
Sepulang dari membeli bakso tadi, sepanjang perjalanan Hendra memikirkan siapa laki-laki yang akrab dengan Cheery itu. Karena dari tatapan dan sikapnya itu, Hendra yakin bukan hanya teman biasa. Kemungkinan saingannya dalam mendapatkan Cheery. Hendra harus menaikan level PDKTnya mulai hari ini. Dia tak mau usahanya selama ini sia-sia.
Ketika turun dari motor Cheery langsung masuk ke dalam rumah untuk memberikan bakso Chandra dan Chiko. Tak lama Cheery keluar dengan satu kotak kue yang di bawanya pulang kuliah tadi untuk oleh-oleh Hendra nanti.
"ini kak, buat di bawa pulang. Tadi sekalian mampir toko Bunda." Cheery menyerahkan kotak kue tersebut kepada Hendra.
"makasih Cheery, jadi ngrepotin ini." Hendra menerima kotak itu sambil tersenyum manis.
"oh iya, tadi itu temen kampus kamu? tapi kok sudah kerja?"tanya Hendra lagi.
"oh, kak Farkan? iyaa jadi pas Cheery masuk dia skripsi. Jadi sekarang udah kerja." jelas Cheery.
"kalian deket banget ya, yakin cuma temen?" telisik Hendra.
"ehm..untuk saat ini sih temen kak, gak ada yang tau kan kedepannya. hehehehe..."jawab Cheery cengengesan.
"kami suka sama dia ya?"
"hmmm ... apa sih kak, udah sore nih kak, nanti kakak kemalaman sampai rumah." Cheery mengalihkan pembicaraan.
"owh iyaa Cheery, aku masukin kue dulu ke mobil." Hendra membuka pintu samping mobil box yang di bawanya. Sebelum masuk ke pintu kemudi, Hendra mendekat kepada Cheery.
"ehm..Cheer, ada yang mau aku omongin."
"omongin apa kak? kayaknya serius banget?" Cheery menyipitkan matanya.
"aku sudah lama tertarik sama kamu dari waktu sekolah, tetapi karena kamu belum mau berpacaran, dan fokus mencapai cita-citamu, makanya aku sabar menunggu. Tetapi ketika tadi kamu di dekati cowok lain, aku merasa harus ngomong ini sama kamu. Cheery, mau gak kamu buka hati kamu dan lihat perjuangan aku buat dapetin hati kamu?" Hendra menatap kedua mata Cheery dengan tatapan penuh cinta.
"ehm...gimana ya kak," Cheery bingung menjawab pertanyaan Hendra, karena Cheery sendiri masih kaget dengan pernyataan Hendra.
"gak perlu kamu jawab sekarang pernyataan aku, tapi aku ingin kamu tahu, kalau aku sayang sama kamu, dan ingin kamu selalu ada di samping aku. Aku akan dengan sabar menanti jawabanmu, karena aku yakin kamu pun masih bingung dengan pernyataan tiba-tiba aku tadi. Kalau gitu aku pulang dulu yaa, assalamualaikum." pamit Hendra sambil memasuki mobil boxnya tadi.
"waalaikumsalam." jawab Cheery sambil memandang mobil yang di kendarai Hendra menghilang dari hadapannya.
__ADS_1
Cheery memasuki rumah dengan pandangan bingung. Karena sosok yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri ternyata mempunyai perasaan padanya. Dia sendiri masih bingung dengan perasaannya kepada Farkan. Dan sekarang di tambah dengan pernyataan dari Hendra. Bingung harus berbuat apa, Cheery memasuki kamarnya dan langsung membersihkan diri, mungkin dengan mandi dia jadi lebih segar dan mengurangi beban pikirannya tadi.
Setelah selesai membersihkan diri, Cheery merebahkan dirinya di kasur sampai suara ponsel membuyarkan acara rebahannya. Dilihatnya nama Kak Farkan memenuhi layar ponselnya.
"assalamualaikum Cheery." Satu kalimat keluar ketika Cheery menggeser tombol hijau di ponselnya.
"waalaikumsalam kak Farkan, udah sampai kantor? apa udah pulang? ini bukannya masih sore ya? apa gak sibuk kerja kok malah telpon Cheery?" tanya Cheery beruntun.
"tanya satu- satu dong Cheery." jawab Farkan terkekeh geli.
"eh..maaf-maaf kak, banyak tanya ya."
"gak apa-apa Cheery. Aku malah seneng, mai seribu pertanyaan dari kamu pasti akan aku jawab dengan sabar." jawab Farkan gemas.
"iyaa ini masih di kantor, baru mau pulang, kamu lagi apa? pegawai kamu tadi udah pulang?" tanya Farkan.
"ini baru selesai mandi kak, udah dari tadi kak, yasudah kak Farkan pulang dulu sana, nanti tambah macet loh."
"wah, cafenya udah jadi kak? boleh-boleh, datang aja kerumah. Aku gak kemana-mana kok, paling paginya ke toko bunda sebentar." jawab Cheery ceria.
"oke deh, sampai ketemu Weekend nanti. oh iyaa Cheery, aku sebenernya mau bilang, tapi aku masih gak pantes ngomong gini ke kamu. Tapi kalau gak di utarakan kerasa ngeganjel."
"kenapa kak? ngomong aja." tanya Cheery serius.
"ehm..aku cemburu liat kedekatan kamu sama pegawai kamu yang hendra-hendra tadi." jawab Farkan malu-malu.
"apaan sih kak, kita semua ini teman kak, Cheery belum mikir kesana dulu. Kita fokus ke tujuan kita buat mencapai cita-cita buat masa depan dulu yaa kak, kalau kita jodoh juga gak akan kemana. Yasudah kakak hati-hati dijalan. Cheery mau turun dulu, mau bantuin bunda masak makan malam. Assalamualaikum" Cheery menutup telponnya sambil memegang dadanya. Jantungnya berdegup lebih cepat saat Farkan bilang cemburu pada Hendra tadi. Apa Cheery beneran udah sayang sama Farkan? Cheery yang bingung itu langsung buru-buru bangun dari rebahannya dan langsung turun ke dapur, daripada melamun mending memasak saja.
"kenapa mbak kok turunnya buru-buru gitu?" tanya Bunda yang sedang mengeluarkan sayuran dari kulkas.
"gak apa-apa bun, takut bunda kerepotan masak sendirian nyiapin makan malam." jawab Cheery sambil memandang bunda dengan senyum.
"kenapa buru-buru juga masih nanti kan makan malamnya. Ini masih jam lima sore. kita makannya masih nanti habis magrib. Yasudah ini kamu potong-potong dulu tahu sama ampelanya, bunda siapin bumbunya dulu." suruh bunda.
__ADS_1
"siap bun."
Setelah semua masakan beres, bunda langsung membersihkan badan dan Cheery yang menata makanan di meja makan. Ponsel yang berada di kantong bajunya berbunyi, ada pesan dari Hendra dan Farkan.
Kak Farkan
aku udah sampai di rumah Cheery,
Cheery
alhamdulilah, langsung bersih-bersih kak, bentar lagi mau magrib.
Kak Farkan
siap cantik😉
Cheery membalas pesan Farkan sambil tersenyum sendiri. Dan membuat Chiko yang sedang bersiap ke mushola menyipitkan matanya.
"hayo chat dari siapa tuh? kok senyum-senyum sendiri?" ledek Chiko.
"apaan sih dek, bukan siapa-siapa. Udah anak kecil gak usah kepo." jawab Cheery langsung kabur ke kamar.
Cheery baru ingat kalau dia belum membalas pesan Kak Hendra. Langsung saja dia buka pesannya tadi dan membalasnya.
Kak Hendra
Assalamualaikum Cheery, gak usah kamu pikirin buru-buru pernyataan aku tadi. Aku cuma pengen kamu tau perasaanku sama kamu selama ini. Dan izinkan aku mencoba mengenal lebih dekat sama kamu. Semoga hatimu bisa melihat ketulusanku. Selamat sore Cheery.
cheery
waalaikumsalam, iya kak, Cheery juga bingung mau jawab apa, karena Cheery selama ini udah anggap kak Hendra kayak Kakak Cheery sendiri. Jadi masih bingung harus gimana, sosok kak Hendra udah jadi kakak yang baik buat Cheery, dan tiba-tiba menyatakan perasaan kakak. Cheery masih ingin meraih cita-cita Cheery. Jadi kita sama-sama berjuang buat masa depan kita dulu ya kak, kalau jodoh juga gak kemana kan kak. Cheery shalat magrib dulu yaa kak, selamat sore juga kak Hendra.
Cherry menghembuskan nafas lelah. Ada-ada saja godaan disaat orang mau fokus ke cita-cita. Apa ini yang dinamakan galau? entahlah, Cheery sendiri juga tidak yakin dengan perasaannya. Mungkin nanti Cheery bisa curhat ke bunda. Karena lebih nyaman kalau curhat dengan bunda sendiri daripada teman. Begitulah Cheery dari dulu, teman curhat paling setia adalah bundanya.
__ADS_1