
bunda pun beranjak menaiki anak tangga untuk memanggilku di kamar.
" vinnn, tok tok tok, vinkaaaa bunda masuk nih" kata bunda yang membuka pintu kamarku.
" astaga nih anak gak tau waktu deh, apa segitu capeknya sampai molor gini " kata bunda
" Vin, sayanggg, bangun hey. itu om Arwan sama Tante anggel udah datang" kata bunda membangunkan ku.
" bunda vinka masih ngantuk" ucap ku yang masih belum sadar dengan kata bunda.
" ampun deh ni anak, hey bangun sayang, apa gak malu Tante anggel lihatin" kata bunda yang berbohong agar aku cepat bangun.
" mana Tante anggel?" kataku yang langsung beranjak dari tidurku dan melihat keberadaan Tante anggel.
" hmmm, tunggu gitu dulu ya baru bangun, mandi gih, gak enak sama Tante dan om mu nungguin kamu" kata bunda.
" emang mereka udah datang? emang udah jam berapa ?" tanyaku.
" hadeh belum sadar sadar juga nih anak, tuh lihat jam nya udah hampir jam 8, malu tau ditungguin sama om dan Tante mu, gak enak" kata bunda.
" yaudah mulai aja dulu bunda , vinka nyusul,. mandi dulu" kata ku
" yaudah, gpp nih kamu nyusul?" tanya bunda
" iya bunda, gak enak sama mereka " kataku.
" yaudah deh kalau gitu, kamu cepat cepat ya , pakai baju yang sopan" kata bunda.
" iya bunda".
".........."
" pak Arwan , jeng, Angga, yok kita dinner aja , vinka nyusul katanya" kata bunda
" ohhh, yaudah kalau dia nyusul, kita dinner duluan aja ,. gak papa ya pak?" kata ayah
" gpp pak, yaudah yok" kata pak Arwan.
sesampainya di dapur, semuanya sudah duduk dan akan menyantap dinnernya.
" wahhh banyak sekali makanannya, ini di masak sendiri jeng?" tanya Tante anggel.
" iya dong jeng, sesekali rasain masakan aku " kata bunda.
" ga ada berubah ya,. kamu masih rajin masak" kata Tante
" ya begitulah, padahal banyak yang bantu disini tapi dia gak mau kalau bukan dia yang masakin" kata ayah.
" heheh ayah bisa aja, aku atau Ayah nih yang gak mau makan kalau engga masakanku" kata bunda.
" hahahah pak Hendra bisa aja, tapi benar sih pak , kalau bukan istri yang masakin rasanya ada yang kurang aja" kata om Arwan.
" udah deh pa, kamu melebih lebihkan" kata Tante anggel
" bukan melebih lebihkan buk, pak Arwan benar sih, kurang aja gitu rasanya" kata ayah
__ADS_1
" udah udah, makanannya udah dingin, yok kita berdoa biar makan" kata bunda.
ayah yang memimpin doa malam ini
" ayok pak, makan yang banyak , ini segar bangat" kata Tante anggel.
" betul pak, coba ini . " kata ayah.
" nih jeng makan " kata bunda yang menawarkan makanannya.
" nak Angga , kok makannya sedikit, itu bunda kasih ke Angga , dekatin itu juga" kata ayah.
" udah Tante, nanti Angga tambahin lagi" kata ka Angga yang sedari tadi makan sedikit, karna sambil menunggu kehadiranku.
" ehhh sayang , sini gabung" kata ayah yang melihatku berjalan menuruni anak tangga.
" ehhh sayang, udah segar nih kayaknya" kata bunda.
" maaf om Tante ka Angga telat datangnya" kataku yang duduk persisi berhadapan dengan ka Angga , karna kebetulan posisi biasanya berubah karna ada om Tante dan ka Angga.
" iya gak papa sayang, yaudah maka sayang, " kata Tante anggel.
" capek bangat ya nak, sampai nyenyak banget tidurnya" kata om Arwan.
" heheh gak kok om" kataku sambil melirik ka Angga. aku merasa gak enak sama ka Angga karna masalah tadi siang
" aduhhh, kok canggung banget ya, kenapa aku duduk disini sih, malah makin canggung hadap hadapan sama ka Angga. ka Angga juga gak berhenti berhenti natap gua sinis gitu" kataku dalam hati.
" oh ya jeng, ini siapa?" tanya Tante anggel yang melihat ka Riska . ka Riska juga ikut bergabung dengan kami
" ohhh, ini jeng anak angkat kami, 2 tahun lalu kita adopsi" kata bunda.
" Vin, nih makan . kamu makannya dikit banget" kata Tante anggel
" aduh Tante, kebanyakan ini" kata ku
" makan aja, kamu udah letih belajar kan, harus makan yang banyak biar ada kekuatan " kata Tante anggel.
" kamu diat ya Vin" tanya om Arwan.
" engga kok om" kataku.
" ya emang begitulah dia makan pak, tapi kalau ngemil gak usah di tanya, dia mah ga pernah lupa" kata ayah.
" hahah, kalau tau gitu, mending tadi bawa cemilan ya ma" kata om Arwan.
" iya yah pa, kita gak tau " kata Tante anggel
" hadehhh, kulkas mana pernah kosong jeng, selalu di isi karna dia suka bangun engah malam buat ngemil" kata bunda.
" ih bunda, gak usah sampai detail gitu Napa" kesalku.
" ya kan emang benar, " kata bunda
" hahahah udah udah , lanjut makan aja" kata ayah.
__ADS_1
ka Angga tersenyum tipis yang melihat pipiku memerah karna malu.
"........."
" wahhh makanannya enak jeng, kapan kapan ajarin masak dong" kata Tante anggel.
" aman deh jeng , tinggal kabarin aja kapan jeng mau ke sini" kata bunda
" janji ya" kata Tante anggel
" iyahh, apasih yang engga buat besty aku" kata bunda.
" yaudah kita ke ruang tamu aja , kita berbincang bincang disana " ajak ayah
" iya pak, yok kita bergegas" kata om Arwan.
" Tante Angga numpang kamar mandi " kata ka Angga.
" ohh iya sayang, Vin tunjukin kamar mandi nya sama Angga" kata bunda.
"ohhh, i,,,iya bunda" kataku terbata bata , sambil melirik ka Angga yang sudah melirikku terlebih dahulu.
semua sudah berangkat ke ruang tamu, tinggal aku, ka Angga, Riska , dan bibi tuti yang siap untuk membersihkan meja makan.
" mana kamar mandinya?" tanya ka Angga datar.
" ohh, sebelah sini ka" kataku yang menunjukkan kamar mandinya.
setelah menunjukkan kamar mandinya , aku pun berlalu ke meja makan buat bantuin bibi tuti dan ka Riska membereskan meja.
" non, udah ke depan saja." kata bi tutu yang melarang ku ikut membantu membersihkan meja.
" iya Vin, kita aja , udah Sono . nanti mereka nungguin " kata ka Riska.
" yaudah aku nungguin kaka aja, kita bareng ke sana" kataku.
" ihh, Vin udah duluan aja, kakak gak ke sana, gak enak sama Tante yang tadi, lagian kakak mau ngirim survei sama sekretaris ka rehan.
" hmmmm, yaudah deh kalau gitu " kataku sambil berjalan menuju ruang tamu.
" Vin, angga nya mana ?" tanya bunda
" saya Tante" kata ka Angga yang udah ada di belakangku.
" kapan dia di belakangku" pikirku dalam hati
" ohhh, yaudah sini gabung" , kata Tante anggel.
beberapa menit berlalu, tanpa ada pembahasan antara aku dan ka Angga, hanya ada candaan antara ayah bunda dan om Arwan dan Tante Anggel saja , yang sesekali aku ikut dibawa bawa
" Tante boleh lihat lihat keliling rumah gak?" tanya ka Angga yang kelihatan sudah bosan
" ohh, boleh sayang. Vin, ajak Angga keliling sayang, sepertinya dia mulai bosan nih" kata bunda.
" aku bunda?" tanyaku.
__ADS_1
" iya lah masa bunda " kata bunda
" ohhh, iya bunda " kataku sambil sekilas melirik ka Angga.