
“ aduhhh kenapa makin sakit ini hikssss” tangisku pecah karna merasa tak tahan lagi dengan sakit kepalaku. Aku sudah menahannya dari tadi , tapi kali ini sangat sakit.
“ ayahhhh bundaaaaa sakitttt, tolongin vinkaaa hikssss”
Aku memanggil ayah dan bunda untuk datang menolongku, namun tidak ada yang mendengar
“ ahhhh, ka rehannn sakittt, kenapa bisa sesakit ini hikssss” aku menangis sejadi jadinya akibat sakit yang ku rasakan. Tak lama itu, aku pun tak sadarkan diri.
Perawat yang mengurusku kemudian datang untuk memeriksaku , tapi karna melihatku tidur , dia merasa aku hanya tidur sangat nyenyak, karna merasa aku baik-baik saja, perawat itu keluar.
“ kenapa keluar sus? Udah diperiksa?” Tanya bunda.
“ vinka sedang tidur bu, mungkin kecapean ujian tadi “ kata perawat itu.
“ ohhhh, kita bangunin saja sus, tukang urutnya sudah datang , biar dia di urut dulu” kata bunda
“ baik bu, saya akan bangunin” kata suster itu.
“ vin, vinkaaa, bangun dulu yok. Tukang urutnya udah datang” suster itu pun merasa aneh karna taka da pergerakan dari ku, dia pun memeriksa ku dan melihat tanda-tanda vital ku.
“ astaga kenapa aku tak bisa jeli dari tadi” kata suster itu yang sudah panik.
“ bu, maaf vinka drop, saya akan hubbungi dokter” kata suster itu terburu-buru.
“ apaaaaa, kenapa bisa” kata bunda yang tak kala paniknya , bunda pun memasuki kamarku dan memeriksa ku.
“ sayang, bangun nak, kenapa jadi begini sih, vinkaaa, sayang,… bangun sayang “ kata bunda dengan gelisah.
“ hallo dok, keadaannya drop dok, saya harap dokter datang dengan cepat, saya akan berikan pertolongan pertama sebelum dokter datang” kata suster itu.
“ APAA, kenapa sus? Ada apa dengan vinka? Apa maksud suster?” kata ayah yang tak sengaja mendengar percakapan suster dan dokter andika.
“ maaf pak, vinka drop, saya harus periksa dia sekarang, maaf saya masuk ke kamar vinka dulu ” kata suster itu mendahului ayah
Ayah pun mengikuti suster itu masuk kedalam kamarku.
“ sayang, kenapa jadi gini, kamu bangun sayang , ayah disini . suster cepat lakukan sesuatu” perintah ayah
“ suster cepat lakukan sesuatu, kenapa badannya panas sekali, tapi dia keringat begini” kata bunda yang tak kala panik nya.
“ baik bu, saya akan periksa dulu” kata suster itu dan memeriksa ku lagi.
“ saya akan memberikan oksigen ke vinka dulu, maaf bu tolong bergeser sebentar” kata suster i
Suster itu pun memasang oksigen karna pernapasanku tidak stabil. Suster itu juga menyuntikkan suatu cairan penenang , yang membuat aku sedikit rileks dari sebelumnya.
“ bagaimana sus? Kenapa dia begitu? “ Tanya bunda.
__ADS_1
“ ini akibat panasnya yang tinggi buk, dan kemungkinan ini terjadi karna dia tadi berpikir keras sehingga kepalanya sakit” kata suster itu menjelaskan.
? jadi sekarang bagaimana sus?” Tanya bunda lagi
“ untuk selanjutnya, biar dokter nanti yang memeriksa bu, sebentar lagi dokter itu akan sampai” kata suster itu lagi
“ selamat siang pak, buk” kata dokter andika yang sudah datang.
“siang dokter, dokter tolong vinka hiksss, kenapa dia bisa drop lagi? Hiksss” tangis bunda ke dokter itu.
“ tolong periksa dengan baik dok, saya percayakan kepada anda” kata ayah
“ baik pak, saya periksa sekarang, kalian tunggu lah di luar” kata dokter itu
“ mari bun, kita keluar dulu, agar dokter leluasa memeriksanya” kata ayah
“ tapi ayah, bunda mau di sini hiksss”
“ bunda, kita jangan menambah suasana tak baik, ikut ayah, kita tunggu di luar, ayah mengerti perasaan bunda” kata ayah membujuk bunda.
Bunda pun akhirnya mau mendengarkan ayah dan mau keluar dari ruanganku.
Tak menunggu lama, teman-temanku pun datang kerumah karna memang hari ini tidak ada pelajaran yang akan dimulai karna awal masuk. Mereka hanya akan mendengar pengumuman dan mendapatkan jadwal pelajaran buat semester baru.
“ selamat siang bu, vinkanya ada?” Tanya boy.
“ ada nak, tapi lagi ada darurat, kalian masuklah dulu, bapak dan ibu juga ada di dalam” kata bi tuti.
Mereka pun masuk dengan ragu,
“ cin, kenapa ditarik bajunya?” Tanya rendy. Cindy menarik kemeja rendy karna segan adanya ayah di rumah.
“ ehhh, maaf gak sengaja “ kata cindy dan segera melepas kemeja rendy.
“ selamat siang om” sahut boy yang diikuti oleh cindy,rendy, boy dan juga imma.
“ siang nak, kalian siapa ya?” Tanya ayah.
“ mereka teman vinka ayah, kemarin mereka juga pernah datang” kata bunda dengan mata sembabnya
“ ohhh, duduk dulu nak, bi buatin air “ kata ayah ke bibi
“ baik om, oh ya om , vinkanya mana? “ Tanya boy yang sudah tak sabar ingin mengetahui kabarku
“ lagi di periksa di kamar nak hiksss“ kata bunda yang kembali menangis.
“ bun , jangan nangis lagi, gak enak sama temannya” kata ayah.
__ADS_1
“ eh tante , maaf jika boy salah nanya” kata boy yang gak enak karna sudah menanyakan ku
Cindy yang sudah membaca situasi merasa iba , cindy pun mendekati bunda dan mencoba menenangkan bunda.
“ tante, jangan sedih begini, nanti tante juga jadi sakit “ kata cindy
Dokter andika yang sudah memeriksaku kembali menuruni tangga, dia berjalan cepat menghampiri ayah dan bunda dengan wajah sedikit panic.
“ ada apa dok?” Tanya ayah dan bunda bersamaan
“ pak, saya akan jelaskan nanti sekarang kita harus cepat bawa vinka ke rs, karna alat di sini tidak lengkap, dia butuh perawatan lebih lanjut” kata dokter
“ baiklah, Pak mamattttt, cepat siapkan mobil” kata ayah.
“ tidak pak, saya sudah menghubungi ambulanc, sebentar lagi akan sampai, diperjalanan vinka juga butuh oksigen yang cukup” tutur dokter
“ apa separah itu ya dok hiksss? “ kata bunda
“ tenang bun, jangan buat dok lebih sulit lagi, kamu harus bisa control emosi kamu” kata ayah.
“ pak, ambulance nya sudah sampai” kata bi tuti yang datang dari depan
“ suruh masuk bi, cepat” kata ayah
Para perawat pun masuk , mereka mengangkatku dengan hati-hati dan membawaku turun
“ astaga , apa separah itu ya yang terjadi kemarin dengan vinka” kata rendy
“ aku akan ikut ke RS, kalian ikut atau engga?” Tanya boy
“ Aku dan rendy ikut” kata cindy
“ aku juga ikut” kata imam
“ baiklah, kita langsung aja ke RS, semuanya jangan lupa ngabarin keluarga agar tak kecarian “ kata boy
“ amannn” kata rendy.
“ pak, kita berangkat sekarang” kata dokter yang sudah turun dengan beberapa perawat yang mengangkatku.
“ baiklah dok, mari bun kita berangkat” kata ayah
“ sebentar ayah, biiii….. nanti siapin semua keperluan vinka” kata bunda
“ baik bu” kata bi tuti yang
Ayah dan bunda beserta seluruh tenaga medis tak terkecuali aku berangkat menuju RS . bunda dan ayah memilih ikut di mobil ambulanc untuk menemaniku.
__ADS_1
“ sayanggg, kamu yang sabar ya, ayah dan bunda disini menemanimu, kamu cepat sadar ya “ kata ayah yang sudah meneteskan air matanya.
“ iya sayang, cepat sadar ya, bunda akan menunggumu “ kata bunda