MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Api Unggun


__ADS_3

Matahari sudah mulai tenggelam, begitupun langit yang mulai gelap. Semua Mahasiswa telah berada di tengah lapangan untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah bagi yang melaksanakan. Setelah selesai shalat, mereka duduk melingkar sembari menunggu makan malam di bagikan. Semangkuk soto ayam beserta teh hangat siap disantap. Mereka makan dengan lahap sembari bercanda.


"eh cheer, katanya tadi ada drama yaa di dapur??" tanya Feby.


"sedikit aja kok, cuma suruh cuci peralatan masak segambreng..hehehe..." sambil cengengesan Cheery menjawab. "bukan sedikit lagi, itu gara-gara mak lampir tu yang hobi banget ngasih hukuman, padahal kan kita gak salah. Apa salahnya coba kalau dibantuin kak Satria, kan bukam kita yang minta." tambah Risya.


"kok bisa?? kalian dibantuin apa sama kak satria? beruntung banget sih kalian. kemarin Cheery, sekarang kalian berdua. Semoga nanti giliran gue yaa.."harap Gita. "gue sebenernya ogah dibantuin kalo ujung-ujungnya nyusahin, tapi gimana udah terlanjur, ya gak Cheer." menatap wajah Cheery yang asik memakan sotonya.


"iyain ajalah biar seneng. Udah buruan makan, habis ini kita buat api unggun trus ada permainan. Semoga aja permainannya gak aneh2 yaa." harap Cheery.


Setelah mencuci mangkuk masing-masing, mereka berjalan menuju lapangan. Masing- masing mahasiswa membawa 1 kayu bakar untuk di gunakan permainan nanti. Para mahasiswa berbaris sesuai kelompok masing-masing. Kak Satria dan teman-temannya berada di dekat api unggun memberikan instruksi bagaimana games yang akan di mainkan nanti.


" selamat malam semuanya, malam ini di sekitar api unggun ini kita akan membuat satu permainan, dimana satu persatu dari kalian wajib menyebutkan keinginan kalian setelah Ospek ini selesai kalian akan bagaimana? dan bagaimana mewujudkannya. contohnya, saya ingin makan mie pedas buat meluapkan kekesalan saya pada kak Satria, dan saya akan membuat mie pedas itu sendiri kemudian saya berikan ke kak Satria. Atau saya akan jadi anak yang baik dengan membersihkan lingkungan camping ini, di mulai dari besok pagi setelah acara selesai. Bagaimana?? kalian mengerti?? bebas kalian ingin melakukan keinginan apa. Dan ketika menyebutkan keinginan itu kayu yang kalian bawa langsung kalian bakar di dalam api unggun ini. Dimulai dari kelompok satu." Satria menunjuk barisan ujung sebelah kirinya.


"saya ingin mengajak kak Chika makan siang besok sepulang camping, dan saya sedang berusaha meminta nomor ponselnya." ujar Jonas sambil tersenyum melirik kak Chika. Dan semua yang ada di lapangan menyorakinya. 'huuu...haluuuu... selanjutnya


" saya ingin menjadi orang yang amnesia, karena selama ospek saya selalu di dekati oleh sosok yang ada si samping saya, yang membuat saya merinding setiap saat. Dan saya sudah membacakan berbagai macam doa, mulai doa makan, mau tidur, mau masuk kamar mandi dan lainnya tapi masih aja gak mau pergi." ujar Musidi horor, dan langsung membuat seisi lapangan merinding. " gausah ngadi-ngadi dek musidi." Dan terus berlanjut sampai tiba di barisan Cheery.

__ADS_1


"saya ingin menjadi kuliah yang baik dan benar supaya bisa mewujudkan impian saya. Dan saya sudah berusaha belajar yang rajin dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting yang dapat menghambat saya dalam meraih impian saya." ucap Cheery, yang membuat para mahasiswa kagum, karena sudah cantik, baik dan tidak neko-neko.


" saya ingin dekat dengan kak Satria, sudah sejak pertama kali melihat kak Satria hati saya jadi dugun-dugun. Saya sudah mencoba mencari perhatian, tapi tidak di perhatikan sama kak Satria." ucap Gita genit, yang membuat di sorak sorai satu lapangan. huuuuu... sedangkan kak Satria hanya terkekeh.


"saya ingin segera pulang dan tidur, karena capek sudah capek badan hati dan pikiran. Dan saya sudah berusaha merem tapi harus menunggu acara ini selesai." ujar Risya malas. yang lain pun menjawab setuju,,


Sekarang giliran kakak tingkat yang mengucapkan keinginannya.


" kami ingin meminta maaf kepada semua mahasiswa kalau selama ospek ini kami terlalu keras terhadap kalian. Kalian berhak meminta satu permintaan kepada kami saat ini juga, dan pasti akan si kabulkan kalau masih masuk di akal. Silahkan kalian berunding terlebih dahulu, setelah itu perwakilan satu dari kalian bisa maju ke depan." pinta kak Satria.


Setelah mereka berunding akhirnya ketemu kesepakatan. Jonas mendekati kak Satria.


" Ayo kawan- kawan kita kabulkan permintaan mereka, tapi setelah kami selesai kalian semua ikuti kami juga dari belakang. Biar kompak..Bagaimana??" nego Satria dan di setujui para maba.


"potong bebek angsa masak di kuali..nona minta dansa dansa empat kali...sorong ke kiri sorong ke kanan..lalala...lalala...lala...ayo kalian ikutin di belakang." ujar kakak- kakak pembimbing. Mereka pun mengikuti sambil tertawa bersama- sama..mereka saling berjabat tangan. Tak lama musik pun berganti dengan musik dangdut, mereka semakin menggoyangkan badannya sambil bercanda tertawa. Ada mahasiswa yang saling berkenalan dengan kakak tingkat, ada yang jaim, ada yang sebel si ikutin adek tingkat.


" hai..aku Dicko..kamu?" tanya Dicko modus ke Cheery. " aku Cheery kak" sambil tersenyum singkat. Dari belakangnya Satria yang melihat berdeham " hmmm...gausah modus" sambil melirik ke arah satria " bilang aja cemburu, sat" ejek Dicko. Cheery yang bingung dengan situasi ini hanya tersenyum lali pamit ingin kembali ke tenda bersama teman-temanya.

__ADS_1


Saat berjalan ke arah tenda Satria mendekat, " gausah di dengerin omongan Dicko, dia hobinya modusin maba." Cheery hanya tersenyum santai, " santai aja kak, aku orangnya gak baperan kok, mari kak" Satria yang di cuekin kembali berjalan di samping Cheery. "Bareng aja, aku juga mau ke tenda, tenda kita kan dekat" mereka berjalan beriringan sambi sesekali mengobrol. Dari belakang Chika dan Jeany terlihat tidak suka. Baru maba aja udah berani deketin Presma begitulah pemikiran mereka.


Sesampainya di depan tenda, Cheery langsung berpamitan dengan Kak Satria. Dan di balas dengan anggukan dan senyuman. Risya dan teman-temannya mulai menggoda Cheery.


"ecieew....yang di anter Presma,,dih gercep yaa..." goda Risya sambil menaik turunkan alis.


"gercep apaan? orang barengan aja mau ke tenda, gosah ngadi-ngadi." elak Cheery santai.


"wah kalo gue ditikungnya sama lo gapapa lah, ikhlas gue." sambil menyenderkan kepala ke pundak Cheery.


" dengerin yaa.. aku tuh gak mau yang namanya pacar-pacaran. Aku tuh masih mau kuliah yang bener sambil mewujudkan cita-citaku. Kalau pacar-pacaran itu menghambat cita-citaku. Jadi buang jauh deh pikiran kalian itu." terang Cheery.


"eh gue kasih tau yaa,, pacar itu semangat belajar tau,, bisa memotivasi kita juga dalam meraih cita-cita." tambah Risya. " betul banget kita juga bisa di antar jemput tiap hari, makan bareng, ngerjain tugas bareng, kan so sweett..." gita senyum-senyum sendiri membayangkan.


" ya kalo pas gak berantem, kalo pas berantem kan malah nambahin pikiran, terus gak fokus deh tuh kuliah malah ngegalau. Akutuh udah sering dengerin curhatan kayak gitu. Awalnya seneng kasmaran kemana mana berdua eh pas berantem nangis tersedu sambil bilang dia jahat dan males deh tu belajarnya. Betul apa betul yang aku bilang??" debat Cheery.


"iyaa juga sih, tapi kan hidup kita jadi berwarna Cheer.."Febi menambahkan. "iya betul kita juga bisa merasakan dugun-dugun pas di deketnya. Ah soswet rasanya tuh." Gita ikutan.

__ADS_1


"berwarna kelabu gitu maksutnya kalo pas berantem?? aku sih no yaa,,mungkin kalo udah terealisasikan salah satu mimpiku bisa dipertimbangkan, dan calonnya juga memenuhi syarat. ahhaha...kek mau masuk kerja aja yaa ??" tawa Cheery. "emang syarat apaan??" lo kira cari jodoh??"Risya kepo


"yaa kalo dia udah kerja atau punya penghasilan sendirilah minimal. Ya kali mau kencan pake duit ortu, gak modal itu, kasihan ortu udah sekolahin tinggi-tinggi eh malah buat pacaran. Mending di tabung buat masa depan. Dan kalau antar jemput kuliah, yaa berangkat sendiri aja bisa kenapa harus minta di anterin.Udah ah ayo tidur,,capek dan ngantuk banget akutuh." Cheery merebahkan badan diikuti teman-temannya.


__ADS_2