MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Karyawan Baru


__ADS_3

Pagi itu, Farkan sedang siap-siap pergi ke kantor. Dengan setelan celana kain berwarna hitam, kemeja berwarna putih serta sepatu pantofel berwana hitam tak lupa tas kerja berupa ransel. Farhan melihat pantulan dirinya di cermin, sambil bergumam sendiri" ganteng banget gue, mirip sales obat yang keliling tiap hari rabu di komplek depan. Ya kali udah ganteng gini mirip sales. Udah semua, kurang apa yaa?? oh iya ,jam tangan sama jaket."


Setelah semua siap, Farkan turun ke meja makan, terlihat Mama dan Papanya sudah menunggunya untuk sarapan.


"ganteng banget anak Mama, "sambil mencium pipi Farkan.


" mirip sales obat ya ma, yang suka keliling komplek itu." Farkan melihat penampilannya lagi.


" yaa nggak dong sayang, masa anak mama di samaain sama sales obat, kamu kan sales perumahan " Mama tertawa cekikikan.


"sudah -sudah ayo sarapan, Farkan nanti kamu temui HRD, namanya pak Jarwo dia yang akan menjelaskan semuanya." ucap Papa.


"iyaa pa, Farkan nanti akan temui pak Jarwo."


Mereka pun makan dengan tenang, selesai makan Mama menyerahkan satu kotak bekal untuk Farkan dan satu kotak bekal untuk Papa.


"ini bekal buat anak Mama dan satunya buat Papa."


"loh, Papa kok bawa bekal juga ma?? biasanya kan Mama yang anter ke kantor." bingung Papa.


" yaa gak apa-apa sekalian aja, nanti Mama mau arisan, mungkin gak sempat ke kantor Papa. Udah sana berangkat nanti telat lho." Mama mengantar mereka ke depan, Papa mencium kening Mama diikuti Farkan yang mencium pipi Mama.


" Assalamualaikum Ma..."


"waalaikumsalam..hati-hati..."


Farkan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, macetnya jalan yang harus dia lewati ditambah asap kendaraan dimana-mana, membuat moodnya jelek. " udah ganteng wangi gini eh ujung-ujungnya bau asap kendaraan, untung masih pagi jadi belum begitu panas."


Farkan memasuki halaman kantor SR corporation, setelah memarkirkan motornya, dia menuju resepsionis untuk menanyakan ruang HRD. Karena penampilannya yang keren juga wajahnya yang tampan, ditambah wangi maskulin yang menguar dari tubuhnya, Farkan menjadi pusat perhatian kaum wanita yang berada di sekitarnya.


"pagi mbak, mau tanya kantor HRD ada di lantai berapa yaa?"


"eh...oh kantor HRD ada di lantai 7, nanti ruangannya ada di ujung sebelah kiri." gugup Mita salah satu resepsionis.


"oke mbak, terima kasih." Farkan berjalan ke arah lift, ikut antri bersama karyawan lain.

__ADS_1


"karyawan baru yaa mas?" sapa Gio salah satu karyawan bagian pemasaran.


"eh, iyaa mas, baru hari ini masuk, mau ketemu pak Jarwo bagian HRD dulu ini." jawab Farkan ramah, dia sudah di wanti-wanti oleh Papa dan Mamanya harus bersikap ramah, karena kalau masih bersikap dingin, dia akan dikirim ke kota kecil untuk mengurus salah satu cabang yang ada si sana. Dan itu membuatnya bergidik ngeri, membayangkan saja sudah ngeri.


" oh iyaa, saya juga baru 6 bulan kerja di kantor ini, saya Gio di bagian pemasaran." sambil mengulurkan tangannya.


"saya Farkan." membalas jabatan Gio.


Setelah memasuki lift, mereka kemudian menuju ruang yang dituju masing-masing.


tok..tok...


"masuk..."


"permisi pak, saya Farkan, .." Farkan membuka pintu dan masuk.


"silahkan masuk Farkan, saya Jarwo, bagian HRD. Silahkan duduk." setelah menjabat tangan mereka duduk kembali.


"Saya sudah tau siapa kamu, Pak Sigit sudah memberitahu saya semuanya. Beliau meminta saya untuk memperlakukan kamu seperti karyawan lainnya. Kamu akan di tempatkan di bagian pemasaran. Selama 3 bulan kedepan kamu akan menjalani masa training terlebih dahulu. Setelah kamu berhasil melewati masa training, kamu akan di tempatkan di lapangan selama 3 bulan kemudian. Baru kamu bisa kembali ke kantor lagi setelah kamu berhasil mencapai target kamu. Apa kamu mengerti?" jelas Pak Jarwo.


"baik pak saya mengerti, saya bisa apa kalau Papa sudah berkehendak." jawab Farkan lesu.


"yasudah mari saya antar kamu ke bagian pemasaran. Nanti kamu Pak Adi akan jadi mentor kamu. Kami bisa bertanya apa saja dengannya, dia orangnya tegas dan disiplin tapi sebenarnya baik."


Mereka berjalan menuju bagian pemasaran, Farkan mengikuti Pak Jarwo dari belakang, sesekali melihat-lihat kantor Papanya itu. Kalau diingat-ingat sudah lama sekali dia tidak pernah main di kantor Papa. Terakhir itu waktu Dia masih sekolah dasar.


tok..tok..


"masuk..."


"permisi Pak Adi, saya mau mengantar karyawan baru, sini Farkan masuk."


"oh Pak Jarwo, mari silahkan duduk."


"ini Farkan, karyawan baru yang saya bicarakan kemarin, tolong di bimbing yaa pak. Kalau begitu saya permisi." Pamit Pak Jarwo.

__ADS_1


"terima kasih pak, pasti akan saya bimbim sebaik mungkin." ucap Pak Adi.


"ayo saya kenalkan ke tim kamu." sambil berjalan menuju ruang yang ada di sebelahnya.


"Pagi semua, mulai hari ini akan ada anggota baru di Tim kita. Farkan perkenalkan diri kamu."


"perkenalkan saya Farkan, mohon bimbingannya." ucap Farkan sambil tersenyum ramah.


"baik Farkan disini ada 5 orang termasuk kamu sekarang, itu meja kamu yang paling ujung." tunjuk Pak Adi pada meja dekat jendela.


" saya Gio yang tadi Farkan, selamat bergabung dengan kita. Akhirnya kita ketemu dan jadi satu tim." Gio menyambut ramah.


"saya Devi, saya paling senior disini, jadi kalau ada yang kurang mengerti kamu kasih tau saya."


"saya Beni, kelihatannya kita seumuran, secara ganteng kita sebelas dua belas." ucap beni sambil menaik turunkan alisnya.


"PD gila lo, inget anak istri di rumah, umur udah hampir kepala 4 aja masih narsis." ucap Tina uang kira-kira seumuran dengan Beni.


"gue Tina, harap kerjasamanya ya, kalo gak tau gak usah sungkan tanya, daripada bikin susah nantinya." sambil melipat tangannya di dada, penampilan Tina yang tomboy membuat dia terlihat seperti pria, walau dia sudah emak -emak beranak.


"gausah galak-galak kali Tin, takut ntar adek baru aku." Beni menggodanya.


"sudah-sudah, kamu duduk di meja kamu sana, dan Dev, tolong kasih Farkan berkas yang harus dia pelajari, nanti kalau dia tidak mengerti bisa tanya kalian, dan kalau belum mengerti juga suruh langsung tanya ke saya, bebal berarti dia." ucap Pak Adi tegas.


" selamat bekerja yaa Farkan, semoga kamu cepat beradaptasi dengan tim ini. Kalau begitu saya ke ruangan saya dulu." pamit Pak Adi sambil berlalu keluar ruangan.


"nih, berkas yang harus kamu pelajari, apa aja yang harus kamu kerjakan dan lakukan saat menjadi tim pemasaran. Dan bagaimana caranya memenuhi target kita nanti. Kalau belum paham boleh kamu tanya pada kami." ucap Devi sambil meletakkan satu bendel berkas di meja Farkan.


"baik mbak, akan saya pelajari." Farkan menatap berkas yang ada di depannya sambil menelan salivanya. Di dalam bayangannya sudah tidak ada kata santai. Dia mengerti yang di maksud tim pemasaran, mereka akan selalu di kejar target dan target. Sudah terbayang dalam kepala Farkan akan seperti apa nanti pusingnya dia.


"sudah ayo semangat, gak sesusah yang lo kira kok, " gue dulu awalnya juga gitu, tapi lama-lama bisa, apalagi kita dikelilingi orang baik semua," Gio memberikan semangat Farkan.


"iyaa tenang aja, namanya tim itu yaa saling bantu." ucap mereka kompak.


"terimakasih yaa mbak, mas,.."Farkan tersenyum ke arah mereka. Ternya mereka tak semenyeramkan tadi saat awal perkenalan.

__ADS_1


Tekad Farkan, ayoo semangat, biar cepet kelar nih hukuman dan gue bisa bebas lagi, begitulah anggapan Farkan.


__ADS_2