MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Menolong


__ADS_3

Party acara kelulusan Farkan di rayakan di salah satu Club Malam kelas atas yang ada di kota A. Beberapa teman ikut merayakannya, mulai dari cowok hingga cewek, termasuk cewek-cewek centil yang ada di kampusnya.


"selamat yaa bro buat kelulusannya, habis ini langsung jadi CEO dong gantiin bokap lo??" Tio teman seangkatan Farkan melakukan tos ala anak sekarang. Diikuti yang lainnya


"thanks , doain aja bro, udah sana nikmatin partynya." ucap Farkan.


"selamat yaa kak, dan makasih btw udh ngundang kita ke party kakak." ucap Jeany sambil mendekatkan diri ke Farkan.


"oke, thanks, dah sono nikmatin partynya." usir Farkan."lo kok ngundang tu badut juga sih?" sambil menatap Reynand.


" lah pas gue ngundang temen yang laen, doi dan antek-anteknya lagi di situ juga, yaudah gue ajak sekalian." jelas Reynand.


"oke deh, yang penting jangan buat ulah. Males gue deket-deket mereka." sambil meminum birnya.


"party sampe mabok ni ceritanya??" Reynand melirik Farkan yang sudah menghabiskan 1 botol bir.


"gue tahan minum ini sampe 3 botol juga gak bakalan kobam." Farkan tak mau kalah


" gimana kalo kita bikin permainan aja," Tio dari belakang ikut nimbrung.


"permainan apa?"bingung Reynand.


"kita kuat-kuatan minum aja?? siapa yang menang boleh nih gue kasih mobil baru gue." Tio memamerkan kunci mobilnya yang sama dengan milik Farkan, tetapi lebih terbaru.


"gosah aneh-aneh deh Kan, gak lucu nanti lo kobam terus bokap lo tau dan lo di hukum." nasihat Reynand.


"tenang gue pasti menang," Farkan gak mau kalah. "oke, gue terima tantangan lo. Mau lo apa?" melirik Tio.


"gampang, mobil lo buat gue, impas kan??" Tio mengulurkan tangannya dan dibalas jabatan Farkan "deal.


Bartender pun menyiapkan 2 gelas besar bir. Mereka berdua mulai meminum bir itu, hingga bergelas-gelas. Teman-temannya memberi semangat, dan membuat mereka tambah semangat meminum bir itu.


"gue gak bakalan kalah dari lo Farkan, "sombong Tio sambil terus meminum minumannya.


" gak ada kata kalah dalam kamus gue." Farkan tersenyum miring.


"udah deh kalian ini, stop aja permainan konyol ini, gak ada gunanya juga." Reynand memberi nasihat.


Hingga gelas ke 7 Tio sudah mulai teler, kepalanya sudah tergeletak di atas meja. Tak jauh beda Farkan pun sama, kepalanya sudah tergeletak di atas meja. Mereka berdua kobam semua, hingga tidak ada yang memenangkan lomba ini, seri hasil akhirnya.


Reynand hanya geleng-geleng kepala, melihat dua temannya kobam gara-gara keras kepala. kalau begini kan dia yang susah sendiri. Ponsel Reynand pun berbunyi.


"hallo.."


".....


"kenapa mah?"


".....


"oww iya mah, Reyn pulang sekarang." Mama Reynand menelpon karena penyakit jantung Papa kambuh. Tapi Reynand bingung gimana nasib Farkan.


" bro bangun bro, gue harus buru-buru pulang nih, lo pulang naik taksi yaa, ayo gue anterin." Farkan di papah Reynand menuju parkiran.

__ADS_1


"gue bisa sendiri bro, udah sana lo pulang aja," ucap Farkan setengah sadar.


"bahaya, lo gak sadar sekarang, gila apa gue ninggalin lo kayak gini "


"udah sono pergi." usir Farkan, mau tidak mau Reynand menurut, karena Mamanya sudah menelpon daritadi.


"dikira gue kobam apa?? gue masih sanggup kalo cuma jalan pulang aja, gue tadi ngalah aja, gak tega gue liat tu muka Tio kalah,"gumam Farkan sambil berjalan menuju mobilnya sempoyongan.


Perjalanan pulang yang harusnya cuma 30 menit sampai apartemen, terasa begitu lama karena kepala Farkan semakin pusing. Dan akhirnya Farkan tidak kuat lagi, dia menepikan mobilnya.


"dih kenapa nih kepala gue? jalan kok jadi kebelah 4 gini?? wah mabok beneran gue." kekeh Farkan, kepalanya disandarkan pada setir mobil.


Dari jauh muncul sebuah sepeda motor mendekati mobil tersebut.


"kayak kenal ini mobil??" ucap Cheery menyuruh adiknya berhenti.


"stop dek, kayaknya mbak kenal nih mobil, tapi kenapa berhenti disini? coba cek yuk." Cheery mulai mengecek bagian kemudi.


"duh dek kenapa tu orang?? mati apa pingsan??" mulai menggedor kaca mobil.


"mas..mas...masih idup apa udah mati mas..??" absurd Cheery.


"mbak, masa bangunin orang kayak gitu sih,??" heran Chandra.


Farkan yang seperti mendengar suara ketukan kaca mobilnya langsung mendongak, "kayak pernah liat?? wah disaat mabok pun tu cewek galak bisa muncul di depan gue. Aneh memang mabok gue ini." mulai meracau.


"mas..mass..buka pintunya..."Cheery terus mengetuk kaca mobil itu.


"tapi kok kayak beneran yaa,," Farkan membuka jendela mobilnya,


"wah, mas mabok yaa??" tanya Cheery lagi.


"ini beneran?? gue kirain ngigo."guman Farkan mulai membuka pintunya.


"ngapain lo disini??"tanya Farkan


"masnya ngapain berhenti disini? bahaya tau, mana mabok lagi?? tau kan kalo mabok itu dilarang nyetir?" Cheery ngomel.


"siapa yang mabok?" farkan tiba-tiba terjatuh lagi.


"tuh kan jatoh lagi, mabok kok masih tanya siapa yang mabok."sambil membantu Farkan berdiri.


"mbak kenal?" Chandra penasaran.


"dia kakak tingkat mbak di kampus. Gimana ni masa mau di tinggalin, kan kasihan." Cheery bingung.


"yaudah kita anter aja ke rumahnya." usul Chandra.


"mbak mana tau rumahnya, mana udah malam lagi, ini juga malah pingsan." gerutu Cheery sambil memandang Farkan yang terduduk di samping mobilnya.


"coba cek KTPnya mbak, kan ada tu alamat rumahnya." muncul ide Chandra.


"boleh tuh idenya." langsung mencari dompet di saku jaketnya, dan ketemu, kemudian mencari KTPnya.

__ADS_1


"owh ini daerah Sultan Mahmud dek, yaudah kita anterin aja kesana. Tapi kalo kamu yang nyetir, mbak gak bisa bawa motor Sport kamu, gimana donk?" sambil melirik motor sport adiknya.


"yaudah mbak yang nyetir aja, nanti Chandra ikutin dari belakang." dan diangguki oleh Cheery.


Chandra memapah Farkhan ke bangku samping pengemudi dan memakaikan sabuk pengaman. Dan Cheery sudah duduk di belakang kemudi juga memasang sabuk pengaman. Dan bersiap mengemudikan mobil Farkan. Chandra mulai mengikuti kakaknya itu dari belakang.


"Niat hati ingin beli mie goreng malam-malam malah jadi sopir Gr*b dadakan ini" batin Cheery sambil melirik Farkan yang terlelap entah pingsan.


"tapi lumayan sih nisa nyobain mobil mahal...hehehhee...." Cheery tersenyum tipis sambil melihat-lihat interior mobil ini.


"ganteng sih ganteng, kelakuannya yang Audzubilah." gerutu Cheery lagi.


Tiga puluh menit kemudian Cheery berhenti di depan rumah mewah dengan gerbang yang tinggi. Sambil melihat lihat keadaan rumah yang sepi, Cheery membuka pintunya kemudian mendekati pos satpam yang ada di samping rumah itu.


"permisi pak, benar ini rumah Farkan?" tanya Cheery.


" oh iyaa bener neng, ada apa yaa??" sambil melirik mobil yang biasanya di bawa tuan mudanya itu.


"begini pak, saya mau mengantar Mas Farkan, tadi di jalan pingsan." Cheery menjelaskan.


"astagfirullah, yaudah neng bawa masuk aja, bapak bukain gerbang dulu." Pak Gito satpam keluarga Mahandika pun membukakan gerbang. Cheery pun melajukan mobil itu masuk ke dalam diikuti Chandra di belakang.


"maaf pak itu adik saya di belakang," jelas Cheery ketika Pak Gito melirik Motor sport mengikuti masuk.


"oww iya neng, saya panggilkan nyonya dan tuan dulu neng." pamit Pak gito.


Tak lama kemudian Pak Sigit dan Ibu Ratna keluar rumah dan kaget melihat Farkan di antar oleh Cewek cantik malam-malam begini.


"Assalamualaikum, tante, om, maaf mengganggu malam-malam, saya Cheery dan ini adik saya Chandra. " Cheery mencium tangan Orang tua Farkan diikuti Chandra.


"waalaikumsalam, saya Pak Sigit dan ini Istri saya Ibu Ratna, ada apa yaa nak?" bingung keduanya.


" begini om, tante, tadi saya tidak sengaja di jalan menemukan Kak Farkan pingsan di mobilnya, kemudian saya tidak tega dan saya mengantarkan pulang kerumah. Maaf saya tadi lancang membuka dompetnya, untuk mencari alamat rumah." Jelas Cheery.


"pingsan?? Ya Allah nak, " Mama Farkan khawatir dan langsung mendekati anaknya yang sedang di papah pak Gito.


"Farkan mabuk pak Gito?" tanya Papa Sigit


"Maaf tuan, kalau dari baunya sih alkohol." Pak Giti menjelaskan takut-takut.


"kebiasaan anak itu, bawa masuk ke kamar pak." sambil melirik Farkan.


"terimakasih nak atas bantuannya, maaf merepotkan. Silahkan masuk dulu nak, tante buatin minum dulu." ajak Mama Ratna ramah.


"terimakasih tante, karena ini sudah malam kami pulang dahulu, takut di cariin bunda. Oh iya ini kunci mobilnya kak Farkan. Kami pamit ya tante, om. Assalamualaikum." sambil menyerahkan kunci mobil dan mencium tangan orang tua Farkan.


"sekali lagi terima kasih nak, Waalaikumsalam, hati-hati nak." Papa Farkan ramah.


Setelah Cheery dan Chandra pulang, Mama dan Papa Farkan langsung masuk rumah dan marah-marah.


"mana anak itu? kerjaannya kalo nggak ngabisin duit ya mabok gini. Mau jadi apa itu anak." sambil berjalan menuju kamar Farkan.


"udah pa, besok aja marahnya, percuma papa marah sekarang, anaknya gak sadar." mama menarik lengan papa menuju kamar mereka.

__ADS_1


"oke besok kita lihat hukuman yang pantas buat anak itu." papa Sigit masih garang.


"iya Pa iya, sekarang mending kita tidur dulu. Kita siapin tenaga buat marahin Farkan besok. oke." mereka pun masuk kamar dan beristirahat.


__ADS_2