MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Menambah kesayangan baru


__ADS_3

Sore itu di Showroom Angkasa,,Farkan sedang berbincang dengan pemilik Showroom yaitu Koh Steven. Mereka baru saja menyelesaikan pembayaran sebuah supercar berwarna merah yang sangat di impikan banyak orang.


"Terima kasih yaa bro udah bantuin nyariin itu kesayangan gue yang baru." ucap Farkan sambil berjabat tangan.


" gue yang makasih udah nambahin profit gue tiap bulan,hehehe..."kekeh Koh Steven.


" Nnti antar aja ke rumah yaa seperti biasa. Udah beres semua kan bro, gue duluan yaa. Gak sabar gue mau pakai besok ke kampus." seringai Farkhan.


" Siap bro. Pokoknya itu mobil sblm mlm udah sampe depan rumah. Oke ati-ati." sambil melambaikan tangan ke arah arah Farkan.


Di sepanjang jalan Farkan senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya mengendarai supercar tadi. Dirinya sudah tidak sabar memamerkan kepada sahabatnya yang tadinya mau mengantarkannya tetapi tidak jadi gara-gara ada telpon dari Cafe Malika.


Sesampainya di rumah Farkan di sambut oleh sang Mama di ruang tamu.


"Assalamualaikum Mamaku yang cantik." sambil mencium pipi sang mama.


"Waalaikumsalam,,ini kenapa kamu senyum sendiri dari tadi mama perhatikan." heran sang Mama.


"Farkan lagi seneng ma, karena kesayangan Farkan bentar lagi sampai.hehehe..."kekehnya.


"Jangan bilang kamu beli mobil lagi??" sang mama mendelik tajam. Dan hanya di jawab dengan anggukan Farkan.


"Astaga Farkan,,baru minggu kemarin kamu beli motor gede,minggu kemarinnya lagi kamu beli motor trill,,Mama gak tau lagi nanti reaksi papamu seperti apa."omel sang Mama sambil berkacak pinggang.


" Kan baru motor ma bulan ini,,mobilnya baru sekarang. Janji deh bulan ini terakhir beli mobil. Tapi gak janji bulan depan.ehhehe..."rayu Farkan.

__ADS_1


" tau ah,Mama udah pusing sama kelakuan kamu,,coba kamu itu punya pacar pasti kamu gak akan seboros ini. Pokoknya Mama gak mau belain kami d depan Papa kalo ngamuk nanti. Terserah kamu mau diapain sama Papa." marah sang Mama sambil berlalu ke kamar.


" yah ma,,jangan gitu dong,,kan Farkan anak bungsu mama, kak Ariani kan udah di tanggung sama suaminya. Kan tinggal Farkan Ma." Farkan memelas. Tapi sang Mama mengacuhkannya dan tetap berjalan menuju kamar.


Malam hari pun tiba, mobil kesayangannya baru saja tiba bersamaan dengan sang Papa yang baru pulang dari kantor. Sang Papa bingung kenapa ada Mobil yang d turunkan di halaman rumahnya, seingatnya dia tidak memesan mobil baru. Lalu pandangannya menyelidik ke arah putranya yang dengan senyum bahagianya berada d teras rumah.


"mobil siapa kan? kok berhenti di sini? jangan bilang kamu beli mobil lagi??" selidik Papa dengan tatapan menyelidik.


"eh, Papa udah pulang,, iya nih pa,,keluaran terbaru. Kan bulan ini belom beli mobil baru pa.ehhehe..."jawab Farkhan cengengesan.


"memangnya beli mobil kayak beli krupuk, mobil di garasi itu udah bosen?? Garasi itu kalo bisa ngomong, udah dari kapan hari menangis karena kelebihan muatan. Mulai besok Papa akan jual itu mobil-mobil kamu." ancam papa.


" yah jangan to Pa. Ini kan koleksi Farkan, janji deh ini yang terakhir di bulan ini. Tapi gak tau kalo bulan depan ya Pa." janji Farkan.


" kamu itu selalu begitu, janji terus tapi besoknya beli lagi. Oke Papa maafin yang satu ini,,tapi mulai besok kamu harus mulai bantu Papa kerja di perusahaan sebagai staff. Biat kamu merasakan bagaimana susahnya cari uang." omel Papa sambil masuk kedalam rumah.


Makan malam di keluarga mahandika sedang berlangsung. Papa sang kepala keluarga sedang mengeluarkan titahnya,,bahwa sang anak lelakinya harus mulai bekerja mulai besok. Mama pun hanya bisa setuju dengan keputusan Papa. Semua demi kebaikan Farkan, agar Farkan bisa menjadi orang yang pintar mengelola kebutuhan dan gaya hidupnya.


" mulai besok datang ke kantor pukul 8 pagi. Kamu akan si bimbing oleh Ferdi, manajer bagian pemasaran. Disana kamu mulai karir kamu sebagai staff bagian pemasaran."


" terus ngerjain skripsinya kapan pa?? Nanti Farkan nggak fokus pa. Diundur sebulan lagi deh yaa pa. Janji Farkan sebulan selesai skripsi lanjut sidang setelah itu langsung ke kantor Papa. Please Papa...." mohon Farkan.


"janji sebulan selesai skripsi langsung sidang?? kalai molor itu mobil di garasi hilang semua mau Papa jual. Papa tinggalin 1 biji sama motor 1 biji."


"mama setuju dengan saran papa. Kalau melebihi waktu yang di janjikan hilang semua itu mobil. Deal Farkan??" sambil mengulurkan tangan dihadapan Farkhan. Dan di sambut dengan uluran tangan sang anak, dilanjut uliran tangan Papa.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai, Papa dan Mama masuk kedalam kamar, begitu pun Farkan. Farkan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Reynand. Dia ingin bertemu Reynand untuk memamerkan kesayangannya yang baru. Ya kali baru beli kagak Pamer. Semboyan Farkan yang tidak ada faedahnya.


" lo dimana nyet??" tanya Farkan.


" masih di Malika gue,,kenapa?? kangen lo yaa sama gue??"


" iyaa nih gue kangen banget sama lo. Kangen ngebully elo. hahhaha..."tawa Farkan.


" terusin aja lo bully gue,,nanti ada saatnya gue yang bully elo. Tunggu aja,,gak lama kok." jawab Reynand tak mau kalah.


" oke gue otw kesana yaa."


Sesampainya di cafe, Farkan clingukan langsung mencari sahabatnya itu. Begitu ketemu orang yang di cari dia langsung menghampiri dan menyeretnya ke parkiran. Reynand hanya pasrah mengikuti sahabat borosnya ini.


" gimana kesayangan gue cakep kan??" pamer Farkan sombong sambil berdiri di depan kap mobil merahnya.


"wah beneran beli ini monyet. Gue sih biasa aja,,cuma apa kabar bokap lo??" berjalan mendekati Farkan.


"yaa seperti biasa ngomel mulu. Tapi nih yang bikin gue sebel,,masa gue di suruh kerja jadi staff di kantor bokap kalo skripsi gue gak kelar sebulan."keluh Farkan sambil menghembuskan nafasnya lelah.


"bagus itu sih, gue setuju sama bokap lo. Biar li tau rasanya cari duit, bukan bisanya ngabisin duit.


"lah kalo bukan gue yang ngabisin siapa dong?? masa rayap??" kekeh Farkan.


"udah deh lo mau masuk ngopi dulu apa gmn!? Gue masih banyak kerjaan, sukur-sukur lo mau bantuin."

__ADS_1


" ogah gue,,mendingan gue cabut,mau nyobain kesayangan gue yang baru." begitu masuk mobil, farkan langsung berjalan meninggalkan parkiran."


"sotoy emang tu bocah,kapan insafnya sih??" gumam Reynand sambil masuk kembali kedalam cafe.


__ADS_2