My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 51. siuman


__ADS_3

...JANGAN BOSAN UNTUK LIKE DAN KOMEN YA GUYSSSSS🥰🥰...


.


.


Semua sudah panik dan menunggu dokter yang keluar dari ruangan itu , namun belum ada tanda-tangda dokter keluar


“ yahhh, kenapa lama sekali?” Tanya bunda


“ ayah juga tidak tau bun, kita tunggu sebentar lagi” kata ayah


“ bunda sangat khawatir” kata bunda.


Tak menunggu lama dari itu dokter pun keluar dari ruangan ku


“ bagaimana keadaannya dok” Tanya ayah panik yang melihat wajah dokter itu sedikit murung


“ mari keruangan saya pak” kata dokter itu yang langsung di ikuti oleh ayah.


“ Gimana keadaannya dok?” Tanya ayah


“ sepertinya ini hanya keseleo pak” kata dokter itu


“ tapi kenapa dia gak sadar? “ Tanya ayah yang masih panik


“ iya dok, tolong kasih tau dengan jelas “ kata bunda yang sudah menangis dari tadi.


“ karna adanya benturan di kepalanya , itu yang membuat dia belum sadarkan diri, sebentar lagi dia akan sadarkok. Tidak ada yang terlalu serius. Nanti habis dari sini bawa aja ke tukang urut , biar kakinya di urut aja” kata dokter itu


“ baik dok, saya pamit dulu, ayok bun” ajak ayah


Ayah dan bunda pergi ke ruanganku untuk melihatku.


“ sayang, maafin bunda gak bisa jaga kamu hikss” tangisan bunda pecah sewaktu melihatku


“ bun, jangan menyalahkan diri sendiri, ini kesalahan ayah yang tidak langsung menahannya tadi. Sayang maafin ayah ya, seharusnya ayah langsung menghentikanmu tadi, sakit ya sayang? Boleh ya ayah gantiin posisi kamu “ kata ayah yang sudah meneteskan air matannya karena tidak tahan melihatku terbaring di bad pasien dengan lilitan perban di kepalaku.


# flashback on


BRAKKKKK…….

__ADS_1


“ VINKAAAA…..” teriakan ayah yang berhasil membuat seisi rumah datang menghampiri ruangan.


“ SAYANG…. VINKAAA… “ teriakan bunda yang gak kalah paniknya.


" astaga non " beberapa dari pengisi rumah meneriaki karna panik


Ayah langsung menghampiriku dengan lari dan mengangkat kepalaku yang sudah mengeluarkan tetesan darah di bagian jidatku. Aku pingsan akibat benturan dan tergeletak di bawah lantai akibat jatuh berguling-guling.


“ sayang, bangun sayang bangunnnn… kamu bisa dengar ayah haaa?... CEPAT SIAPKAN MOBIL “ Perintah ayah kepada pelayan di rumah dan dengan segera mengangkatku dan membawaku ke dalam mobil dengan air mata yang bercucuran.


“ sayanggg, bangun sayang, bangun hikssss” kata ayah yang sudah prustasi melihatku terluka”


“ sayang bangun nak, bunda disini , ayok bangun hikssss” kata bunda yang menangis sejadi-jadinya.


“ PAK CEPAT PAK” kata ayah kepada pak mamat dengan amarahnya .


“ siap tuan” jawab pak mamat.


Sesampainya di RS , sudah ada yang menunggu di depan RS, karna ayah sudah menghubungi dokter di RS . ayah adalah pemilik RS itu, dia selalu mempercai dokter Andika sebagai dokter di keluarga kami, sehingga ayah menempatkan dokter andika di RS ayah sebagai kepala rumah sakit disana.


# flashback off.


Ayah dan bunda masih tetap duduk diampingku dengan tangisan mereka.


“ masuk aja bi” kata bunda


“ maaf bu , bi tuti tidak bisa datang karna tadi anaknya nelpon , katanya suami bi tuti sakit jadi dia bergegas pergi, tapi dia menitipkan ini bu buat makan siang kalian” kata art itu kepada bunda


“ yaudah letakkan di sana aja, oh ya , bilang sama riska jangan memberitahu rehan massalah ini, karna dia lagi suasana ujian, dan tolong suruh riska ke sini . kamu pulanglah” kata bunda


“ baik bu” kata art itu sembari berlalu setelah pamit.


“ ayah, makan lah dulu, ayah dari tadi belum makan,, sekarang sudah sore “ kata bunda


“ bunda saja yang makan , ayah belum lapar” kata ayah yang masih setia dengan menunggu kesadaranku.


“ ayah, jangan begitu, vinka akan sedih jika lihat ayah begini, ayah juga harus jaga kesehatan ayah” kata bunda mengingatkan .


“ bagaimana bisa ayah seceroboh ini bun, ayah gak bisa jaga dia baik-baik. Dan untuk makan , ayah gak sanggup makan makanan itu, vinka aja tadi belum sempat makan, pasti dia juga sangat lapar”kata ayah yang menyalahkan dirinya akan musibah yang datang


“ bukan ayah yang salah, ini hanya musibah yah, jangan menyalahkan diri ayah terus, kita juga tidak menginginkan itu terjadi. Ayah berdoa saja agar vinka cepat sadar “ kata bunda

__ADS_1


“ hmmm, ayah sangat menyayangi anak-anak ayah, ayah gak bisa melihat mereka terluka bunda” kata ayah


“ iya , bunda tau ayah sayang anak-anak kita, sekarang nih makan ya yah, kita makan bareng , biar ada tenaga, ayah juga tidak minum dari tadi, jadi sekarang kita makan dulu baru nanti kita pikirkan apa yang selanjutnya kita lakukan agar vinka bisa cepat sadar” kata bunda yang selalu sabar dengan keluhan ayah.


“…………….”


Tepat pukul 21.00 aku sudah di periksa ulang, aku sudah siuman sejak 1 jam lalu.


“ bagaimana dok? Apa dia masih harus di rawat inap?” Tanya ayah


“ vinka mau pulang aja yah, vinka gak mau lama-lama disini” kataku yang sudah gelisa sedari tadi


“ begini pak, sebenarnya dia harus di rawat inap dulu, tapi melihat kondisinya yang sekarang lebih baik dia di rawat di rumah, sepertinya dia masih trauma dengan RS , saya akan mengurus perawat yang akan mengurus vinka di rumah” kata dokter andika.


“ jika memang harus dirawat di sini, saya akan bicara kepada vinka dok, yang penting dia membaik” kata ayah.


“ kita rawat dirumah aja pak, dia akan makin stres jika masih berlama-lama di sini, itu juga akan berpengaruh terhadap kesembuhannya” kata dok andika.


“ baiklah dok, saya percayakan kepada anda” kata ayah.


“ baiklah pak, saya pamit dulu, saya akan datang nanti. Sekarang saya akan urus dulu perlengkapannya” kata dokter andika


“ baik dok” kata ayah . setelah dokter andika pergi ayah datang menghampiriku dan tersenyum senang kepadaku karna aku sudah sadar.


“ bagaimana sayang, masih sakit kah? Dimana yang sakit? “ Tanya ayah.


“ sudah lebih baik ayah, tapi kepala vinka masih sedikit pening. kaki ku juga sakit sama pinggangku” kataku.


" sabar ya, ayah akan lakukan apapun agar putri cantik ayah cepat pulih" kata ayah.


“ bunda bisa lepas pelukannya dulu sayang? Bunda ingin ke kamar mandi” kata bunda yang sedari tadi memelukku agar aku bisa nyaman di RS.


“ tapi bunda jangan lama ya “ kataku sedikit takut


“ iya sayang, kan ayah disini” kata bunda


“ hmmm” kataku


“ sayang maafin ayah ya, gak bisa jaga vinka dengan baik” kata ayah lagi


“ ayah jangan salain diri ayah, vinka jatuh karna tidak hati-hati , andai vinka dengarin ayah tadi mungkin kita udah makan enak, jalan-jalan dan libuaran dengan puas” kata ku

__ADS_1


“ cepat sembuh ya sayang, nanti ayah bakalan bawa kemana pun vinka mau” kata ayah


“ janji” kataku sambil menyodorkan jari kelingkingku. Dan ayah menerima jariku lalu tersenyum.


__ADS_2