MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Sedikit pengertian


__ADS_3

Farkan yang sedang duduk bersama ayah Cheery sedikit gugup. Karena baru pertama kalinya dia duduk berhadapan dengan ayah gadis yang di cintainya. Ayah Cheery memang ramah, tetapi dari tatapannya jelas kalau dia sangat protektif terhadap anak gadisnya itu.


"sudah lama kamu mengenal Cheery nak Farkan?" tanya ayah sambil menatap tajam ke arah Farkan.


"ehm.. dari awal Ospek om, itu pertemuan awalnya, cuma belum kenal, baru lihat aja, kenalnya pas udah sering ketemu gak sengaja om." jawab Farkan sambil sesekali menunduk dan menatap Ayah Cheery.


"oh, yang waktu kamu di antar pulang malam-malam itu sama Cheery dan Chandra yaa."


"iyaa om."


"oh,, terus kok bisa semakin dekat kalian sering janjian apa gimana?" selidik Ayah.


"ada yang gak sengaja ketemu ada yang janjian om."


"kamu suka sama anak Om?"


"iyaa om, saya tertarik dan mulai menyukai Cheery anak om ." jawab Farkan mantap.


"apa Cheery juga membalas rasa suka kamu?" tanya Ayah lebih menyelidik.


"sepertinya masih ragu-ragu om. Jadi saya sedang berusaha meyakinkan Cheery om, kalau saya benar-benar menyukainya."


"apa kamu tau cita-cita dan keinginan Cheery yang selama ini dia perjuangkan?"

__ADS_1


"tentu om, tetapi saya akan berusaha meyakinkan Cheery kalau dengan dekat dengan saya, itu tidak akan menghalangi atau menghambat Cheery dalam meraih cita-citanya om. Malahan saga akan selalu dukung apapun keinginan Cheery yang berhubungan dengan usahanya nanti." Farkan menatap Ayah Cheery yakin.


"oke, saya akan lihat usaha kamu, tapi saya juga ingin bertanya sama kamu. Saya ini juga pegawai di kantor Papa kamu, saya ada di kantor cabang, dan yang saya takutkan, kalau ada omongan yang bilang gara-gara kamu dekat dengan Cheery, nantinya akan membuat saya di istimewakan di perusahaan. Jadi saya minta, kamu bicarakan baik-baik dengan papa kamu sebelum kamu melanjutkan proses pendekatan dengan Cheery. Saya melihatmu hari ini sebagai laki-laki biasa yang sedang mencoba mendekati anak saya. Bukan sebagai anak bos saya yang sedang bernegosiasi meminta apa yang sedang dia inginkan. Karena saya ini sebagai ayah yang sedang memilah mana yang terbaik buat anak saya. Kamu paham kan maksud saya." jelas Ayah panjang lebar.


"maaf sebelumnya om, malahan saya tidak tahu kalau om juga bekerja di perusahaan Papa saya. Dan om juga harus tahu, kalau saya juga sebagai pekerjanya yang memulai semuanya dari nol. Papa saya tidak langsung memberikan jabatan kepada saya, karena beliau ingin saya berusaha dengan kemampuan saya. Om tidak perlu khawatir, papa saya juga bertindak profesional. Dan om bisa melihat niat dan usaha saya mendekati Cheery ini murni karena saya benar-benar menyukai putri om." Tegas Farkan.


"saya suka cara papa kamu mendidik kamu, semoga kamu bisa meyakinkan Cheery dan menunjukan kalau kamu tulus. Saya suka dengan keberanian kamu. Ya sudah ayo ke Shalat dzuhur dulu, mushola dekat dari rumah ini. Setelah itu kita makan siang bersama." ajak Ayah sambil menepuk pundak Farkan.


"iya om, mari." Farkan akhirnya bisa mengheka nafas lega, karena bertemu dengan Ayah Cheery tidak semenakutkan yang di bayangkannya. Ternyata memang benar pepatah, tak kenal maka tak sayang.


Tak lama Chandra dan Chiko juga turun ikut ke Mushola bersama ayah dan Farkan. Cheery yang juga turun langsung membantu bundanya menyiapkan makan siang untuk mereka. Bunda sesekali menggoda Cheery.


"jadi kamu sudah yakin mau merima Farkan jadi pacar kamu?" Bunda melirik Cheery sambil tangannya mencuci wortel.


"tapi gak ada salahnya di coba nak, dilihat dari niat dan keberanian Farkan ikut mengantar dan mengobrol sama ayah tadi, bunda yakin kalau Farkan anak baik, dan benar-benar suka dan sayang sama kamu." tambah bunda.


"hmm...iyaa sih bun, cheery juga bisa lihat dari keseriusan dia, tapi tetep aja Cheery masih ragu. Nanti lah Cheery pikir-pikir lagi, sambil lihat hati Cheery nanti gimana." Cheery melanjutkan memotong-motong tempe yang rencananya akan di buat tempe krispi.


"iyaa,, mantapin hati kamu dulu, bunda udah setuju, dan kayaknya Ayah dan adek-adek kamu juga setuju." Bunda mengerling jahil.


"hmmm..iyain aja deh, ayo kita masak, nanti keburu pulang dari Mushola belum siap lagi." Cheery melanjutkan acara masak memasak bersama Bunda.


Setelah matang dan mereka yang dari mushola sudah pulang, mereka langsung menyantap makan siang mereka dengan lahap. Sambil sesekali menggoda Farkan dan Cheery, juga perbincangan ayah dan Farkan mengenai bisnis yang sedang di geluti oleh Farkan. Mereka tampak seperti keluarga yang baru kedatangan keluarga baru. Dan Farkan cukup pintar berbaur dengan keluarga Cheery. Cheery yang melihat keakraban Farkan dan keluarganya perlahan tersenyum tipis, senang Farkan bisa diterima dan bisa menerima keluarganya.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah sore, Farkan berniat untuk pamit pulang, karena sudah 4 jam Frakan berada di rumah Cheery, mulai dari shalat berjamaah, makan siang bahkan membantu bunda memanen tomat, dan membantu ayah memberi makan kucing dan burungnya. Tampak ramah sekali keluarga Cheery ini, ia jadi merasa betah dan di terima di keluarga ini. Tak sabar ia akan menceritakan semua yang di alaminya hari ini kepada sang Mama. Pasti mamanya akan terkejut.


"saya pamit pulang dulu om, tante, Cheery, dan adik-adikku yang manis."pamit Farkan sambil mencium tangan orang tua Cheery


"iyaa hati-hati dijalan, lain kali main lagi kemari. Masih ada acara menguras kolam ikan yang belum." jawab Ayah.


"apaan sih yah, tamu kok di suruh beternak sama berkebun." omel Cheery sambil melirik Ayah dan Bundanya.


"yaa gak apa-apa dong mbak, malahan buat kita semakin akrab, Farkan juga gak keberatan. Iya kan nak Farkan." bunda menatap Farkan lembut.


"iyaa tante, saya malah senang bisa di terima di keluarga ini seperti anak sendiri. Kalau butuh bantuan bisa panggil saya saja tan, om." Farkan tersenyum ramah.


"beres nak Farkan." ucap Bunda dan Ayah bersamaan.


"kapan-kapan main PS bareng ya kak, tadi kakak sibuk di rebutin bunda dan Ayah, kita gak kebagian main bareng deh." keluh Chiko.


"siap pokoknya." Farkan melirik Cherry " pulang dulu yaa Cheer, terima kasih sudah mengenalkanku sama keluarga kamu yang ramah sekali sama aku. Lain kali aku main sini lagi boleh yaa." tanya farkan sambil tersenyum manis.


"boleh kak, main aja. Dan maaf kalau keluarga aku bikin kakak kerepotan. Hati-hati dijalan." Cheery membalas senyum manis Farkan.


"assalamualaikum." Farkan melajukan mobilnya keluar dari depan rumah Cheery.


"waalaikumsalam." jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


Setelah Farkan pulang, Cheery langsung jadi bahan godaan adik-adik dan keluarganya. Tak henti-hentinya mereka menggoda Cheery untuk menerima Farkan saja, karena Farkan begitu baik dan bisa berbaur dengan keluarganya. Tetapi Cheery tetap Cheery, yang akan memikirkan apapun keputusannya ribuan kali. Karena masa depannya bergantung apa yang dilakukan hari ini. Begitulah pemikiran Cheery.


__ADS_2