My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 59. rencana sofia


__ADS_3

“ ga, emang kamu mau kemana? “ kata sofia setelah di dalam mobil angga


“ jenguk vinka” kata angga


“ dia kenapa” kata sofia pura-pura penasaran


“ sakit” kata angga dingin


“ aku ikut ya, aku mau jenguk dia juga” kata sofia


“tadi bukannya lo bilang pusing ya” kata angga


“ udah mendingan kok, please aku ikut ya ga” kata sofia


“ hmmm, terserah lo” kata angga


Sofia yang berhasil membujuk angga merasa kesenangan


“ gua mah mana perhatian sama lo kali, gua bakal buat rencana yang buat lo makin sakit “ benak sofia


Sesampainya di RS , angga dan sofia masuk ke dalam lift dan menuju ruangan ku


“ wahhhh, dia di ruangan VIP?” kata sofia


“ hmmmm” jawab angga


“ kok dia bisa sih seberuntung ituu, dunia selalu berpihak padanya, gua gak akan tinggal diam , lo bakal menderitta mulai sekarang” benak sofia


“ selamat siang om” kata ka angga yang mengetok pintu dan membukanya


“ selamat siang nak, masuk aja” kata ayah


“ siang om, kenalin saya kakak kelas vinka” kata sofia


“ ohhh masuk nak, kalian dating bareng?” Tanya ayah


“ iya om, kita bareng “ kata sofia


“ ohhhh kalian duduk lah dulu, vinka baru aja istirahat, biarkan dia tidur sebentar” kata ayah


“ baik om, oh ya tante kemana om?” Tanya angga


“ pulang nak, buat siapin makanan, bosan makanan luar” kata ayah


“ kenapa gak telpon angga aja tadi om, kan bisa sekalian angga yang beli menu lain” kata angga


“ haaaaa udah nak, kamu baik sekali, vinka tadi minta bundanya buatin sop jadi bunda pulang buatin itu” kata ayah


“ ohhhh, yaudah om, om istirahat lah dulu, biar saya yang jaga vinka, sepertinya om terjaga sepanjang malam” kata ka angga


“ hmmmm, makasih ga, om mau istirahat dulu, kepala om mulai berat sekali” kata ayah

__ADS_1


“ baik om,” kata ka angga . ayah pun pergi ke ruangan khusus untuk istirahat keluarga .


“ ga,itu ayah vinka ya?” kata sofia


“ hmm” kata angga mengangguk


Aku mulai bangun dari tidurku, aku melihat ke kiri dan kanan tapi ayah dan bunda taka da


“ ayah, bundaaa” kataku sedikit gelisah dan takut. Ka angga yang duduk di sofa bersama sofia langsung bergegas kearah ku setelah mendengar suaraku.


“ ayah lagi istirahat vin, lo gimana keadaannya? Masih ada yang sakit gak, atau lo mau apa biar aku buatin ?” kata ka angga dengan muka paniknya


“Aku mau bunda sama ayah, mereka dimana ka?”tanyaku


“ tante lagi buatin sop untukmu, om lagi istirahat , dia sangat kelelahan, tenang aja vin gua disini nemanin lo” kata ka angga


“ kaa, aku takut ka, kenapa aku belum bisa pulang aja sih” kata ku


“ tenang vin aku disini, sabar ya nanti juga pulang” kata ka angga sangat perhatian ke aku . dia menggenggam tanganku untuk menenangkanku


Sofia yang sudah mulai panas melihat drama di depan matanya itu semakin geram,


“ ehemmm” kata sofia , dan itu sentak buat aku melirik ke arahnya


“ ka sofia” kataku sedikit kaget atas keberadaannya. Benar aku memang tak melirik ke arah sofa , karna jauh dari pandangan mata


Sofia hanya melirikku dengan penuh arti, itu sentak membuat aku mengerti maksud nya sofia. Aku langsung melepaskan genggaman ka angga dan mulai bersikap kuat dan seorang yang tak takut seperti biasanya.


“ kenapa vin?” Tanya angga


“ jenguk lo, gimana keadaan lo?” Tanya sofia


“ udah mendingan ka, oh ya ka maaf tapi aku pengen istirahat “ kataku dengan sangat berat hati, sebenarnya aku gak mau bilang itu, tapi karna adanya sofia


Angga sedikit kesal dengan sifatku , dia bahkan menunjukkan rasa perhatiannya kepadaku padahal tak pernah dia menunjukkan itu sebelumnya, tapi dia tidak ambil pusing itu


“ vin lo gak penat apa tidur mulu, gua juga mau ngomong sama lo” kata angga


“ ka please jangan paksa aku, aku mau isrirahat” kataku


“ oke maaf dah ganggu, lo istirahat aja, nanti kalau ada apa-apa lo bisa manggil gua” kata angga pasrah. Angga masih setia menungguku, aku menutup mataku seakan aku ingin tidur padahal tidak, bahkan badanku ingin sekali duduk karna pegal berbaring dari semalam.


“ ga, lo belum balik? Vinka juga gak bisa dijenguk sekarang kayaknya, dia sepertinya pengen banyak istirahat dan gak suka di ganggu” kata sofia


“ engga , gua mau nungguin dia, kalau lo mau balik duluan silahkan “ kata ka angga


“ tapi ga, kita tadi datangnya barengan” kata sofia mulai kesal


“ maaf sof kalau lo memang ingin balik sama gua, lo harus sabar nunggu, lagian gua dah janji buat jagain vinka sama om” kata angga


“ yaudah deh, aku tunggu di sofa aja” kata sofia sedikit kesal.

__ADS_1


“””””””””””””””””””””


“ aduhh, kok ayah gak angkat sih, dari tadi ditelponin juga” kata bunda yang mencoba menghubungi ayah. Sedangkan ayah pulas dengan tidurnya, ayah kelihatan nyenyak sekali sampai suara hpnya bordering dari tadi tidak di dengarnya.


“ pak mamat, siapin mobil, kita berangkat sekarang” kata bunda


“ siap ibu” kata pak mamat


“”””””””””””””””””””””””””””


“ cin lo udah berangkat belum?” Tanya rendy di wa


“ udah nih, bentar lagi sampai di bandara, nanti gua langsung balik, lo udah bisa siap-siap sekarang” balas cindy


“okey deh, nanti kabari aja” kata rendy. Dia langsung meletakkan hpnya di atas kasurnya dan berlalu ke kamar mandi buat siap-siap ke RS


“”””””””””””””””


“ ayah ni kemana ya ? di telponin dari tadi tak di angkat” kata bunda


“ mungkin lobet hpnya bu” kata pak mamat


“ masuk kok, cuman gak di angkat “ kata bunda yang masih mencoba nelpon ayah


“ tenang bu, kita akan sampai sebentar lagi, paling bapak lagi istirahat bu” kata pak mamat menenangkan bunda yang sngat gelisah


“ yaudah pak, kita agak ngebut ya tapi tetap hati-hati” kata bunda


“ siap bu” kata pak mamat


“”””””””””””””””’


“ vin, kalau lo gak nyaman lo bisa bilang, gua tau lo takut sekarang,” bisik angga. Dia merasa aku berubah tadi karna gak mau sofia tau kalau aku fobia RS . angga masih belum tau kalau sofia senekat itu bisa ngancam aku dengan ssegala cara. Aku masih setia dengan menutup mataku tanpa merespon bisikan angga.


Angga menggapai tanganku dan memeganginya erat . Dia tau aku masih takut dan tak bisa istirahat. Aku pasrah dengan itu semua, aku juga gak bisa maksain diriku untuk berkata aku tak takut.tapi aku juga tak nyaman, aku takut sofia akan berbuat nekat.


Angga yang melihat tanganku telah menerima genggamannya merasa senang dan tenang, dia bisa tenang sekarang . dia memperbaiki rambutku dan mengelus pipiku sekilas. Aku yang tak tidur sebenarnya merasa canggung, dan pipiku juga sudah mulai memerah .


“ vin, nanti kalau dah balik ke rumah, gua boleh kan datang lagi?, nanti gua akan bantuin tante nyiapin makanan lo” bisik ka angga. Aku yang mendengarnya membuka mataku , aku sedikit kaget dan menatapnya dengan sayu .ka angga hanya senyum memandangiku.


“ ka, boleh panggil suster gak? Aku pengen ke toilet” kataku mengelak topik ka Angga


“ ngapain suster kan aku di sini” kata ka angga


“ ihhhhh, mana ada cowok bantuin cewek ke kamar mandi” kataku


“ kan Cuma bantuin, emang kamu mikirnya apa? Ha? Jangan-jangan “ kata kata ka angga dan dengan sigap aku menutup mulutnya


“ ihhh bukan gitu” kataku.


“ vinka dah bangun ga?” kata sofia yang melihat antraksi kami berdua

__ADS_1


“ udah, sof boleh bantuin vinka gak ? dia mau ke kamar mandi” kata angga


“ apaa? Ohhhh, iya ga, kenapa engga” kata sofia yang menerima tawaran , dia mau karna angga yang minta, jika bukan karna angga mungkin dia gak bakalan mau membantuku.


__ADS_2