
Setelah memarkirkan mobilnya di samping taman, Cheery keluar dari mobil dan langsung di hampiri Farkan. Mereka berjalan bersama menuju warung bakso, yang ternyata berada di dalam gang sempit yang bisanya di lewati oleh motor. Karena tidak terlalu jauh mereka memutuskan untuk jalan kaki saja.
Cheery tidak menyangka kalau Farkan yang nota bene anak orang kaya mau makan di tempat yang sederhana ini. Mungkin orang yang melihat Farkan tidak akan menyangka kalau dia anak orang kaya, karena penampilannya yang sekarang beda sekali saat waktu kuliah dlu. Saat pertama kali Cheery bertemu dirinya pertama kali. Dengan raut songongnya yang bikin Cheery ilfeel.
Entah apa yang ada di pikiran Cheery sekarang tentang Farkan. Tiba-tiba dia menjadi lebih sederhana, sifatnya tak lagi songong seperti dulu. Dan anehnya Cheery mau saja di ajak makan siang oleh Farkan. Berdua lagi, karena hampir tidak pernah Cheery makan berdua dengan cowok, kecuali adik dan saudara laki-lakinya. Alasan Cheery cuma satu, karena tidak enak mau menolak orang yang sudah baik sama kita. Yaa mungkin begitulah kira-kira.
Ketika memasuki warung bakso itu pertama kali yang dilihat Cheery adalah penjualnya yang sudah tua. Mungkin seumuran dengan Ayahnya. Yang dengan cekatan melayani pembeli yang lumayan ramai di siang hari ini. Hampir saja Cheery dan Farkan tidak mendapatkan tempat duduk, karena saking penuhnya.
Di edarkannya pandangan mata Cheery ke seluruh warung, tempat ini bersih dan rapi penataannya. Meja kayu panjang di pasangkan dengan kursi kayu panjang di kanan kirinya. Tiga buah kipas yang setia berputar guna mengurangi panasnya siang hari ini.
"lo mau pesen apa Cheer?"
"ehm bakso komplit pake mie putih aja, gak pake mie kuning sama air mineral aja, minuman aku masih ada nih yang tadi."
"oke, gue pesenin dulu."
"pak, bakso komplit 2 yaa, yang satu pake mie kuning , yang 1 pake mie putih, minumnya es teh 1 sama air mineralnya satu."
"oke siap mas."
Sambil menunggu bakso siap mereka kembali mengobrol.
"udah liburan kan Cheer? lo gak liburan kemana gitu? biasanya kalau liburan gini mahasiswa memanfaatkan waktu untuk liburan bareng?" tanya Farkan sambil menatap Cheery.
__ADS_1
"kemarin habis dari rumah Nenek sih kak, nginep dua hari. Rencana weekend ini sih mau liburan ke Vilanya temen aku. Mau barbeque an gitu."
"Kok cuma 2 hari nginepnya, liburnya kan sebulan lebih. Emang rumah nenek kamu jauh dari sini? wah seru tuh nginep bareng sama temen-temen."
"iyaa ada urusan sebentar kemarin, lagi pula aku mau bantuin bunda di toko kue sama ada kerjaan tipis-tipis. Lumayan lah 3 jam an dari sini. Kita bertiga mau nginep bareng gitu kak, paling nanti adek aku sekalian aku ajakin biar lebih rame."
"makasih pak," Cheery menerima mangkuk bakso dan menuangkan sambal, kecap dan saus. Dari baunya saja sepertinya nikmat sekali, rasanya sudah tidak sabar Cheery ingin menikmatinya.
"sama-sama neng, loh mas Farkan ya? tumben kesini sama pacarnya. Biasanya sendirian, loh motornya kemana, kok tidak parkir di depan?"
"ah bapak bisa aja, doakan yaa pak, hehehe...motornya saya parkir di dekat taman pak, sekalian olahraga.hehehe..."Farkan menjawab dengan terkekeh. Sementara Cheery sudah salah tingkah, pipinya merona.
"iyaa mas, semoga langgeng yaa mas, neg, mas Farkan ini pasangan yang cocok banget buat neng, dia ini baik dan bertanggung jawab banget. Pokoknya jangan dilepas ya neng." Ucap pak Somat penjual bakso sambil tersenyum.
"ah, bapak kita hanya teman pak, bukan pacar." Cheery panik sambil menggoyangkan kepalanya kekanan dan ke kiri.
"sory ya, pak Somat jadi ngomong aneh-aneh, tapi kalau beneran gimana?" tanya Farkan menatap Cheery lembut.
"beneran gimana sih kak? gak usah aneh-aneh deh kak." Cheery gugup dan langsung meminum minumannya tadi.
"iyaa beneran, gue udah sejak pertama kali ketemu lo udah ngerasa ada rasa ke lo. Gimana kalo kita menjadi lebih dekat.?"
" lebih dekat gimana kak? ini kan udah deket makan hadap-hadapan." bukannya Cheery tidak tahu maksud Farkan, tapi dia gugup dan bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"bolehkah gue mendekati lo? mencoba mengetuk pintu hati lo, dan mencoba jadi pacar lo? mengisi hari-hari gue dengan adanya lo di hidup gue?" Farkan menatap Cheery penuh harap.
"ehm..gimana ya kak, aku belum memikirkan tentang pacar-pacaran. Mau fokus kuliah aja sama jalanin usaha aku. Aku takut kalo pacaran malah buat aku gak fokus, dan merusak semua yang sudah aku jalani selama ini. Lebih baik kita temenan aja." jawab Cheery bijak.
"gue janji gak akan ganggu kuliah maupun usaha lo, gue bakalan suport kuliah dan usaha lo. Gue juga sibuk kerja, mungkin gak tiap hari juga kita ketemu. Jadi gak usah khawatir kalo lo nanti merasa terkekang harus ketemu tiap hari."
"ehmm..maaf kak, lebih baik kita temenan aja. Kayaknya itu yang paling tepat."
"tapi bolehkan gue berusaha buat hati lo luluh, dan membuktikan kalau pacar itu gak bakalan ganggu kuliah dan usaha lo. Gue bakal buktiin itu. Tunggu aja yaa usaha gue. Gue mohon beru gue kesempatan buat buktiin itu semua." Jawab Farkan yakin.
"ehm terserah kakak aja deh. Kayaknya gak bakalan merubah keputusan aku. Ini kapan makannya? nanti keburu dingin." jawab Cheery mengalihkan perhatian Farkan.
"tunggu aja gue bakalan buktiin, yaudah ayo makan."
Mereka makan dengan lahap, sambil sesekali saling curi pandangan. Cheery yang masih gugup karena sesekali di tatap Farkan dan Farkan yang tag bisa mengalihkan wajahnya dari Cheery yang salah tingkah.
Setelah menghabiskan seporsi bakso dan air mineralnya, perut Cheery terasa begah. Karena porsi bakso tadi lumayan banyak, atau mungkin karena gugup jadi perut terasa penuh. entahlah. Sementara sang pelaku pembuat salah tingkah hanya senyum-senyum tiap melihat Cheery yang gugup.
Setelah membayar baksonya, lebih tepatnya mereka makan di traktir Farkan kembali. Mereka berjalan bersisihan sambil sesekali mengobrol. Hingga tak terasa mereka sampai di samping mobil Cheery. Cheery yang akan pamit sama Farkan langsung menolehkan wajahnya begitu tangannya di tarik lembut oleh Farkan.
"kasih gue kesempatan yaa buat ngebuktiin apa yang gue bilang tadi. Gue yakin elo bakalan luluh. Itu janji gue. Tunggu aja yaa." ucap Farkan penuh senyuman manis sekali.
"ehmm.. coba kita liat nanti kak, kalo gitu aku pulang dulu yaa. Kakak hati-hati pulangnya. Assalamualaikum." Cheery memasuki mobilnya dan mulai menghidupkan mesin mobil.
__ADS_1
"hati-hati Cheery, makasih udah kasih gue kesempatan. Waalaikumsalam."
Farkan menatap mobil Cheery sambil senyum sendiri. Merasakan apa yang sudah lama sekali tidak dia rasakan. Mirip ABG yang baru jatuh cinta.