MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Memulai Usaha


__ADS_3

Pagi itu Cheery sedang sarapan bersama keluarga, dia ingin membicarakan keinginannya untuk memulai usaha yang selama ini dia impikan.


" pagi yah, bun, ada yang Cheery mau omongin nih." ucap Cheery sambil menatap Ayah dan Bundanya setelah selesai makan.


"kenapa Sayang? bicara aja" ucap Ayah menatap teduh putrinya. Sementara Bunda hanya menyimak memperhatikan Cheery.


"begini ya, Cheery pengen memulai usaha Cheery, pengen membuat butik. Nah karena tempatnya belum ada, sementara Cheery boleh pakai ruang belakang di toko kue bunda gak?" Cheery menatap ayah dan bundanya penuh harap.


"pakai aja mbak, lagipula kosong juga, cuman apa baju-baju koleksi kamu itu apa gak jadi bau kue? kan asapnya otomatis terbang kesana."terang bunda.


"iya bener tuh bun, kan sayang, udah cantik-cantik baju dan gaunnya malah baunya kue."Ayah membenarkan ucapan Bunda.


"iya juga sih yah, terus gimana dong? kalau mau buka sewa toko sendiri uang tabungan Cheery belum cukup. Selama ini Cheery cuma jualan online aja, nah kan pada tanya ada tokonya gak, mau pada liat-liat koleksi baju Cheery secara langsung. Itu yang bikin Cheery bingung." Cheery menatap Bunda sendu.


" emangnya kamu sanggup, kuliah sambil ngurusin butik, sementara kamu juga harus jahit dan bikin desain sendiri. Nanti kamu kualahan kak, malah gak jalan semuanya." Ayah bijak.


" Cheery rasa masih mampu yah, Cuma kayaknya Cheery butuh asisten gitu, nah kalo asisten juga butuh biaya juga. huft..."Cheery menghela nafasnya.


" begini aja mbak, kan kuliah baru mulai nih, baru juga satu semester, sementara mbak jualan online dulu aja, sambil nambahin koleksi baju-bajunya, nambahin mesin jahitnya juga, terus sambil cari-cari penjahitnya yang sesuai sama keinginan Cheery. Karena Bunda tau kalau susah buat jadi penjahit kriteria mbak itu. Kalau mbak kerjain semua sendiri Bunda yakin mbak gak akan bisa, apalagi sambil kuliah." jelas bunda.


" yasudah bun, mumpung ini libur kuliah, Cheery mau banyakin buat baju dan gaun. Banyak permintaan juga, sambil Cheery pasang iklan aja kali yaa buat bantuin Cheery jahit. Sebenernya Cheery cocok sama Mbak Heni yang rumahnya deket nenek itu, cuma dia gak bisa ikut Cheery kesini."


"begini aja, kamu hubungin Mbak Heni itu, minta tolong carikan penjahit gitu, terus kamu nanti kirim beberapa desain kamu buat di jahit disana, nanti tinggal di kirim kalau sudah jadi. Mumpung libur, kamu main ke tempat kakek dan nenek, sekalian bawa desain kamu itu. Cuma 2-3 jam dari sini ke rumah Nenek kan, bisa pakai kurir buat nganter baju-baju yang sudah jadi." ide Bunda cemerlang.


"wah ide Bunda boleh juga, makasih bunda Cheery jadi tambah semangat memulai usaha ini. Nanti Cheery hubungi mbak Heni dulu kapan ada waktu luang, supaya bisa ketemu gitu." Cheery bersemangat.


"iyaa sayang, udah bunda mau ke toko kue dulu, ayah juga mau kerja, kamu mau jahit aja apa mau ke toko kue bunda??" tanya bunda


" Cheery mau jahit dulu aja bun, nanti siang kalo gak sorean baru Cheery kesana."


" yasudah, Ayah sama bunda berangkat dulu yaa. Assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


Cheery memasuki kamar di belakang rumah dekat kolam ikan, kamar itu adalah kamar khusus yang digunakan Cheery untuk menjahit dan menjualkan baju-bajunya. Terdapat berbagai macam kain, manequin, dan rak-rak baju beserta isinya.

__ADS_1


Cheery mulai membuat pola baju yang akan di buatnya, rata-rata baju yang di buatnya di khususkan untuk remaja saat ini. Baju yang bisa di pakai untuk kuliah, hang out, atau bahkan ke pesta. Rencananya dia akan menambah baju Syari untuk menambah koleksinya.


Ketika Cheery sedang asik membuat pola pada kain, ponselnya berbunyi. Cheery menyelesaikan polanya terlebih dahulu baru membuka ponselnya. Dan ternyata Farkan yang mengirim chat padanya.


triiiing...


Farkan:


" Assalamualaikum Cheery,..."


Cheery:


"waalaikumsalam.."


Farkan:


"lagi apa Cheer?? nanti siang sibuk gak? mau makan siang bareng gak? gue mau minta traktiran lo kopi nih."


Cheery:


Farkan:


"oh lagi sibuk yaa,, kalo lagi sibuk nanti malam aja traktir kopinya gimana? gue jemput lo jam 7 malam. Gimana?"


Cheery:


"siang aja deh kak gapapa, sekalian mau ke toko kue bunda nanti sore, kakak kirim alamat Cafenya aja, nanti aku langsung kesana."


Farkan:


"yakin gapapa kalo siang? yaudah kalo siang ga ganggu, nanti ketemu di Cafe Impian aja yaa jam 12 sekalian makan siang."


Cheery:


"oke kak.

__ADS_1


Farkan:


"thanks Cheery."


Cheery:


"thanks for what?"


Farkan:


"udah mau nerima ajakan makan siang gue."


Cheery:


"aku cuma mau bayar hutang, biar gak kepikiran terus masih punya hutang."


Farkan:


"oke deh...see u...Assalamualaikum..


Cheery:


"waalaikumsalam."


Cheery mengernyit heran, kenapa ini orang kayak semangat banget minta traktiran kopi. Padahal dia sendiri mungkin sangat mampu buat beli kopi se cafenya. Cheery jadi berfikir, ada maksud apa ini orang??


Tapi sudah lah, mungkin itu hanya menagih bayaran atas bantuan dia kemarin. Cheery melanjutkan memotong polanya, kemudian mulai menjahit baju itu. Karena terlalu fokus menjahit, sampai-sampai dia tidak sadar kalau waktu sudah menunjukan jam 11 siang. Cheery buru-buru mandi dan bersiap menuju cafe itu menemui Farkan.


Farkan masih di dalam Mall untuk menyelesaikan pekerjaannya, yaa dia masih berada di lapangan, guna memasarkan perumahan yang akan di bangun oleh SR corporation. Pekerjaannya memang sedikit membutuhkan skill rayu-merayu cutomer, dan itu awalnya sangat sulit, karena Farkan adalah orang yang suka membeli bukan menjual. Tetapi lama-lama karena sudah di training juga sudah mempelajari bagaimana teman-temannya bekerja, dia jadi paham dan mulai terbiasa.


Dia jadi ingat dengan Cheery yang akan dia temui sebentar lagi. Membayangkan saja sudah membuat jantungnya dugun-dugun, apalagi menemuinya langsung. Dia menoleh ke kanan kiri mencari temannya untuk berpamitan makan siang.


"gio, gue mau makan siang duluan yaa,, nantu gantian habis ini lo yang makan siang. Apa gue beliin sekalian dan lo makan disini?"


"nanti aja, gue sekalian mau beli batre jam tangan ini, tiba-tiba mati. Udah lo duluan aja, nanti gue setelah lo selesai.

__ADS_1


"oke deh, duluan yaa." pamit Farkan.


__ADS_2