My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 64. candaan Angga


__ADS_3

...Hy guys, gimana kabarnya?...


...Semoga dalam keadaan baik ya....


...Oh ya, seperti biasa mimin akan selalu ingatin kalian untuk bantu mimin dan dukung mimin ya, dengan like dank omen kalian. Karna itu sangat berpengaruh sekali buat mimin....


...Thankyou sayang-sayang ku…….....


.


.


.


Angga yang berada di depan pintu terlihat mondar mandir , dengan wajah masam,dan penuh kekawatiran. Dia juga sangat khawatir dengan ku, sampai-sampai dia tak tenang walau hanya sesaat.


Tak menunggu lama dari itu, bu risma pun sampai dan menuju ruanganku diperiksa. Dia langsung sampai karna memang jarak dari lokasi ujian tidak jauh dari RS itu, angga juga sudah memberikan lokasi detail dan ruangan ku , sehingga bu risma tak kesusahan buat cari angga.


“ ga, gimana? Udah ada kabar?” Tanya bu risma setelah bertemu ka angga.


“ dokternya belum keluar bu” kata angga.


“ hmmm baiklah kita tunggu seebentar lagi” kata bu risma yang tak kala khawatirnya. Bu risma tak langsung menghubungi ayah karna sangat buru-buru ke RS.


“ oh ya ga, kamu ada no ayah vinka tidak? Ibu tidak bisa menggunakan hp ibu karna loubet” kata ka angga.


“ maaf bu, saya tidak punya, tapi saya akan coba cari “ kata ka angga sambil meminta tante angel mengirimkan nomor ayah.


“ baiklah nak” kata bu risma.


“ ini bu, apa saya saja yang ngomong bu? Saya dekat dengan keluarga vinka” kata ka angga.


“ tidak nak, ini tanggung jawab saya, hubungi saja biar ibu yang bicara” kata bu risma


“ baik bu” kata ka angga.


“””””””””””””””””””””””””””


“ drzzzz….drzzzzzzz…….” bunyi getar suara hp kerja ayah.


“ maaf pak, ada panggilan dari no baru” kata sekretaris ayah


“ hmmmm, matikan saja” kata ayah


“ baik pak” kata sekretaris itu sambil mematikan nya


Ka angga mencoba menghubungi kembali, namun masih juga tak di angkat oleh ayah.


“ maaf bu, sepertinya om lagi sibuk bu, hp nya tidak di angkat” kata ka angga


“apa tidak ada no yang bisa dihubungi ga? Untuk memberikan kabar kepada keluarganya” kata bu risma


“ saya coba minta tolong mama ya bu, mungkin ibu bisa hubungi tante atau om “ kata angga


“ oh baiklah nak” kata bu risma.

__ADS_1


“”””””””””””””””””


“ hallo ma” kata angga


“ hallo sayang, udah sampai kah? Tapi masih jam segini” kata tante angel


“ ma angga belum balik, angga dan bu risma tinggal di sini” kata ka angga


“ ha? Kenapa ga? Apa ada masalah ?” Tanya tante angel


“ ma nanti angga ceritain detailnya, tapi sekarang vinka lagi di RS , kepalanya pusing lagi. Angga minta tolong buat hubungi om atau tante ma, karna dari tadi angga hubungi no yang mama kirim, tidak di angkat “ kata ka angga


“ apa??? Astaga anak malang itu, baiklah kirim infonya ke mama termasuk lokasinya, mama akan coba hubungi tante dan om mu” kata tante angel.


“ baik ma, ma angga matiin dulu, dokternya sudah keluar” kata ka angga


“ baik nak” kata tante angel.


“ dok gimana keadaannya?” Tanya bu risma.


“ saya tak menemukan hal yang aneh, fisiknya juga baik, mungkin karna dia kurang istirahat makanya dia pingsan . namun apa dia pernah begini juga?” Tanya dokter itu


“ saya juga kurang tau dok, saya gurunya, tadinya dia habis ujian langsung begini” kata bu risma


“ dia memang akan sering pusing dok, kemarin dia sempat dapat musibah yang buat dia jadi sering pusing jika dia berfikir keras dan stress” kata ka angga


“ hmmm, baiklah, mungkin karna dia memang tadi berfikir keras hingga buat dia pening dan pingsan, dia hanya butuh istirahat . saya sudah berikan obat untuk dia, jadi kalian tak perlu khawatir” kata dokter itu


“ baik lah dok, terimakasih” kata bu risma . dokter itu pun pergi meninggalkan mereka, sedangkan bu risma dan angga masuk ke ruangan itu untuk melihat ku.


“ kamu sudah sadar nak” kata bu risma yang melihatku sedah sadar sewaktu masuk tadi. Aku diam tanpa menjawab bu risma, pikiranku kosong , aku gemetar dan keringat dingin.


“ bu, dia tak suka RS , saya akan coba tenangin “ kata ka angga yang mengerti situasi.


“ ohhh silahkan nak” kata bu risma yang masih panic.


“ vin, ini angga, lo sekarang gak usah khawatir , gua disini” kata ka angga sambil mendekatiku.


“ ka aku takut, aku mau pulang” kataku yang masih menutup mataku.


“ hufffff……vin, tenang ya, buka mata lo, gua disini, jadi lo gak usah khawatir. Bentar lagi kita pulang “ kata ka angga sambil menggenggam tanganku, akupun menggenggam tangan ka angga erat.


“ drzz….drzzz…drzzz” suara hp angga bordering. Angga menggapai hpnya dengan 1 tangan karna tangan satunya lagi masih setia menggenggam tanganku


“ hallo “ kata ka angga


“ nak ini tante, gimana vinka? Apa sudah di periksa?” Tanya bunda


“ tenang tante, vinka sekarang aman, dia udah sadar dan sebentar lagi akan pulang” kata ka angga


“ baiklah nak, terimakasih sudah menemani vinka disana, oh ya nak, jangan pernah tinggalin dia ya sebelum tante sampai disana, dia sangat takut dengan RS “ kata bunda.


“ baik tante, saya akan selalu di samping dia” kata ka angga


“ terimakasih nak” kata bunda. setelah itu bunda mematikan hpnya

__ADS_1


“ bu sebentar lagi mereka akan datang. Ibu tak perlu khawatir, ibu pulanglah, nanti ibu kemalaman” kata ka angga


“ tidak nak, ibu akan menunggu sampai mereka datang” kata bu risma


“ baiklah bu” kata ka angga


“ oh ya nak, saya akan nunggu mereka di depan, kalau ada apa-apa segera kabari ibu, jangan seperti tadi” kata bu risma yang mengingat perkataannya kepada angga yang tadi sore pada saat ka angga ingin membawaku ke mobil untuk istirahat.


“ baik bu” kata ka angga


Setelah bu risma pergi , angga memilih duduk di kursi samping bad pasien. Bukannya ka angga tak bisa langsung duduk tadi, namun angga tak enak dengan bu risma.


“ ka angga, apa kita belum bisa pulang?” kataku yang masih setia menutup mataku


“ sebentar lagi ya , sekarang kamu udah bisa buka mata, kan aku dah disini” kata ka angga bicara dengan santai.


“ apa dokternya udah pigi ka?” tanyaku


“ udah, sekarng buka matanya ya, rugi tau nyia-nyiain pemandangan bagus” kata ka angga serasa dia sedang ingin menunjukkan pemandangan yang bagus.


“ emang pemandangan apa ka? Kan ini ruangan” kata ku


“ makanya buka mata nya biar tau” kata ka angga


aku pun membuka mataku dengan perlahan dan melirik pemandangan indah yang di bilang ka angga


“ mana ka?” tanyaku


“ ini” kata ka angga menunjukkan wajahnya.


“ ih ka angga, kirain tadi benaran “ kataku


“ yakan benar, emang aku gak pemandangan bagus?, kan sayang kalau gak di lirik sama sekali” kata ka angga bercanda denganku


Aku yang dengar omongan ka angga tersenyum tanpa menjawab ka angga


“ senyam senyum aja lo, emang gak ya?” Tanya ka angga lagi


“ apaan sih ka” kataku yang malu untuk menjawab ka angga


“ owhhh, berarti engga dong” kata ka angga seakan dia menerima jawaban padahal aku belum kasi jawaban


“ iya iyaa, ka angga memang bisa di bilang pemandangan yang baik” kataku. Ka angga yang tidak puas dengan jawabanku pura-pura tak dengar


“ hmmm? Apa? Gua gak dengar, boleh bilang sekali lagi?” kata ka angga iseng


“ ih ka, kan dah dibilang” kataku


“ aku gak dengar” kata ka angga.


“ huff, iya wajah ka angga memang tampan dan rugi jika gak dilirik sama sekali” kataku memperjelas.


Ka angga begitu senang sebenarnya atas pengucapanku, tapi dia tidak terlalu menunjukkannya, dia hanya senyum menanggapi nya


“ boleh ulang lagi gak?” kata ka angga iseng.

__ADS_1


“ kaaaa, ihhhh udah napa” kataku


“ iya deh, iya” kata ka angga pasrah.aku hanya diam dan terkekeh dalam hati.


__ADS_2