
"........"
" He Lo benar benar ya , udah di ingatin jangan dekat dekat sama Angga sekarang mama papanya juga Lo dekatin. Maksud Lo apa? Ha? Benar benar cewek murahan Lo ya" teriak Sofia yang menarikku ke dalam 1 ruangan kosong .
" Maaf ka, aku gak bermaksud, tadi aku ke...."
" Diam Lo" bentak ka Sofia " gua tau isi otak Lo apaan , jangan sampai gua lihat Lo dekat lagi sama Angga , gua akan kasih pelajaran kali ini. Ingat itu" kata Sofia yang berlalu pergi.
Aku hanya tunduk dan merasa hatiku remuk, aku merasa putus asa, aku ingin berhenti menyukai ka Angga agar Sofia bisa dekatin Angga lebih cepat.
".........."
" Cin, boleh temanin aku ke kantor PK ? " sahutku yang sudah sampai di kelas.
" Boleh, tapi mau apa Lo ke sana? Lo ada masalah?" Tanya Cindy.
" Engga kok, mau kasih kertas tugas sama buk intan" sahutku.
" Ohhhh, kirain ada masalah Lo" sahut Cindy.
" Yaudah yok, biar cepat selesai urusannya, gua mau cepat cepat pulang" sahutku yang sudah merasa sesak dengan suasana sekolah.
" Hadehhh, Lo ada masalah ya? Kok muka Lo gak berseri seperti biasa, padahal Lo kan dapat prestasi bagus" kata Cindy.
" Apaan dah, Lo ngomong gak jelas " sahutku.
" Tuh kan , gak biasanya intonasi Lo begini" kata Cindy.
" Udah udah, Lo makin ngaur , ini mau masuk apa engga nih?" Tanyaku yang sudah sampai di depan pintu ruang PK.
" Yaudah masuk gih, gua tunggu disini" kata Cindy.
" Yaudah , bentar ya" kataku sambil berlalu masuk ke dalam ruangan PK .
" Siang Bu" sapaku sesampainya di meja buk intan.
" Siang nak, kamu udah bawa kertasnya nak?" Tanya Bu intan.
" Iya Bu, ini saya bawakan " jawabku.
__ADS_1
" Okey makasih ya nak, dan selamat atas capaiannya . Ibu udah bisa tebak sih " sahut Bu intan.
" Makasih Bu, atas kepercayaan nya, kalau begitu saya ijin pamit ya Bu" sahutku.
" Bentar nak, tadi saya sempat lihat kamu dan Sofia masuk ke ruangan sebelah, apa dia ngelakuin hal yang tidak baik kepada mu?" Tanya Bu intan.
" Ohhhh engga kok buk" sahutku sedikit gugup.
" Ohhh, gitu ya . Kalau dia macam macam , kamu bisa beritahu ibu, ibu udah benar benar kenal dengan sifat dia, ibu merasa dia dendam sama kamu karna bisa ngalahin dia di tes olimpiade kemarin. Tapi benar kan dia gak ngelakuin apa apa dengan mu? " Tanya buk intan memastikan.
" Engga kok buk, " sahutku.
" Kalau ada apa apa kamu langsung jumpai ibu ya " kata buk intan
" Baik Bu, saya pamit dulu ya Bu" sahutku
" Silahkan nak" kata buk intan. Aku langsung berjalan keluar dari ruangan PK itu .
" Cin, yok pergi" ajakku.
" Lama Lo" kata Cindy.
" Hmmmmm"
"............"
Baiklah anak anak, setelah apa yang kita lihat tadi, hasil prestasi prestasi belajar kalian. Ibu langsung ke intinya aja. Yang pertama saya ucapkan selamat kepada seluruh siswa siswi ibu di kelas ini, kalian sudah memberikan yang terbaik untuk kelas kita ini dan untuk siswa siswi ibu yang mendapat juara juara dan prestasi , ibu ucapkan selamat atas capaian kalian , hendaklah kalian rendah hati dan tetap memberikan yang terbaik . Harapan ibu di kelas ini, setelah ini ibu mau kalian tetap akur walau mungkin ada yang kecewa dengan capaian kalian , tapi ingat satu hal, nila kalian itu adalah yang sebenarnya , tidak ada penambahan atau manipulasi, jika kalian keberatan dengan hasil nilai kalian , tunjukkan lah di hari berikutnya. Hanya itu yang ibu harapkan semoga kalian semua menjadi anak yang lebih giat lagi dan menjadi lebih kompak lagi, terimakasih dan sekali lagi selamat kalian anak anak ibu paling hebat" tutur nya menyudahi kata penutup di semester ini.
" Terimakasih kembali Bu, ibu paling hebat" sahut kami bersamaan dan pergi berlalu ke depan menghampirinya lalu mengambil fose berfoto.
Setelah selesai kami pun seluruh siswa siswi berlalu pulang
" We kita main yok, biasa merayakan capaian kita" ajak boy.
" Pengen sih, yaudah yok " ajak Cindy.
"Setuju " kata Rendy.
" Yok lah , gua ikut juga" kata imma.
__ADS_1
" Vin dia Mulu dari tadi, yok lah ikut" kata Cindy.
" Ehhhh, gua balik aja deh " sahutku.
" Gak ada penolakan, Lo harus ikut, kalau engga kita pada kecewa jadinya " kata boy.
" Jangan gitu dong" kata ku
" Yaudah gabung ya" kata boy.
" Tapiiii"
" Gak ada penolakan titik, yok " kata Cindy sambil berjalan menarik tanganku.
Sesampainya di parkiran , ternyata ka Angga udah nungguin aku.
" Aduhhh, gimana ngomong nya ya , nanti kalau aku abaikan dia kecewa lagi, tapi bagus juga sih, biar ada batasan antara aku dan ka Angga , biar ka Sofia gak marah lagi" pikirku dalam hati dan berjalan tanpa menghiraukan keberadaan ka Angga.
" Vin, lo mau kemana?" Tanya ka Angga yang memberhentikan langkah kaki kami .
" Kita mau jalan ka , mau rehat dulu , biasalah" jawab Rendy.
" Owhh, yaudah " kata ka Angga yang melihatku tanpa berkedip .
Aku yang melihat ka Angga sedikit merinding dan tak tega. Namun aku juga bisa buat ini jadi kesempatan agar ka Angga kecewa sama aku.
" Maaf ka , aku sebenarnya gak tega " kataku dalam hati dan berlalu pergi tanpa mengatakan apa apa sama ka Angga.
" Vin, Lo ada janji sama ka Angga?" Tanya Cindy.
" Kenapa nanya gitu?" Tanyaku
" Yaa Naya aja , kayaknya ka Angga tadi nungguin Lo deh, diagak pernah lama di parkiran, biasanya langsung balik, dan yang anehnya dia langsung jumpai kita setelah lihat Lo" kata Cindy.
" Ah itu perasaan loh aja " sahutku.
"........"
" Dia lupa atau apa sih" kesal ka Angga." Awas aja nanti malam , gua kasih paham Lo" kata ka Angga lagi
__ADS_1