My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 39. Dinner yang canggung


__ADS_3

bunda pun beranjak menaiki anak tangga untuk memanggilku di kamar.


" vinnn, tok tok tok, vinkaaaa bunda masuk nih" kata bunda yang membuka pintu kamarku.


" astaga nih anak gak tau waktu deh, apa segitu capeknya sampai molor gini " kata bunda


" Vin, sayanggg, bangun hey. itu om Arwan sama Tante anggel udah datang" kata bunda membangunkan ku.


" bunda vinka masih ngantuk" ucap ku yang masih belum sadar dengan kata bunda.


" ampun deh ni anak, hey bangun sayang, apa gak malu Tante anggel lihatin" kata bunda yang berbohong agar aku cepat bangun.


" mana Tante anggel?" kataku yang langsung beranjak dari tidurku dan melihat keberadaan Tante anggel.


" hmmm, tunggu gitu dulu ya baru bangun, mandi gih, gak enak sama Tante dan om mu nungguin kamu" kata bunda.


" emang mereka udah datang? emang udah jam berapa ?" tanyaku.


" hadeh belum sadar sadar juga nih anak, tuh lihat jam nya udah hampir jam 8, malu tau ditungguin sama om dan Tante mu, gak enak" kata bunda.


" yaudah mulai aja dulu bunda , vinka nyusul,. mandi dulu" kata ku


" yaudah, gpp nih kamu nyusul?" tanya bunda


" iya bunda, gak enak sama mereka " kataku.


" yaudah deh kalau gitu, kamu cepat cepat ya , pakai baju yang sopan" kata bunda.


" iya bunda".


".........."


" pak Arwan , jeng, Angga, yok kita dinner aja , vinka nyusul katanya" kata bunda


" ohhh, yaudah kalau dia nyusul, kita dinner duluan aja ,. gak papa ya pak?" kata ayah


" gpp pak, yaudah yok" kata pak Arwan.


sesampainya di dapur, semuanya sudah duduk dan akan menyantap dinnernya.


" wahhh banyak sekali makanannya, ini di masak sendiri jeng?" tanya Tante anggel.


" iya dong jeng, sesekali rasain masakan aku " kata bunda.


" ga ada berubah ya,. kamu masih rajin masak" kata Tante


" ya begitulah, padahal banyak yang bantu disini tapi dia gak mau kalau bukan dia yang masakin" kata ayah.


" heheh ayah bisa aja, aku atau Ayah nih yang gak mau makan kalau engga masakanku" kata bunda.


" hahahah pak Hendra bisa aja, tapi benar sih pak , kalau bukan istri yang masakin rasanya ada yang kurang aja" kata om Arwan.


" udah deh pa, kamu melebih lebihkan" kata Tante anggel


" bukan melebih lebihkan buk, pak Arwan benar sih, kurang aja gitu rasanya" kata ayah

__ADS_1


" udah udah, makanannya udah dingin, yok kita berdoa biar makan" kata bunda.


ayah yang memimpin doa malam ini


" ayok pak, makan yang banyak , ini segar bangat" kata Tante anggel.


" betul pak, coba ini . " kata ayah.


" nih jeng makan " kata bunda yang menawarkan makanannya.


" nak Angga , kok makannya sedikit, itu bunda kasih ke Angga , dekatin itu juga" kata ayah.


" udah Tante, nanti Angga tambahin lagi" kata ka Angga yang sedari tadi makan sedikit, karna sambil menunggu kehadiranku.


" ehhh sayang , sini gabung" kata ayah yang melihatku berjalan menuruni anak tangga.


" ehhh sayang, udah segar nih kayaknya" kata bunda.


" maaf om Tante ka Angga telat datangnya" kataku yang duduk persisi berhadapan dengan ka Angga , karna kebetulan posisi biasanya berubah karna ada om Tante dan ka Angga.


" iya gak papa sayang, yaudah maka sayang, " kata Tante anggel.


" capek bangat ya nak, sampai nyenyak banget tidurnya" kata om Arwan.


" heheh gak kok om" kataku sambil melirik ka Angga. aku merasa gak enak sama ka Angga karna masalah tadi siang


" aduhhh, kok canggung banget ya, kenapa aku duduk disini sih, malah makin canggung hadap hadapan sama ka Angga. ka Angga juga gak berhenti berhenti natap gua sinis gitu" kataku dalam hati.


" oh ya jeng, ini siapa?" tanya Tante anggel yang melihat ka Riska . ka Riska juga ikut bergabung dengan kami


" ohhh, ini jeng anak angkat kami, 2 tahun lalu kita adopsi" kata bunda.


" Vin, nih makan . kamu makannya dikit banget" kata Tante anggel


" aduh Tante, kebanyakan ini" kata ku


" makan aja, kamu udah letih belajar kan, harus makan yang banyak biar ada kekuatan " kata Tante anggel.


" kamu diat ya Vin" tanya om Arwan.


" engga kok om" kataku.


" ya emang begitulah dia makan pak, tapi kalau ngemil gak usah di tanya, dia mah ga pernah lupa" kata ayah.


" hahah, kalau tau gitu, mending tadi bawa cemilan ya ma" kata om Arwan.


" iya yah pa, kita gak tau " kata Tante anggel


" hadehhh, kulkas mana pernah kosong jeng, selalu di isi karna dia suka bangun engah malam buat ngemil" kata bunda.


" ih bunda, gak usah sampai detail gitu Napa" kesalku.


" ya kan emang benar, " kata bunda


" hahahah udah udah , lanjut makan aja" kata ayah.

__ADS_1


ka Angga tersenyum tipis yang melihat pipiku memerah karna malu.


"........."


" wahhh makanannya enak jeng, kapan kapan ajarin masak dong" kata Tante anggel.


" aman deh jeng , tinggal kabarin aja kapan jeng mau ke sini" kata bunda


" janji ya" kata Tante anggel


" iyahh, apasih yang engga buat besty aku" kata bunda.


" yaudah kita ke ruang tamu aja , kita berbincang bincang disana " ajak ayah


" iya pak, yok kita bergegas" kata om Arwan.


" Tante Angga numpang kamar mandi " kata ka Angga.


" ohh iya sayang, Vin tunjukin kamar mandi nya sama Angga" kata bunda.


"ohhh, i,,,iya bunda" kataku terbata bata , sambil melirik ka Angga yang sudah melirikku terlebih dahulu.


semua sudah berangkat ke ruang tamu, tinggal aku, ka Angga, Riska , dan bibi tuti yang siap untuk membersihkan meja makan.


" mana kamar mandinya?" tanya ka Angga datar.


" ohh, sebelah sini ka" kataku yang menunjukkan kamar mandinya.


setelah menunjukkan kamar mandinya , aku pun berlalu ke meja makan buat bantuin bibi tuti dan ka Riska membereskan meja.


" non, udah ke depan saja." kata bi tutu yang melarang ku ikut membantu membersihkan meja.


" iya Vin, kita aja , udah Sono . nanti mereka nungguin " kata ka Riska.


" yaudah aku nungguin kaka aja, kita bareng ke sana" kataku.


" ihh, Vin udah duluan aja, kakak gak ke sana, gak enak sama Tante yang tadi, lagian kakak mau ngirim survei sama sekretaris ka rehan.


" hmmmm, yaudah deh kalau gitu " kataku sambil berjalan menuju ruang tamu.


" Vin, angga nya mana ?" tanya bunda


" saya Tante" kata ka Angga yang udah ada di belakangku.


" kapan dia di belakangku" pikirku dalam hati


" ohhh, yaudah sini gabung" , kata Tante anggel.


beberapa menit berlalu, tanpa ada pembahasan antara aku dan ka Angga, hanya ada candaan antara ayah bunda dan om Arwan dan Tante Anggel saja , yang sesekali aku ikut dibawa bawa


" Tante boleh lihat lihat keliling rumah gak?" tanya ka Angga yang kelihatan sudah bosan


" ohh, boleh sayang. Vin, ajak Angga keliling sayang, sepertinya dia mulai bosan nih" kata bunda.


" aku bunda?" tanyaku.

__ADS_1


" iya lah masa bunda " kata bunda


" ohhh, iya bunda " kataku sambil sekilas melirik ka Angga.


__ADS_2