My Crush  Is My Boy

My Crush Is My Boy
Bab 40. pelukan hangat


__ADS_3

beberapa menit berlalu, tanpa ada pembahasan antara aku dan ka Angga, hanya ada candaan antara ayah bunda dan om Arwan dan Tante Anggel saja , yang sesekali aku ikut dibawa bawa


" Tante boleh lihat lihat keliling rumah gak?" tanya ka Angga yang kelihatan sudah bosan


" ohh, boleh sayang. Vin, ajak Angga keliling sayang, sepertinya dia mulai bosan nih" kata bunda.


" aku bunda?" tanyaku.


" iya lah masa bunda " kata bunda


" ohhh, iya bunda " kataku sambil sekilas melirik ka Angga.


" ayok ka" ajakku.


aku menuntun jalan , pertama ku ajak ke dari taman dulu, selama berjalan , aku hanya diam saja .


Aku merasa tidak nyaman dengan situasi ini, ka Angga juga tidak berkutip sedikit pun , dia hanya menikmati pemandangan saja sambil melirik semua yang ada di sekitaran ruangan itu.


Karna makin merasa bersalah, aku mencoba mengumpulkan niat buat membuka suara.


" ka Angga" sapaku yang berbalik menghadap ka Angga.


ka Angga berhenti dan diam hanya melihatku dengan tatapan kosong.


" ka maaf soal tadi" kataku sambil menunduk tak berani melihatnya. namun ka Angga masih diam saja . karna gak ada jawaban aku memberanikan diri menatap ka Angga.


" ka aku serius , kok kakak gak jawab" kataku yang sudah tatap tatapan sama ka Angga.


" buat apa aku jawab, kan udah jelas Lo mau ngehindarin gua, kenapa harus minta maaf" kata ka Angga sinis.


" bukan gitu ka, kakak salah paham , ak..."


" udah , gak ada yang salah paham. gua mau lanjutin lihat lihat keliling rumah. kalau Lo gak suka Lo bisa pergi" kata ka Angga yang melangkah melihat lihat sekitaran


aku yang mendengar perkataan ka Angga sedikit terusik, namun aku juga merasa bersalah .


aku mengikuti ka Angga dan langsung menahannya


" ka , aku benar benar minta maaf , aku gak ada niatan buat ngehindar dari ka Angga, tadi karna teman teman maksa" kataku memperjelas.


" bukannya aku juga tadi maksa ya" kata ka Angga.


" tapi ka, gak enak nolak mereka" kata ku


" ohhh, berarti kalau nolak gua gak papa" kata ka Angga yang makin kesal akan jawabanku.


" bukan gitu maksudnya ka. tapi.." kataku yang langsung dipotong oleh ka Angga.


" dah lah, malas ngomong sama kamu, gak ada pendirian" kata ka Angga yang melepaskan tanganku.


aku hanya pasrah dan gak berkutip, aku mengikuti geraknya dengan rasa bersalah. selama berkeliling aku hanya tunduk mengikuti ka Angga tanpa berbicara sedikit pun.

__ADS_1


" di atas sana ada apaan?" kata ka Angga yang mulai bertanya.


" ada rooftop ka" sahutku.


" bawa gua kesana" kata ka Angga.


" dari sini ka jalannya , kataku yang berlalu terlebih dahulu.


ka Angga sebenarnya gak mau diamin aku, tapi dia buat sedikit pelajaran kepadaku biar ngomong yang sebenarnya kepada dia. ka Angga udah merasa aneh dari kemarin karna aku seperti ngehindarin dia.


sesampainya di rooftop, ka Angga melihat lihat pemandangan , aku hanya menunggunya di sudut rooftop dan mengarahkan pandanganku ke arah luar.


Tanpa ku sadari ka Angga berjalan ke arahku.


dan membalikkan badanku sehingga menghadap ke dia.


" Vin, gua gak maksa Lo buat ada di dekat gua, kalau gua ada salah Lo harusnya ngomong, bukan malah ngehindarin gua" kata ka Angga yang masih memegang pundak ku dengan kedua tangannya.


" kakak gak ada salah kok ka" sahutku.


" kalau gua gak ada salah, kenapa Lo ngehindarin gua?" tanya ka Angga


" aku gak ngehindarin kakak kok" kataku.


" Lo masih bohong aja, gua udah kasih hati tapi lo gak ada jujur jujurnya, gua udah sadar dari kemarin sikap Lo ke gua itu aneh, dari kita tes olimpiade juga aku udah merasa Lo itu ngehindarin gua" kata ka Angga.


aku yang menyadari sikapku terhadap ka Angga hanya bisa diam dan menunduk.


" kalau gua punya salah , gua minta maaf ya " kata ka Angga yang menurunkan tangannya dan menggenggam tanganku.


" engga kok ka, kakak gak ada salah . please jangan minta maaf lagi" kataku.


" kalau aku gak ada salah, trus kenapa ha? kenapa Lo aneh akhir akhir ini" kata ka Angga


aku yang gak mau masalahku dan ka Sofia diketahui ka Angga langsung mengalihkan


" itu perasaan ka Angga aja, aku gak ada ngehindarin kakak kok, masalah tadi siang aku bukan ngehindarin kakak, tapi mereka udah paksa aku buat ikut,. aku minta maaf untuk itu ka, aturan aku bisa nolak mereka" kataku.


setelah aku bilang gitu, ka Angga langsung memelukku.


aku terkejut dan merasa tidak nyaman.


" kaaa" kataku


" sebentar aja , please" kata ka Angga.


aku hanya menerima perlakuan ka Angga terhadapku.


" jangan pernah menghindar dari gua ya, awas aja " kata ka Angga


" ka lepasin dulu pelukannya , baru ngomong" kataku.

__ADS_1


" bentar aja Vin, gua butuh kehangatan sekarang" kata ka Angga


" tapi ka"


" udah diam" kata ka Angga yang makin mempererat pelukannya.


" aku pun membalas pelukan ka Angga"


"........."


setelah berkeliling aku dan ka Angga turun karna jam juga sudah menunjukkan jam 11.45 wib.


" pak , buk kita balik ya , nanti kita cari waktu buat kumpul lagi, dan terimakasih buat jamuannya malam ini" kata pak Arwan.


" ehhh pak,. ngapain berterima kasih sih, kami malah senang jika kalian sering main " kata ayah.


" tau ini pak Arwan , kita malah senang tau " kata bunda.


" tetap aja jeng, kamu udah capek nyiapin semuanya" kata Tante anggel.


" oh ya , Angga pamitan sama Tante dan om mu" kata om Arwan


" kita pamit ya om , Tante, Vin. makasih om Tante buat hari ini" kata ka Angga.


mereka pun pergi dan kami pun berlaju ke kamar masing masing.


" Vin, boleh masuk kah?" tanya ka Riska yang melihat pintu kamarku belum tertutup.


" masuk aja ka" kataku.


" nih, Hadian buat kamu, tadi juga aku belik gelang kaki ini pas lewat dari pasar, aku beli couple an " kata ka Riska.


" oh ya, sini aku lihat dulu. " kataku sambil meminta hadiah nya


" gimana suka gak" tanya ka riska


" wahhhh, cantik sekali. makasih loh ka" kataku yang langsung mencoba gelang kakinya dan melompat lompat di kasur biar suaranya kedengaran.


" hey, dah malam lompat lompat gak baik Lo" kata ka Riska.


" heheheh, soalnya bagus banget ka , ada liontinnya " kataku.


" hahahah kamu macam anak kecil aja, oh ya gimana tes olimpiade kemarin?"


" lolos ka , 2 Minggu lagi tes ke 3 . trus kalau lolos 1minggu kemudian langsung olimpiade Nasional" kataku.


" bagus deh, aku percaya sama kamu, kalau ada yang kurang paham boleh nanya aku ya, buku buku kalau ada yang perlu ambil aja di kamar ku" kata ka Riska


" makasih ka, aku bakal kasih usaha yang paling maksimal deh, takut juga kalah, nanti ayah bunda malu lagi" kataku.


" jangan berpikir begitu dong, kamu tau gak, mau menang atau kalah, ayah dan bunda gak bakal kecewa sama kamu, mereka itu udah bangga dengan capaian kamu sekarang dan akan bangga jika kamu mempertahankannya, jika ada lebihnya itu adalah bonus. kamu paham kan? tutur ka Riska

__ADS_1


" iya ka" sahutku.


" okey, yaudah kamu istirahat , aku juga mau istirahat, selamat malam" kata ka Riska yang berjalan keluar dari kamar.


__ADS_2