
...TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA ...
...UNTUK MENAMBAH SEMANGAT MIMIN UNTUK MENULIS LAGI, HEHEHEHEH...
...HAPPY READING GUSYYYY….....
.
.
.
“ Siapa yang nelpon dek?” Tanya ka rehan yang sudah berada di meja makan.
“ ayah ka” kataku
“ ayah bilang apa?” Tanya ka rehan.
“ aku juga gak tau ayah tadi bilang apa” kataku dengan santai yang membuat ka rehan heran tak bisa berkutip. Bagaimana tidak, bisa-bisanya aku tak tau ayah tadi mau bilang apa.
“ kenapa kakak melotot gitu? “ tanyaku karna ka rehan masih keheranan dengan penuturanku tadi.
“ hmmm, lupakan saja, yok makan. Hfffff, aromanya sangat mengundang selera nih” kata ka rehan sambil menyendokkan makanannya ke piring nya.
Aku hanya tersenyum melihat ka rehan menyukai masakanku, tanpa bertanya juga aku sudah tau kalau ka rehan menyukai masakanku dari raut wajahnya.
Setelah selesai makan , aku membereskan meja makannya dan mencuci piring bekas makan dan piring bekas masak tadi, sedangkan ka rehan sedang bersiap dengan tasnya ingin pergi ke kampus.
“ sayang, kakak berangkat dulu ya, sebentar lagi kakak akan masuk ujiannya” kata ka rehan.
“ hmmm, semangat ka, kakak pasti bisa, oh ya ini vinka buatkan pancake dan jus buat kakak, nanti jangan lupa di makan ya” kataku sambil mengambil bekal buat ka rehan dan memberikannya.
“ waahhhh lezat ni kayaknya” kata ka rehan dan kubalas dengan senyuman.
“ oh ya, jangan macam macam tau, jangan terluka yang walaupun segores saja” kata ka rehan.
“ haduhhh, kakak sangat menyebalkan kakak tau gak itu, udah sana pergi , nanti telat lagi” kataku.
“ diingatin juga ,oh satu lagi. Itu mobil kakak tinggal dan supir kakak ke kantor juga dibawah, kalau butuh apa-apa kamu bisa bilang sama dia” kata ka rehan.
__ADS_1
“ mmmm, siapppp” kataku dengan senyum kesenangan , sedangkan ka rehan senyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
‘ yaudah , kakak pergi dulu” ka rehan pamit dengan mendaratkan kecupan hangat di dahiku, dan ku balas dengan pelukan.
“………………….”
“ hmmmm, aku belajar aja deh, semua pekerjaan rumah telah selesai” pikirku
Aku beranjak ke kamarku yang diberikan ka rehan , dan memulai dengan buku di depanku. Tanpa ku sadari aku mulai menyelesaikan setengah soal matematika dari buku tebal itu.
“ huaaaammmm, ngantuknya” kataku sambil melihat jam sudah pukul 14.00 wib.
“ wahhh tak terasa udah jam segini aja” aku hendak pergi tidur namun tiba-tiba perutku berbunyi
Kruuukkk kruuukkkk
“ hmmmm, lapar” kataku sambil berjalan ke arah dapur dan mengambil cemilan di kulkas dan membawanya ke kasur . aku memakannya dengan lahap sambil menonton. Karna merasa perutku masih belum penuh terisi, aku berpikir untuk makan nasi saja, karna jika hanya makan cemilan saja tidak akan cukup untuk mengenyangkan perutku yang kecil itu.
“…………….”
#pov sofia
“ gak, aku gak mau makan”bentak sofia yang menghempaskan makanan dari tangan bodyguard itu.
“ non , kalau tidak makan nanti non sakit, lihat badan non sudah sangat kurus” kata bodyguard itu.
“ apa pedulimu haa? Saya mending mati saja kalau harus hidup penuh dengan siksaan setiap harinya” kata sofia dengan amarah.
“ non saya akan bawakan makanan lagi, maaf saya harus mengunci pintu ini lagi” kata bodyguard itu dengan rasa iba dan sedih, dia dapat merasakan kesengsaraan yang dirasakan sofia, namun karna dia hanya seorang pekerja di keluarga sofia, dia tidak bisa apa-apa selain melakukan perintah bosnya.
Setelah pintu itu tertutup kembali, sofia nangis sejadi-jadinya. Dia merasa sangat sedih dan merasa paling buruk. Ayahnya seakan memperlakukan dia seperti anak pungut , ayah nya bahkan sanggup menaikkan tangan hanya karna masalah nilai saja. Padahalkan otak manusia itu berbeda-beda. Dan nilai sofia juga bukan lah nilai yang sangat buruk.
“ ibuuu, apa ibu tau aku sangat kesakitan di sini hiksss, aku tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu, bahkan dari ayah juga tidak hiksss, aku hanya akan dapat siksaan dari ayah bu, kenapa tuhan gak panggil aku saja hiksss, aku sangat menderita. Bukan hanya itu , aku juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang bahkan dari teman-temanku. Dan orang yang ku cintai juga tidak pernah melirikku dengan cinta ibu hiksss. Apa gunanya aku hidup hikssss , aku selalu menderita dan tak punya semangat hidup hiksss. Setiap harinya aku selalu melakukan hal sesuai perintah ayah, aku tidak pernah melakukan hal yang aku inginkan hiksss, bahkan sekarang aku masih harus terkurung diruangan kosong ini bu hiksss” sofia menangis sejadi-jadinya , dia meratapi nasipnya yang malang itu.
“ tuannn, apakah tidak terlalu kasar untuk non sofia? dia tak mau makan dari semalam tuan, bahkan selalu menangis” adu bodyguard ayahnya sofia
“ anak tak tau diuntung , biarkan saja , biarkan dia menyiksa dirinya sendiri” kata ayah sofia dan langsung mematikan telponnya.
Bodyguard itu hanya menghela nafaasnya, dan tak tau mau berbuat apa lagi
__ADS_1
“ apa aku mencari tau keberadaan istri tuan saja kali ya, mungkin saja dia bisa membantu non sofia “ pikir bodyguard itu yang masih merasa iba dengan sofia.
“……………”
“Kok kakak belum pulang ya, apa langsung ke kantor ya? Hmmm aku telpon aja kali, eh jangan deh, takutnya kakak sibuk, nanti aku malah gangu dia lagi” pikiranku tidak menentu saat ini, aku hendak melakukan sesuatu tapi tidak tau harus apa. Aku berpikir sejenak,,
“ apa jalan-jalan aja kali ya, tapi aku masih baru di sini, aku belum hapal jalanan disini, nanti kesasar bagaimana? Eh supirkan ada, aku berangkat sama dia aja deh” pikirku dan langsung bersiap menuju kamar mandi untuk segera mandi.
“…………………”
“ siang non, ada yang bisa saya bantu?” Tanya supir itu langsung setelah melihatku turun dari tangga luar apartemen itu.
“ pak jeno ya?” tanyaku memastikan nama supir itu.
“ siap , benar non”. Kata pak jeno.
“ ohhh, yaudah kita berangkat dulu pak, bawa aja jalan , saya hanya bosan saja di rumah , saya berpikir ingin berjalan- jalan menghirup udara di kota ini” kataku
“ okey siap non, silahkan masuk, kita cus sekarang” kata pak jeno dengan senang hati. Pak jeno memang sangat ramah orangnya dan asik jika di ajak mengobrol.
“ non, saya akan bawa keliling , jika nanti pengen berhenti atau pengen beli sesuatu bilang sama pak jeno ya agar singgah” kata pak jeno.
“ iya pak, oh ya kita jalan santai saja, nanti di mini market kita singgah beli cemilan dulu” kataku.
“ siap non “ kata pak jeno dengan tangkas.
Di setiap perjalanan yang ku lakukan, aku sangat senang juga seddih. Aku senang bisa menikmati hidupku, namun sedih juga karna hanya menikmatinya sendiri.
“ non jangan melamun, nanti kesambet roh halus loh” kata pak jeno yang mampu menyadarkan lamunanku.
“ ih pak jeno, nakut-nakitin aja deh, mana ada roh halus siang bolong gini” kataku
“ siapa bisa nebak non, itu dari dulu juga sering terjadi, makanya non jangan suka melamun ya” kata pak jeno.
“ iya iya pak, nih pak, tadi aku bawa permen dari apartemen, dimakan nih, “ kataku menawarkan permen tangkai yang ada di tanganku.
“ aduhhh makasih loh non” kata pak jeno sembari memasukkan permen itu ke mulutnya.
Kamipun berjalan mengelilingi kota itu dengan gurauan yang pak jeno lakukan, pak jeno memang orang yang sangat asih dan sangan baik hati.
__ADS_1