MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Anggap Saja Kencan


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 11.30, Farkan langsung bergegas menuju cafe impian untuk melancarkan aksinya mendapatkan hati Cheery. Dua puluh menit kemudian Farkan sudah berada di parkiran cafe, dia melihat penampilannya di spion motornya. Kemeja biru dongker yang di gulung sesiku, celana slim fit hitam, sepatu pantofel hitam, dan rambut yang sedikit berantakan membuat kepercayaan diri Farkan meningkat, apalagi pandangan para wanita yang ada di sekitar, membuatnya yakin, bahwa Cheery akan terpesona dengan penampilannya ini.


Farkan celingukan mencari dimana Cheery berada, lalu melihat jam di tangannya masih tersisa 10 menit lagi, mungkin masih di jalan. Dia memutuskan untuk mencari tempat duduk di pojok dekat jendela. Tak lama pintu cafe terbuka kembali, gadis berkulit putih dengan celana jeans denim dan blouse lengan panjang berwarna biru muda dan rambut yang di kuncir separuh, membuat beberapa pengunjung tak hentinya memandang kearah gadis itu.


Farkan langsung melambaikan tangannya ke arah Cheery ketika Cheery menoleh kanan kiri guna mencarinya. Kini mereka sudah duduk berhadapan di meja yang sama.


"maaf kak, aku telat yaa?"Cheery menduduki kursi di depan Farkan sambil menatap farkan tak enak hati karena mungkin sudab menunggu lama.


"santai aja, gue juga baru dateng kok. Mau pesan apa?" ketika Waiters mendekati mereka dan menyodorkan menu.


"orange jus sama sop iga yaa mas," ucap Cheery pada waiters itu.


" vanilla latte esnya banyakin sama nasi goreng seafood yaa mas,"Farkan menambahkan.


"gapapa kan traktirnya nambah makanan?" Farkan menatap Cheery sambil menaik turunkan alisnya.


" gapapa kan, masih mampu bayar aku kalo cuma itu makanannya, kalo kakak pesan semua menu yang ada disini, mending aku kabur aja, takut disuruh cuci piring karena gak bisa bayar.hhehehehe..."Cheery tertawa sambil memperlihatkan giginya yang gingsul itu.


"kamu cantik kalo ketawa, gigi gingsul kamu membuat kamu tambah manis. Jangan sering-sering senyum gitu kalo di depan cowok." pujian sekaligus peringatan Farkan.


"emang kenapa kak?" Cheery mengerutkan dahinya bingung.


"karena gue takut banyak yang naksir elo, karena liat senyuman lo bikin hati gue meleleh,heheheh...."goda Farkan sambil tersenyum.


"apaan sih kak, kalo mau gombalin aku gak mempan yaa.."Cheery berusaha bersikap santai padahal hatinya dugun-dugun.


"kakak ini lagi istirahat kerja?"tanyanya lagi.


"iyaa, kebetulan gue lagi ada di Mall X, jadi deket ke cafe ini."


"oh iyaa,, cheery tanya boleh gak sih?" Cheery takut-takut mau bertanya.


"tanya apa?"


"kenapa kak Farkan harus kerja lapangan?" bukannya di kantor lebih enak? kan Maaf yaa kak, Om Sigit kan Papa kak Farkan, bisa aja kan langsung minta jabatan di kantor Papa sendiri." Cheery tersenyum canggung.


"yaa karena gue mau belajar dari bawah, jadi tau gimana di mulainya usaha ini, gak langsung asal perintah, jadi suatu ketika pas gue udah siap gantiin Papa gue bisa tau kondisi lapangan, bukan hanya nerima perintah tanpa mau lihat kondisi sebenarnya." jawab Farkan setelah tau maksud dari Papanya yang menempatkannya dari bawah. Andai Cheery tau kalau dia di tempatkan di sini karena dia itu di hukum, apa tanggapan Cheery nanti yaa.

__ADS_1


"wah hebat dong kak Farkan gak mau memanfaatkan posisi Papanya di perusahaan." ucap Cheery kagum.


"biasa aja sih Cheer, gue juga baru belajar." jawab Farkan merendah.


Dan obrolan mereka berlanjut sampai makanan pun datang, mereka memakan makanan tersebut sambil sesekali mengobrol. Yang awalnya biasa aja lama-lama menjadi lebih akrab.


"makasih yaa kak traktirannya, kan harusnya aku yang traktir, kok jadi kakak yang traktir sih. Kalo gini percuma dong aku kesini alesan minta di traktir." Cheery mengerucutkan bibirnya yang membuat Farkan gemas.


"gak apa-apa cheer, santai aja, gue kan udah kerja nih, kan elo masih mahasiswa, lain kali aja kalo gue butuh bantuan dari lo boleh dong, yang gak pake duit, kecuali kalo lo udah kerja." ucap Farkan.


"gini-gini aku juga punya penghasilan kak, kakak ngremehin aku? Terua kalo gini jadi punya utang lagi dong akunya."


"udah utang lo lunas, tapi sekarang kita berteman kan?" sambil menyodorkan tangannya ke depan Cheery.


"oke kita teman" setelah menimbang beberapa saat akhirnya Cheery membalas jabatan tangan tersebut, lagian cuma teman kan, apa salahnya.


"yasudah aku pulang dulu yaa kak, kakak katanya mau kerja lagi kan?" lanjutnya.


"oke Cheery, hati-hati,..lain kali kalau kita jalan bareng gue yang jemput lo deh." Farkan tersenyum


"waalaikumsalam.." Farkan tersenyum lebar ke arah motor Cheery yang sudah tidak terlihat.


Sepanjang perjalanan Cheery tersenyum, aneh memang, padahak dulu dia begitu ilfeel sama itu orang, kenala sekarang bisa berteman? mungkin karena sekarang Farkan lebih sederhana, dan mungkin dulu hanya menilai sekilas, belum begitu kenal dengannya.


Tak berbeda dengan Cheery, Farkan melanjutkan pekerjaannya sambil terus tersenyum ramah kepada customer, sampai-sampai membuat temannya heran.


"ngapain lo dari tadi senyum-senyum sendiri? kayaknya lagi seneng?" tanya gio kepo.


"Kepo...hehehehe..." jawab Farkan masih dengan senyuman bahagianya.


"ayolah cerita sama gue ini, daripada gue kepo maksimal. Lo habis kencan apa habis menuhin target?"


"hmmm gimana yaa??"sambil menggosok dagunya sok-sokan berfikir.


"auk ah, kalo gak mau cerita." Gio pura-pura ngambek.


"aelah kek cewek aja lo, ngambekan. Jadi gini, gue habis makan siang sama cewek. Belom pacar sih, masih calon." Farkan menjawab sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"eciee jadi kencan lo barusan??"


"yaa anggap aja begitu, soalnya ini pertama kali gue jalan sama cewek itu. Kalo kemarin sih cuma nganterin pulang karena gak sengaja. Kalau ini sengaja biar bisa makan siang. hehehe..."kekeh Farkan.


"wah,, ngedate pertama ini yaa,, PDKT dimana lo? sama cewek mana? udah kerja? dimana?" gio memberondong Farkan dengan pertanyaannya.


"lo mau nanya apa interogasi gue sih?? satu-satu kalo nanya." farkan mendengus kesal.


"PDKT dimana lo?"


"di cafe impian, pas jam makan siang ini tadi pertama kali gue makan sama dia."


"Cewek mana? udah kerja?"


"adik tingkat kampus gue, jadi gue lulus dia baru masuk."


"wah masih unyu banget donk.. bolehlah kapan-kapan kenalin ke gue," Gio menaik turunkan alisnya menggoda Farkan.


"ogah, ntar lo tikung lagi,?" Farkan mendelik kesal.


"heleh, jadi ceritanya lo gak PD nih? takut kalah saingan sama gue??"


"sorry ya, dalam kamus Farkan gak ada kata kalah saingan, pasti gue lah yang di pilih." Farkan bangga.


"terus kenapa gak mau kenalin ke gue?"


"ya karena masih PDKT, ntar aja kalo udah jadi beneran,. udah sono lo makan siang, gue gantiin sekarang, keburu habis jam makan siang lo buat godain gue." usir Farkan.


"iyee..iyee..gue makan duluan, ada yang mau di titip ga?"


"gak ada, udah kenyang gue,"


"kenyang liatin wajah dia?? wah calon -calon bucin lo ntar " goda Gio lagi.


"awas lu ntar ngatain gue bucin, gue ini cuma lagi berbunga-bunga, udah sono pergi..gue lanjut kerja lagi. bye.." Farkan melanjutkan pekerjaannya merekap target mereka hari ini.


"byee...dasar Farkan bucin. Jadi penasaran gue kayak apa bucinan dia, secara banyak karyawan kantor yang terang-terangan suka sama dia aja di cuekin." gumam Gio.

__ADS_1


__ADS_2