MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Perkenalan calon mantu


__ADS_3

Pagi itu Farkan sudah berada di Villa Risya. Dengan celana jeans panjang berwarna hitam dan Hoodie berwarna putih serta sneakers berwarna putih kesayangannya tak lupa kacamata hitam sudah bertengger di atas hidungnya. Penampilan yang membuat para cewek berteriak histeris. Tak berbeda dengan Cheery yang menelan ludahnya kelat. Cheery yang sempat bengong memandang Farkan buru-buru menyadarkan dirinya saat orang yang dipandangnya tadi menghampirinya.


"udah siap semua Cheer?" Farkan membuka kacamatanya dan langsung menatap Cheery dari atas sampai bawah. Cheery menatap dirinya yang memakai celana jeans biru muda dan sweater bergaris hitam putih juga sneakers putihnya menjadi salah tingkah. Apa ada yang salah dengan penampilannya?


"oh, sudah kak, tinggal nunggu yang lain turun, nanti adek-adek aku ikut kita kan kak, sekalian pulang. Risya sama gita kan ikut kak Reynand." jawab Cheery.


"iya dong, masa calon adek aku ikut Reynand. Kan mau sekalian PDKT sama mereka." Farkan menaikturunkan alisnya menggoda Cheery.


"apaan sih kak, pagi-pagi udah gombal aja. Gak mempan tau gak?" Cheery mendelik menatap Farkan. Dan hanya di balas dengan kekehan Farkan.


Risya dan Gita yang sudah turun dan sedang memasukan barang-barang mereka ke bagasi mobil pun berteriak memanggil Reynand yang duduk dengan santai sambil menikmati sandwichnya.


"kak Reynand, bantuin dong, malah asik sarapan lagi. Yang lain juga belom sarapan. Nanti sarapan di mobil aja, ini bantuin masukin tas kita dulu dong." teriak Gita.


"iyaa..iyaa..bawel amat sih, orang mobil juga mobil situ, barang juga barang situ, kok gue yang repot." gerutu Reynand tetapi tetap datang membantu mereka.


"udah ini aja barangnya kan?" tanya Risya setelah melihat bagasinya penuh dengan barang.


"iyaa udah ini aja, sebagian kan ada di mobil kan Reynand yang di bawa kak Farkan." ucap Gita sambil melihat bagasi mobil Reynand yang sedang di tata oleh Farkan.


Setelah semua barang masuk mobil, mereka menghabiskan sandwich dan segelas susu yang sudah di siapkan oleh Mbok Minah. Sambil mengecek adakah barang yang tertinggal, Risya dan yang lainnya berpamitan kepada penjaga Villanya tersebut.


"kami pamit yaa mbok, terima kasih sudah di bantu selama disini." ucap Risya dan teman-teman.


"sama-sama neng, lain kali main kesini lagi yaa sama teman-temannya biar rame lagi." jawab Mbok Minah.


"ya sudah mbok, kami berangkat yaa, assalamualaikum"


"waalaikumsalam, hati-hati di jalan."


Mobil Risya di isi oleh Reynand sebagai sopir dan di sebelahnya tentu saja Risya. Sementara di belakang di isi Gita seorang, berasa obat nyamuk batin Gita.


Sedangkan mobil Reynand di isi oleh Farkan sebagai sopir, di sebelahnya duduk Cheery, dan di belakang ada Chiko dan Chandra yang selalu mengikuti kakaknya itu berada.

__ADS_1


Perjalanan yang akan di tempuh selama 2 jam itu di isi dengan berbagai obrolan. Mulai dari basa-basi Farkan kepada adik Cheery dan mulai ingin tahu tentang keluarga Cheery.


"kalian tiga bersaudara ya?" tanya Farkan melirik bangku belakang.


"iyaa kak, dan mbak Cheery cewek sendiri, bukan hanya di rumah sih, tapi juga cucu cewek sendiri mbak Cheery itu."jawab Chiko.


"wah, kalian sayang banget dong sama mbak Cheery? Dan harus jagain kakak kalian, kan kalian cowok."


"jelas dong kak, sebagai laki-laki sejati kita harus jagain kakak perempuan satu-satunya yang kita punya. Kakak beneran suka yaa sama kak Cheery?" tanga Chiko lagi dan langsung di jawab oleh Cheery.


"apaan sih dek, masih kecil gak sah bahas suka-sukaan. Yang ada belajar yang bener dulu." Cheery menoleh ke bangku belakang sambil menatap tajam Chiko.


"iyain aja aku masih kecil, tapi kan mbak Cheery udah waktunya punya pacar. Biar masa remaja lebih berwarna tau mbak." Chiko menambahkan.


"berwarna-berwarna, belajar yang bener dulu, kejar cita-cita dulu, kalau cinta-cintaan nanti nyusul sendiri." jawab Cheery.


"tapi aku setuju tuh sama Chiko, yang penting kan gak ganggu belajar kita. Dan kita jadi tambah semangat belajar tau mbak, yang penting tahu batasan kita pacar-pacaran." Chandra menambahkan.


"kakak juga setuju banget tuh, apalagi kakak kan udah kerja nih, bakalan sibuk, paling juga weekend kosongnya kalo gak ada kerjaan lain. Jadi kamu bisa fokus sama kuliah dan jualan kamu. Kalian setuju gak kalo kakak jadi pacar mbak Cheery?" tanya Farkan penuh harap.


"kalo aku terserah mbak Cheery sih, karena mbak Cheery pasti tau mana yang terbaik dan mana yang gak baik. Yang penting aku selalu jadi garda terdepan kalo mbak Cheery di sakiti. Mau rumah sakit apa kuburan." Chandra melirik tajam Farkan yang membuat Farkan bergidik ngeri.


"iyaa siap,, kakak nggak bakalan nyakitin Mbak Cheery, tapi pertanyaannya, mbak Cheerynya aja belum mau jadi pacar kakak, gimana dong?" jawan Farkan lesu.


"nah itu harus berusaha lebih keras lagi yaa kak," jawab Chiko dan langsung di angguki oleh Chandra .


"apaan sih kalian, nangi deh di pikir-pikir dulu, bentar lagi sampe rest area, mau gangguin Risya sama kak Reynand ngedate aja deh, ikutan gak?" ucap Cheery sambil melirik kedua adiknya di belakang.


"boleh tuh kak, seru kayaknya. Biar rame gitu." jawab Chandra.


"eh..eh..nggak ada yaa,, biarin aja mereka kencan sendiri, lagian tanpa kalian ganggu, ada Gita yang gangguin kok, dia malah lebih seru gangguinnya. Kita beli kopi aja disana, dan Cheery es coklat aja, nanti kakak traktir." tawar Farkan dan langsung di angguki oleh yang lain.


Setelah sampai rest area hanya Farkan dan Cheery yang turun, Farkan ke arah cafe dan Cheery ke arah toilet. Sementara Chiko dan Chandra asik bermain ponsel di mobil sambil mengabari orang tuanya bahwa akan ada tamu spesial nanti.

__ADS_1


Yaa Chiko akan memberi kejutan kepada orang tuanya, kalau kakaknya itu pulang dari liburan bawa calon pacar. Entah seperti apa nanti reaksi ayah dan bundanya. Membayangkan saja sudah seru sekali kalau Kak Farkan akan di interogasi oleh Ayah dan Bundanya.


Sementara di mobil Risya, Reynand dan Risya turun dan memasuki cafe, sementara Gita turun dan memasuki minimarket yang ada di sana. Tak lama kemudian Farkan keluar dari Cafe dan berpapasan dengan Cheery yang barusan keluar dari toilet. Melihat Farkan yang kesusahan membawa gelasnya, Cheery mulai membantunya. Karena bukan hanya minuman yang di belinya, tetapi juga beberapa kue dan puding untuk cemilan dijalan nanti.


Setelah memasuki mobil kembali, mereka melanjutkan perjalanan kembali kerumah. Cheery sudah menghubungi Gita, kalau dia akan pulang lebih dahulu. Jadi mereka tidak perlu terburu-buru mengejar rombongan Farkan.


Sementara Chandra dan Chiko tertidur karena kekenyangan dan mungkin kelelahan, Cheery masih asik menemani Farkan ngobrol. Cheery kasihan kalau harus melihat Farkan menyetir sendiri tanpa ada yang menemani.


"tidur aja Cheer, aku udah terbiasa kok nyetir sendiri." ucap Farkan sambil melirik Cherry.


"aku gak ngantuk kak, tenang aja, masih kuat kak kalau cuma 2 jam aja." jawab Cheery.


"wah, jadi ceritanya gak tega nih sama calon Pacar yang nyetir sendirian, makanya di temenin?" Farkan tersenyum miring.


"apaan sih kak, orang aku gak ngantuk kok."elak Cheery.


"iyain aja deh, yang penting aku seneng banget nyetir ada kamu di samping aku."Farkan menoleh menatap Cheery sambil tersenyum manis.


"udah nyetir aja kak, bahaya tau sambil noleh kesini." Cheery gugup.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Cheery. Setelah membuka gerbangnya Cheery mengajak Farkan untuk mampir dulu sekedar minum teh.


"assalamualaikum" ucap Chandra dan Chiko diikuti Cheery dan Farkan di belakangnya.


"waalaikumsalam, sudah pulang kalian, ayo masuk dulu." Bunda melihat seseorang yang tak asing masuk kedalam rumahnya.


"loh siapa ini?"tanya ayah.


"assalamualaikum om, tante, saya Farkan, temannya Cheery."ucap Farkan sambil mencium punggung tangan Ayah dan Bunda.


"waalaikumsalam, ayo masuk, duduk dulu. Cheery, Chiko sama Chandra masukan barang-barang kalian dulu, baru turun lagi, kita makan siang bareng sekalian." perintah bunda.


"iyaa bun, kita naik dulu yaa kak," pamit Cheery, Chiko dan Chandra.

__ADS_1


"oh iyaa.." jawab Farkan sambil duduk gelisah di ruang tamu.


"tante buatkan minum dulu yaa sebentar." Bunda masuk kedapur, sementara ayah duduk di hadapan Farkan.


__ADS_2