MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Sidang


__ADS_3

Pagi ini keluarga Farkan sedang dilanda kebahagiaan, karena persiapan Sidang anak bungsunya tersebut. Mama Ratna sedang mempersiapkan sarapan yang terbaik untuk putranya. Papa Sigit juga telah duduk di meja makan, hanya menunggu Farkan turun dan ikut bergabung.


"Pagi Pa, Ma.."sapa Farkan sambil mencium pipi Mamanya.


"pagi sayang, ayo kita sarapan." Mama mengambilkan piring dan mengisi piring Farkan.


"sudah siap buat sidang hari ini nak?" tanya Papa.


"Sangat siap Pa,"jawab Farkan percaya diri.


"Mama doakan Sidangnya lancar, dan kamu lulus dengan nilai yang memuaskan. Aamiin" doa Mama dan diikuti oleh Papa dan Farkan.


"Farkan udah selesai makan ma, pa, Farkan berangkat dulu yaa. Assalamualaikum. "Farkan mencium tangan Mama dan Papa dan bergegas masuk kedalam mobilnya.


Mama Ratna dan Papa Sigit menatap putranya itu dengan tatapan penuh haru. Bagaimana tidak, sepertinya baru kemarin dia masuk SD sekarang sudah sidang, tapi mengingat dengan ulah borosnya, rasa haru itu berubah jadi gemas sendiri.


"tak terasa ya Pa, anak kita udah besar, perasaan baru masuk SD kemarin."ujar mama haru.


"iyaa sekarang udah mau sidang aja," jawab papa."tapi kalo inget betapa borosnya tu anak, rasanya kita bisa membuat supermarket baru deh ma. Coba bayangin tagihan kartu kredit papa bulan ini, sekertaris papa sampai geleng-geleng kepala."


"iya pa, yang katanya gak bakalan belanja lagi, eh, dateng tu vespa apa harga 500jt. Mending buat modal buka toko sembako pa." jawab mama sambil merapikan meja makan.


"mama ini suka aneh-aneh, udah punya supermarket dimana-mana malah mau buka toko sembako."geleng-geleng papa.


"yaudah deh buat modal nikah si Farkan aja kalo gitu."mama berlalu ke dapur.


"hmmm...siapa yang mau sama anak boros kayak dia ma. Nanti ujung-ujungnya kita yang kena. Tapi tenang aja ma, papa udah punya rencana buat Farkan setelah sidang ini." papa menoleh ke sampingnya, ternyata kosong. "lah, papa ngomong sendiri dong dari tadi.


Sementara Farkan sedang berada di depan ruang sidang, dia di temani sahabat setianya Reynand. Pagi ini dia mendapat jadwal nomor 2 , itu membuat Farkan di landa kecemasan.


"elo yang mau sidang kok gue yang deg-degan yaa. "Reynand mondar mandir di depan ruang sidang.

__ADS_1


"bukan elo aja, gue lebih dari deg-degan, rasanya nie materi yang udah gue hafal hilang semua." Farkan mengharuk pelipisnya yang tidak gatal.


"gue yakin elo bisa bro,, gue akan selalu dukung lo." Reynand mendekat dan menepuk punggung Farkan menyemangati.


Pintu ruang sidang mulai terbuka keluarlah teman satu angkatan dengannya dengan wajah lega. "giliran gue sekarang Rey, doain gue yaa..." Farkan berdiri dan masuk ruang sidang.


Sekitar satu jam Reynand menunggu Farkan selesai sidang, akhirnya yang ditunggu keluar juga dengan wajah ceria.


"alhamdulilah gue lulus bro." teriak Farkan sambil memeluk sahabatnya itu.


"selamat bro,, bangga gue sama lo." sambil menepuk punggung Farkan.


"elo memang sahabat setia gue. Bawa apa lo buat hadiah gue??" tagih Farkan.


"nih gue bawain balon, kebetulan tadi di lampu merah ada yang jual ginian, lah gue yang bingung mau kasih lo apaan yaudah gue beliin ini aja." Reynand menyerahkan Balon bertuliskan Congratulation berwarna ping kepada Farkan.


"ya gak balon juga bro, mana warna pink lagi, kan malu gue" farkan menggerutu.


"harusnya lo yang traktir gue hari ini, gimana sih lo." Reynand menatap Farkan penuh arti. Farkan yang mengerti arti tatapan Reynand langsung mengerti.


Kebetulan Cheery yang sedang berada di koridor kampus, melihat cowok unfaedah yang beberapa hari ini tidak terlihat tampak ceria. "sepertinya dia habis sidang, dan mungkin lulus, kalau dilihat dari mukanya sih ceria gitu. "gumam Cheery.


Kebetulan Cheery juga akan menuju kantin untuk menghampiri teman-temannya, tanpa sengaja ia melirik meja yang dimana Farkan tempati. Dan tatapan mereka pun bertemu, Farkan memberikan senyumannya kepada Cheery. Cheery hanya tersenyum tipis sambil mengalihkan pandangan mencari meja teman-temannya.


"Cheer, kita disini." Risya melambaikan tangan ke arah Cheery.


Cheery mendekati meja dimana Risya berada, dan ternyata harus melewati meja Farkan.


"permisi, maaf balon kakak menghalangi jalan," Farkan menoleh ke arah Cheery yang ternyata sudah berada didekatnya.


"oww sori, boleh sekalian minta tolong buang aja gak balonnya, gak suka gue balon warna pink. " Farkan menyerahkan balon itu kepada Cheery dan langsung di tanggapi dengan pelototan tajam.

__ADS_1


"maaf kak, kakak punya tangan dan kaki kan, jadi bisa buang sendiri." jelas Cheery tak terima.


Farkan yang memang sedang mencari gara-gara dengan Cheery langsung berdiri.


" sebagai kakak tingkat kalau minta tolong adik tingkat buang sampah apa tidak boleh? sombong banget yaa lo."


"maaf kakak tingkat yang terhormat, kalau kakak tingkatnya dalam kondisi sehat, dan tidak sedang dalam urusan mendesak, kenapa tidak buang sampah sendiri aja."sindir cheery yang ikut maju selangkah di depan Farkan.


Farkan yang melihat wajah cantik Cheery, mulai dari alis yang rapi, bola mata berwarna hitam, dan bulu mata yang lentik, hidung mungil yang mancung, apalagi bibir tipis berwarna pink yang sepertinya sangat manis langsung membuatnya terpesona sampai tidak bisa berkata kata.


Cheery yang melihat wajah Farkan dari dekat pun hampir saja terpesona. Bagaimana tidak terpesona, wajah tampan Farkan mulai dari tatapan mata yang tajam, alis yang tebal, hidung mancungnya, dan rahang yang tegas itu hampir saja menggoyahkan iman Cheery.


ehm...


Reynand berdeham guna menyadarkan mereka dari lamunan masing-masing. "udah debatnya?? perkara balon doang, udah sini gue buang aja kan kelar." sambil membawa balon itu dan meletakkannya di samping tempat sampah.


Cheery yang melihat itu pun langsung pergi menuju meja temannya berada. Teman-temannya mulai kepo.


"ada apaan sih Cheer? kok kayak ada tatapan permusuhan lo sama kakak ganteng itu??" tanya Risya.


"tau tuh, masa aku di suruh buangin balon, secara dia sehat gitu, masa nyuruh orang lain sih. Kan emosi akutuh." Cheery langsung meminum es teh yang ada di depannya.


"eh, minuman gue tuh, jangan di habisin." seru Gita.


"dikit doang elah, pelit amat."


"kalo gue yang disuruh buangin tuh balon, langsung gue bawa pulang aja. Kan lumayan kenang-kenangan dari kakak ganteng. Eh kayaknya dia habis sidang deh, tuh masih pake jas almamater sama laptop dan tasnya." Gita kepo sambil sesekali melirik meja Farkan.


"iya hari ini kan banyak yang sidang. Wah bakalan berkurang ini stok cogan di kampus ini." seru Risya.


"cogan mulu sih kalian tuh, tugas bu Berta udah kelar belum??" Cheery menatap mereka menyelidik.

__ADS_1


"belum, hehehe..."jawab mereka cengengesan.


"yaudah ayo kerjain." ajak Cheery.


__ADS_2