My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 46. Mulai mengerti situasi


__ADS_3

...HY GUYSSS , MIMIN PENASARAN NIH DENGAN TANGGAPAN KALIAN. MIMIN BANYAK TYPO NIH, MAAF YA , MUNGKIN KEDEPANNYA MIMIN BAKALAN LEBIH TELITI LAGI. ☺️...


...OH YA DUKUNG MIMIN YA GUYS DENGAN LIKE DAN KOMEN KALIAN, ITU SANGAT BERPENGARUH BUAT MIMIN. ☺️...


...MAKASIH SEMUAANYA,🥰...


HAPPY READING


.


.


.


Pagi yang begitu cerah, sinar matahari menembus kaca yang membuatku terusik dengan cahayanya. Aku terbangun dan melihat arah jam dinding , tepat pukul 07.0 wib.


“ haaaammmm, selamat pagi vinka, semangat hari ini” aku menguap dan melontarkan beberapa kata sebelum beranjak dari kasur itu, kasur yang sangat empuk dan nyaman.


Aku berjalan keluar dari kamar, aku berjalan menuju ruangan tamu milik ka rehan.


“ bagaimana bisa kau tertidur disini ka, sedihdeh lihat kakak begini. Ahha aku punya ide, mumpung kakak masih tidur, aku buatkan dia sarapan saja, kan dia masuk jam 09.00 wib nanti, aku akan urus kakak disini ka, aku gak mau kakak sembarangan makan selagi aku disini” akupun menuju dapur dan melihat apa saja yang ada di kulkas, mataku melotot dengan heran,


“ aku telah salah paham, aku kira kakak makan sembarangan , tapi melihat makanan yang sudah ada di kulkas dan bahan makanan yang masih lengkap membuat aku yakin kalau ka rehan tetap menjaga kesehatannya, tidak seperti orang lain yang jika jauh dari orang tuanya malah makan sembarangan” dalam benakku aku berpikir panjang.


“……………….”


“ akhirnya selesai” ucapku sambil menata semua makanan di atas meja.


“ selamat pagi cantik, kamu lagi apa? Wahhh udah ada makanan aja nih, kamu mesan dimanan makanan seperti ini?, eh tunggu , kamu masak ya?” celoteh ka rehan yang baru bangun dan langsung menuju dapur, tadinya dia ingin ke kamar mandi tapi melihatku sibuk di dapur dia malah menemuiku.


“ pagi ka, hehehh iya aku masak buat kakak, mandi gih biar kita sarapan “

__ADS_1


“ APAA, ADA CEDERA, LUKA , ATAU KENA MINYAK GAK?” panik ka rehan sambil meneliti setiap kulitku yang tampak.


“ kaaa, vinka gak papa kok, udah sekarang kakak mandi baru kita sarapan, vinka dah lapar nih” rengekku.


“ iya iyaa, kakak mandi. Tapi ingat hati-hati, nanti kamu terluka” kata ka rehan yang berlalu ke kamarnya hendak mandi dan bersiap .


sembari ka rehan mandi, aku menyiapkan jus untuknya, dan membuatkan pancake untuk nantinya di bawa ke kampus.


“……………”


Drzzzz…..drzzzz…..drzzzzz.. suara has dari getaran hp di meja, aku langsung beranjak dan melihat nama yang tertera di layar hp ka rehan.


“ hallo ayah” kataku dengan suara agak serak .


“ hallo sayangg, kok hp ka rehan ada sama vinka” kata ayah


“ ka rehan lagi mandi ayah” kataku lagi dengan suara serak


“ oooo gitu yaa, yaudah kalau gitu ayah matikan dulu” kata ayah yang sudah ketawa tanpa suara di seberang telepon.


“ hahahahh, iya iyaaa, ayah sayang kok sama vinka, sejak kapan ayah pilih kasih sayang? Ayah sayang kalian berdua, ayah hanya bercanda kok tadi, kamu ini tak bisa bedaiin apa” kata ayah sambil tertawa.


“ aaaa ayahhhh, vinka masih kesal sama ayah dan bunda, bisa-bisanya pergi gitu aja, vinka kan mau peluk ayah bunda sebelum pergi , ini malah ditinggal gitu aja” kesalku yang mulai terima dan mulai mengerti .


“ maaf ya sayang, lagian vinka juga langsung masuk aja kerumah tanpa lihat ayah dan bunda pergi. Ayah dan bunda juga buru-buru sayang, jadi ayah minta maaf ya kalau ayah gak pamit sama vinka” kata ayah sembari senyum tipis.


“ iya ayah, vinka sayang ayah dan bunda, cepat balik ya, vinka gak mau ganggu ka rehan terus di sini, vinka juga mau main sama ayah, kita udah jarang main sama” kata-kataku itu mampu membuat ayah sedikit tersentak dan meneteskan air matanya , ayah menangis tanpa suara menyadari kesibukannya selama ini sehingga melupakan waktu buat anak-anaknya.


Bunda yang melihat ayah menangis hendak bertanya, namun bunda mengurungkan niatnya dan akan bertanya setelah ayah selesai bertelepon.


“ pasti sayang, ayah akan bayar semuaanya, maafin ayah ya nak, ayah belum bisa jadi ayah yang baik buat vinka” kata ayah dengan suara serak.

__ADS_1


“ engga ayah, ayah adalah ayah terhebat, vinka tunggu kedatangan mu dan bunda disini, oh ya jangan lupa beli hadiah buat vinka ya dari sana heheheh” kataku sedikit mencairkan suasana.


“ iya sayang, pasti. Kalian jaga diri baik-baik di sana yaa, kalau ada apa-apa langsung kasih tau ka rehan , okey sayang?” kata ayah


“ mmmm, okey ayah vinka tutup dulu , vinka akan sarapan dulu, kalian jjuga sarapan lah dulu, jangan sampai ayah dan bunda bekerja dengan giat namun melupakan kesehatan “ kataku mengingatkan ayah dan bunda


“ siap anak ayah yang paling cantik” kata ayah dengan senyumnya yang mekar.


“ bye bye ayah “ kataku sembari menutup telponnya.


“…………..”


“ kenapa ayah? Ayah tiba-tiba nangis , tiba-tiba senyum” bunda bertanya dengan penasaran.


“ tadi vinka sudah memberikan pengertian bun, sepertinya dia sudah mulai mengerti, mungkin rehan sudah memberikan putri kita pengertian. Putri kita yang paling baik dan pintar juga perhatian itu sudah dewasa bun, dia sudah berani angkat suara yang walaupun dia lakukan secara halus” kata ayah sembari meneteskan air matanya kembali.


“ ayahhh, jangan nangis gini. Ayah belum kasih tau bunda apa yang vinka katakana.” Kata bunda


“ kamu tau gak bunda, vinka itu mengeluh selama ini kalau kita pergi meninggalkan dia itu karna apa?” Tanya ayah


“ ya bunda tau, dia kesepian kan dan dia juga masih labil ayah untuk mengerti situasinya, jadi ayah gak usah nangis lagi” kata bunda yang belum mengerti apa yang ayah sampaikan.


“ bukan bunda, ayah baru sadar bahwa selama ini, kasih sayang yang ayah berikan buat dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa keinginan dia bersama ayah, dia meminta ayah buat menyempatkan waktu bermain dengan dia hikssss, ayah sadar selama ini ayah hanya memberikan perhatian tak Nampak bagi dia, ayah tidak pernah memberikan kehadiran yang begitu di inginkan anak seusianya , ayah hanya berfikir jika ayah memberikan fasilitas yang baik, dan memberikan apa yang dia butuhkan berupa materi saja sangatlah cukup, ternyata hiksss” tangisan ayah pecah sehingga bunda memeluk ayah karna sudah mengerti dengan apa yang ayah sampaikan.


“ sudah lah ayah, bunda mengerti sekarang, jangan terlalu menyalahkan diri ayah, bunda juga sering mengingatkan ayah untuk meluangkan waktu buat anak – anak, tapi pekerjaan ayah sangatlah banyak , bunda juga harus mengerti ayah . dengar ayah, suamiku yang paling terbaik didunia ini, ayah juga adalah ayah yang terbaik buat rehan dan vinka, mulai sekarang ayah harus menyempatkan waktu ayah di rumah, biarkan rehan yang ambil alih perusahaan, ayah hanya perlu memperhatikannya dan membimbing rehan dari rumah.jangan sampai vinka kuliah nanti ayah tidak sempat memberikan waktu ayah bersamanya, lagian ayah juga sudah tua sekarang, sudah waktunya buat ayah istirahat” kata bunda panjang lebar.


“ ayah juga pengen seperti itu bunda, tapi rehan juga masih kuliah, ayah takut urusan kantor yang begitu banyak akan menggangu pelajarannya, tugas dari perusahaan yang di kota saja dia sudah mulai kewalahan karna bolak baliik kampus kantor, ayah tidak bisa melihat dia mengurus semuanya bunda” kata ayah yang sampai saat ini masih meneteskan air matanya.


“ bersabarlah ayah, rehan sebentar lagi akan selesai. Dia kan mengatakan akan mengambil sks lebih, agar kuliahnya cepat selesai” kata bunda yang mengingat kembali perkataan ka rehan dulu yang meminta ijin ayah dan bunda untuk dia bisa mengambil sks itu .


“ hmmm, ayah kasihan dengan dia bun, walau ayah tau pasti dia sanggup melakukannya karna otak jenius nya itu” kata ayah

__ADS_1


“ sudahlah ayah, mari kita sarapan, kalau tidak nanti ayah akan sakit, seminggu lagi kita bakalan balik, jadi jaga kesehatan ayah” kata bunda


“ hmmmm” ayah hanya menghela nafasnya.


__ADS_2