MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Nonton Film


__ADS_3

Sore itu Cheery, Gita dan Risya sudah sampai di parkiran Mall X. Dan teledornya, diantara mereka bertiga tidak ada yang menyimpan nomor ponsel salah satu kakak tingkat yang akan ikut nonton.


"ini gimana kalo gak ada yang punya no ponsel kak satria dan yang lainnya? "gerutu Risya.


"gue kira lo punya Cheer, secara lo pernah jalan bareng waktu camping kemaren." gita menambahkan.


"orang ga bawa hp akutuh waktu api unggun, ya mana punya nomornya, lagipula ngapain juga waktu itu aku minta nomornya. Sudahlah, mungkin mereka sudah menunggu di lobi, ayo masuk aja." ajak Cheery keluar dari mobil dan berjalan duluan.


Sesampainya di loby, tidak tampak 3 kakak tingkat yang akan ikut nonton itu, mereka bertiga saling menoleh kanan kiri guna mencari keberadaan cogan itu.


"mana nie kak Satria dan yang lainnya? mana 20 menit lagi film di mulai. " omel Risya.


"pokoknya kita tunggu 5 menit lagi, kalau gak datang kita tinggal aja. Kita kan belum beli pop corn sama minumnya." jelas Cheery.


"oke setuju." kompak Gita dan Risya.


Ketika mereka akan beranjak pergi, Kak Satria dan temannya datang.


"sory-sory kita telat, tadi nungguin Reno yang lama banget datengnya."jelas Satria.


"sory yaa, belum di mulai kan filmnya?"tanya Reno.


"oke kak, kita langsung masuk aja, belum beli cemilan nie kita." jawab Cheery.


Mereka pun memasuki bioskop, Satria dan Dicko bagian memesan makanan, dan Reno memesan minuman. Tiket mereka sudah di pesan online, jadi mereka lumayan santai.


"eh kita belum punya nomor ponsel masing-masing yaa, jadi susah mau hubungin siapa tadi." terang gita.


" oww iya bener, yaudah nie tulis no ponsel kalian." Dicko Menyerahkan ponselnya, begitupun yang lain.


Akhirnya mereka masuk kedalam studio untuk menonton film, karena memesan tiketnya tidak bersamaan, jadi mereka duduk terpisah, Cheery, Risya dan Gita duduk di kursi tengah berjejer. Sedangkan Satria, Dicko dan Reno duduk di kursi atas .


" filmnya mulai menegangkan ini, gue ngeri itu akhirnya gimana sama tokoh utamanya, mati gak ya?? secara dia di pukulin sampai segitunya." oceh Risya sambil memakan popcornnya.


"kalo kata gur sih gak mati lah, masa pemeran utama mati sih, paling juga kalah di awal tapi menang di akhir." sambil meminum sodanya gita ikut berkomentar.


"itu Sad ending nantinya, soalnya kemarin kata adek aku terlalu parah cedera di otaknya, sebenernya dia bisa aja menang, tapi dia mengalah demi kelangsungan hidup kelompoknya. Jadi kayak rela berkorban gitu demi kebaikan."jelas Cheery tetapi tatapannya tidak beralih dari layar.


"kok lo tau sih,"tanya Risya bingung.

__ADS_1


"adek aku udah nonton 2 hari yang lalu, trus tadi akutuh di ceritain pas sambil panen cabe."Cheery meringis.


"yah udah tau endingnya ini, jadi gak seru dong."Gita mengomel.


"udah liat aja, tetep seru kalau kita nonton sendiri." Cheery menenangkan.


Sementara di kursi atas ada satu cogan yang tidak fokus nonton film, tatapannya tertuju pada bangku Cheery. Dia menyesal kenapa tidak pesan tiket kemarin barengan sama mereka. "ini sih namanya nonton sendiri-sendiri judulnya" gumam Satria dalam hati.


"ngapain lo liatin bawah mulu? pasti liatin Cheery yaa??" tanya Dicko sambil melirik Satria kemudian beralih ke bangku Cheery.


"apaan sih lo, orang gue lagi nonton juga." elak Satria.


" udah jangan berisik, nonton aja, kalo mau PDKT lanjut nanti setelah film selesai. Percuma juga lo bete, gak bisa ngapa-ngapain juga kan." nasihat Reno.


"siapa yang PDKT?"sewot Satria.


"udah gak usah sewot gitu, dari mata lo udah kelihatan. Akhirnya sang Presma menemukan tambatan hati. eciee..."goda Reno.


"pasti elo yang ember kan ****?" Satria melirik Dicko tajam.


"ehhehe..keceplosan gue tadi pas ngajakin dia mau nonton."kekeh Dicko.


"tenang kita dukung kok, jadi gausah sewot, kita juga gak bakalan nikung kok."Reno menambahakan dan langsung di angguki oleh Dicko.


Film pun usai, pas dengan waktunya shalat magrib, mereka bergaintian shalat di mushola yang ada di dalam Mall itu. Setelah selesai shalat, mereka mencari makan malam. Dan di putuskan untuk makan malam di restoran cepat saji BBC, restoran ayam krispi.


"seru banget tadi ya filmnya, tapi endingnya kenapa menyedihkan begitu?" Reno membuka obrolan.


"iya sad ending memang, apalagi pas nonton tadi, di tengah film nih si Cheery cerita udah tau endingnya kayak apa, jadi bikin rasa penasaran kita hilang." jelas Risya.


"yah gimana, daripada kalian sibuk berdebat endingnya kayak apa, yaa aku kasih tau lah." Cheery membela diri.


"emang lo udah nonton Cheer?" tanya Satria


"yang nonton adek aku 2 hari yang lalu. Trus aku cerita kalau mau nonton film ini, eh malah di ceritain sama dia. Yaudah, jadi tau deh ending filmnya."


" adek kamu cowok apa cewek?" tanya Dicko.


"jangan modus lo ****." sewot Reno sambil melempar kentang ke arah Dicko.

__ADS_1


"kan gue cuma nanya, tapi siapa tau juga bisa kenalan gitu, negatif thingking mulu otak lo."


"sayangnya adiknya Cheery cowok kelas 2 SMA. Mana ganteng lagi, jadi mau kenalan gak?" Gita terkekeh.


"hahahahha..."tawa mereka serempak.


"habis ini kita mau ke toko buku dulu, kalian mau langsung pulang apa mau ikutan?" tanya Satria.


"kita juga mau cari buku dulu kak, ada satu buku yang kita belum nemu, kali aja ada di Gramed yang di Mall ini. " terang Risya.


"oke deh, barengan aja, ini udah di bayar semua sama Satria, jadi kita langsung aja sekarang ke toko buku." ajak Dicko.


"wah jadi di traktir kita, makasih ya kak Satria."kompak mereka.


Mereka pun keluar dari restoran dan masuk ke dalam toko buku, Satria mencuri-curi pandang kepada Cheery.


"kalian berangkat ke sini tadi naik apa?" Satria menoleh ke arah Cheery. "kita tadi berangkat bareng Risya kak, dia bawa mobil trus jemput kita."Cheery menoleh ke arah Satria.


"emangnya rumah kalian searah?"


"enggak kak, kata Risya dia biasa jadi sopir mamanya ketika belanja, jadi udah biasa katanya." Gita menambahkan.


"rumah lo daerah mana?" sambil menatap Cheery.


"komplek Pandawa kak, kalau Risya daerah Setiakawan, dan Gita komplek Merdeka. Mereka berdua satu arah kak, kalau aku yang beda sendiri." jelas Cheery.


"wah kebetulan nanti aku pulang melewati arah komplek Pandawa, nganterin si Reno, sekalian aja, biar gak bolak balik Risyanya kasihan." Satria menawarkan.


"gak usah kak, kebetulan adik aku lagi manggung di cafe daerah sini, nanti dia sekalian jemput."tolak Cheery.


"adek kamu manggung? jadi anak band?"Satria menyamarkan rasa kecewanya.


"iya iseng-iseng hobi trus dapet duit katanya,hehehe..."Cheery menjelaskan sambil tertawa.


"wah adek lo calon musisi itu, boleh lah kita nonton performnya lain kali." Dicko menambahkan.


"boleh kak, nanti ikutan aja, adek aku selesai jam setengah sembilan. jadi nanti aku di antar Risya sampai cafe."


"oke deh malam minggu kita nongkrong di cafe boleh juga." Reni bersemangat.

__ADS_1


Setelah menemukan buku yang dicari, mereka menuju parkiran mobil dan langsung bergegas menuju cafe Impian, dimana Chandra adik Cheery perform.


__ADS_2