
Selama perjalanan pulang Cheery terus memikirkan ucapan Farkan tadi. Dia terus bertanya pada hatinya. Apakah ada sedikit getaran atau mungkin rasa terhadap Farkan? Tapi logikanya terus bertolak belakang dengan hatinya. Dia harus fokus dalam menjalani kuliah dan usahanya dulu. Kalau urusan pacar atau jodoh pasti akan datang dengan sendirinya saat dia sudah sukses nanti.
Walaupun usahanya saat ini sudah berjalan lancar, tetapi masih dalam konteks yang kecil. Omsetnya per bulan baru mencapai 30jutaan. Dan brand yang Cheery buat belum banyak dikenal, masih sedikit yang tahu, terutama di kota besar ini. Cheery's adalah nama brand dari baju-baju buatannya. Cheery ingin mengenalkan Brandnya itu hingga ke seluruh nusantara, bahkan dunia. Kalau Cheery tidak berusaha dengan giat, mana mungkin usahanya akan mendunia.
Dan Cheery sedang berproses untuk menuju kesana. Dia tidak ingin gara-gara masalah hati cita-citanya itu akan terhambat. Tetapi tidak Cheery ingkari kalau dia juga ingin memiliki sosok yang mendampinginya dikala dia berjuang seperti ini. Lagi-lagi egi dan logikalah yang mempermainkannya lagi.
Keesokan harinya Kahendra datang mengantarkan baju-baju yang sudah jadi ke rumah Cheery. Dan Cheery sudah mempersiapkan kain-kain dan beberapa contoh desain baru yang ia buat beserta baju yang sudah ia jahit sendri. Rencananya dia akan jadikan contoh untuk mbak Henny beserta kawan-kawan menjahitnya nanti, supaya lebih mudah.
"assalamualaikum" sapa Farkan sambil mengetuk pintu rumah Cheery.
"waalaikumsalam" jawab Cheery dari dalam yang ternyata memang sudah menunggu kedatangan Hendra.
"eh Kak Hendra, mari masuk kak, sekalian itu baju-bajunya di bawa ke samping aja, ada pintu samping yang langsung menuju gudangnya." Cheery yang melihat Hendra kesusahan langsung memberikan aba-aba untuk meletakan baju-baju tersebut ke gudang.
"wah besar juga yaa gudang baju kamu,? banyak juga kain-kain yang akan aku bawa ini." Begitu meletakkan baju-baju tersebut Hendra melihat-lihat sekeliling gudang sekaligus tempat Cheery menjahit.
"masih kecil ini kak, kebetulan aja belum masuk semua baju-baju aku, dan sebagian udah ada yang aku kirim ke ekspedisi tadi pagi, jadi lumayan kosong ini ruangan." jelas Cheery sambil ikut mengedarkan pandangan ke arah gudangnya tersebut.
__ADS_1
"iyaa juga, kalo semua baju yang aku bawa tadi sudah masuk semua ke dalam rak-rak itu sama di tambah kain-kain ini jelas sesak ya Cheer?"
"iyaa kak, rencananya mau sewa tempat gitu kalo nggak yaa pakai ruangan yang ada di toko bunda aja, tapi takut bau kue..hehehhe"
"wah boleh tuh Cheer, kalo sewa tempat yang lebih luas, dan bisa jadi toko juga, jadi bisa online juga offline. Aku yakin makin lariss."
"ada rencana kesana sih kak, tapi masih bingung dan takut gak keurus kak, soalnya masih sambil kuliah juga. Ini juga baru mulai nambah penjahit. Doain aja lancar ini kak, biar bisa sewa tempat sama jualan online dan offline. Sekalian mau cari admin yang bisa bantu-bantu aku kalo lagi banyak tugas kuliah."
"iyaa bener banget. Pasti aku doain lancaar semuanya dan laris manis, semoga apa yang kamu citakan bisa tercapai. Aamiin.
"aamiin yaa Allah. makasih kak doanya. Yasudah ayo kedepan sekalian bawa kain-kainnya yaa kak, kakak mau minum apa? bentar Cheery buatin dulu." Cheery berlalu dari gudang itu dan menuju dapur.
"ziip kak, tunggu di depan yaa kak."
Sementara Cheery membuat minuman, Hendra membawa beberapa gulungan kain masuk ke dalam mobil box yang ia bawa tadi. Sambil sesekali melihat-lihat sekitar rumah Cheery. Rumah Cheery asri, banyak tanaman dan terdapat kolam ikan juga. Rumah Cheery dan lingkungannya termasuk lingkungan orang-orang yang dalam taraf menengah ke atas tetapi masih terlihat sederhana.
Padahal Hendra kira, keluarga Cheery di kota bakalan seperti rumah neneknya. Yang mewah dan termasuk jajaran orang kaya dan penting di lingkungan dan kotanya. Maklum, pemilik perkebunan dan peternakan besar di kotanya. Kalau keluarga Cheery sederhana begini kan Hendra jadi tidak jiper kalau mau PDKT.
__ADS_1
Sekelas pilot yang jam terbangnya baru mau tinggi ini, walau baru menjadi pilot selama 2 tahun ini, gaji hendra sangat mampu kalau hanya menghidupi Cheery, biayain kuliahnya juga masih mampu. Tapi kalau Cheery minta yang Highclass mungkin Hendra akan bekerja lebih keras agar menjadi pilot yang handal dan lebih tinggi jam terbangnya.
Semoga saja Cheery sedikit demi sedikit akan luluh dengan apa yang akan Hendra lakukan dan perjuangkan ini. Hendra bersemangat untuk mendekati Cheery. Gadis yang sudah ia sukai sejak lama, ternyata masih sama sederhananya. Tidak salah Hendra menjatuhkan pilihannya kepada Cheery. Tinggal bagaimana saja cara hendra berjuang mendapatkannya.
"diminum kak jus jeruknya, sama ini ada cookis coklat semoga suka." Cheery datang membawa minuman dan dua buah toples berisi cookies yang membuyarkan lamunannya tadi.
"oh, iyaa Cheer makasih yaa, pas ini seger jadinya di tengah cuaca yang panas ini. Kamu udah terbiasa yaa di cuaca panas gini? Dulu kan kamu terbiasa di cuaca dingin? Adaptasinya gak lama kan?" tanya Hendra sambil meminum jus jeruknya.
"alhamdulilah sih gak lama kak, kan udah sering Cheery bolak balik kesini. Cuma kalo pas lagi gak Fit aja langsung ambruk deh, demam..ehheheh.." jawab Cheery cengengesan.
"jangan bilang kalau kamu habis sakit pulang dari rumah nenekmu kemarin?" Mata tajam Hendra menyipit.
"iyaa sempat demam kemarin, kecapekan aja mungkin, tapi sekarang udah sehat kok, buktinya bisa kesana kemari lagi ngurusin perkainan...hehehe..."
"jangan terlalu capek Cheery, kamu perlu admin deh yang bisa bantuin kerjaan kamu. Nanti kalau kamu sakit kan malah gak jalan semua kerjaan kamu. Tugas kuliah numpuk, pesanan banyak hang tertunda dan pasti dapat komplain dari customer. Kamu sendiri kan yang repot." omel Hendra pada Cheery.
"iyaa iyaa kak, makasih nasehatnya. Kalau Cheery udah capek, cheery bakalan istirahat kok. Udah capek Cheery di omelin bunda sama Ayah." Cheery mengerucutkan bibirnya dan membuat Hendra gemas ingin mengacak rambut Cheery. Tapi sungkan, karena dia belum jadi siapa-siapa Cheery.
__ADS_1
"nah gitu dong. Kesehatan nomor satu yaa Cheer.."
"siipp kak Hendra " jawab Cheery sambil mengacungkan kedua jempolnya.