My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 60. kecemburuan sofia


__ADS_3

“”””””””””””””


“ ga, kamu disini nak? Vinkanya mana?” Tanya bunda yang baru dating


“ lagi di toilet tante” kata ka angga


“ om mu dimana?” Tanya bunda lagi


“ itu tante di ruang sebelah, lagi istirahat” kata angga


“ owhhh, kamu langsung dari sekolah ya kesini? “ kata bunda yang melihat angga masih dengan dinasnya.


“ iya tante” kata ka angga


“ udah makan siang belum?” Tanya bunda lagi


“ belum sih tan” kata ka angga


“ yaudah makan dulu gih, nanti malah kamu yang sakit” kata bunda


“ ntar lagi tan, belum lapar juga” kata angga


# DI TOILET


“ cepat jalan napa? Lemah bangat jadi cewe” kata sofia yang menarikku dengan sedikit kasar


“ ka pelan-pelan , kepalaku masih pusing kalau jalan” kataku


“ udah lo gak usah ekting , biar angga peduli sama lo. Lo jangan berharap lebih dari dia , awas aja lo. Angga itu milik gua ingat itu, udah buru masuk lo” kata sofia sambil melepas kasar tanganku. Aku hanya pasrah dan tak mau menjawab dia lagi, aku udah pusing karna tiba-tiba jalan, belum lagi sofia yang menambah bahan pikiranku, dan menuduhku yang tidak-tidak.


“””””””””””””””


“ sayang, gimana kepalanya? Apa masih pusing?” Tanya bunda yang melihatku keluar dari toilet dengan sofia yang pura-pura perhatian


“ hati-hati vin” kata sofia agak keras pada saat keluar dari toilet agar terdengar oleh bunda dan angga.


“ bunda, kapan sampainya?” tanyaku sembari duduk di bad pasien


“ barusan sayang, kamu makan ya , tadi pagi makannya sedikit lo, biar kamu ada tenaga dan cepat keluar dari sini” kata bunda


“ bentar lagi bunda, belum lapar” kataku


“ engga sayang, kamu harus makan, lagian apa tenaga kamu kalau gak makan, bunda udah buatin sop yang kamu mau, sebelum dingin kamu harus makan ya” kata bunda


“ ihhhhh, ni anak udah dapat perhatian ibunya masih aja melawan” kata sofia yang cemburu, hatinya sedikit terkikis karna melihat bunda perhatian sama ku, sedangkan dia sampai saat ini belum pernah merasakan kasih sayang orang tuanya.

__ADS_1


“ bentar lagi ya bun, vinka benar-benar belum lapar” kataku


“ vin kamu mau bunda marah ha? Kamu itu harus makan agar tubuh kamu cepat pulih, kamu gak kasihan sama ayah yang lemah mikirin kamu terus, kamu gak kasihan sama bunda ? “ kata bunda tiba-tiba . sebenarnya bunda ngomong gitu bukan karna udah bosan atau capek untuk jaga aku, tapi karna dia sayang sama ku, dia gak mau aku makin parah lagi.


Aku hanya melotot melihat bunda yang memarahiku barusan, aku baru lihat bunda semarah itu, aku belum pernah mendapatkan hal itu dari ayah bunda bahkan ka rehan.


“Bunda gak mau tau sekarang kamu makan, bunda akan lebih marah jika kamu membantah” kata bunda sambil menyiapkan makananku


Aku sedikit terusik, di saat badanku masih sedikit lemah, aku juga mendapat cibiran sofia, sekarang dapat kemarahan bunda. Air mataku pun menetes dan secepat mungkin aku hapus agar tidak ada yang lihat. Namun sayangnya ka angga lihat semuanya. Aku mencoba bersikap tegar dan tak terlihat lemah, aku mengangkat kakiku untuk memperbaiki posisiku di bad pasien.


“ nih makan sayang, bunda suapin ya” kata bunda karna aku sudah mau makan


“ gak usah bunda, vinka bisa sendiri” kataku yang mengambil sendok dari tangan bunda.aku langsung melahap sop yang di buatin bunda.


“ awas panas sayang” kata bunda


“ ahhhhh, panas” kataku.


“ hati-hati sayang, itu panas. Sini bunda suapin aja” kataku


" rasain Lo" benak Sofia


“ aku aja bun, aku bisa sendiri” kataku tak mau memberikan sendoknya. Mataku sudah memerah dan ingin menangis rasanya air mataku sudah ingin jatuh tapi aku langsung menunduk agar bunda tak melihat air mataku jatuh . Rasanya nangis tanpa suara itu lebih sakit.


“ kenapa sayang? Apa ada yang kurang sama sop nya? “ Tanya bunda yang melihatku hanya nunduk sambil memakan sedikit demi sedikit makanan itu.


“ sayang, kok diam sih?” Tanya bunda lagi. Namun aku hanya menggeleng gelengkan kepalaku.


“ tan biar aku aja yang bujuk , tante istirahat saja” kata ka angga yang sadar akan situasinya. Sebenarnya bunda juga tau semuanya tapi bunda tetap dengan sikapnya, karna jika dia tak begitu mungkin aku akan terus menolak makanan ku.


“ yaudah ga, kalian bicara lah dulu, tante mau lihat om dulu” kata bunda


“ baik tante” kata angga dan segera duduk di sampingku


“ vin mau gua suapin ga?” Tanya ka angga


“ anjirrr, awas aja lo sampai cari kesempatan vin, kalau bukan karna jaga sikap depan nyokap lo dan angga, udah gua maki lo, sok manja bangat “ benak Sofia


“ engga ka” kataku sambil menyuapi makanan ke mulutku, sambil mengingat bentakan bunda.


“ hmmmm, yaudah makan yang banyak ya, bunda marah karna dia gak mau lo makin lemah, lihat fisik lo sekarang, badan lo juga kurusan sekarang” kata ka angga


Aku hanya mengangguk tanpa melihat kearah ka angga. Angga hanya pasrah dan menatapku dengan hati-hati.


" wanita malang yang ada di depanku ini sangat lah kuat tuhan. bolehkan aku minta dia ?" benak ka Angga

__ADS_1


" ka jangan lihatin aku gitu, aku gak fokus makannya" kataku


" siapa yang lihatin Lo, gua lagi lihatin makanan Lo kok" kata ka Angga mengelak


" kakak mau?" tanyaku


" engga makan aja, lihat Lo makan aja udah buat gua kenyang" kata ka Angga


“ ga, kepala aku pusing , boleh lo antarin gua gak?” kata sofia yang sudah tak tahan dengan perhatian angga terhadapku.


“ tapi sof, aku masih jagain vinka, sabar dikit ya, lo bisa istirahat di sofa dulu “ kata angga. Sofia makin kesal dengan apa yang dia dapatkan. Bukan perhatian dari angga malah penolakan yang dia terima.


“ tapi ga kepalaku udah makin pening” kata sofia


“ bentar ya sof” kata angga


“ ka, udah anterin dia aja, aku bisa sendiri kok” kataku yang mengerti sikap sofia


“ tapi vin”


“ udah ka, lagian aku juga pengen sendiri” kataku dengan tegas, untuk menghindari amarah Sofia.


“ hmmm, baiklah kalau gitu” kata angga yang sedikit kesal


Aku melihat kepergian angga dan sofia, sofia menggandeng tangan angga , sedikit melekat sama angga, seakan dia benar-benar pusing dan tak tahan untuk berjalan. Benar jika hatiku sebenarnya sudah menyukai angga sedalam itu, tapi aku harus menahannya karna sofia. Sakit melihat orang yang kita suka bergandengan dengan wanita lain. Mungkin sofia juga sama sepertiku, dia juga pasti sakit jika angga perhatian sama ku.


Selesai makan, aku langsung mendorong meja makan dari atas kasurku dan kembali berbaring.


“ sayang, vinkaa” sahut bunda yang melihatku sudah tertidur


“ maaf bunda, tapi aku masih kesal karna bunda marah sama aku tadi” benatku.


Bunda pun membereskan meja makan itu dan memilih untuk membaca Koran di sofa , dia tak mau mengganggu istirahatku. Tak lama menunggu cindy dan rendi datang .


“ selamat siang tante” kata rendy


“ siang nak, kalian datang lagi” kata bunda


“ iya tante, kita penasaran sama dia, vinkanya lagi tidur ya tante?” kata cindy


“ mungkin , coba kalian cek aja manatau dia bangun jika dengar kalian datang” kata bunda


“ gak papa tante? Nanti malah Kita ganggu “ kata cindy


“ engga kok, udah sana temuai dia keburu dia nyenyak “ kata bunda

__ADS_1


“ makasih tante” kata cindy dan rendy bersamaan. Mereka pun masuk dan menyapaku.


__ADS_2