
Di lapangan berkumpulnya maba,terlihat Cherry dan mahasiswa lainnya berbaris rapi menurut kelompoknya. Cheery masuk kedalam kelompok 3 yang berisi 20 orang. Pada saat pengumuman untuk mengumpulkan benda- benda yang harus di bawa saat ospek,ada satu mahasiswa di kelompok Cheery yang gelisah. Karena tugasnya itu ketinggalan.
"Aduh mati gue,,kok semangka warna kuning gue gak ada yaa?? mana di suruh ngumpulin pula." gerutu Risya sambil mengobrak abrik tas dari karung berasnya.
"kenapa kamu Ris,kok gelisah gitu?" tanya Cheery.
" ini Cheer, semangka gue kok ga ada yaa?? padahal seinget gue udah gue masukin tadi pagi." jawab Risya.
" Aduh gmn dong?? kan kalo 1orang dalam 1 kelompok ga bawa tugasnya,nnti kena hukuman 1 kelompok." Cheery ikut gelisah.
" hey kalian yang ribut ngobrol sendiri,,mana tugas kelompok kalian?? kurang kelompok kalian aja ni yang belom komplit." tanya kakak tingkat cewek dengan gaya super centil, chika namanya.
" maaf kak punya saya semangkanya kok hilang yaa,,padahal seingat saya tadi pagi sudah saya masukan tas." jawab Risya takut.
" Masa iya semangka bisa jalan sendiri keluar dari tas?? paling akal akalan kamu aja yang gak bawa itu semangka. Gak mau bawa yang berat- berat kan kamu??" sahut Chika judes.
Gadis di sebelah Chika yang memperhatikan maba itu dari tadi ikutan menjawab.
" sudah..sudah...sekarang 1 kelompok kalian maju kedepan. Dan terima hukuman kalian. Harusnya 1 kelompok itu kompak. Biar gak di hukum semua." sahut jeany.
__ADS_1
" sekarang kalian lari keliling lapangan 5x sambil teriak kami kelompok bebek tengil berjanji tidak akan teledor lagi. KALIAN PAHAM??" teriak Chika.
"Paham kak!" sahut para maba sambil berlari dan teriak.
Ditengah lapangan mereka berlari sambil teriak,,mereka jadi pusat perhatian. Karena baru Ospek hari pertama mereka sudah melakukan kesalahan. Tidak terkecuali Satria yang menjadi Presma di kampus itu. Dia sedang memberikan arahan kepada anggotanya.
"mereka kenapa??" tanya Satria.
"biasalah ada anggota yang gak bawa tugasnya. Jadi dihukum lah 1 kelompok." jawab Nando sang wakil Presma.
"hmmm...baru hari pertama ini kok sudah berulah. Sudah yang lain lanjutkan tugas kembali." jawan Satria sambil memperhatikan seorang gadis yang tengah di hukum itu sambil tersenyum tipis. "cantik"
" lucu" gumam Farkan sambil tersenyum tipis.
Dibelakangnya ada Reynand yang memperhatikan ekspresi Farkan,yang jarang sekali tersenyum. Apalagi sambil liatin cewek. Bukannya aneh,tapi memang sudah setahun ini Farkan jadi super cuek sama cewek. Jadi kalo sampai dia senyum sendiri itu berarti ada "something" .
" ngapain lo senyum sendiri??" tanya sang playboy cap kodok Reynand.
" siapa yang senyum??" elak Farkan.
__ADS_1
" ah elah emangnya gue buta apa? lo dari tadi senyum sambil liatin tu maba cantik yang tadi pagi manjat gerbang kan??" tembak Reynand.
" mana ada,,lo kali yang salah liat." Farkan masih mengelak. Dia berjalan meninggalkan Reynand.
" woy tungguin napa. Awas yaa kalo besok gue bisa kenalan sama tu cewek,jangan sok sok an minta di kenalin. Gak sudi gue." ancam Reynand.
"Seterah lo dah." jawab Farkan cuek,sambil curi pandang ke arah lapangan.
" Jadi gak nie kita ke Showroom Angkasa??" gue masih ada kerjaan nanti sore. Cafe Malika lagi kurangan orang nie buat bantu- bantu. Mana katanya sekarang rame banget. Lo sih ga pernah kesana. Cuma transferin duit doang di awal buka cafe sampe sekarang gak pernah mantau tu cafe gimana." cerita Reynand.
" Jadilah. Ya kali gak jadi. Gue udah pesen baby baru nie. hehehe...Malika urusin lo aja deh. Gue percaya sama lo kok. Kalo kurang modal bilang gue aja." sombong Farkan.
" sekali kali kek bantuin gue di malika. Oke nanti gue temenin,tapi setelah itu gue tinggal yaa. Terserah lo kalo bokap lo ngamuk lagi. Belom ada satu bulan lo udah ngabisin berapa M?? Di cabut semua fasilitas lo kelar hidup lo." maki Reynand.
" Kagak seberapa lah. Masih banyak bulan kemaren. hhaha...lah kalo bukan gue yang ngabisin siapa dong..secara kakak gue udah di tanggung idupnya sama lakinya,nah tinggal gue donk si bungsu." kelakar Farkan.
" iyee si anak sultan. Kita liat aja besok kalo lo kena omel jangan curhat ke gue. " Sambil membuka pintu mobilnya.
" Kuy lah berangkat." jawabnya dari kemudi mobil di samping mobil Reynand.
__ADS_1