
Kehebohan terjadi di rumah Cheery karena kedatangan dua sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Risya dan Gita. Begitu mendapat kabar dari Risya kalau Cheery sakit, Gita langsung meluncur ke rumah Risya. Dan sekarang mereka sudah berada di rumah Cheery.
"assalamualaikum Om, tante,," Risya mencium tangan Ayah dan Bunda Cheery bergantian.
"waalaikumsalam, eh ada Risya sama Gita, ayo masuk." membuka pintu lebar dan menyuruh mereka masuk.
"Kita kesini mau jengukin Cheery Om, tante,, tadi siang pas telpon Cheery yang angkat Chiko, katanya Cheery sakit, kita langsung buru-buru ke sini."
"iyaa demam Cheery sehabis pulang dari rumah neneknya. Mungkin karena perbedaan cuaca sama kecapekan. Biasa kebiasaan Cheery suka di forsir." Ayah Dedi menjelaskan.
"yasudah, kita boleh langsung ke kamar Cheery tan?" Tanya Gita.
"boleh-boleh langsung naik aja. Chandra sama Chiko juga di atas."
Mereka berjalan menuju kamar Cheery, dan langsung mengetuk pintu.
"Assalamualaikum bestie,, Risya and Gita disini."
"waalaikumsalam, mari masuk kak," jawab Chandra sopan.
"aduh bestie gue sakit gini gue jadi sedih, gimana keadaan lo sekarang?" tanya Gita.
"alhamdulilah udah mendingan sih, tapi masih dingin banget, sama pusing. Makasih yaa udah nengokin, maaf jadi ngrepotin." jawab Cheery lemah.
"mestinya lo ke dokter biar cepet sembuh, gak ada kata ngrepotin kalo sama sahabat itu. Selama kita bisa bantu pasti akan kita bantu. Yaa nggak Git?" Risya melirik Gita yang lagi asik godain adeknya Cheery si Chandra.
__ADS_1
"eh apa??" Gita kaget saat Risya mencubit lengannya.
"lo tu mau jengukin Cheery apa mau godain adeknya sih? Heran gue, tiap liat yang bening langsung gatel." omel Risya.
"sorry sorry, habis bening banget adek lo cheer, bikin gue jadi pengen punya adek juga. Eh, udah ke dokter belum?"
"gak suka ke dokter akutuh, males kalo suruh minum obat, baunya aja udah pengen muntah. Lebih seneng di pijat pake minyak kayu putih, kalo udah gak kuat banget baru deh minum obat. Gak suka akutuh kalo di suruh minum obat." Cheery mengeluh sendu.
"yaelah, kali mau cepet sembuh yaa harus minum obat dan istirahat. Kalo cuma pijat itu lama sembuhnya. Katanya kita mau liburan bareng, belom lagi kerjaan lo yang siap menanti kan? Hayoo lo pilih mana? Mau yang cepet sembuh tapi minum obat, atau gosok-gosok minyak aja lama sembuhnya,?" Risya memberikan pilihan.
"aduh kak, mbak Cheery itu lagi sakit, jangan di ingetin sama kerjaan dong, nanti tambah sakit." omel Chiko.
"justru itu biar jadi semangat dia sembuh, biar mau minum obat terus istirahat deh. Gue yakin lusa udah bisa ngurusin tuh kerjaan, dan Weekend kita bisa liburan." terang Gita.
"siap mbak, gitu dong dari tadi, biar cepet turun demamnya." Chandra hendak beranjak keluar kamar tapi di tahan oleh Chiko.
"tapi kan mbak Cheery belum makan malam. Adek bawain sekalian di bawah deh, bareng aja mas." Chiko dan Chandra turun ke bawah menyiapkan makan dan obat Cheery.
Risya dan Gita saling bertatapan dengan pandangan terharu, adek Cheery itu sangat sayang kepada Cheery, dilihat dari cara keduanya merawat Cheery. Mereka jadi iri, karena tidak mempunyai adik di rumah. Makanya mereka betah kalau main di rumah Cheery. Suasana yang hangat karena semua anggota keluarga mereka terlihat saling menyayangi satu sama lain.
"gue jadi iri deh sama Cheery, kok bisa punya adek yang care begitu. Biasanya kalo punya adek cowok itu rese banget, hobi berantem mulu sama kakaknya, nah ini, sweet banget. Mana dua-duanya ganteng lagi, sayang pula. Jadi pengen gue bawa pulang satu." Gita geleng-geleng kepala.
"sama Git, gue juga, rasanya gue kayak berada di rumah sendiri tau, betah banget gue kalo main kesini. Tuker tempat aja boleh gak sih?" tambah Risya makin mengadi-adi.
"gak usah aneh-aneh deh kalian, bersyukur itu intinya, kalo kalian gak dapat kasih sayang dari saudara kalian, berarti kalianlah yang harus memulai perhatian dan tunjukan kasih sayang kalian ke keluarga kalian. Kalian boleh kok menganggap keluarga aku jadi keluarga kalian. Tapi jangan pernah membandingkan dengan keluarga kalian, gak baik. Jadi bersyukurlah." omel Cheery pada kedua sahabatnya.
__ADS_1
"iyaa..iyaa siap mamah dedeh" jawab mereka kompak.
Sementara di dapur Ayah ,bunda dan Anak laki-laki mereka sedang menyiapkan keperluan Cheery. Bunda sedang membuat sup sayur buat Cheery, karena Cheery ketika sakit tidak menyukai makanan yang berbau ikan dan daging. Jadi Bunda memasak sup sayur, dan. Ayah sedang menyiapkan obat Cheery.
Ayah mulai menggerus obat demam untuk Cheery, dan memasukannya kedalam sendok takar. Tak lupa air mineral dan sepotong gula merah sebagai penawar pahitnya obat itu nanti. Yaa aneh memang kalau anak yang sudah memasuki usia 18 tahun itu masih minum obat harus di gerus dan pakai gula merah pula penawarnya. Tapi memang itulah uniknya Cheery. Anak sulung bapak Dedi Ananta. Putri satu-satunya di keluarga ananta. Dan cucu cewek satu-satunya kakek Wibowo.
Sup dan obat pun sudah siap di atas nampan, Bunda akan membawanya naik bersama ayah. Chandra dan Chiko pun masuk kamar untuk mempersiapkan pelajaran besok pagi.
"ayo Mbak makan dulu, biar bunda suapin, nah, nak Risya sama Nak Gita makan dulu aja di bawah. Sudah tante siapkan, biar Cheery tante sama om yang ngurus, soalnya nanti kalian kaget, bayi gede tante kalau minum obat yaa begini susahnya.ehehhe" adu Bunda.
"iya, jangan kaget yaa liatnya nanti, semoga aja gak keluar lagi obatnya. Cheery memang paling sudah kalau minum obat." tambah Ayah.
"wah, jadi ngerepotin tante, kita tungguin Cheery selesai makan dan minum obat aja tante, baru kita makan."tawar Risya.
"udah sana kalian makan dulu, Cheery lama makannya, nanti selesai makan kalian boleh naik lagi, pasti Cheery juga selesai makan. Dan baru proses minum obat." jelas Ayah.
"yasudah Cheery, kita ke bawah dulu yaa, nanti kita kesini lagi. Oh iyaa itu buahnya di makan yaa, kita gak tau apa buah kesukaan lo, jadi kita beli yang parcelan aja biar lengkap. hehehe..." pamit Risya.
"makasih yaa jadi ngerepotin. Aku suka segala buah kok kecuali durian." jelas Cheery.
"oke sip, berarti gak salah kita beli parcel, karena gak ada buah duriannya.hehehe..." tambah Gita.
"udah sana makan dulu kalian, malah ngobrol gak ada habisnya, nanti kapan selesainya." usir bunda.
Risya dan Gita turun ke bawah menuju meja makan. Dan terlihat nasi sup sayur dan ayam goreng beserta lalapannya membuat perut mereka keroncongan. Tak mau menunggu lama, mereka langsung mengambil piring dan mengisi dengan makanan lezat tersebut. Mereka menikmati makanan dengan khusyuk, karena saking enaknya masakan Bunda Cheery ini.
__ADS_1