
Ospek hari kedua berjalan lancar, tidak ada kelompok yang menerima hukuman. Cheery bersyukur bahwa dia bisa pulang lebih cepat hari ini. Rencananya dia akan main ke toko kue sang bunda.
"alhamdulilah pulang cepet kita hari ini. Gak kebayang akutuh kalo harus dihukum lagi." oceh Cheery.
"betul bgt cheer, gue bisa puas-puasin nonton drakor hari ini." sahut Risya.
" kalo gue nie mau ngecengin tu Presma ganteng,,mau pura- pura nanya soal camping besok di kampus." ucap Gita genit.
" gausah ngadi - ngadi deh git,,gak tau apa lo kalo tu presma udah punya pawang? noh si nenek sihir Chika, yang ngintilin mulu dari tadi pagi." Risya menunjuk Chika dengan telunjuknya.
"gak pake nunjuk juga kali bestie...mau lo di labrak tu nenek sihir??" geram gita.
"serah kalean deh pada mau ngapain,,yang jelas akoh mau pulang duluan,,byee..."pamit Cheery.
"mo kemana lo?? busyet cepet amat larinya." mereka berdua saling pandang. "Itu tuh calon mahasiswa teladan, berangkat gak telat pulang tepat waktu."
Tiba- tiba ada yang menghampiri mereka, orang yang ternyata mereka bicarakan tadi.
" Teman kalian yang satu mana?? kok cuma berdua." tanya sang Presma.
" Cheery maksud kakak??" jawab Gita sambil mengagumi Kak Satria.
" oww Cheery namanya. Itu tadi ada lembaran yang berisi barang-barang tambahan yang harus di bawa, nah sepertinya dia belum ngambil." jelasnya.
" yasudah nanti kita ambilkan aja kak, nnti kita kirim lewat WA." Risya memberi usul dan langsung di angguki oleh Gita.
__ADS_1
"oke deh,, tapi jangan sampai lupa yaa,, saya gak mau kalau sampai ada yang kena hukuman lagi gara-gara gak bawa barang-barang uang harus di bawa." tegas kak Satria sambil berjalan meninggalkan mereka.
" aje gile...itu kak Satria ganteng banget sih,,mana wangi banget lagi,,kebayang kalo bersandar di dadanya." Gita menghalu.
" gausah halu deh lu,, mending kuliah aja yang bener. Dah ah ayo cabut, ntar gue share deh ke Cheery." mereka pun berjalan keluar kampus.
Sementara di Toko Kue Cheche, Cheery sedang membantu bundanya membuat adonan cup cake kreasinya yang terbaru. Cheery memang hobi membuat kue dan mendesain baju. Dulu sewaktu ikut nenek dan kakeknya,Cherry sering menerima pesanan online dari teman-temannya. Dan ketika di sini dia ingin mengembangkan usaha sang bunda dengan menambah ide-ide kreatifnya.
" bun,,kenapa bunda gak buat cup cake aja? malah sering buat kue tradisional." tanya Cheery sambil menghias cup cakenya.
" bunda pernah buat, tapi kurang laku, yang sering ditanya malah kue apem, serabi, kue lumpur, lemper dan kue tradisional lainnya. Mungkin disini jarang yang jual tradisional kali. Terus kalo cup cake kan banyak." jawab bunda sambil memasukan kue yang sudah matang ke dalam nampan.
"bisa jadi sih bun. Jadi kepikiran buat kue tradisional tapi dalam bentuk cup cake, pasti lariss manis tuh bun." pikiran Cheery sudah kemana-mana.
"sudah ayo kedepan, bunda mau menambah stok di etalase. Itu cup cake kamu bawa sekalian ke depan, siapa tau ada yang minat." ajak bunda sambil berjalan kedepan. Cheery mengikuti bunda dari belakang sambil membawa cup cakenya.
Cheery pun tak kalah kaget, kenapa Kak Satria sang Presma yang jadi most wanted di kampusnya, yang katanya kaya itu mau mampir ke toko kue bundanya, yang terbilang hanya toko kecil.
"Kak Satria kok bisa sampai disini?" heran Cheery.
" kalau kesini ya mau beli kue dong,,masa mau beli obat. Aneh kamu itu, yang justru harus tanya itu saya, ngapain kamu disini, masih pakai seragam Ospek trus pakai celemek? kerja Part time ya?" tebak Kak Satria.
"oww iyaa kak,,saya disini kerja part time bantuin bunda saya." Tadi sepulang Ospek langsung kesini, jadi belum sempat ganti baju. Oww iya, kakak mau beli kue yang mana??" cheery membuka etalase sambil membawa kotak kue. Satria pun memilih kue kesukaan Mama dan Omanya,, karena tadi sepulang kuliah Oma menyuruhnya membelikan kue lumpur, kue talam dan klepon.
Cheery memasukan semua kue kedalam kotak, kemudian membawanya ke kasir. Bunda yang memperhatikan anaknya ngobrol dengan cowok langsung bertanya.
__ADS_1
" siapa mbak?? kok kayaknya akrab?" mama memandang laki-laki itu dan Cheery bergantian.
" oww dia kak Satria bun,, Presma si kampus Cheery." Satria langsung mengulurkan tangan ke arah bunda " saya Satria tante" langsung di balas uluran tangan itu " saya bunda Rika, bundanya Cheery"
" bun ini kue yang mau di beli,dihitung dulu." sambil menghitung di depan mesin kasir "totalnya 40ribu nak" Satria membayar lalu mendapat kembalian. "terima kasih tante" sama- sama nak."
Belum sempat keluar Satria membalikan badannya kembali, dan berjalan ke arah cheery, membuat Cheery dan bundanya bingung.
"ada yang kelupaan kak?" bingung Cheery.
" oww gak ada,, cuma mau kasih tau, kalau ada lembaran yang tadi belum kamu ambil, terkait barang tambahan yang akan di bawa besok." detailnya.
" memangnya apa aja yang kurang kak?? tadi buru-buru soalnya." tanya Cheery lagi.
" saya gak bawa lembarannya, tapi ada di hp sih,, coba sini no Hp kamu,, nanti saya kirim detailnya." satria menambahkan. Cheery langsung menerima Hp kak satria dan langsung mengetikan nomornya.
"terimakasih kak."
" ini sudah saya kirim, coba di cek dulu. Yasudah saya duluan." pamit satria.
Bunda mendekati Cheery yang sibuk dengan HPnya.
"kamu kenapa serius amat? itu kakak tingkat bukan modus yaa minta no hp kamu?" goda bunda.
"mana ada bun modus,,itu kak Satria ngasih tau kalo besok ada barang tambahan yang harus di bawa buat acara besok. Untung ketemu disini, kalo nggak gimana nasib Cheery bun?? bisa di hukum lagi Cheerynya ini." wajah Cheery berubah sendu.
__ADS_1
"yasudah kamu pulang sana, siapin barang yang di perlukan,, bunda masih lama disini,,palingan jam 5an baru selesai." bunda membantu kemas- kemas putrinya itu. Cheery pun langsung berpamitan untuk pulang duluan.
Di mobilnya Satria terbayang wajah Cheery yang manis dan polos. Dia tersenyum tipis sambil membayangkan kejadian tak disengaja tadi. Apalagi dia sudah mendapatkan nomor ponsel gadis itu, mungkin bisa berguna buat PDKT. Yaa dia mulai tertarik dengan gadis manis itu, senyumnya yang polos, wajah yang ceria ketika berkumpul dengan temannya, dan menggemaskan ketika cemberut saat di hukum kemarin. Mungkin bisa di mulai besok gerakan PDKTnya.