
Pagi ini, di kediaman keluarga Ananta mulai heboh dengan teriakan sang Bunda. Bunda Rika membangunkan ketiga anak mereka untuk shalat subuh berjamaah.
"Mbak, ayo bangun shalat subuh dulu," sambil mengetuk pintu kamar Cheery. "iyaa bun" sahut Cheery dari dalam kamar.
"Mas, ayo bangun shalat subuh dulu," sambil membuka pintu kamar anak keduanya, karena Chandra paling susah di bangunkan. "5 menit lagi bun, masih ngantuk nie," sambil menarik selimutnya kembali, tetapi langsing di tarik dan dilipat oleh bunda. "buruan, sebelum itu gitar bunda patahkan." ancam bunda berjalan menuju gitar kesayangan Chandra. "jangan bun, iya ini sudah bangun, bunda ini hobinya ancam patahkan gitar terus." sambil berjalan ke kamar mandi chandra terus menggerutu.
Berbeda dengan Chiko yang sudah bangun terlebih dahulu, dia sudah berada di belakang shaf sang ayah. Cheery, Chandra juga bunda menyusul kemudian. Shalat pun dimulai dengan khusyuk.
Bunda mulai menyiapkan sarapan, Cheery mencuci pakaian, sedangkan Ayah memberi makan dan membersihkan kandang Jabrik si burung murai , Chocho si kucing himalaya dan juga ikan-ikan Nila kesayangannya. Sementara Chandra menyapu dan mengepel lantai, dan Chiko mencuci mobil Ayah.
Benar-benar keluarga yang kompak, padahal selalu ada kegaduhan dalam mereka mengerjakan pekerjaan rumah itu, contohnya Chiko yang mulai protes, kenapa mobil ayahnya itu tidak di bawa ke pencucian mobil? bukannya malah lebih bersih dan wangi, tetapi kata Ayah " selagi kita sehat dan mampu kenapa harus di mengeluarkan uang, lagi pula membuat tubuh kita jadi banyak bergerak dan sehat" bijak sekali bukan??
Chandra juga menyapu sambil menggerutu,"ini kenapa gak sewa asisten rumah tangga aja sih? ayahnya juga masih mampu untuk membayarnya, tetapi lagi-lagi alasan ayah sama seperti yang di katakan sedari awal. Chandra hanya menghembuskan nafasnya lelah, tapi dia juga senang, di antara teman-temannya yang hanya di berikan fasilitas lengkap, tapi mereka kekurangan kasih sayang, dia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari keluarganya.
Hanya Cheery yang tidak mengeluh, karena dia sudah paham tentang apa yang di ajarkan oleh orang tuanya, dia juga anak pertama yang harus menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya.
"sudah gak usah ngeluh, bersyukurlah kalian masih di beri perhatian sama orang tua, kalau di biarin mau jadi apa kalian?" omel Cheery pada kedua adiknya.
"iyaa mbak bawel, kita mengerti sekali." cibir Chandra dan Chiko.
"ya sudah cepat selesaikan pekerjaan kalian terus mandi kita sarapan bersama."tambah bunda bijak.
Satu jam berlalu, semua pekerjaan rumah telah selesai, saat ini mereka berada di meja makan untuk sarapan bersama. Mereka makan sambil sesekali bercerita kegiatan seminggu ini.
" gimana kuliah kamu mbak?" tanya Ayah
"alhamduliah yah lancar,yaa biasa tugas dan tugas tiap hari, tapi Cheery bisa yah." jelas Cheery.
"alhamdulilah kalau mbak bisa jalaninnya, kalau sekolah kalian gimana boys?" lirik ayah pada kedua putranya.
" Di sekolah Chandra bakal ada pensi yah, dan seperti biasa Chandra bakalan perform dong, secara anak ayah ini kan ganteng pinter main gitar lagi." tertawa jumawa sambil menaik turunkan alisnya.
"jelas anak siapa dulu dong? ganteng kamu kan nurunin ayah." sombong ayah sambil menyilangkan tangan di depan dada.
"iyain aja deh biar cepet," Chandra melanjutkan makannya.
" kalau di sekolah adek bakalan ada ekstra karate yah, adek mau ikutan. Boleh kan yah?" tanya Chiko penuh harap.
__ADS_1
"boleh dong sayang, yang penting hati-hati dan ikuti instruksi dari pelatih biar gak cedera yaa. Anak ayah harus jadi anak pemberani, biar bisa jagaain Bunda sama mbak. Tapi pergunakan ilmu untuk kebaikan, bukan untuk ajang pamer. Mengerti sayang?" nasihat Ayah.
"mengerti ayah , terima kasih atas izinnya." Chiko mendekati ayah sambil memeluknya.
Setelah selesai sarapan dan mencuci piring, mereka melanjutkan kegiatan hari ini dengan memanen cabe, tomat dan terong bunda. Kalau kata bunda sih, "kalau bisa dikerjain rame-rame kenapa harus kerjain sendiri?"
"lumayan nie cabe bisa di jual lagi di warung bu Surti depan komplek." kata Chiko sambil mencabuti cabe-cabe yang sudah memenuhi ember kecil.
"iyaa itu lumayan kalau sekilo lebih dapat 50ribu itu, belom lagi ni tomat udah gak muat di ember, 3 kilo lebih ini bun, 50ribu lagi bun."Chandra menambahkan.
"Di tambah terongnya ini 4 kiloan ada bun, mantap besar- besar ini, 50ribu juga ini."ayah melihat ember ditangannya mulai penuh berisi terong.
"kalau di jadikan sambel terong terus di jual online bisa jadi 50cup, satu cupnya 10ribu. Untung banyak bun. "jiwa dagang Cheery mulai bekerja.
"wah gak ada yang bisa mengalahkan otak dagang mbak Cheery. "sahut para laki-laki sambil mengacungkan jempol mereka.
"kalian ini, ini tu mau bunda bagiin ke tetangga, terus juga sisanya bisa di simpan di kulkas buat stok sayuran kita. Akan lebih berkah kalau kita berbagi sama tetangga." bunda bijak.
"oke deh bunda kalau dalam mode Mamah dedeh" sahut mereka kompak.
"oww iya yah, bun, nanti sore Cheery mau izin mau nonton bareng temen-temen Cheery yaa. Selama kuliah belum pernah main bareng mereka. Sebenernya Cheery lebih suka kalau di toko bunda buat kue, tapi Cheery gak enak nolak terus ajakan mereka." izin Cheery.
"siap ayah, terimakasih izinnya." Cheery pun memeluk ayah.
Tak terasa matahari sudah mulai terik, panen memanen dan bersih-bersih rumah sudah beres semua, cucian juga sudah kering, tinggal besok hari minggu di setrika. Mereka mulai mengistirahatkan badan setelah shalat dzuhur dan makan siang.
Cheery pun sedang rebahan di kasur sambil memainkan ponselnya. Risya mengabarkan kalau dia nanti akan menjemputnya, mereka akan berangkat bersama-sama saja.
Ciwi-ciwi masa kini
Risya:
sis, ntar sore gue jemput aja yaa, males gue kalau harus nunggu di loby Mall sendirian, kayak anak ayan kehilangan induknya.
Gita:
oke siap sis, gue tunggu di rumah.
__ADS_1
Cheery:
apa gak kejauhan kalo mau jemput aku dulu, kan beda arah kita? kasihan kalian kalau harus bolak-balik anterin aku.
Risya:
tenang aja sis, gue udah biasa jadi sopir grab mama gue, nganterin muterin kota cuma buat nyari harga cabe yang paling murah. Gila gak tuh? padahal tuh cabe cuma selisih harga 2ribu perak aja, mama rela bayar parkir 5ribu. Gak jadi murah malah jadinya lebih mahal dong.
Gita:
udahlah, namanya juga ibu negara, yang penting senang aja dijamin uang saku kita aman. wkwkwkš¤£
Cheery:
yaa begitulah kalo emak-emak, eh tapi ngomong-ngomong soal cabe, aku barusan panen cabe tadi pagi di belakang rumah. Kalo kalian mau, nanti aku bawain, kalo cuma buat masak sehari-hari sih cukup lah. Ada tomat sama terong juga kalau mau.
Gita:
lo nyambi buka ladang pertanian Cheer?? banyak amat yang di tanem.
Risya:
wah gue penasaran sama keluarga lo, kompak banget kayaknya soal tanem menanem, ntarlah gue berangkat awalan aja, mau kenalan sama ortu lo, boleh kan?
Cheery:
boleh lah, main sini aja, dijamin rame, kompak banget sampe berantem mulu tiap hari. Ada aja yang di ributin.
Gita:
Seru tuh kayak ya, keluarga gue ma cuma gue sama kakak perempuan gue yang udah kerja, jadi yaa jarang banget ketemu, soalnya dia tinggal di apartemen.
Risya:
apalagi gue yang anak tunggal. Sepi banget, ortu kerja mulu, cuma kadang mama sih yang sering di rumah kalo gak arisan.
Cheery :
__ADS_1
oke aku tunggu si rumah yaa, capek banget ini habis berkebun, mau merem bentar deh, c..u...