
"assalamualaikum mama," ucap Farkan begitu sampai di rumah."
"waalaikumsalam, kok baru pulang nak, Reynand aja udah sampe dari tadi lho. Malahan udah tidur pules banget tuh di kamar kamu." jawab Mama.
"iyaa ma, tadi ada urusan sebentar, nanti malam Farkan ceritain deh ma, sekarang Farkan mandi dulu ya Ma, udah bau keringat banget ini ma." Farkan mengendus ketiaknya sendiri.
"iya sudah, sana mandi dulu, nanti ceritanya sekalian makan malam."
Farkan segera menuju kamarnya, dan dilihatnya sang sahabat sedang tidur dengan nyenyaknya. Farkan mengabaikannya, dan segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya setelah seharian tadi membantu berkebun Bunda Cheery.
Tak lama Farkan sudah selesai mandi, dan segera mengambil pakaiannya yang ada di lemari. Buru-buru Farkan mengenakan pakaian dan bersiap membangunkan sahabatnya itu.
"bangun lo..udah mau magrib ini, buruan mandi, jorok banget sih lo, habis perjalanan jauh gak mandi dulu malah langsung tidur lagi, mana di kasur gue. Kuman semua sprei gue."omel Farkan sambil terus menggoyangkan badan Reynand. Reynand yang merasa ada yang mengganggu tidurnya langsung membuka matanya. Dilihatnya Farkan sedang menatapnya jengkel, dan di balas lirikan mata malas oleh Reynand.
"apaan lo gangguin gue, baru pulang lo? ngapa gak nginep sekalian? gue sampe lumutan nungguin lo tau." omel Reynand sambil beranjak dari tempat tidur.
"pengennya sih gue nginep, tapi belum halal gimana dong? lagian lo katanya mau kencan bareng Risya, kok udah pulang? ditolak lo?" ejek Farkan.
"nginep-nginep, yakin di terima lo? kalo gue sih pasti diterima, cuma gue lagi gak pengen pacar-pacaran yang serius dulu deh. Masih mau seneng-seneng sama mau majuin tuh cafe, katanya mau bikin cabang dulu. Gimana sih?" Reynand menatap Farkan bingung.
"iyaa besok gue halalin, doain aja Cheery cepet buka hati dan percaya sama gue. Kalo ortunya sama adeknya sih udah Welcome. Yaa pacaran sambil kita jalanin usaha dong bro, kan biar tau pasang surut kita, bukan hanya tau enaknya aja. Udah mandi sono, bentar lagi adzan magrib. Pamali tau tidur lagi pas mau magrib. Gue turun dulu deh, gue tunggu di ruang shalat bawah yaa." Farkan beranjak dari kamarnya menuju mushola kecil di rumahnya.
Tak lama Reynand san Papa Farkan menuruni tangga dan langsung masuk kedalam mushola. Shalat magrib yang dipimpin oleh Papa, dan Farkan, Reynand dan Mama yang menjadi makmumnya.
Meja makan saat ini penuh dengan berbagai makanan khas jogja, karena kemarin tetangga sebelah rumah ada acara di kampung halamannya. Jadilah oleh-olehnya sampai rumah Farkan.
"banyak banget ma ini bakpia sama getuknya, belum lagi gudegnya, wah gak sabar pengen makan." Farkan berbinar melihat isi meja makan.
"iyaa tadi dari tante Indah sebelah rumah, katanya ponakannya habis menikah, kan asli jogja mereka itu." jawab mama.
__ADS_1
"bukannya ponakannya tante Indah masih kecil ya Ma, setahu Farkan masih lulus SMA kan?"
"iyaa katanya baru kuliah semester satu, terus ada yang melamar, udah mapan juga yang melamar, jadi daripada nunggu lama-lama malah jadi dosa, yaudah nikahin aja." jawab Mama sambil mengambilkan nasi untuk Papa.
"wah anak di zaman now kok berani banget ya nikah muda. Gak takut belum pada bisa ngatur emosi sama keuangan apa? kan kebanyakan gitu ma, buru-buru nikah, eh ujung-ujungnya cerai. Mana baru dua tahun nikah lagi." Farkan menerima makanan yang sudah di ambilkan oleh Mama.
"iyaa bener tuh tan, kebanyakan gitu. Apalagi nanti kalo punya anak,kan kasihan kalo ortunya pisah." tambah Reynand.
"kalau yang perempuannya masih labil, tetapi laki-lakinya lebih dewasa juga mapan dari segi ekonomi dan pikiran, bisa sabar juga menghadapi istri ya yang masih muda, kenapa tidak. Mama sih setuju aja, lagian timbang pacaran lama-lama ujung-ujungnya gak jadi. Kan malah tambah dosa."mama tak mau kalah.
"iyain aja deh biar cepet. Kalo debat terus kapan makannya. Udah ayo makan dulu. Ceritanya lanjut nanti." ajak Papa.
Tak lama makanan yang ada di piring masing-masih sudah tandas, mereka segera berpindah ke ruang keluarga untuk melanjutkan obrolan yang tertunda. Yaitu cerita Farkan yang pulang terlambat, karena dari ekspresinya ,terlihat kalau Farkan sedang bahagia.
"jadi kenapa kamu pulangnya telat? dan mobil Reynand kamu yang bawa?" tanya mama.
"jadi kamu udah kenalan sama keluarga Cheery? kok bisa?" tanya Papa bingung.
"jadi kemarin kita maen bareng di Villanya temennya Cheery pa, kebetulan kita pas lagi maen ke tempat om nya Reynand, nah ketemu deh disana, terus diajakin barbeque an gitu deh pa. Nah Farkan kan gak enak, udah diajakin makan gak bawa apa-apa juga, jadi sebagai orang yang baik, Farkan anterin pulang deh. Gitu ceritanya Pa." cerocos Farkan yang langsung di balas oleh tendangan di kaki Farkan. Siapa lagi kalau bukan sabahatnya itu.
"kamu ngapain tiba-tiba main di om'nya Reynand? kamu modus paling kan?" tanya Papa.
"yaa gak apa-apa pa, refreshing aja pa, beberapa bulan kan Farkan gak pernah main tuh, nah di rumah om'nya Farkan kan adem banget tuh, cocok buat ngademin pikiran. Modus apa sih pa, di seriusin iyaa tapi gak di modusin." jawab Farkan sambil menatap papanya serius.
"jadi sudah sejauh mana kamu dekatin Cheery?" tanya Mama.
"yaa masih deketin aja ma, belum jadian, Cheerynya masih ragu, tapi keluarganya udah welcome kok, buktinya Farkan di terima baik di keluarganya."
"yaa kamu berjuang lebih keras lagi dong Farkan, mama pengen Cheery yang jadi mantu mama nanti. Anaknya baik rajin cantik dan gak neko-neko. Cocok deh sama mama." Mama antusias.
__ADS_1
"iyaa ma, doain Farkan bisa meyakinkan Cheery yaa ma. Cheery itu cewek berprinsip ma, jadi harus berjuang lebih keras Farkan ma."
"Papa doain semoga lancar dan bisa meyakinkan Cheery, tapi kamu juga harus buktiin kalau kamu pantas untuk Cheery, kamu harus bisa buktiin kepada keluarganya kalau kamu mampu jadi calon suami yang baik buat anaknya nanti." nasihat Papa.
"iyaa kurang-kurangin deh tuh belanja yang gak penting. Mulai persiapkan apa yang harus kamu beli kalau kamu sudah siap berkomitmen." tambah mama.
"kok jadi suami sih ma, jangan kejauhan dulu, ini aja di pacarin dulu belum mau, apalagi langsung nikah, bisa jantungan anak orang ma." omel Farkan.
"Reynand sih ngeri tante kalau Farkan mau nikah muda, yang ada Cheery makan ati mulu, gegara dia yang harus ikutan cari duit, kan Farkan hobi banget ngabisin duit." ejek Reynand.
"itu dulu nyet, sekarang gak lagi, gue udah mau fokus sama masa depan gue. Udah lo bantuin gue aja ngurusin cafe aja. Itu udah termasuk ngebantu penghasilan tambahan kita." omel Farkan tak terima.
"kalian buat Cafe?" tanya Papa.
"iyaa pa, udah lama sih, dari awal perkuliahan, alhamdulilah rame juga pa, rencananya mau buka cabang lagi, cuma terkendala modalnya kurang pa."
"coba kamu kirim proposal kamu ke Papa, nanti papa lihat, kalau bagus nanti papa tambahin modal buat kamu." Papa menatap Farkan serius.
"serius om? wah nanti Reynand bawakan Proposalnya om, Farkan itu dari dulu mau minta tolong sama om dari dulu, cuma masih takut, karena kan Farkan belum ada setahun kerjanya om."
"iyaa om ngerti maksud kalian, tapi untuk kali ini, demi masa depan kalian dan untuk meluluhkan hati calon mantu Papa, bolehlah papa bantu kalian kalau memang bagus prospek Cafe kamu itu."
"makasih yaa Pa, secepatnya nanti Farkan kasih Proposalnya." Farkan memeluk Papa penuh kasih sayang.
"iya,, kamu juga harus buktikan kalau kamu mampu , dan mungkin akan Papa pertimbangkan kamu buat naik jabatan kalau kamu bisa tembus proyek pembangunan Mall baru nanti." tawar Papa.
"siapa takut pa, Farkan akan buktikan ke Papa dan Mama kalau Farkan bisa." Farkan bersemangat.
"Papa tunggu hasilnya nanti."
__ADS_1