MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Ketemu Mantan Kakak Kelas


__ADS_3

Setelah makan siang bersama kakek dan neneknya, Cheery memutuskan untuk istirahat sebentar, baru nanti sore dia akan berjalan-jalan sebentar dan menemui Via yang akan menjadi penjahitnya nanti. Bunyi ponsel Cheery membangunkan Cheery yang sedang tidur siang.


"assalamualaikum, bunda,,"


"waalaikumsalam,...Cheery sampai jam berapa tadi, kok bunda gak di kabarin?"omel bunda.


"maaf bunda tadi Cheery lupa keasikan cerita sama kakek dan nenek. Tadi sampai jam setengah 11an bun terus ketempat mbak Heni sebentar makan siang trus ini baru istirahat.," jawab Cheery setengah ngantuk.


"oww yasudah , Cheery istirahat aja, besok bunda kayaknya gak jadi kesana, Ayah ada meeting mendadak di kantor besok, ada audit dadakan katanya." Jawab bunda sedih.


"yasudah gapapa bun, Cheery bisa sendiri. Kalo adek-adek pada mau kesini, biar Cheery jemput di terminal, nanti naik bus aja masih cukup waktunya bun." Usul Cheery yang tidak tega saat adiknya itu juga ingin ketempat Sang Kakek.


"rencananya sih begitu, tapi katanya temennya Chiko ada ngadain pesta ulang tahun, jadinya gak ikutan ke tempat nenek."


"yasudah, kalau begitu, padahal nenek sama kakek sudah kangen banget bun, apa Cheery ajak aja yaa besok ke rumah kita bun?" usul Cheery.


"boleh itu Mbak, nanti pas pulangnya biar Ayah sama bunda anterin. Biar ayah cuti, udah lama ayah gak ngambil cuti."


"coba nanti Cheery bujuk Nenek sama kakek bun, yasudah Cheery istirahat bentar lagi yaa bun, masih ngantuk banget ini bun."


"ya sudah istirahat dulu sana. Assalamualaikum" pamit bunda.


"waalaikumsalam."


Ternyata setelah mengobrol dengan bundanya, ngantuk Cheery jadi hilang, dia membuka ponselnya dan terdapat beberapa notifikasi dari teman-temannya. Mereka menanyakan rencana liburan ke jogja.


***Grup ciwi-ciwi


Risya***:


halooo...sepi amat ini grup??


Gita:


bakar aja bakar biar ramee...


Risya:


mana nih si Cheery?? kok belom nongol??


Gita:


palingan juga sibuk jahit menjahit..jual menjual...dia kan lagi sibuk dagang, gak kayak kita yang pengangguran.hahahha...


Risya:


lo aja kali yang pengangguran, gue lagi sibuk beternak ikan ****** nih, tapi aneh gak bertelur-bertelur,, apa keliru gue beli jantan sama jantan dan betina sma betina yaa? makanya gak membuahkan hasil, yang ada brantem mulu mati deh.

__ADS_1


Gita:


auk ah Ris, ngomong sama lo bikin gue gedek aja..Cheery mana sih?? liburan jogja gimana?? jadi gak nih?? mana gue udah bilang papi gue mau pake penginapan keluarga. Yaa kali gak jadi.


Risya:


kemarin sih dia bilang mau ke tempat neneknya, ada bisnis gitu, kok gak ngajak gue yang gabut ini yaa?? kan seru tuh ke tempat neneknya yang katanya di pegunungan itu.


Gita:


wah, bener-bener si Cheery, ke luar kota gak ngajak-ngajak,, perlu di uwel-uwel itu anak, apa gak tau dia kita ini makhluk yang hobi rebahan pengen juga punya kesibukan apalagi jalan ke luar kota gitu.


Cheery:


sorry gaess aku gak ngajak-ngajak soalnya aku bukan liburan gaess,, lagi bisnis gitu,,nginep dua hari doang disini, pesanan lagi banyak-banyaknya, pusing akutuh,,


Risya:


cup..cup...tenang besok gue bantuin, packing aja gue bisanya,wkwkkwk...


Gita:


gue juga bisa bantuin cetak resi...wkwkkwk


Cheery:


kurirnya belom dapet akutuh, pengennya kurir pribadi yang khusus nganter jemput baju-bajuku dari penjahit ke rumah, bukan ke customer, kan udah banyak ekspedisi. Kurir ya yang mengerti juga misal aku komplain ke penjahitnya gitu.


Gita:


Risya:


iyaa moga lancar deh usaha lo. Kapan balik, kita nongkrong bareng yux,, ngopi-ngopi mbake??hahaha


Cheery:


senin pagi paling aku balik, nanti kalo urusan udah beres aku kabarin deh kapan kita liburan, moga Weekend depan kita bisa liburan bareng.


Setelah ber chat ria, Cheery langsung turun dari ranjang dan membuka jendela kamarnya, suasana seperti ini yang dia rindukan, sejuk dan damai. Tapi demi cita-citanya dia harus merintis usaha di kota bersama Ayah dan Bundanya, karena usahanya akan semakin berkembang jika berada di kawasan kota besar.


Dengan mengendarai sepedanya keliling daerah rumah neneknya, Cheery berniat membeli cemilan kesukaannya ketika berada di sini. Kue putu, yang sering mangkal di ujung jalan rumah nenek sebelum masuk jalan besar.


Sedang asik-asiknya memakan ke putu dan wedang ronde, ada sebuah motor yang berhenti di dekat Cheery. Cheery yang merasa di perhatikan pun menoleh, dan keningnya berkerut, seperti mengenal tapi lupa.


"cheery kan?"


"iyaa, maaf siapa yaa??"

__ADS_1


"Aku Hendra, kakak kelas kamu waktu SMA."


" maaf kak aku lupa, gak inget,"


"gak apa-apa sih kalo gak inget, aku bukan termasuk cowok populer kok." jawab Kahendra sambil tersenyum.


"oh iyaa kamu lagi ke rumah nenekmu yaa, dalam rangka apa?" Hendra melanjutkan ngobrolnya.


"iyaa ini kak, lagu ada urusan sedikit, kakak sekarang sibuk apa?"


"gak sibuk apa-apa kok, yaa begini masih cari kerjaan, pengangguran," Kahendra merendah.


"wah, masa sih kakak pengangguran? gak Kuliah?"


"udah selesai, barusan wisuda, tinggal cari kerjaan, cuma belom dapat. Kira-kira ada lowongan gak Cheer di kota sana?"


"ehm...mau nawarin kakak tapi gajinya kecil. Mending kakak cari yang lain deh " jawab Cheery gak enak.


"kerjaan apa? timbang nganggur aku."


"ehmm...kebetulan Cheery lagi butuh kurir buat anter baju-baju Cheery buat dijual ke Kota, nah kebetulan yang jahit kan rumahnya di daerah tempat nenek. Jadi paling seminggu 3 kali lah nganter jemput barang itu. Terus mobilnya juga nanti pakai mobil box tepat kakek. Jadi cuma jasa antar jemput aja." terang Cheery.


"ehm boleh deh nanti aku pikir-pikir dulu, oh iyaa minta nomer ponsel kamu aja, nanti aku hubungi kalau setuju." Hendra menyodorkan ponselnya.


"oke, hubungi aku secepatnya yaa, kalo bisa sebelum 4 harian harus dapat aku. Aku duluan yaa kak, masih ada urusan soalnya" begitu menuliskan nomor ponselnya.


Hendra menatap kepergian Cheery sambil tersenyum tipis. Akhirnya ketemu lagi dengan cinta pertamanya waktu SMA. Gadis manis, baik, dan ramah itu masih sama, sayangnya dulu dia terlalu pengecut untuk mengungkapkan isi hatinya. Karena dulu penampilannya yang culun dan sering di bully oleh teman-temannya.


Sekarang Hendra tumbuh menjadi cowok tampan dan mapan. Yaa, dia sudah bekerja di Sebuah Maskapai penerbangan sebagai pilot. Karena otak pintarnya itu dia bisa lulus dengan cepat dan bekerja di tempat yang bagus. Tetapi demi mengejar cintanya kepada Cheery, apa dia akan melepas pekerjaannya sebagai pilot yang jam terbangnya tinggi. Karena kebanyakan perempuan akan terlena untuk mendua karena tidak kuat dengan LDR.


Sambil terus memikirkan tawaran pekerjaan yang di berikan Cheery, Hendra memilih untuk pulang dan meminta saran dari Ibunya. Karena ibu adalah tempat curhat terbaiknya. Mungkin setelah bercerita dan meminta pendapatnya nanti Hendra menjadi lebih tenang dan tidak salah dalam menentukan pilihan.


"Assalamualaikum bu,"


"waalaikumsalam nak, sudah pulang,? Kenapa wajahmu ceria sekali? seperti habis ketemu pujaan hati?" goda ibunya.


" bu, tadi Hendra ketemu Cheery bu, gadis yang pernah Hendra ceritakan dulu. Gadis yang menolong Hendra dari bullyan temen-temen hendra. Dia sekarang makin cantik bu, dan tetap sederhana." Hendra antusian menceritakan tentang Cheery.


"wah kalian ketemu dimana? kok kebetulan?"


"iyaa bu, tadi Cheery lagi jajan kue putu yang biasanya dia beli tiap sore itu, nah kebetulan Hendra lewat sana. Cheery sendiri lagi ada urusan katanya di tempat neneknya, Hendra beruntung bisa ketemu Cheery pas Hendra libur bu." tiba-tiba wajah Hendra murung.


"kenapa tiba-tiba murung wajah kamu?"


"ehmm...gimana yaa Hendra harus cerita. Jadi Cheery lagi cari kurir buat anter jemput baju yang udah di jahit buat dikirim ke kota. Dia disana jualan online baju-baju itu bu. Nah tadi hendra bohong kalau hendra belum punya pekerjaan. Nah Cheery nawarin. Hendra harus giman yaa bu? di satu sisi Hendra ingin dekat dengan Cheery, tapi di sisi lain pekerjaan Hendra yang punya jam terbang tingi susah untuk dekat dengan Cheery." Jawab Hendra lesu.


"ehmm lebih baik kamu pikirkan baik-baik, karena pekerjaan yang kamu dapatkan sekarang itu banyak orang yang mengincar, dan kamu bisa sampai di tempat kamu berada saat ini tidak mudah. Tapi mengejar Cinta pertamamu juga membuat kamu bahagia, tapi kalau dia balas perasaan kamu, kalau tidak, rugi kamu ndra, sudah melepas pekerjaan dan gaj dapat Cheery." terang ibunya bijak.

__ADS_1


"iya juga sih bu, nanti lah Hendra pikir-pikir lagi. Hendra masuk dulu bu, mau mandi." pamit Hendra.


"anak itu kalau sudah punya keinginan pasti menggebu-gebu, padahal banyak cewek yang mengejarnya, tapi hatinya tetap sama Cheery. Semoga kamu dapat yang terbaik nak." doa ibunya tulus.


__ADS_2