
Setelah meninggalkan rumah Mbak Heni, Cheery dan Hendra berjalan kaki menuju rumah Nenek. Tampak Nenek dan Kakeknya menunggu mereka sekalian bersiap akan melaksanakan shalat magrib di mushola dekat rumah. Cheery yang paham maksud Kakeknya, langsung mengajak Hendra sekalian ikut shalat bersama.
Setelah mengambil peralatan shalatnya, Cheery bergegas mengikuti Neneknya dari belakang. Hendra berjalan di sebelah kakeknya. Mushola berjarak 3 rumah dari rumah kakek, tampak sudah mulai ramai, karena shalat magrib akan segera di mulai. Mereka masuk di bagian masing-masing dan mengikuti shalat dengan khusuk.
Nenek dan Cheery yang selesai lebih dulu menunggu Kakek dan hendra di depan mushola. Tak berapa lama Kakeknya keluar bersama Hendra, mereka tampak berbincang. Karena tahu bahwa Cheery dan Nenek masih menunggu mereka, kakek mendekati cucunya itu.
"ayo pulang, sudah selesai kan."
"ayo kek."
"gimana tadi urusan dengan mbak Heny dan 2 penjahit barunya sudah selesai?" tanya kakek.
"alhamdulilah sudah beres kek, tinggal pelaksanaannya aja. Paling minggu depan udah mulai di kirim kek."
"alhamdulilah kalau urusan kamu sudah selesai. Besok kamu jadi pulang nak? Kakek kesepian lagi dong," kakek memasang wajah sendu.
"jadi kek, paling jam 8 pagi Cheery pulang, kakek jangan sedih dong, apa kakek dan nenek ikut Cheery ke Kota aja? Ayah, Bunda dan adek-adek udah kangen lho, cuma masih ada kepentingan, jadi belum bisa kesini." Cheery tak kalah memasang wajah sendu.
"sebenarnya kakek dan nenek juga ingin ke sana, tetapi kebun kakek dan lainnya belum ada yang ngurusin, sebelum pakdhe kamu pulang dari kalimantan. Entah kapan selesainya urusan disana, katanya sebulan, ini sudah 2 bulan lebih belum selesai."
"yasudah kakek sama nenek jangan sedih, kapan-kapan Cheery main kesini lagi. Mungkin urusan sengketa tanah memang lama kek, doakan saja cepat selesai. Jadi kakek tidak kesepian lagi."
Yaa, Pakdhe Imran dan Bude Desi sedang berada di kalimantan untuk mengurus masalah tanah sengketa, dan Dio juga Didi mengambil pendidikan di luar kota juga, makanya kakek dan neneknya kesepian, karena mereka tinggal di gang sebelah rumah nenek. Bunda Cheery itu dua bersaudara, dan beliau anak bungsu. Dan Cheery merupakan cucu perempuan satu-satunya, makanya kakek dan Nenek sangat memanjakannya.
Hendra yang dari tadi menyimak ikut berbicara.
"besok kamu pulang Cheer? bukannya kamu sedang libur kuliah lama yaa sebulanan kan?"
"iyaa kak, cuma karena masih ngurus usaha Cheery jadi gak bisa liburan lama-lama, banyak permintaan, dan Cheery ngurus semuanya sendiri. Belum punya admin, mungkin habis ini bakal cari admin, biasanya di bantu Chandra."
"iyaa bener harus cari admin , kalau gak mau kuliah kamu juga terganggu."
"liburan kali ini memang aku mau beresin urusan cari bala bantuan buat usahaku kak, jadi nanti begitu kuliah dimulai lagi, udah ada yang bantu handle kerjaan aku.hehehe..
__ADS_1
"yasudah yang penting kamu selalu jaga kesehatan, jangan sampai kecapekan, kan malah berantakan semua kuliah juga usaha kamu nak," nasihat nenek."ayo masuk."
Begitu mereka memasuki rumah Nenek, Cheery segera meletakan peralatan Shalatnya di kamar dan kembali menemui Hendra di ruang tamu. Rencananya dia akan pergi membeli sate-satean di angkringan langganannya dulu. Dan ternyata juga langganan Hendra.
"nek, Cheery mau ke angkringan pak Jo di depan bentar yaa, kangen makan aneka sate disana." pamit Cheery.
"yaa sudah hati-hati, jangan pulang terlalu malam, dan pakai jaketnya, disini dingin. Hendra ikut kan?" tanya nenek.
"iyaa nek, kebetulan juga angkringan langganan hendra.hehehe..."
"yasudah jangan pulang malam-malam, hati-hati."
"assalamualaikum."
"waalaikumsalam."
Mereka berboncengan menuju Angkringan itu, hawa dingin membuat Cheery merapatkan jaketnya. Memang di daerah rumah Kakek ini kalau malam dingin sekali, maklum karena daerah pegunungan. Dan sepi kalau malam, rata-rata mereka lebih suka di dalam rumah karena cuaca yang begitu dingin di malam hari.
"Bentar, Cheery lihat-lihat menunya dulu, masih sama apa udah nambah lagi." jawab Cheery sambil melihat-lihat menu yang ada di angkringan.
"loh, neng Cheery yaa, kapan datang? katanya sekarang kuliah di kota yaa." tanya pak Jo ramah terhadap pelanggan tetapnya itu.
"kemarin Pak jo, iyaa sekarang ikut ayah sama bunda sekalian kuliah, hehehe...angkringan pak Jo makin ramai aja pak, ada menu baru apa nih?" jawab Cheery ramah.
"masih sama neng Cheery, paling tambah Nasi bakar sekarang. Neng Cheery mau pesan yang mana? biar saya bakarkan." Pak ko mengambil piring dan di serahkan kepada Cheery.
"Cheery mau sate telurnya 1, sate ususnya 1, sate kerangnya 1, sate kulitnya 1, sate cekernya 1, mendoannya 2 sama nyobain nasi bakarnya 1 yaa pak. Minumnya Jahe susu 1 yaa pak."
"siap neng Cheery. Silahkan duduk dulu, nanti saya antar. Oh Mas Hendra yaa, mau pesan apa? kok bisa bareng neng Cheery? apa pacarnya yaa??" goda pak Jo sambil melihat keduanya bergantian.
"ah pak Jo bisa aja, kebetulan ada urusan bisnis pak, hehehe...saya nasi kucingnya 2 sama sate dagingnya 2, sate ususnya 2 kepala ayam 1, minumnya jahe susu juga 1 yaa pak." jawab Hendra sambil tersenyum melirik Cheery disebelahnya .
Mereka duduk lesehan di samping gerobak Pak Jo sambil melihat-lihat sekelilingnya. Malam ini kebanyakan yang makan disitu adalah muda mudi, mungkin karena weekend . Kendaraan yang hilir mudik di sampingnya juga tampak lebih ramai dari hari biasa. Tak lama pesanan mereka datang.
__ADS_1
"silahkan dinikmati Neng Cheery dan Mas Hendra."
"terimakasih Pak jo." jawab Mereka.
"wah emang mantep aneka sate di angkringan Pak jo, nasi bakarnya juga gak kalah enak. Ini salah satu yang aku kangenin kalau di tempat Nenek. Apalagi harganya yang murah begini." Cheery memakan satenya lahap.
"iyaa mungkin ini yang jadi angkringan ini makin rame, bumbunya pas dan gak berubah dari dulu. Memang di kota gak ada angkringan Cheer?"
"yaa banyak, cuman belum pernah beli, biasanya temen-temen disana sukanya makan di cafe. Dan paling sedikit kalau makan di Cafe itu habis 100ribuan. Nah kalau di angkringan gini kan paling 20ribu udah kenyang banget, masih sisa lagi." Cheery membayangkan ketika dirinya makan di cafe.
"iyaa memang kalau di kota gaya hidupnya tinggi, apalagi kalau makan di angkringan mungkin dikira menjatuhkan level mereka. Padahal kan bisa ikut melarisi pedagang kaki lima." tambah Cheery.
"wah aku tambah kagum sama kamu Cheer, kamu gak malu makan di angkringan gini, biasanya cewek sekarang lebih suka makan di cafe daripada di pinggir jalan. Padahal kamu lebih dari mampu buat makan di cafe /restoran mewah sekalipun." puji Hendra.
"wah kak Hendra mujinya ketinggian. Cheery hanya manusia biasa, kalo soal makan, dimana aja Cheery bisa asal bersih dan cocok di lidah Cheery, gak harus mahal. hehehe .." jawab Cheery merendah.
"iyaa deh iyaa...ngomong-ngomong udah berapa banyak cowok yang deketin kamu cher?"
"deketin apa sih kak, kan Cheery gak mau pacar-pacaran dulu. Mau fokus kuliah sama usaha dulu."
"yaa masa gak ada yang deketin? apa udah ditolak duluan sebelum berjuang?"
"hmmm..sepertinya begitu kak, soalnya Cheery gak mau PHPin anak orang,,hehehe...lebih baik berjuang buat masa depan dong, daripada berjuang buat nembak cewek yang ujung-ujungnya ditolak juga karena beda prinsip.heheheh..."
"misal nih yaa Cheer, kalau ada yang suka sama kamu, terus orangnya udah kerja dan punya penghasilan sendiri, itu gimana? langsung kamu tolak apa gimana?"
"hmmm kalo itu sih tergantung orangnya kak, biasanya kalo yang udah kerja gitu pikirannya malah nikah. Kan Cheery belum kepikiran kesana, belum lagi kalau sama-sama sibuk, nanti berantem terus, gara-gara gak ada waktu. Jadi mending gak dulu deh. Mungkin besok kalau sudah jalan semua usaha Cheery, kuliah juga sudah selesai dan orangnya pengertian, gak nuntut apa-apa, dan terutama gak posesifnya kebangetan. Bisalah di pertimbangkan. hehehe..."
"yah, kasihan donk yang udah suka dan cinta banget sama kamu kalo gak di lihat sama sekali. Mungkin bisa di pertimbangkan perjuangannya meluluhkan hati kamu Cheer. Dan kalau posesif, bukannya cewek seneng yaa di posesifin? jadi perhatian gitu."
"gak semua suka di posesifin kak, nanti jatuhnya kayak di kekang. Yang wajar aja lah, nanti baru ada urusan di luar kota udah negatif thingking selingkuh lah, gak bisa di hubungin lah, dan lain-lain. eh kok jadi ngomongin cowok sih,..udah ayo makan kak, mending kita fokus usaha dulu, nanti jodoh kan sudah ada yang ngatur. ehehhe..."
Mereka melanjutkan makannya sambil mengobrol, ketika sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam mereka bergegas pulang.
__ADS_1