADS_1
“ kesambet apaan lo bilang say say” kataku
“ hmmmm gua mau romantis tadinya jadi gak bisa” kata cindy yang kesal
“ hahahaha, seorang cindy romantic? Gk bisa say” kata rendy dari belakang. Kami pun ketawa karna itu
“ gak usah ikut-ikutan deh “ kata cindy
“ siap bos” kata rendy dengan menaikkan tangannya seperti sedang menghormat.
“ jadi gimana vin? Apa masih sakit?” Tanya cindy kembali
“ iya nih vin, kita semua khawatir dengar lo masuk RS kemarin” sahut angga dari belakang. Setelah mendengar mereka bertanya, aku pun menghadapkan tubuhku menghadap kea rah cindy agar bisa bicara dengan rendy juga
“ gua udah baikan kok, kalian bisa lihat sendiri kan gua udah segar gini” kata ku
“ bagus deh vin, jangan sakit lagi napa vin? Kita itu cemas tau” kata cindy
“ benar tu vin “ kata boy
“ hmm maaf ya karna gua kalian semua jadi ikut cemas” kataku
“ udah gak papa vin, yang penting lo itu dah gak sakit lagi, itu yang paling penting” kata rendy
“ makasih teman-teman, kalian benar-benar sahabat terbaik gua” kataku yang mulai berkaca-kaca karna terharu atas perlakuan mereka.
“ uadah vin, lo jangan nangis dong, kita itu kan sahabat udah pasti kita akan perhatian ke lo, bukan Cuma lo tapi ke rendy juga boy termasuk imam” kata cindy
Kami semua terhanyut dengan situasi hangat itu. Aku juga sangat bersyukur bisa dapat sahabat seperti mereka.
“”””””””””””””””””””””””””’
Bel istirahat pun berbunyi, semua teman sekelas pun beranjak ingin melakukan aktivitas mereka masing-masing,
“ guys kantin yok, gua lapar tadi gak sempat sarapan” kata cindy
“ lo mah gak perlu di Tanya lagi cin, selalu gak sempat sarapan” kata rendy
“ kalian duluan aja , gua sama boy mau ke perpus bahas materi “ kataku
“ yaelahh, kutu buku bangat sih” kata cindy . aku hanya senyum mendengar ucapan cindy
“ yaudah deh, kita kantin dulu ya” kata rendy
“ okey, yok im kita kantin” kata ajak cindy
“ yok gas” kata imam
Mereka pun ke kantin, sedangkan aku dan boy pergi ke perpus untuk bahas materi yang sudah kami rencanakan tadi .
__ADS_1