
Sudah sekitar 30 menit ojol yang dipesannya tak kunjung datang, Cheery tampak khawatir, karena hari sudah mulai petang.
Kring... ponsel Cheery berbunyi.
"hallo.."
"maaf mbak, saya tidak bisa jemput, ban motor saya tiba-tiba mogok, saya cancel saja yaa."
"yasudah pak, tidak apa-apa."
"huft...sudah mau magrib ini, naik apa aku pulangnya?? Mana Chandra katanya pulang malam lagi. Angkot masih ada gak yaa??"
Disaat Cheery sedang kebingungan ingin mencari angkutan umum, tiba-tiba Farkan menghampiri.
"kok lo belum pulang? nunggu siapa?" Farkan menatap Cheery.
"eh kak Farkan, iyaa tadi ojol pesanan aku tiba-tiba cancel gara-gara ban motornya bocor, ini aku mau cari angkutan umum aja." jawab Cheery sambil menatap Farkan.
"ehmm...emang jam-jam segini angkutan umum gak penuh? Udah lo bareng gue aja, nanti gue pinjemin helm di pos satpam." Farkan berjalan menuju pos satpam.
"eh gak usah kak, aku bisa pulang sendiri, nanti bisa naik ojol yang lain."sambil mengejar Farkan.
"nih Helmnya udah ada," sambil menyerahkan helm ke Cheery. "lo tunggu sini bentar, gue ambil motor." berjalan meninggalkan Cheery.
Brumm...
"udah ayo naik, daripada lo nyari angkutan umum, jalan ke haltenya masih jauh, belum lagi bentar lagi malam, kalo ojol jam-jam segini juga penuh, bebarengan sama orang-orang pulang kantor soalnya." berhenti di depan Cheery.
"iyaa kak, maaf ngerepotin." Cheery langsung memakai helm dan membonceng motor Farkan. "untung motor matic dan aku pakai celana jeans," gumam Cheery dalam hati.
Motor pun berjalan sedang, karena berada di jam-jam pulang kerja jalanan pun macet. Fan Farkan mencoba membuka percakapan diantara mereka.
" rumah lo di daerah mana?"
"di komplek Pandawa kak, kak Farkan sekarang kerja di SR corporation?"
"iyaa udah mau jalan 5 bulan ini, sebenarnya hari ini masih tugas lapangan, cuma kebetulan tadi ngasih laporan ke kantor sekalian ikut syukuran." jelas Farkan sambil melihat ke spion motornya.
"oh, kok tugas lapangan? emangnya Kak Farkan ada di bagian apa? bukannya Kakak anak nya yamg punya perusahaan? kok kerja lapangan?"
"aneh yaa?? itu gara-gara Papa minta supaya gue mulai dari nol, orang kantor juga gak ada yang tau kalo gue anaknya pemilik kantor."
"kok gitu?? eh maaf banyak nanya, Kak boleh mampir ke masjid dulu gak? udah adzan soalnya." izin Cheery ketika Adzan mulai dikumandangkan.
__ADS_1
"oke." Farkan menghentikan motornya di depan Masjid terdekat.
Mereka shalat Magrib di masjid itu. Farkan yang sudah selesai Shalat duluan menunggu Cheery di tangga depan Masjid sambil memainkan ponselnya. Tak lama Cheery datang dan duduk di sebelahnya.
"udah selesai kak?"
"owh iyaa, bentar gue kirim email dulu." sambil mengotak atik ponselnya.
"mau langsung pulang apa mampir kemana dulu? bentar ya sambil nunggu balasan, biasa laporan penjualan."
"iyaa kak, gak papa, langsung pulang aja habis ini."
"lo ngambil jurusan apa?"
"Fashion designer kak, kalo kakak?"
" owh, kenapa milih itu? baru aja wisuda 2 bulan yang lalu, jurusan management bisnis."
"iyaa suka aja bikin baju-baju gitu, hehehe...selamat yaa kak, ternyata kakak orangnya asik juga buat di ajak ngobrol.
"emang lo kira gue orangnya kayak gimana??"
"gak gimana-gimana sih kak, hehehehe....udah ayo kak pulang, keburu gelap." ajak Cheery sambil berdiri.
"terimakasih kak, udah nganterin, maaf ngrepotin kakak, mau mampir dulu kak?"
"sama-sama, gak ngrepotin kalo lo mau traktir gue minum kopi kapan-kapan. Gue langsung aja, udah malam juga." tiba-tiba menyodorkan ponselnya di depan Cheery. " tulis no ponsel lo, besok gue mau minta traktiran kopi dari lo.
"ah iya kak kapan-kapan aku traktir minum kopi."sambil mengetikan nomor ponsel, dan menyerahkannya ke Farkan lagi.
"oke gue save yaa...gue pulang dulu. Assalamualaikum..."pamit Farkan.
"makasih kak sekali lagi, hati-hati,,, waalaikumsalam."
Setelah motor Farkan tidak terlihat lagi, baru Cheery memasuki rumahnya dan langsung di sambut oleh adik bungsunya, Chiko yang sedari tadi mengintip kakaknya yang sedang di antar oleh cowok. Itu merupakan hal yang langka sekali.
"assalamualaikum"
"cie yang dianterin pacarnya pulang..." goda chiko.
"apa sih dek, kalo ada yang ngucap salam tu di jawab bukan malah diledekin." omel Cheery.
"waalaikumsalam, maaf lupa, soalnya kepo sih sama siapa yang nganter mbak Cheery. Kayaknya ganteng deh kalo dilihat-lihat, mana itu motor mahal lagi yang di pakai, pinter mbak cari pacar yang potensial juga enak di ajak jalan." Chiko terus menggoda Cheery.
__ADS_1
"apa sih dek, sejak kapan mbak pacar-pacaran. Orang itu tadi kakak di tebengin pulang habis nganter pesanan kue bunda." jelas Cheery " sudah gak usah ngeledekin lagi, mbak mau mandi, gerah soalnya.
Cheery berlalu dan naik menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri ponsel Cheery berbunyi tanda pesan masuk.
klunting...
Farkan:
assalamualaikum Cheery, gue Farkan, save nomer gue ya.
*C**heery*:
Waalaikumsalam, oke kak, udah Cheery simpan. Kakak udah sampai rumah?
Farkan:
Udah, baru aja masuk rumah. Cie udah mulai perhatian.
Cheery:
siapa yang perhatian sih kak, orang cuma nanya doang, kan gak enak akutuh kalo kakak kenapa-kenapa di jalan kan tadi habis nganterin aku pulang.
Farkan:
perhatian juga gapapa kali, kan jadi seneng gue di perhatiin.
Cheery:
ternyata kakak orangnya narsis juga yaa..
Farkan:
lo ternyata orangnya juga enak di ajak ngobrol. Jangan lupa traktirannya lho.
Cheery:
oke kak, aku tunggu kalo besok ada waktu luang. Udah dulu ya kak, di panggil bunda nih. Sekali lagi makasih ya kak.
Farkan:
oke. Besok gue kabari lagi. See u Cheery..
Cheery menatap ponselnya aneh. Dia bisa chat dengan cowok unfaedah kayak kak Farkan, dan lebih parahnya lagi, dia dianterin pula, mana janjian mau traktir minum kopi. Entah apa yang terjadi hari ini.
__ADS_1
Tak jauh berbeda dengan Cheery, seseorang di sana yang sedang rebahan di ranjangnya tersenyum lebar sambil menatap ponselnya. Farkan menatap tak percaya dia bisa menganter pulang Cheery dan bisa Chat dengan Cheery. Dia merasa bagai anak SMA yang baru merasakan jatuh cinta. "gue harus bisa dapetin Cheery" itulah kata-kata dalam hati Farkan. Dia merasakan Cheery itu berbeda dengan cewek lain. Dan dia akan mewujudkan itu.