MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Ke Rumah Nenek


__ADS_3

Setelah menyelesaikan beberapa jahitannya, Cheery menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa ke rumah nenek. Kemarin setelah menghubungi Mbak Heni, penjahit yang di cari sudah ada. Dan Cheery ingin memastikannya sendiri.


"mbak, itu buah-buahan dan kuenya jangan lupa di bawa, kesukaan kakek dan nenek lho itu." ucap Bunda mengingatkan.


"iyaa bun, udah siap tinggal masukin mobil aja, yakin Bunda gak mau ikut?" Cheery menatap bundanya sendu.


"kalau gak ada pesanan kue, bunda juga mau ikut, tapi gimana mbak, pesanannya udah terlanjur di terima."


"iyaudah kamu masukin semua ke mobil dulu, terus kita sarapan."


"Yakin mau nyetir sendiri mbak? Gak pakai supir Ayah atau naik bus?" tanya Ayah di sela sarapan.


"yakin Yah, kan Cheery udah sering ke rumah Nenek nyetir sendiri." Cheery menatap ayah meyakinkan. "lagian ini hari biasa bukan weekend jadi jalanan pasti nggak begitu ramai yah."


"ya sudah hati-hati, titip salam buat Nenek dan kakek yaa, nanti weekend Ayah sama Bunda juga adekmu nyusul." Ayah meyakinkan.


"iyaa Ayah, nanti Cheery sampaikan, lagian Cheery cuma nginap 2 hari, Weekend juga tinggal besok yah."


"iya-iyaa...yang penting kalau capek istirahat. Oke sayang.." pesan Bunda menenangkan.


"pasti bunda."


Cheery sudah berada di belakang kemudi, dia sudah siap berangkat, tinggal menunggu si Adik bontot yang minta di antar sekolah gara-gara Chandra sudah berangkat duluan.


Setelah Chiko masuk dan berpamitan dengan Ayah dan Bunda, mereka berangkat. Di perjalanan Chiko merengek ingin ikut kakaknya itu dan membolos sekolah. Jelas hal itu membuat Cheery marah. Padahal besok mereka juga bakalan menyusul kesana.


"sabar dek, besok juga udah nyusul mbak kesana, kamu belajar uang rajin yaa." ucap Cheery setelah sampai di depan gerbang sekolah adiknya itu.


"Chiko bolos aja yaa mbak, mau ikut sekarang aja." rengek Chiko.


"gak usah aneh-aneh dek, sabar sehari aja ini."

__ADS_1


"iya deh iyaa, Chiko masuk sekolah deh, mbak hati-hati yaa. assalamualaikum" Chiko mencium tangan Cheery.


Mobil yaris merah yang di kendarai Cheery pun melaju menuju rumah neneknya, yang akan memakan jarak sekitar 2-3jam. Selama perjalanan Cheery memutar musik kesukaannya sambil terus bersenandung mengikuti irama. Tak terasa 2,5jam perjalanan berlalu, kini mobil Cheery sudah terparkir sempurna di garasi milik Kakeknya.


Cheery keluar dari mobil sambil membawa buah tangan yang dipersiapkan Bundanya untuk Sang Nenek. Kakek yang sedang berada di teras sambil membaca koran pun langsung terkejut dan menghampiri Cheery.


"assalamualaikum kakek, kakek sehat?" sambil mencium tangan kakek Wibowo.


"waalaikumsalam Cheery cucu kakek yang paling cantik, tentu kakek harus selalu sehat, karena kakek ingin melihatmu menikah." kakek mengelus rambut Cherry dengan sayang.


"kakek ini, selalu saja itu yang di bahas, Cheery masih ingin kuliah dan berwirausaha kek," jawab Cheery sambil mengerucutkan bibirnya.


"iyaa .iyaa .kakek mengerti sekali, tapi jodoh tidak ada yang tau kan?" jawab Kakek sambil menuntun Cheery memasuki rumah.


"assalamualaikum nenek, Cheery datang." Cheery langsung memeluk Nenek Wirasti.


"waalaikumsalam sayangnya nenek, kamu sehat nak?" tanya nenek sambil mencium kening Cheery.


"nenek memasak kesukaan kamu, gurame asem manis sama cha brokoli, ini tinggal sedikit lagi matang dan kita makan sing bareng. Cheery duduk dulu, nanti nenek panggil kalau sudah selesai." perintah Nenek.


"siap nek, Cheery mau ke kamar dulu nek, mau naruh tas cheery. Oh iyaa mbak Heny kalo jam segini masih dirumah kan Nek?" Cheery berjalan ke kamarnya meletakan tas dan kembali ke dapur.


"masih kan sekarang dia tidak bisa kerja diluar rumah lagi, suaminya sakit, jadi bisanya jahit di rumah." ucap kakek yang ikut duduk di meja makan.


"sakit apa Suaminya kek? setahu Cheery Mas Abas itu kerja di kebun stroberi kakek kan."Cheery sambil mengupas apel untuk sang kakek.


"iyaa, sudah sebulan yang lalu Abas jatuh dari motor, kakinya patah, makanya sekarang dia membantu istrinya di rumah, ikutan memotong kain atau apalah yang berkaitan dengan jahit menjahit." terang kakek sambil memakan apel yang sudah dikupas Cheery.


"owh, kasihan yaa kek, Cheery main kesana dulu boleh kek, sambil nunggi makan siang." tatapan Cheery tertuju pada sang kakek.


"kamu nggak capek nak? kamu kam baru sampai?" nenek ikut menyela.

__ADS_1


"nggak nek, Cheery baik-baik aja, nggak capek kok, tenang aja." Cheery meyakinkan.


"yasudah, sepeda kamu ada di garasi, minta tolong Pak Yadi untuk keluarkan, tadi masih membersihkan rumput di belakang."


"makasih nenek, kakek, Cheery ke belakang dulu."


Cheery melajukan sepedanya ke rumah mbak Heny yang berjarak 10 rumah dari rumah Neneknya. Sambil menghirup udara di sekitar yang masih asri, karena rumah Neneknya itu termasuk daerah pegunungan.


"segernya....padahal baru 6 bulan aku gak kesini, udah kangen udaranya yang sejuk." gumam Cheery setelah memarkirkan sepedanya di depan rumah mbak Heny.


"assalamualaikum,"


"waalaikumsalam,..masuk mbak Cheery,...kapan dateng?" mereka saling bersalaman dan bercipika-cipiki ala teman lama, padahal selisih umur mereka 10 tahun.


"sudah sekitar setengah jaman lah mbak, mbak Heny sehat? anak-anak sekolah semua yaa mbak, kok sepi?"


"alhamdulilah sehat mbak, iyaa Erna sma Andri sekolah kalau jam segini. Ayo mbak Cheery di minum tehnya." jawab mb Heny sambil mengeluarkan teh manis buat Cheery.


"aduh mbak, malah repot-repot. Terimakasih mbak tehnya." sambil meminum tehnya.


"oh iya mbak, mengenai orang yang mau jahit itu mbak? katanya sudah ada? rumahnya daerah sini juga?"tanya Cheery lagi.


"iyaa dia barusan aja lulus sekolah, namanya Via, sekarang dia juga sudah selesai kursus jahit. Jahitannya bagus, kadang mbak juga minta bantuan dia kalau mau jahit. Oh iyaa baju-baju kamu udah selesai mbak jahit, kurang beberapa."


" oh iyaa mbak, besok sekalian Cheery bawa deh. Oww iyaa mbak, jadi Cheery kesini itu pengen minta tolong mbak sama Via buat jadi penjahit tetapnya Cheery. Karena Cheery belum ada tempatnya, jadi sementara jahit di tempat mbak Heny dulu, nanti Cheery cari kurir buat antar jemput baju-baju yang sudah jadi. Gimana mbak?"


"wah mbak seneng sekali, apalagi sekarang mas Abas sudah gak kerja lagi, jadi bantuin Mbak jahit di rumah, nanti biar di bantu Via juga biar mbak nggak kualahan."


"turut prihatin yaa mb, semoga nanti online Shop Cheery laris, biar jahitnya mbak lancar terus yaa mbak, nanti kabari aja kalau Via udah setuju, Cheery bakal kirim kainnya dan contoh baju-bajunya yaa mbak, kalau begitu Cheery pulang dulu, sudah waktunya makan siang, nanti di cari nenek lagi.hehehe..." Cheery berdiri dan berpamitan dengan Mbak Heni.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


"Waalaikumsalam..."


__ADS_2