
“””””””””””””””””””””””””””””
“ terimakasih bu udh mau jagain vinka disini, saya akan bayar kebaikan ibu” kata ayah yang sudah berada di RS .
“ tidak pak, ini sudah tanggung jawab saya sebagai guru mereka” kata bu risma
“baiklah bu, saya sudah siapin mobil buat ibu, biarkan mereka ngantar ibu sampai ke rumah ibu” kata ayah
“ terimakasih pak, saya pamit dulu. Mari pak buk” kata bu risma pamit pergi
“ maaf udah ngerepotin ayah dan bunda ya, pasti ayah udah capek kerja “ kataku
“ tidak sayang. Ayah gak capek. Gimana kita udah bisa balik? Atau mau tunggu sebentar lagi?” Tanya ayah
“pulang aja yah” kataku
“ yaudah ayah akan urus administrasinya, kalian tunggu sebentar . ga om titip tante dan vinka ya nak “ kata ayah
“ baik om” kata ka angga
“ sayang, kok bisa pusing lagi? Kamu gak minum vitaminnya?” Tanya bunda
“ minum kok bun, tapi pas ujiannya tadi vinka lupa bawa ke ruangan” kata ku
“ yaudah, sekali lagi lebih teliti ya sayang, yang penting kamu dah baik sekarang itu udah lebih dari cukup” kata bunda
“ iya bun” kataku
“ oh ya ga, maaf jadi repot ya nak” kata bunda
“ engga kok tante,lagian angga senang kok jagain vinka” kata ka angga dengan senyum
“ hmmmm, tante beruntung bangat vinka ada di lingkungan yang baik” kata bunda
Setelah beberapa waktu, ayah datang dan mengajak balik. Ka angga juga gabung dengan mobil kami karna ayah yang minta. Tadinya ka angga nolak tapi dipaksa oleh ayah dan bunda.
Diperjalanan pulang ayah berhenti di sebuah restoran yang terlihat berkelas, ayah memarkirkan mobilnya.
“ kita dinner dulu ya, kalian juga pasti sudah lapar” kata ayah
“ iya ayah, vinka dah lapar nih” kataku
“ yaudah yok” kata ayah. Kita semua turun dan memilih ruangan yang taka da keramaian. Bisa dibilang ruangan vip yang disediakan di resto itu.
Setelah memesan makanan, ayah dan bunda pamit ingin membeli sesuatu dulu sebelum makanan di hidangkan. Tinggal aku dan ka angga yang ada di ruangan itu.
“ ka , vinka pamit ke toilet dulu” kata ku
“ hmmm, mau ditemani gak?” Tanya ka angga
“ aku bisa sendiri kok ka” kataku.
“ hmmm yaudah , cepat ya” kata ka angga
“ emang kenapa ka?” tanyaku
“ ya masa aku nunggu sendiri “ kata ka angga
__ADS_1
“ emang kenapa ?” Tanya ku lagi
“ banyak nanya lo, udah sana” kata ka angga. Aku yang heran hanya menaikkan bahuku dan beranjak pergi.
“”””””””””””””””””””””””
“ nak, singgah dulu” kata ayah
“ saya pamit aja om, mama udah nungguin “ kata ka angga
“ ohh ya udah kalau gitu, pak mat, tolong antar angga dengan selamat , hati-hati di jalan” kata ayah
“ saya pamit om, tante” kata ka angga
“ baik nak, kalian hati-hati ya, dan makasih sekali lagi “ kata bunda
“ gak usah sungkan tante, angga gak keberatan buat jaga vinka kok” kata ka angga
“ yaudah nak, vinn, antar ka angga ke depan gih” kata bunda
“ baik bun, mari ka “ kataku
aku dan ka angga pergi berjalan meninggalkan ruangan tamu di rumah
“ ka , makasih ya, dan hati-hati” kataku
“ hmmm, oh ya besok masuk kan?” Tanya ka angga
“ hmmm iya ka?” Kataku.
“ okey, lo langsung istirahat ya, biar besok fit dan satu lagi, jangan suka buat gua khawatir” kata ka angga.
“ kaa?” kataku yang mulai gugup
“ karna lo special” jawab ka angga yang membuat aku melongo
“ hmm???” kataku
“ lo gak dengar?” kata ka angga
“ LO SPESIAL” kata ka angga dengan nada penekanan
“ maksudnya ka?” tanyaku semakin gugup
“ dah pak mamat dah datang, gua balik ya , lo masuk gih” kata ka angga
“ aku masuk tunggu kakak pergi” kataku
“ yaudah gua pergi “ kata ka angga sambil mengacak rambutku sambil senyum
Aku salting parah, senyum senyum sendiri dengan perlakuan dari ka angga sambil mengingat ucapannya tadi. Setelah mobil keluar dari gerbang rumah, aku pun masuk dan langsung ke kamar untuk bersihin badan dan bersiap untuk tidur.
Keesok harinya , aku bangun sekitar pukul 06.00. bunyi alarm ku pun tak terdengar karna sangking nyenyaknya tidur. Setelah aku mandi dan berpakaian dinas sekolah aku langsung ambil tas dan turun ke bawah untuk sarapan.
“ pagi ayah bunda” kataku menyapa ayah dan bunda yang ada di meja makan
“ pagi sayang, kamu udah siap ke sekolah?” Tanya ayah
__ADS_1
“ udah yah, vinka telat bangun” kataku
“ hmmm, bunda piker tadi kamu gak masuk , makanya bunda gak bangunin” kata bunda
“ emang udah baikan , kepalanya gak pusing lagi?” Tanya ayah
“ udah kok yah, vinka udah baikan” kataku
“ yaudah kita sarapan sekarang, agar kamu gak telat” kata ayah
“ baik ayah” kataku
Kami menyantap makanan di depan kami tanpa bersuara , hanya ada suara piring dan sendok yang bersentehuan.
Selesai makan , aku minum susu dan ingin pamit ke ayah dan bunda namun ka riska mersuara terlebih dulu
“ ayah bunda, riska hari ini ada les tambahan, jadi mungkin akan balik telat” kata ka riska
“ yaudah nak, gak masalah, kamu jangan lupa bawa bekal ya, takutnya kamu lupa makan di sana” kata bunda
“ les tambahan apa nak? “ Tanya ayah sebelum ka riska jawab bunda
“ ekonomi bisnis yah” kata ka riska
“ owhhhh, yaudah nanti jangan lupa kasih waktu istirahat ya, jangan di paksa, dan satu lagi kamu jangan sampai lupa makan siang, lihat tuh badan dah kurus gitu” kata ayah
“ iya ayah” kata ka riska
“ ayah, bunda, ka ris , vinka pamit ya, nanti telat” kata ku
“ iya sayang, semangat ya, dan jangan sampai stress “ kata ayah
“ siap ayah” kataku
“ vitaminnya jangan lupa sayang” kata bunda
“ iya bunda, vinka bakal ingat” kataku
“ yaudah gih, hati-hati di jalan” kata bunda
“ okey bun” kataku sambil berlalu ninggalin mereka di meja makan.
“ riska juga pamit yah bun” kata ka riska
“ iya sayang, kamu juga hati-hati ya” kata bunda
“ iya bun” kata ka riska
“ eh bentar ris, ayah udah siapin mobil buat kamu, kamu jangan naik motor lagi bahaya” kata ayah. Selama ini memang ayah udah tawarin namun ka riska enggan untuk menerima dan memilih buat naik motor aja ke sekolah
“ tapi yah, itu berlebihan “ kata ka riska
“ engga ada yang berlebihan, ini demi keselamatan anak-anak ayah” kata ayah
“ makasih ayah” kata ka riska
“ sama-sama sayang, yaudah gih nanti telat” kata ayah
__ADS_1
“ baik ayah, riska pamit ayah bunda” kata ka riska sambil berlalu