MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Pesta Barbeque


__ADS_3

"eh, kak Farkan? kok bisa disini?" Cheery menatap Farkan bingung.


"iyaa,, tadi kebetulan dari rumah om nya Reynand, terus liat kebun Teh kok adem banget, jadi pengen mampir sebentar, terus kok lihat lo disini, samperin deh." Farkan modus. Lemes banget mulutnya.


"oh, sama kak Reynand berarti? kok bisa kebetulan yaa,, tapi memang bagus banget sih pemandangan disini." Cheery mengalihkan pandangan ke sekitarnya.


"iya, lagi shalat dulu tuh di mushola. Lo sendirian disini?"


"sama temen-temen Cheery juga adik Cheery. Mereka lagi shalat juga."


"udah makan belum Cheer? cari makan yuk, laper nih gue." perjalanan 2 jam tadi membuat perut Farkan terasa lapar, karena memang sudah waktunya makan siang.


"tadi udah makan p"p mie kak disana bareng temen-temen, cocok banget sama suasana adem disini. Kakak mau aku anterin ke pondok itu? tadi aku makannya disana. Sambil nunggu kak Reynand selesai shalat."


"boleh lah buat ganjel dulu mie instannya. Memang paling cocok sih kalau cuaca dingin gini, yuk kesana." Farkan berjalan beriringan bersama Cheery menuju pondok yang di pakai Cheery dan teman-temannya makan tadi.


Setelah memesan mie instan dan segelas kopi, Farkan duduk di sebelah Cheery yang sedang menghadap ke arah kebun teh. Farkan memandang Cheery dari dekat, jantungnya berdebar berkali lipat lebih cepat. Wajah Cheery yang cantik dan teduh, tatapan matanya yang sendu, dan senyum yang selalu Cheery tebarkan membuat Farkan ingin segera memiliki Cheery.


Tetapi Farkan harus bersabar, karena saat ini dia sedang merintis karirnya, dia tidak mau Cheery kesusahan nantinya saat bersama dengan dirinya. Sebagai laki-laki sejati, pantang baginya untuk membuat perempuannya susah. Dia akan bekerja lebih keras untuk mengembangkan bisnisnya, dan juga karirnya. Karena Cheery pun juga berjuang untuk cita-citanya.


Cheery lah yang membukakan pikirannya tentang pentingnya berjuang meraih cita-cita dan tujuan hidup. Karena walaupun orang tuanya kaya raya, kalau dia tidak kerja keras akan sia-sia saja usaha yang di bangun orang tuanya itu. Dan mengenai hobinya yang menguras banyak uangnya itu, mulai dari dia bekerja perlahan sudah ia kurangi. Karena setelah dipikir-pikir itu semua bukan kebutuhan tetapi gaya hidup. Cheery benar-benar membukakan pikirannya. Walau hanya beberapa kali bertemu, tetapi obrolan dan percakapan lewat Chat Cheery banyak memberikan pencerahan untuk dirinya lebih maju.


"ehm...haloo kak Farkan?? kakak melamun?" Cheery melambaikan tangannya di depan wajah Farkan.


"eh,, iyaa kenapa? gak melamun, cuma sedang mengagumi cewek yang ada di depan gue, kok bisa cantik banget sih, sampe gue gak bisa mengalihkan pandangan gue." Farkan menggoda Cheery yang membuat pipinya bersemu merah. Cheery pun mengalihkan pandangannya karena tersipu malu.


"apaan sih kak, gombal mulu, itu tuh mienya udah di anterin, buruan di makan nanti keburu ngembang mienya gak enak." Tunjuk Cheery pada mie instan di depan Farkan.

__ADS_1


"cie merona nie pipinya. Jadi tambah gemes kan gue." farkan terus menggoda Cheery.


"udah buruan di makan mie nya. Kalo masih godain terus aku tinggal nih. Pasti yang lain nyariin aku." Cheery beranjak dari duduknya dan langsung di tahan oleh Farkan.


"iyaa iyaa ini gue makan mienya. Mereka paling juga tau kok, kalo lo disini, kan kelihatan tuh dari sini musholanya." tunjuk Farkan ke arah mushola.


"iyaa buruan di makan."


Farkan menikmati mie nya dengan lahap. Karena memang sudah lapar sekali, di tambah nikmatnya mie kuah instan ini yang jarang sekali ia makan. Setelah selesai makan Farkan meminum kopinya sambil melambaikan tangan ke arah Reynand yang sedang kebingungan mencarinya. Diikuti teman-teman Cheery yang ternyata berada di belakang Reynand.


"ah elah,, udah makan duluan lagi, gue kan juga laper tau," sapa Reynand langsung menyambar kopi Farkan.


"udah pesen sono, timbang Mie sama kopi doang." Sahut Farkan yang langsung di tinggal pergi reynand untuk memesan makanan.


"di cariin ternyata mojok disini, hayoo ngapain kalian??" goda Gita sambil menaik turunkan alisnya ke depan Cheery dan Farkan.


"iyaa deh yang gak mojok, tapi lagi deketan,, gue doain deh moga cepet jadian. Jangan lupa PJnya yaa.." Tambah Risya menggoda Cheery.


"apalagi ini jadian-jadian,,, gak ada, orang kita cuma temen, yaa gak kak, gausah ngadi-ngadi deh kalian." Cheery melirik Farkan untuk mendapatkan pembelaan.


"doain aja yaa dari temen jadi demen baru deh jadian,, aman PJ mah," Farkan melirik Cheery sambil tersenyum menggoda.


"ini lagi apaan kak,," Cheery mendelik pada Farkan.


"owh ini yang namanya kak Farkan yaa mbak?" tanya Chiko yang barusan masuk ke pondok itu.


"oh hai,, pasti lo adiknya Cheery ya? Kenalin Gue Farkan, calon kakak ipar lo, doain yaa" Farkan berdiri dan langsung mengulurkan tangannya ke depan Chiko dengan PDnya.

__ADS_1


"Chiko, adek bontotnya mbak Cheery, wah masnya ini yakin bisa menaklukkan hati mbak Cheery? hati mbak Cheery kan sekeras batu." Chiko melirik kakaknya itu takut-takut.


"yakin bisa mas?, kenalin aku Chandra adeknya mbak Chery juga yang dulu nganterin masnya pas mabok tengah malam." Chandra menatap tajam Farkan sambil mengulurkan tangannya ke depan Farkan.


"aduh,, jadi malu gue,, kesan pertama gue sama calon adek ipar jelek banget,, itu gue yang dulu sebelum kenal lebih jauh sama kakak lo. Dia yang buat gue sedikit demi sedikit berubah."Farkan melirik Cheery sambil tersenyum.


"bagus deh kalo mas udah berubah, tinggal bisa gak buat luluhin hati mbak Cheery, dan inget, aku sebagai adeknya, gak akan biarin kakakku tersakiti. Jadi mas dalam pengawasanku." Chandra menatap tajam Farkan sambil mengeluarkan senyum miringnya.


"wah calon adek yang posesif banget sama kakaknya nih. Gue suka dan seneng banget kalo punya adek yang jagain kakak perempuannya banget. Tenang aja, gue juga punya kakak cewek, jadi gue gak akan pernah nyakitin cewek." Jawab Farkan yakin.


"udah-udah...ini kita lanjut jalan lagi yuk nanti pulang jam 3 terus siap-siap buat barbequan ntar malem." lerai Risya.


"kalian mau pesta ntar malem?" tanya Reynand yang sedari tadi menyimak sambil memakan mienya.


"iyaa di villa Risya. Mau gabung gak kak.?" tawar Gita sambil tersenyum penuh harap dan langsung di setujui oleh Risya. Sementara Cheery mendelikan matanya menatap tajam Gita.


" wah boleh tuh. Mau banget gue..rezeki gak boleh di tolak kan?" jawab Reynand.


"boleh tuh, tenang aja, kita gak nginep kok, nanti kita pulang ke rumah omnya Reynand, deket kok dari sini." Farkan menjawab kegelisahan Cheery yang sedari tadi mendelikan matanya.


" oke kalau gitu. Ayo jalan lagi."


Setelah puas berjalan-jalan, mereka pulang berjalan kaki, dan diikuti Reynand yang membawa mobilnya di belakang. Setelah membersihkan diri dan Shalat Ashar berjamaah, mereka mempersiapkan acara barbeque nanti malam.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, setelah melaksanakan Shalat isya, mereka memulai membakar daging dan menyiapkan aneka cemilan dan minuman. Para cowok membakar dagingnya, dan cewek-cewek menyiapkan saosnya.


Sambil membakar daging, mereka bersenda gurau. Setelah beberapa daging matang, Farkan meletakan di piring yang telah di sediakan. Farkan memberikan daging yang sudah di bakar itu kepada Cheery. Cheery pun mengajak mereka untuk makan bersama, membakarnya bisa di lanjut nanti lagi.

__ADS_1


Di tengah makan malam itu, Gita mempunyai usulan untuk membuat permainan. Dan di setujui oleh yang lain, tapi tidak oleh Cheery. Tetapi karena Cheery tidak ada pendukungnya, mau tidak mau Cheery pun harus mengikuti permainan tersebut.


__ADS_2