
Sudah hampir 2 jam berlalu, namun belum ada tanda-tanda ayah dan bunda keluar dari ruangan itu.
“ guys kita makan dulu yok, udah petang ini, kita juga belum pada makan dari tadi” kata cindy
Dia sudah merasa lapar dari tadi, namun karna ingin menunggu ku dia mengurungkan niatnya untuk memberitahu kepada teman-teman bahwa dia lapar.
“ yaudah yok , kalian juga pada lapar kan” kata rendy
“ iya nih, nanti kita kesini lagi” kata imam
“ kalian aja deh, aku masih mau disini” kata boy
“ lo harus jaga kesehatan lo juga kali boy, gak ada orang jenguk sakit malah jadi sakit” kata cindy
“ tau ni , yok makan aja dulu, lo gak harus takut karna ayah dan bunda vinka sudah di dalam menemani vinka” kata rendy
“ hmmm, yaudah yok” kata cindy
Mereka pergi ke kantin rumah sakit, mereka memesan makanan dan duduk di meja kantin.
“ kok lama sekali ya mereka keluar , apa separah itu?” kata cindy membuka pembicaraan setelah mereka duduk di kursi masing-masing.
“ kita juga tidak tau, kita hanya bisa nunggu aja” kata imam
“ gak mungkin kan lantai mereka licin, kok bisa vinka terpleset gitu ya” kata rendy
“ gak mungkin sih menurutku, kan banyak art di rumah mereka. Tiap hari mereka selalu kebersihan” kata cindy
“ tapi kenapa bisa ya?, apa vinka selalai itu?” kata imam.
“ kalian bisa diam gak sih! Kalian tuh gak usah mikirin macam-macam, kalian gak disana gak disini nambahin pening aja” kata boy dengan emosinya. Dia sudah menahannya dari tadi tapi karna masih ada di dalam RS dia menahan .
“ woi santai lah, bukan Cuma lo kali yang khawair, kita juga sama” kata rendy tak kalah dengan suara tegasnya.
“ kalau tau salah maunya lo gak usah ngebantah” kata boy lagi
“ wahhh gila ni anak, emang lo siapa ha? Berani bangat lo” kata rendy yang sudah emosi
“ woy, kalian berdua bisa diam gak?, malah berantam lo pada, rendy awas lo nanti kalau masih berani ribut, dan lo boy , kenapa lo? Apa masalahnya? Kenapa malah emosi? Emang salah kita bahas masalah ini? Kalau lo gak penasaran, lo bisa diam aja kali.” Kata cindy
“ kan lo pada bisa nanya nanti sama vinka kalau udah sadar, sekarang bahas itu buat apa?, bukan Cuma mengembalikan kesediha orang tua vinka akan kejadian itu, kalian juga mengusik ku, mendengar dia jatuh dan dan terkapar di dalam sana apa kalian masih sanggup mendengar kejadian itu” kata boy
“ okey kita minta maaf, kita gak memikirkan ke sana karna rasa penasaaran kita, jadi sekarang mari kita nikmati makanan kita ini, nanti kita balik kesana lagi” kata cindy menengahi perdebatan itu
Mereka pun menikmati makanan mereka itu tanpa ada yang bersuara, hanya ada suara piring dan sendok yang bersentuhan.
Anggga sudah berada di RS , dia segera berjalan menuju ke ruanganku, dia melihat tidak ada satupun orang yang berdiri di sana. Dia mencoba menghubungi tante angel, namun tak di angkat . dia pun memilih menghubungi rendy .
__ADS_1
Setelah menghubungi rendy, dia memilih menunggu di depan ruangan CT Scan . tak lama dari itu tante angel keluar dari ruangan itu diikuti oleh ayah dan bunda.
" ka ren , om belum keluar ya? " tanya Rendy yang sudah datang bersama teman lainnya
" belum ren" jawab Angga
" ka maaf sebelumnya , tapi sepertinya kita gak bisa lama-lama lagi, mama udah nelpon tadi, jadi aku sama Rendy balik duluan gpp kan? tolong kasih tau sama om nanti ya ka " kata Cindy
" hmmm, kalian hati-hati " kata ka Angga
" ka sepertinya aku akan bareng sama mereka " kata imma
" ohhh yaudah gih" kata ka Angga
" boy , Lo belum balik?" tanya Rendy
" belum" jawab boy ketus
" yaudah kita duluan" kata Rendy.
mereka pun balik ke rumah mereka masing-masing kecuali boy.
" kenapa lo belum pulang? ini udah sore loh, emang gak di cariin" kata ka Angga
" udah ijin ka" jawab boy
“ maa, gimana hasilnya?” Tanya ka angga
“ hasilnya akan keluar nanti nak” jawab tante angel
“ jadi vinka dimana?” Tanya ka angga
“ masih di dalam nak, kamu baru datang ya?” Tanya tante angel
“ sudah dari tadi ma” kata ka angga
“ oh ya jeng,kamu sudah makan belum?” Tanya tante angel
“ saya tidak selera jeng” kata bunda yang masih dengan wajah lesu dan cemasnya
“ bu, saya minta tolong ajak lah dia makan, dari tadi dia belum makan dan minum” kata ayah
“ astaga jeng, kamu akan sakit jika begini” kata tante angel
Bunda hanya diam tanpa menjawab ayah dan tante angel
“ oh ya, riska tadi kemana?” Tanya ayah
__ADS_1
“ tadi saya lihat pergi setelah hp nya berbunyi, mungkin ada yang penting makanya dia keluar” kata tante angel yang melihat riska keluar tadi sebelum mereka masuk ke ruangan CT Scan
Ayah pun mengambil hpnya di saku dan mencari nama riska di layar hp nya. Setelah ketemu ayah pun menelpon riska
“ hallo nak, kamu dimana?” Tanya ayah
“ maaf yah, tadi gak sempat ngabarin karna ayah dan bunda pergi dengan vinka, tadi ada panggilan dari ka rehan , dia minta aku mengirim file dokumen untuk laporan kemarin , jadi aku langsung pulang “ tutur ka riska
“ ohhh baiklah, apakah rehan sudah tau masalah vinka?” Tanya ayah
“ belum yah, tadi ka rehan nanya vinka tapi riska berbohong, maaf ayah” kata ka riska
“ tidak apa nak, yang kau lakukan sudah benar, jangan sampai rehan tau dulu yaa, ayah takut dia akan bertindak gegabah” kata ayah
“ baik ayah”
“ oh ya , nanti kalau ada waktu , ayah mau riska datang ke sini , dan tolong bawa hp kantor ayah ya nak,” kata ayah
“ baik ayah” kata riska
Ayah menutup telpon dan menghela nafasnya kasar
“ hufffffff ,,,,,”
“ ayah jika ada kerjaan ayah yang terkendala, kasih tau rehan agar rehan dapat membantu “ kata bunda
“ ayah bukan lagi mmenghawatirkan kerjaan ayah bun, ayah khawatir dengan kondisi putri ayah, kenapa dia bisa mengalami hal macam ini” kata ayah
Bunda menghampiri ayah setelah mendengar penuturan nya.
“ ayah, bunda juga khawatir , tapi kita harus kuat kan, nanti kalau kita lemah, vinka bisa nangis lihat kita, emang ayah mau? . oh ya ayah, bunda mau ayah kasih tau kabar vinka sama rehan” kata bunda
“ tidak bun, bunda tau bagaimana nanti reaksi rehan jika tau vinka kenapa-napa” kata ayah
“ bunda tau yah, tapi dia akan merasa paling sakit jika dia tidak tau adiknya sakit, bagaimana jika dia tau dari orang lain? Dia pasti merasa paling sakit” kata bunda
“ tidak bun, ayah tau gimana perasaan bunda. Tapi rehan juga sedang ada ujian bun, ayah takut itu jadi bahan pikiran dia, ayah gak mau dia jadi gagal focus, masalah vinka , ayah kan sudah disini , ayah akan lakukan apa pun itu untuk menyembuhkan putri kita” kata ayah
“ baik lah yah, kalau begitu jangan beritau bahkan jika vinka nanti sudah sehat, bunda tidak mau rehan merasa dirinya tidak berguna sebagai kakak” kata bunda
“ sudah bun, kita bahas ini nanti, sekarang mari kita makan dulu, kita tidak boleh sakit , kalau kita sakit vinka akan sedih nantinya” kata ayah
“ bunda tidak selera yah”
“ tidak bun, jangan menolak lagi, ayah juga merasa sakit jika bunda seperti ini “ kata ayah
Bunda pun tak menolak lagi, ayah dan bunda beserta tante angel dan angga pergi untuk makan, sebenarnnya tante dan angga sudah makan tapi bunda memaksa , kalau tante angel tak ikut bunda tak akan makan.
__ADS_1
sedangkan boy ijin untuk balik duluan karna ayahnya menelponnya dan memberitahu ada urusan yang harus boy lakukan