
Tak terasa perkuliahan Cheery sudah berjalan 2 minggu. Cheery sangat antusias dalam menjalani perkuliahan ini, dan sudah seminggu dia tidak mampir ke toko kue. Tugas kuliah yang banyak itu membuat Cheery tidak bisa menuangkan ide-idenya untuk kreasi kue-kue baru.
"huft,...ngeluh boleh gak sih,?? padahal baru juga 2 minggu kuliah jalan, tugasnya udah segambreng..." keluh Risya sambil meletakan tasnya di atas meja kantin. Ya mereka sedang bersiap memesan makanan setelah perkuliahan usai.
" gosah ngeluh deh, ini kan jurusan yang kamu ambil, udah jalani aja, nanti lama-lama mudah kok. " sahut Cheery sambil meletakan 3 es teh ke atas meja.
" udah makan dulu nie, mie ayam bang jalil udah siap. Biar gak kusut lagi tu muka, habis ini kita siap-siap pulang, kerjain tugas lagi. Biar besok kita bisa nonton yuk.. ada film terbaru lho." Gita meletakan nampan mie ayamnya.
" boleh tuh, hitung-hitung hiling kita, belom pernah kan kita jalan bareng. Gimana Cheer??" tanya Risya.
" boleh lah hayuuxx... tapi sorean aja yaa,, paginya quw mau beberes rumah sama cucian,, biasa weekend tugas aku sama adik-adiku buat beberes rumah." jawab Cheery sambil memakan mie ayamnya.
Sedang asik menikmati makanan mereka, tiba-tiba datang Kak Satria menghampiri sambil meletakan es jeruknya di atas meja.
" boleh gabung gak?" tanya Satria. Mereka menoleh dan menatap kaget, seorang satria menghampiri mereka, mahasiswa biasa aja.
" boleh kak, gabung aja gak apa-apa." jawab Gita.
" Kak Satria gak makan? kok cuma bawa Es jeruk aja?" tanya Risya menatap Satria.
" bentar lagi di bawain Dicko, dia kebagian pesan makanan. Gue yang bawain esnya dia. " jawab Satria sambil melirik Cheery yang dari tadi asik memakan Mie ayamnya.
" enak banget kayaknya Cheer mie ayamnya?? sampe keringetan gitu makannya." Cheery menatap Satria sambil menelan mienya. " eh iyaa kak, nanggung kalau udah dingin gak enak lagi. hehehe..." kekek Cheery.
"lo tu gak ada jaim-jaimnya yaa Cheer, di depan lo ada cogan yang liatin lo makan dan ekspresi lo B aja??" heran Gita sambil geleng-geleng.
__ADS_1
" trus aku harus ngapain?? joget sambil nyanyi potong bebek lagi?" bingung Cheery. Dan hanya di jawab kekehan Satria dan pelototan mata dari Gita.
"udah gak apa-apa kok, gue malah seneng kalau kalian gak canggung sama gue, santai aja kayak teman lama." jawab satria sambil tersenyum menatap Cheery.
"apaan nie kok udah rame aja obrolannya, gue ketinggalan info apaan nie? ada yang ngajakin ngedate?" kepo Dicko yang baru gabung dengan 2 piring satenya.
"ngedate-ngedate elo tu sana yang ngedate sama Jeany apa Chika, dari kemaren ribut mulu bahas ngedate." omel Satria.
"yaa siapa tahukan ada yang PDKT gitu sama adek tingkat." Dicko mulai meminum es jeruknya sambil melirik Cheery yang masih cuek meminum es tehnya.
"eh, sorean kita mau nonton kak Satria sama kak Dicko mau ikutan gak?" usul Risya yang membuat Cheery tersedak es tehnya. Reflek Satria menepuk punggung cheery." pelan-pelan Cheer minumnya, gak ada yang bakalan minta minum lo kok." Satria perhatian.
"makasih kak," menatap Satria kemudian mendelik menatap Risya yang suka memberikan ide anehnya.
"wah boleh tu, kita juga besok rencana mah beli buku di gramed yang ada di Mall X. Gimana Sat?" jawab Dicko.
" Setuju banget kak,,besok kita ketemu diMall X jam 4 sore yaa." jawab Gita semangat, dan membuat Cheery mendengus kesal. "Padahal kan dia hanya mau Quality time bareng sahabat, kalo bareng kakak tingkat sih mirip ngedate, kan gak suka akutuh." gumam Cheery dalam hati.
"gimana kalo kita jemput aja sekalian??" usul Satria. Dan langsung di jawab gelengan oleh Cheery," tidak kak terima kasih, kita berangkat sendiri-sendiri aja kak, nanti kan arahnya beda-beda, takut kejauhan, dan lebih efisien aja sih. Sambil memelototi Gita yang hampir saja mengiyakan ajakan Satria.
"okeh deh kalo gitu, jam 4 yaa kita ketemu d lobi Mall x. Yaudah kita makan dulu yaa." Dicko dan satria mulai memakan satenya.
Karena hari sudah semakin sore, Cheery, Gita, dan Risya pun berpamitan kepada Satria dan Dicko.
"kita duluan yaa kak, udah sore nih, mari kak."pamit Cheery dan teman-temannya.
__ADS_1
"oke, hati-hati yaa." pesan Dicko dan Satria.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju parkiran, " Ris, katanya besok kita mau quality time bertiga bareng sahabat, kok malah ngajakin kak Satria sama kak Dicko sih?" omel Cheery.
"biar tambah seru tau Cheer, kapan lagi coba bisa jalan bareng cowok-cowok kece kampus." bela Risya.
"iyaa betul banget itu,, kapan lagi coba,,mumpung mak lampir ga lihat kita tadi, coba kalo lihat auto di labrak kita." Gita menggebu.
" kamu ikutan ketularan si Gita deh Ris, dan kamu Git, kalo mak lampir ngelabrak yaa gapapa, orang kita gak ngapa-ngapain juga, kita juga rame-rame gak cuma berdua." Cheery berhenti ketika sampai di motornya.
"yaudah lo ati-ati di jalan Cheer, gue mau nebeng Risya, parkiran mobil dia paling jauh noh di ujung." ujar Gita sambil nunjuk mobil sedan kuning milik Risya.
"oke deh, hati-hati juga kalian, sampai keteme besok. Jam 4 sore yaa, jangan terlambat, kalo terlambat gak mau lagi aku janjian sama kalian." Cheery mulai menstater motornya.
Sementara di kantin, Dicko bertanya pada Satria mengenai acara besok.
"lo serius mau PDKT sama Cheery? manis, pinter, trus masih polos itu anak. Apa lo cuma penasaran aja sama dia?" sambil menatap Satria yang tengah memainkan ponselnya.
"apaan sih lo nanya soal Cheery, yaa kita kan temenan, yaa kelanjutannya juga gak tau. Cuma gue tiap liat dia bawaannya pengen senyum aja gitu, entah aura Cheery yang berbeda apa cuma karena cantik aja gue gak tau." menoleh sambil berhenti memainkan ponselnya.
"saran gue sih, kalo memang mau serius deketin, lo harus ati-ati sama Chika sama Jeany, mereka kan bar-bar abis kalo sama cewek yang mau lo deketin. Jangan sampe nie berakhir kayak yang sudah-sudah, mereka pindah kampus cuma gara-gara ancaman tuh mak lampir." nasihat Dicko.
"gue juga heran sama mereka, pacar bukan sodara bukan, eh suka ngatur-ngatur. Masa gue jomblo setahun ini sih. Ya kali gue pacarin tu Chika, males gue sama tingkah manja sama sok bosynya itu. Belom lagi kalo ortunya tau, auto di suruh nikah cepet gue." keluh Satria.
"iyaa juga sih, Chika itu kayaknya terlalu di manja, mentang-mentang anak tunggal, kaya, serta salah satu penyumbang dana tetap di kampus ini, jadi bisa seenaknya. tapi boleh juga sih kalo lo mau jadian sama dia, cantik juga, siapa tau tu macan bisa luluh kalo sama lo." goda Dicko sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"lo aja sono, gue sih ogah, bayangin aja udah ngeri gue. Kuy lah cabut, gak sabar gue buat besok." ajak Satria.