
Gita pun segera mencari Botol untuk membuat permainan itu segera di mulai. Dan akhirnya dia menemukan botol minuman soda. Tak lupa dia membersihkan salah satu meja yang akan di gunakan nanti. Satu per satu dari mereka mulai duduk melingkari meja. Gita akan memulai terlebih dahulu untuk memutar botol tersebut.
"gue yang putar terlebih dahulu yaa gaess" teriak Gita semangat.
"oke deh"
Gita pun memutar botolnya dan botol itu berhenti di depan Chandra.
"truth or dare?" tanya Gita
"truth deh" jawab Chandra.
"oke, jawab jujur yaa,, kalo misal gue tembak lo, mau gak jadi pacar gue?" tanya Gita sambil menaik turunkan alisnya di depan Chandra. Chandra yang melihat pun melotot sempurna. Teman kakaknya ini memang rada-rada.
"pertanyaannya gak ada yang lebih masuk akal gak sih?" tanya Chandra lagi.
"udah paling bener itu dan masuk akal." jawab Gita dan langsung di soraki teman-temannya.
"gak mau aku. Kak Gita udah aku anggep kayak kakak aku sendiri. Yaa kali pacaran. Emangnya aku berondong gitu?"
"yaahh di tolak dong aku sebelum berperang." jawab Gita.
"duh layu sebelum berkembang."ledek Chiko.
"sekarang giliran aku yaa yang putar botolnya." Chandra mengambil botol dan mulai memutarnya. Botol pun berputar dan berhenti ke arah Farkan.
"oke mau Truth or dare?" tanya Chandra sambil menaikan alisnya satu.
"dare donk, gue kan cowok sejati." jawab Farkan sambil mengangkat kerah hoodienya.
"oke, sekarang telepon mantan lo dan katakan kalo lo kangen sama dia. Setelah itu langsung tutup telponnya dan blokir nomornya." tantang Chandra.
"wait..wait ..gue udah gak punya kontak mantan gue. Mantan gue cuma satu, dan udah gak tau kemana, loss kontak gue." jelas Farkan.
"eh sory nie sory. Gue masih punya kok kontak mantan lo. Elo juga masih punya, cuma gak lo namain aja, karena lo abaikan mulu."kompor Reynand sambil membuka ponselnya.
"ah elo tu temen apa musuh sih, kan gue udah gak mau ada segala jenis komunikasi sama tu orang." Farkan menatap Reynand dengan tatapan membunuh.
"ayolah Far, kan cuma permainan. Lagian setelah itu langsung lo blokir kontaknya."Reynand merayu Farkan.
__ADS_1
"betul banget kak, katanya cowok sejati." tambah Chandra.
Ketiga Cewek yang ada disana juga penasaran dengan mantan Farkan.
"oke deh, cuma permainan yaa, karena gue udah gak ada hubungan apapun dengan tuh orang." tatapan matanya menuju ke arah Cheery. Tangan Farkan mengambil ponsel Reynand dan langsung menelponnya.
tuuutt...tuutt...
"hallo...Farkan..."
"hallo Fer, gue kangen sama lo." tut telpon langsung di matikan dan langsung Farkan blokir nomor itu.
"udah kan. Cowok sejati kan gue." tambah Farkan. Sekarang giliran gue yang muter tuh botol." Farkan memutar botolnya dan botol tersebut berhenti ke arah Cheery.
"truth or dare?" Farkan menatap Cheery penuh harap.
"ehmm... truth aja." jawab Cheery.
"oke, pernah gak lo ada perasaan sedikit untuk membalas rasa cinta gue ke lo." tanya Farkan sambil menatap Cheery tajam.
"eh...kok jadi itu sih pertanyaannya. Gak ada yang lain apa?" Cheery gugup mendengar pertanyaan Farkan.
"ciee..Cheery...jawab aja Cheer,, ayoo jawab..." seru Gita dan Risya bersamaan.
"oke, gue puas sama jawaban lo. Berarti gue yakin mau berjuang buat luluhin hati lo. Gue yakin usaha lo dan usaha gue bisa berjalan lancar dan berkembang cepat kalo kita bersama." Farkan menatap Cheery sambil tersenyum manis.
"apaan sih kak" Cheery tersipu malu.
"wah bentar lagi ada yang bakalan kasih PJ nih. Kita doain kalian jodoh yaa Kak Farkan dan Cheery." seru Gita dan Risya.
"sekarang giliran aku yaa yang muter" ucap Cheery sambil memutar botol dan berhenti di depan Risya.
"truth or dare?"
"dare deh, kan cewek berani gue"jawab Risya sombong.
"oke, coba ajak Kak Reynand kencan besok." Cheery tersenyum melihat Risya yang gelagapan. Bukannya Cheery tidak tahu kalau selama ini Risya suka dengan kak Reynand. Jadi ia memanfaatkan momen ini untuk membuat mereka dekat .
"wah,,, seru banget tu tantangannya. Ayoo Ris, siapa tau jadian beneran loh." goda Gita.
__ADS_1
"oke..gue coba. Gue kan cewek pemberani." Risya berdiri dan mendekat ke arah Reynand.
"ehemm...kak Reynand, boleh minta waktunya sebentar, ada yang mau gue omongin." Reynand pun berdiri di depan Risya sambil memasang wajah bingung.
"kak mau gak besok makan siang bareng gue di caffe yang ada di Rest Area." Risya menatap Reynand malu-malu.
"wah, ceritanya ngajak gue ngedate nih?" Reynand tersenyum jumawa.
"okey deh, besok naik mobil gue aja, nanti biar mobil lo yang nyetirin Farkan." jawab Reynand mantap sambil mengedipkan satu matanya di depan Risya, yang membuat Risya salah tingkah.
"wah boleh tuh idenya Kak Reynand. Moga pulang dari sini ada yang jadian yaa. Pengennya sih gue sama dedek gemes, tapi gue di tolak dong, jadi gue doain kalian aja deh." ucap Gita memelas. Dan langsung di tanggapi teman-temannya prihatin.
"yang sabar yaa Git," seru yang lain.
Malam pun semakin larut, sebelum berpamitan, Farkan dan Reynand ikut membersihkan tempat barbeque. Setelah bersih semuanya, Farkan berniat pamit kepada Cheery, dan semuanya.
"makasih buat makan malamnya, gue pulang ke tempat omnya Reynand dulu yaa,, besok pagi gue jemput kesini lagi. Kita pulang bareng yaa," Farkan memandang Cheery yang sedang mengantarnya ke teras. Reynand dan yang lain masih berada di belakang.
"iyaa kak, sama-sama, aku juga bisa nyetir kok kak, jadi besok kalo kakak capek bisa aku gantiin."Jawab Cheery sambil tersenyum.
"kuat kok gue, pantang bagi laki-laki kalau harus di sopirin cewek." jawab Farkan.
"yakin?? terus dulu siapa yang malam-malam mabok aku sopirin sampe rumah??"Cheery menaik turunkan alisnya menggoda Farkan.
"wah, udah berani godain aku yaa sekarang. Coba udah jadi pacar pengen gue peluk, saking gemesnya."ucap Farkan gemas.
"enak aja peluk-peluk, bukan Mahram." Cheery mendelik.
"wah, kode nih buat di halalin gitu?" tanya Farkan makin berani.
"buktiin dulu kalo kakak bisa sukses tanpa harta orang tua, dan aku juga bisa sukses dalam usahaku. Jadi kita buktiin bareng-bareng yaa. Berjuang bareng katanya lebih seru." jawab Cheery
"ah,, tambah gemes kan akunya. Mulai sekarang aku akan biasain panggil pake aku kamu yaa..hehehehe" Farkan semakin berani.
"apaan sih kak, terserah kakak aja deh. Udah sana pulang nanti kemalaman. Besok ngantuk lagi."usir Cheery.
"wah di usir dong akunya." Farkan memasang wajah memelas.
"hoey,, udah malam, mepet-mepet mulu. Udah ayo pulang." Reynand merangkul pundak Farkan dan menuju mobilnya.
__ADS_1
"pulang dulu yaa, assalamualaikum." pamit Farkan dan Reynand.
"waalaikumsalam. Ati-ati.."jawab Cheery dan yang lain.