MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Menjemput Calon Pacar


__ADS_3

Siang itu Farkan yang sedang bersantai di depan TV dengan stik PS di tangannya mendengar bunyi ponselnya. Reynand sahabatnya itu menghubunginya. Sudah beberapa bulan ini mereka jarang sekali bertemu. Di karenakan sama-sama sibuknya. Farkan dengan kerjaan di kantornya, dan Reynand dengan usaha cafe bersama dan juga bekerja si kantor Papa Farkan tetapi di bagian cabang.


"halo bro,, dirumah gak lo? gue ke rumah lo ya." cerocos Reynand.


"telpon itu ucap salam dulu kek, tanyain kabar, ini langsung nyerocos aja." gerutu Farkan.


"halah, sama lo doang pake basa-basi. Dari suara lo udah bisa gue pastiin kalo lo lagi di rumah. Secara fasilitas lo kan belum di kembalikan sampe lo naik jabatan nanti." ejek Reynand.


"iyee gue di rumah, buruan kesini, gue gak ada lawan main PS."


"sip dah, gue langsung OTW dari cafe deh."


Setelah panggilan berakhir, Farkan meneruskan permainan kembali sambil menunggu sahabatnya datang. Tak lama suara mobil berhenti di depan rumahnya. Dan pintu di buka oleh asisten rumah tangga.


"woylah main sendiri mana enak," Reynand menepuk pundak Farkan.


"lah, lo hari biasa sibuk mulu, weekend juga, kita jarang nongkrong nih, kerjaan gue yaa nongkrongin PS gue di rumah. Mau main juga modal banyak. Lagi hemat gue, ada yang mau gue perjuangkan." Farkan menaik turunkan alisnya.


"apaan sok-sokan di perjuangkan, palingan juga barang-barang yang akhirnya banyak teronggok di kamar lo kan?" Reynand langsung mengambil stik PS yang satunya.


"ada deh, rencana gue mau ngembangin tuh cafe lagi. Kan baru satu di kota ini. Gimana kalo kita buka cabang lagi di kota ini juga, cuma yang bagian pusatnya. Kan rame banget kata lo, kalau buka lagi, bisa jadi tambah rame tuh cafe." Farkan mengeluarkan ide sambil melirik Reynand yang asik dengan stik PSnya.


"boleh tuh, tapi butuh modal gede coy, duit kita kalo di gabung belom cukup. Apalagi cuma mengandalkan gaji kita. Sampe 3 tahun baru kekumpul. Kecuali kalo lo jual tu vespa lo, trus lo ganti sama motor biasa yang harganya 50juta. Lumayan sisanya masih bisa buat beli ruko kecil. Ntar isinya baru duit tabungan kita."


"hmm boleh juga tuh, ntar deh gue coba jual vespa gue, tapi sayang bener gue sama vespa gue, mana penuh kenangan lagi."


"kenangan apaan?"

__ADS_1


"kenangan boncengin calon pacar gue."Farkan tersenyum sambil mengingat saat dirinya mengantar Cheery pulang.


"gaya lo calon pacar, emang ada yang mau sama lo yang lagi kismin gini?" ejek Reynand.


"eh jangan salah, ini cewek bukan sembarang cewek, dia gak pandang gue kaya apa miskin, pokoknya TOP bgt deh." Farkan membanggakan Cheery.


"siapa sih? penasaran gue, gaya lo rahasiaan sama gue."


"ntar lo tikung lagi, lo tau kok orangnya, bener gue kemakan omongan gue deh."


"tunggu-tunggu,, kayaknya gue tau,, adek tingkat kan? siapa itu namanya??"Reynand menaruh jari telunjuknya di dagu sambil mengingat ingat.


"ah,, beneran tau deh lo,, itu Cheery, inget kan lo?"


"ah iyaa, adek tingkat yang manjat gerbang itu kan? Wah kapan lo boncengin dia? kok bisa? kok lo gak cerita ke gue. Kan pernah juga kalian adu mulut tuh. Aneh banget kan kalo sekarang akur. Padahal dia inceran gue tuh." Reynand heboh.


"maaf..maaf nih, dia jodoh gue, lo jauh-jauh deh. Ntar deh gue ceritain."


"kok lo punya sosmed temennya sih? Boleh tuh kita susulin, timbang gabut gue di rumah. Tapi alesannya apa dong?"


"gampang, alesan aja pura-pura gak sengaja ketemu, pas kita ada acara gitu sama temen-temen kita. Gimana? ntar kita nginep tempat om Handi adek bokap gue. Buruan lo siap-siap."


"oke deh, bentar gue siap-siap dulu." Farkan beranjak ke kamar berganti celana Jeans panjang, kaos dan hoodie lalu memakai sneakers warna putihnya. Tak lupa juga mengambil ranselnya dan mengisinya dengan beberapa baju. Karena dia tau kalau Reynand pasti tidak membawa baju.


Setelah semua siap Farkan turun dan langsung diikuti Reynand menuju mobilnya. Papa dan Mamanya sedang di luar kota, sehingga dia hanya berpamitan kepada asisten rumah tangganya saja.


Sementara Cheery dan teman-teman masih menikmati liburan mereka di kebun teh. Saat ini mereka sedang berada di sebuah pondok teh yang menjual berbagai macam teh dan cemilan. Mereka memesan berbagai Varian teh dan P*p Mie karena di cuaca dingin begini memang paling enak makan mie dan teh hangat.

__ADS_1


"wah nie lihat, banyak banget yang coment di postingan gue, pada nanyain dimana? liburan kok gak ngajak-ngajak katanya." ucap Gita sambil membaca coment di akun sosmednya.


"ya bilang aja kita memang liburan cuma sama sahabat aja gitu." tambah Risya sambil meminum teh yang baru saja di sajikan oleh penjualnya.


"emang siapa yang koment.?" Cheery menatap Gita kepo.


"kak Satria sama temen-temennya juga temen sekelas kita juga ada."


"yaudah jawab aja kayak yang Risya katakan tadi."


"makasih bu, ayo kita makan dulu, mumpung masih hangat ini." ucap Chandra begitu p*p mie di sajikan di atas meja.


"wah seger banget ini mas, mana tadi aku nambah cabe lima biji." Chiko menyicip kuah mienya.


" eh adek kecil, jangan pedes-pedes, ntar sakit perut lho." Risya menatap tajam Chiko. Dia khawatir adek Cheery itu sakit perut.


"tenang aja Ris, keluarga kita udah biasa makan pedes. Ehheheh..." Cheery menenangkan Risya.


"wah memang yaa, apalagi cabenya gak beli yaaa,, jadi boleh tuh nambah sebanyak-banyaknya. ahahhaha" Gita tertawa.


"betul banget. Udah ayo makan.. mantep nih punya gue cabenya 7." Risya menunjukan mienya.


"wah doyan pedes juga ternyata. Ntar malem kita bikin sambel yang pedes aja, biar tambah mantep."


"gak apa-apa, yang penting jangan sampe sakit perut aja."


Mereka menikmati makanannya sambil bercandra gurau dan menikmati pemandangan sekitar. Pondok tersebut di kelilingi oleh perkebunan teh, dan melati. Banyak juga pengunjungnya karena ini weekend. Rencananya setelah ini mereka akan mencoba naik ke rumah bambu yang di buat di atas kebun teh itu. Di sana mereka akan mendapatkan spot foto yang lebih bagus lagi.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanan, mereka memutuskan untuk shalat dzuhur dulu baru melanjutkan berfoto-foto lagi. Tak jauh dari pondok tersedia Mushola yang di sediakan untuk para pengunjung. Cheery yang sedang tidak shalat, memutuskan untuk menunggu di luar sambil melihat-lihat sekitar, disana terdapat beberapa kandang kelinci. Yang memang di sediakan untuk pengunjung anak-anak yang mulai bosan hanya dengan melihat tanaman saja.


Saat sedang asik memberi makan kelinci, ada seseorang yang tiba-tiba mendekatinya. Sepasang sepatu berwarna putih berhenti di sampingnya. Cheery mendongak dan kaget kalau yang di sampingnya ini adalah sosok yang dia balas pesanya di ponsel tadi pagi. Dan tiba-tiba sudah ada di depannya. Padahal dia tidak bilang akan ke tempat ini. Cheery cuma bilang mau liburan menginap bersama teman-temannya. Tapi bisa-bisanya Farkan menemukannya disini. Ya seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Farkan.


__ADS_2