
Mereka berboncengan dengan motor Cheery ke warung bakso depan komplek perumahan Cheery. Setelah memesan dua porsi bakso dan dua es teh Cheery duduk di depan Hendra. Di Sekeliling mereka penuh sekali pembeli, padahal ini belum waktunya pulang kantor.
Tak lama pesanan mereka telah siap di meja. Bakso panas yang tampak menggugah selera siapa saja dari aroma kuahnya saja. Dan Hendra tak mau menunggu lama langsung mencicipi kuahnya. Di ikuti Cheery sambil terkekeh melihat tingkah Hendra.
"slurrpp....wah kuahnya gurih banget ini Cheer, kaldunya berasa banget." Puji Hendra sambil mengacungkan jari jempolnya.
"hehehe...memang ini salah satu langganan bakso Cheery kak. Ini warung bakso udah buka dari Cheery TK kak." Cheery terkekeh dan ikut mencicipi kuah baksonya.
"tambah saos dan sambel tambah nampol ini Cheer,, aku yakin ini bakalan jadi tempat favorit aku juga kalo nganter paket kamu." Hendra mulai memakan baksonya setelah di tambah saos dan sambal.
"wah seneng akutuh kalo kakak suka sama makanan yang aku rekomendasiin. Yasudah mari makan kak, keburu dingin gak enak." Cheery mulai memakan baksonya.
Mereka makan dengan lahap, Hendra sering mengusap keringat di dahinya karena kepedesan. Cheery yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, karena tadi Cheery pun juga sama kepedesan tapi masih level sedang. Entahlah kalau kak Hendra ini, tadi menambah sambel hingga lima sendok. Sudah pasti membuat lidahnya kebakar.
Tampak dua orang memasuki warung bakso tersebut. Salah satu di antaranya melihat ke sekeliling warung dan pandangannya berhenti ke dua orang yang sedang asik makan bakso sambil bercanda. Hal itu membuatnya mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya. Dia pun menghampiri keduanya disusul temannya karena dilihat dari tampangnya yang aneh memandang ke satu titik.
Menyadari ada yang ikut duduk di sampingnya, Cheery mendongakkan kepalanya. Dan betapa kagetnya Cheery, sosok laki-laki yang sudah lama tak di temuinya ini sudah duduk di sebelahnya. Melihat arah pandangan Cheery, Hendra penasaran dan ikut mendongakkan kepalanya. Dia mengernyitkan dahinya, karena merasa tidak kenal dengan sosok di sebelah Cheery. Tak lama duduk pula temannya itu di sebelahnya.
"hai kak, kok bisa ada di sini?" tanya Cheery kaget.
"kenapa memangnya? gak boleh makan disini?" jawab Farkan ketus.
"eh, yaa gak apa-apa sih kak, cuma aneh aja kakak bisa makan disini, kan kantor sama rumah kakak beda arah sama warung ini." Cheery melanjutkan.
"lagi pengen aja, tadi rencananya setelah makan disini mau mampir rumah kamu dulu sekalian bungkusin bakso ini." jelas Farkan.
"emang kakak gak kerja? ini kan bukan jam kerja. Kok gak bilang dulu kalau mau kerumah?" tanya Cheery.
__ADS_1
" rencananya cuma mampir bentar, terus lanjut ke kantor lagi. Kebetulan ada klien yang harus di temui tadi." jelas Farkan sambil terus menatap sosok di depan Cheery. Sadar akan arah pandangan Farkan, Cheery pun mengenalkan siapa yang ada di depannya itu.
" owh iya kak, kenalin ini kak Kahendra, teman Cheery juga orang yang bantuin Cherry nganter baju-baju yang sudah jadi ke sini. Dan Kak Hendra, ini Kak Farkan, kakak tingkat Cheery di kampus dulu." jelas Cheery.
"gue Farkan" Farkan mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh Hendra. Tetapi pandangannya serasa menusuk mata Hendra.
"Hendra" menjabat tangan Farkan dan membalas tatapan tajam Farkan.
Melihat ada aura yang tidak bagus di sekitarnya, Gio segera mengulurkan tangannya kepada Cheery.
"gue Gio, teman kantornya Farkan." Ucap Gio sambil tersenyum manis.
"Cheery kak, temennya Kak Farkan." Cheery menjabat tangan Gio.
Farkan yang melihat Gio memegang tangan Cheery langsung menepis tangan tersebut.
"iyee..iyee..."ucap Gio.
"kakak udah pesan belum?" tanya Cheery.
"udah gue pesenin tadi. Kamu duduk aja Cheer." ketika melihat Cheery yang akan berdiri memesankan bakso.
Tak lama pesanan Farkan dan Gio pun datang. Mereka langsung memakan bakso tersebut. Cheery dan Hendra pun melanjutkan makannya yang tertunda. Di dalam pikiran Hendra, dilihat dari sikap Farkan dan Cheery tadi, sepertinya mereka punya hubungan yang cukup dekat. Dan itu membuat perasaan di hatinya gelisah.
Tak jauh beda dengan Farkan, Cheery yang jarang akrab dengan teman cowok. Kenapa bisa akrab dengan Hendra yang cuma pengantar paket baju-bajunya. Pasti mereka sering bertemu dan menimbulkan rasa suka. Membayangkan itu saja sudah membuat dada Farkan akan meledak. Ini tidak bisa di biarkan, dia harus segera bertindak untuk membuat Cheery jadi miliknya.
Setelah empat porsi bakso dan empat es teh habis di makan mereka. Mereka pun bergegas untuk pulang. Tetapi saat di parkiran, Farkan yang melihat Hendra menaiki motor Cheery, dan otomatis Cheery akan naik itu juga, dia memberanikan diri untuk mengajak Cheery menaiki mobil yang dia bawa. Kebetulan hari ini dia memakai mobil kantor untuk menemui klien tadi.
__ADS_1
"ayo aku antar Cheery, kebetulan aku bawa mobil, jadi kamu bisa sekalian aku antar." tawar Farkan.
"gak usah kak, dekat ini cuma dua puluh rumah dari gerbang komplek kan rumah Cheery." tolak Cheery.
"iya, gak usah Farkan, Cheery bareng gue aja, tadi juga bareng gue." Hendra menambahkan.
Karena apa yang dikatakan Cheery dan Farkan memang benar, jadi Farkan mau tidak mau mengalah. Dan membiarkan Cheery di bonceng Hendra.
" yasudah hati-hati Cheer, nanti aku telpon. Ini buat Chandra sama Chiko." ucap Farkan pasrah.
"iya sudah kak, aku duluan yaa. Makasih kak. Kakak hati-hati nyetirnya." balas Cheery.
Motor yang di kendarai Hendra itu sudah menghilang masuk kedalam komplek perumahan. Baru Farkan beranjak dari tempatnya berdiri menuju mobil kantor diikuti Gio di belakangnya. Mobil sudah melaju membelah jalanan yang ramai itu.
"kayaknya itu gebetan yang sering lo ceritain itu ya?" tanya Gio.
"iyaa, kenapa? naksir lo?" jawab Farkan sambil melirik sinis temannya itu.
"cantik banget sih, lembut juga, siapa yang gak tertarik. Tapi gue tahu diri, gak akan suka sam gebetan temen gue. Santai aja kali. Lo kelihatannya cemburu banget yaa liat Cheery jalan berdua sama Hendra itu." tanya Gio lagi.
"bagus lo sadar diri, gimana yang gak cemburu kalo gebetan lo jalan sama cowok lain. Walaupun itu cuma pekerjanya dia. Harusnya dia jaga jarak dong sama karyawannya itu." jelas Farkan.
"ya gak bisa gitu dong bro, kan elo belum jadi pacarnya, jadi belum bisa lo posesifin tu si Cheery. Cuma lo harus gercep deh kayaknya. Kalau dilihat-lihat dari gestur tubuhnya sama tatapan matanya liatin si Cheery, gue yakin doi jua naruh hati ke Cheery." kompor Gio.
" iya kayaknya gue harus gercep ini. Tapi gue percaya sih, kalo dia gak bisa buat Cheery nerima dia. Cheery itu cewek berprinsip, jadi butuh usaha lebih untuk dia bisa buka hatinya." Sombong Farkan.
"tapi mungkin yaa, kalau sering ketemu bosa jadi tumbuh bunga cinta lho Far, hati-hati aja."
__ADS_1
"kita lihat aja nanti. Siapa yang bisa dapetin Cheery." Farkan menambah laju kendaraannya.