MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Tak sengaja bertemu


__ADS_3

Setelah dua hari beristirahat di rumah, Badan Cheery sudah benar-benar sehat saat ini. Hari ini dia akan memulai usahanya kembali. Setelah menjalani rutinitas pagi di rumah, yaitu membantu pekerjaan rumah bunda, Cheery bersiap akan membeli kain yang akan di jadikan baju-baju nanti.


Bunda yang sedang bersiap akan ke toko kue meminta anak perempuannya itu jangan terlalu capek. Karena dia baru saja sembuh dari demamnya.


"kamu yakin mau pergi beli kainnya sekarang mbak? kamu baru sembuh lho. Bunda gak mau kamu kecapekan terus sakit lagi."


"iyaa bun, permintaan customer udah banyak. Gak bisa menunggu lagi. Cheery janji gak akan capek-capek. Kalau Cheery udah kerasa capek, Cheery akan langsung istirahat. Oke bunda sayang." Cheery memeluk bunda sayang.


"ya sudah, ayo berangkat, sekalian antar bunda ke toko dulu." menggandeng tangan Cheery menuju garasi.


Dengan mengendarai mobil merahnya, Cheery membelah jalanan, suasana jalan yang tidak begitu macet karena bukan jam berangkat kerja memudahkan Cheery menyetir dengan lancar. Sambil sesekali mengobrol dengan Bunda tentang apa saja. Mulai dari curhat tentang orang di rumah, orang di toko dan harga bahan pokok yang naik. Mungkin karena sesama perempuan jadi kalau mengobrol pasti nyambung.


Tiga puluh menit perjalanan menuju toko kue bunda, terasa begitu cepat, karena keasikan mengobrol. Maklum para perempuan kalau ngobrol gak kenal waktu.


Setelah menurunkan bunda di depan toko, cheery kembali melanjukan mobilnya menuju toko kain yang sudah menjadi langganannya itu. Sejak memulai usahanya itu, Cheery jadi sering hunting kain dengan harga yang murah tetapi kualitas tidak murahan. Dia dulu belajar tentang memilih kain dari mbak Heny tetangga neneknya itu. Dari hobi corat-coret kertas dengan menggambar desain gaun dan baju yang awalnya hanya iseng membuat pakaian untuk boneka Barbienya, jadi merembet ke pakaian dewasa yang bisa ia jual lagi.


Yaa Cheery mulai berani memulai usahanya itu dengan menjahit pakaian dengan jahit tangan, lalu di belikan neneknya mesin jahit. Dia pun akhirnya menekuni desainnya juga memperdalam cara menjahit. Setelah hasilnya bagus dan bisa di pakai sendiri, membuat banyak yang ingin di buatkan baju oleh Cheery. Lama-lama Cheery menjadikan usaha pencari cuan dan hobi. Tidak ada salahnya bukan, kalau hobi bisa menghasilkan uang kenapa tidak.


Setelah memarkirkan mobilnya di depan toko kain langganannya itu, Cheery bergegas turun dan memasuki toko. Mencari Ci Hanna si pemilik toko langganannya itu, yang sudah ia hubungi untuk memilihkan kain pesanannya kemarin.


"hai Ci, kain pesananku sudah siap kan?" Cheery menghampiri Ci Hanna yang berada di depan manekin sedang memasangkan kain.


"oh hai Cheery, iyaa udah kok, tinggal kamu cek lagi sama tinggal di kirim aja." Ci Hanna cipika cipiki dengan Cheery.


"Ayo ci, gak sabar aku pengen liat." Cheery berjalan beriringan dengan Ci Hanna menuju 10 gulungan kain berwarna warni yang berada di pojokam sedang di ikat oleh karyawan lain.


"wah oke sih Ci, kainnya bagus, kayak biasanya. Langsung di ikat juga gak apa-apa kok ci. Oww ya ci, ada kain tile motif baru gak cie? Mau bikin gaun buat Bridesmaid nih."

__ADS_1


"Ada dong, ayo Cici tunjukkan, kamu pasti suka, baru datang tadi pagi, warna sage yang lagi tranding topik saat ini. Hehehe..." Ci Hanna berjalan ke lantai dua khusus kain premium bersama Cheery.


"wah bagus-bagus banget cie motifnya, jadi bingung nih mau pilih yang mana?" Cheery melihat kain-kain yang menyilaukan mata itu. Bagi Cheery yang menyilaukan mata itu aneka kain dan kue-kue di toko bunda.


"jelas dong, itu ada tapi gak banyak, jadi premium sekali. Kalau kamu mau boleh deh Cici potong 5%. Kamu kan termasuk pelanggan yang paling gak rewel."


"hmmm boleh deh ci, yang sage motif ini 1 gulung sama yang salem motif ini 1 gulung. Diikat sekalian yaa ci, nanti di kirim ke rumah kayak biasanya. Pembayarannya ke bawah yaa ci."


"oke, ayo kita turun."


Mereka berjalan menuju lantai satu, setelah menyelesaikan pembayaran Cheery mengobrol sebentar dengan ci Hanna kemudian bergegas menuju mobilnya untuk segera pulang. Kain- kain tadi rencananya akan di kirim ke rumah terlebih dahulu, lalu besok Cheery akan menghubungi kak Hendra untuk mengirim baju-baju yang sudah jadi sekaligus membawa kain-kain ini ke rumah Mbak Heny.


Di perjalanan pulang, tiba-tiba Cheery ingin minum es Coklat yang berada di cafe yang nanti akan di lewatinya. Cheery memarkirkan mobilnya di depan cafe, dan bersiap memasuki cafe.


Tring...


"haii Cheery... pesan minum juga disini?"


"eh, ada kak Farkan, iya ini kak, lagi nunggu minuman aku jadi. Kak Farkan juga pesen minum?" jawab Cheery kikuk. Karena di tatap begitu tajam oleh Farkan. Yaa benar, seseorang yang mendekatinya tadi itu adalah Farkan.


"iyaa, tadi habis nemuin clien di cafe ini, orangnya barusan pulang, terus gak sengaja liat lo masuk ke cafe tadi. Jadi gue samperin, darimana?" Farkan duduk di samping Cheery.


"oh. ini barusan dari belanja keperluan aja,.berarti ini masih jam kantor dong kak, gapapa kakak ngobrol gini? gak harus buru-buru balik kantor? kok malah ngobrol?"tanya Cheery bingung.


"oh, belanja sendirian? gak sama teman mungkin apa bunda? tenang aja, jamnya sampai jam makan siang. Habis makan siang baru balik kantor. Kebetulan tadi cliennya buru-buru pulang, makanya meetingnya cepet. Jadi masih sisa waktunya."


"makasih mas," begitu es Coklatnya Cheery terima. Dan Cheery kembali duduk ditempat semula.

__ADS_1


"gue kirain lo pesen kopi. Ternyata coklat, padahal cafe ini terkenal sama kopinya lho."


"gak suka kopi juga gak bisa minum kopi banyak-banyak kak, hehehe..."


"owh, lo punya Maag?" selidik Farkan.


"iya kak, makanya gak berani minum kopi banyak-banyak. Kalo kepengen paling satu teguk dua teguk biar gak penasaran."


"owh, iya lebih suka coklat berarti yaa,, dilihat dari minuman yang lo minum saat ini." Farkan melirik cup yang di pegang Cheery.


"iyaa kak, lebih manis coklat, lebih menenangkan kalau kata aku..hehehe..."Cheery tersenyum. Yang membuat Farkan terpana.


"ehm,, gimana kalo lo temenin gue makan siang bareng. Gak usah jauh-jauh deh, di deket sini ada Bakso yang enak banget. Mau yaa,, gue makan siang sendiri ini. Tadi cuma pesen minum aja di Cafe ini, gak enak mau pesen makan soalnya cliennya udah pulang duluan." bujuk Farkan.


"ehmm..gimana ya kak,..."Cheery ragu, tapi tidak enak kalau menolak


"ayolah, sebentar aja, gak ada janji kan? atau ada yang sedang di kerjakan di rumah? lo mau pulang kan? Timbang makan siang sendiri mending makan sama gue." bujuk Farkan lagi


"ehm..yaudah deh boleh."


"yaudah, ayo, lo bawa motor?"


"aku bawa mobil kak, tadi habis belanja soalnya."


"yasudah nanti ikutin gue aja, sekitar 500 meter aja dari sini, ada taman sebelah kiri, nanti parkir di situ aja, terus kita nyebrang jalan kaki sebentar. Oke." Farkan berjalan beriringan bersama Cheery menuju parkiran.


"oke deh kak, kakak duluan aja, nanti tungguin aku di pinggir taman." Cheery memasuki mobilnya dan Farkan menaiki motornya bersiap menjadi petunjuk jalan.

__ADS_1


__ADS_2