
Pagi itu Cheery sedang bersiap-siap berangkat kuliah, ia ingin di hari pertama ini sempurna, tidak boleh ada yang terlewat . Buku dan alat tulis sudah di masukannya kedalam tas, dompet dan ponsel juga tak ketinggalan. Kemudian turun ke ruang makan, disana sudah di tunggu oleh Ayah, bunda dan adik-adiknya.
" sudah siap semua mbak? Minumnya jangan lupa di bawa sudah bunda siapkan itu, sekalian kue buat bekal." ucap Bunda sambil memberikan piring berisi nasi goreng telur ceplok kepada putrinya.
" Sudah dong bun, kan Cheery orangnya teliti. Calon desainer ini bun." sambil memakan nasi gorengnya. "iya deh bunda percaya" sambil melanjutkan makannya. " motor kamu sudah Ayah panasin di depan, sudah ayah isi bensin sekalian, kurang apa coba ayah??" ucap ayah. "Terima kasih ayahku tercinta" sambil mencium pipi Ayahnya.
"Yasudah habiskan sarapan kalian, terus berangkat, keburu siang." perintah bunda, dan langsung di angguki semua yang ada di meja makan. Chandra dan Chiko berpamitan, mereka bersama, tidak lupa mencium tangan Ayah, Bunda dan Mbaknya itu. " assalamualaikum"
"waalaikumsalam, hati-hati jangan ngebut. Yasudah Cheery juga mau berangkat yaa Bun. Bunda ke toko bareng Ayah kan?" tanya Cheery sambil mencium tangan Ayah dan bundanya. " iya dong, nungguin bunda beresin meja makan dulu terus kita berangkat, ya sudah sana hati-hati yaa." jawab ayah. "assalamualaikum" "waalaikumsalam."
Motor Cheery melaju dengan kecepatan sedang, karena kuliah akan di mulai pukul 8 pagi, maka iya tidak buru-buru. Di perempatan lampu merah dia berhenti , sebuah mobil Lamborgini Aventador berwarna kuning berhenti tepat di sampingnya. Ada rasa kekaguman di hati Cheery, tapi juga otaknya ikut berfikir " apa orang yang punya mobil itu terlalu banyak uang? sampai membeli mobil yang tidak terlalu bermanfaat. Gimana mau bermanfaat kalau tempat duduknya hanya dua orang. Antara pelit, boros atau memang untuk gaya-gayaan aja." Cheery memandang mobil itu sambil menggelengkan kepalanya. Tanpa disadari lampu berubah menjadi hijau, dan tlakson mobil itu pun berbunyi seolah membuyarkan lamunan Cheery.
Sementara di dalam mobil tadi, Farkan memandang gadis mungil yang tidak asing di ingatannya, tapi dia lupa siapa dia dan dimana terakhir dia bertemu dengannya. Dan ternyata arah motor gadis itu berbelok ke arah Kampusnya. Baru ingat sekarang dia, kalau dia adalah mahasiswa baru yang di dihukum kemarin waktu ospek.
"ternyata dedek gemes, maba baru yang dihukum kemarin." gumam Farkan melirik ke arah motor tadi. Farkan keluar dari mobilnya dengan gaya cool dan tampannya. Bodynya yang tegap, otot dilengannya yang terlihat menonjol, dan rahang yang tegas mampu menarik perhatian para mahasiswi.
Cheery yang baru saja keluar dari parkiran motor ikut melihat siapa sosok yang keluar dari mobil yang ia lihat di lampu merah tadi. Sedikit terpesona dengan cowok itu. Tetapi pikiran tentang lamunannya tadi membuat rasa kagumnya hilang.
__ADS_1
Dari jauh Risya dan Gita datang menghampiri Cheery dan ikut berjalan beriringan. " Eh kalian liat cowok yang barusan keluar dari mobil merah itu gak?" gita melirik Farkan yang berjalan di koridor dekat ruang dosen. "yang pakai kemeja abu-abu?" Risya menimpali "iyaa...sumpah ganteng banget, auranya itu beda banget, bikin dugun-dugun ini jantung gue." heboh gita.
"Iyaa sih ganteng, tapi kalau gak berfaedah juga gak jadi dugun-dugun." jawab Cheery sambil melirik Farkan. "gak berfaedah gimana maksud lo?" Tanya Risya. " ya itu dia pake mobil yang pintu dua, mana belakang gak ada baknya lagi, kan cuma muat buat dua orang, gak ada faedahnya kan? boros uang, apa mau pamer gaya-gayaan??" kritik Cheery lagi.
"lo kenapa sih sewot amat sama itu kakak ganteng? ya kan keren gitu kalau cowok pake mobil sport, mana ganteng lagi, pasti cewek-cewek pada klepek-klepek itu." gita sewot. " menarik perhatian kok pake harta ortu, ya gak keren namanya. Kalau masih nodong ortu itu gak ada keren-kerennya." balas Cheery.
"sudah deh kok malah jadi ribut gini sih, perkara cowok yang gak kita kenal, temen bukan, sodara bukan, pacar apalagi. Gaka ada gunanya tau debat kalian ini. Udah mending kita masuk ke kelas lima belas menit lagi kelas dimulai." Risya melerai.
Kelas pun di mulai dengan tenang, banyak mahasiswi yang saling berkenalan. Cheery, Risya , dan Gita mengambil jurusan yang sama yaitu fashion. Dan mereka mengambil kelas di jam yang sama. Mereka pikir di hari pertama itu paling hanya perkenalan saja, ternyata langsung di beri tugas.
" gue kira hari pertama bakalan santai, ternyata langsung di kasih tugas." keluh Risya. "lo kira jaman SMA, hari pertama perkenalan terus pulang?" timpal Gita. " ya kan siapa tau gitu,hehehe" sambil tertawa aneh " sudahlah, nanti kita kerjakan tugasnya di rumah, sekarang lanjut kelas berikutnya, masih ada dua kelas lagi kita." Cheery menyemangati.
" Bagus bab 5 kamu, tapi ada sedikit yang perlu di betulkan, ini sudah saya coret yang kurang tepat, 2 hari lagi saya tunggu revisian kamu di meja saya jam 9 pagi. Kalau tidak ada yang salah lagi kamu boleh menyiapkan untuk daftar sidan awal bulan nanti." ujar Pak Warso.
" serius pak? nanti saya akan revisi secepatnya, dan langsung saya kasih ke bapak. Sekali lagi terima kasih pak." Farkan antusian sambil sesekali tersenyum. Farkan pamit keluar, dengan wajah sumringah dia langsung menuju kantin, tidak sabar untuk pamer dengan sohibnya itu, siapa lagi kalau bukan Reynand.
"hai bro sori lama,, tadi dosen cantik gue kelamaan ngerayu ngajakin jalan, ya mana bisa gue tolak coba, biar skripsi gue aman ni. Gimana skripsi lo? revisi banyak gak?" Reynand ikut duduk di samping Farkan.
__ADS_1
"aman bro revisi dikit aja, besok juga kelar, dan gue langsung daftar sidang, seneng banget deh hati gue. Lo gimana? mau bareng gue gak sidangnya??" lirik Farkan.
" kayaknya gue bulan depannya deh sidangnya, ini baru bab 4 gue. Yang penting kita wisuda bareng. Gak masalah kan?"tawar Reynand. "oww iya mau pesan apa ni, sekalian gue pesenin."Reynand berdiri. " Nasi goreng aja deh yang pedes sama telor ceplok, minumnya es jeruk aja." pesan Farkan.
Dua piring nasi goreng telor ceplok dan es jeruk siap di atas meja. Mereka memakan dengan lahap karena tadi pagi tidak sarapan. Sesekali mereka berbincang sambil lirik-lirik sekitar. Tatapan mahasiswi terkadang membuat mereka risih, tetapi karena sudah terbiasa dengan julukan Most Wanted di kampusnya, mereka mencoba cuek. Tiba- riba gerombolan mahasiswi centil datang mendekat.
" siang kak Farkan, lagi makan yaa kak, lama gak pernah lihat, kakak makin ganteng aja." goda Jeany sambil duduk si depan Farkan. Merasa tidak nyaman dengan makhluk cabe2an di depannya Farkan , dirinya menghentikan makannya lalu meminum es jeruknya. Dia melirik Reynand, sohibnya yang paham dengan arti lirikan itu langsung menjawab. " Udah tau lagi makan, ngapain masih tanya? ganggu aja tau gak lo. Udah sana minggir." usir Reynand. Sambil bersungut Jeany meninggalkan meja Farkan.
" Tuh cabe gak ada bosennya apa deketin gue mulu, liatin aja tu baju yang kurang bahan, mana muka sma rainbow cake gak jauh beda lagi." gerutu Farkan sambil melirik Jeany. " Udah biarin aja, lagian dia kalo di permak dikit pasti cakep kok, tapi di permak ke tukang jait, hahahaha..." tawa Reynan. " Nah itu baru bener, sekalian tu baju sama muka di jait semua biar bener, otaknya sekalian gak tu?" mereka tertawa.
Di sisi lain Cheery dan temannya yang baru keluar kelas menghela nafas lega, karena kelas telah usai. "Akhirnya kelar juga ini kelas, gue udah laper banget nie," Risya berjalan sambil memegangi perut. " iya nie sama, gue juga, kantin yok." mereka langsung berjalan menuju kantin.
" rame bener ini kantin, buruan cari meja Git, udah keburu laper nie, gue yang pesen makan, Cheery pesen minum. Mau pesen apa ni?" tanya Risya. " gue Bakso sama es teh aja, lo apa Cheer?" Gita menatap Cheery yang bingung melihat sekeliling sambil mencari meja. "samain aja deh, aku langsung pesen minum yaa biar cepet, penuh banget soalnya antriannya." sambil geleng-geleng melihat sekitar kantin.
Tiga porsi bakso dan 3 es teh tersaji di depan mereka. Tanpa basa basi mereka langsung menyantap apa yang ada di depan mereka, sesekali mereka bercanda sambil lirik-lirik sekitar. Gita yang menemukan cowok yang mereka bahas tadi pagi langsung tersedak.
"huk..hukk..." Gita mengambil minum yang di sodorkan Cheery. " kamu kalo makan pelan-pelan,,gak ada yang mau minta juga." omel cheery. "lihat meja paling ujung coba? cowok yang tadi pagi cuy,,ganteng banget dari dekat, temennya juga ganteng."kagum Gita.
__ADS_1
"cowok mulu yang ada di pikiran lo Git? sampe keselek itu bakso, untung bukan biji kedondong." sewot Risya. "tau lah ini Gita dari tadi yang di bahas itu orang mulu, udah makan aja, kita masih ada satu kelas lagi setelah ini." Mereka melanjutkan makannya sambil melirik cowok itu. Tanpa sengaja Farkan menatap Cheery sambil tersenyum. Cheery langsung mengalihkan pandangannya dan melanjutkan makannya.
Sementara Farkan yang melihat gadis itu tak membalas senyumannya jadi geram sekaligus geram. Cowok seganteng, sekaya ,dan sepinter dia kok di cuekin senyumnya. Padahal kan senyumnya mahal. Farkan berjanji akan membuat gadis itu suka padanya.