MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Hukuman Farkan


__ADS_3

"Farkan bangun,,, Mama udah cukup sabar sama kelakuan kamu selama ini,, ayo buruan bangun...kalau nggak bangun juga Mama siram pakai air dingin."ancam Mama sambil menggoyang-goyangkan badan putranya.


"euh...apaan sih ma,, kepala Farkan pusing banget ini." Farkan mengerjapkan mata sambil memegangi kepalanya yang pusing akibat mabuk semalam.


"siapa yang suruh kamu mabuk-mabukan? Nggak ada kapok-kapoknya ya kami sama omelan Mama sama Papa., Mama ga mau tau, 15 menit lagi kamu harus sudah siap, mama tunggu di meja makan sama Papa." Mama Ratna keluar dari kamar Farkan.


"pusing banget sih kepala gue,, eh siapa yang bawa gue pulang ke rumah? kan semalam gue mau pulang ke apartemen."gumam Farkan sambil mengingat-ingat kejadian semalam.


"oh ****!!! Gadis tengil itu yang bawa gue pulang, awas aja kalo ketemu. Tapi kalo gue gak di tolongin semalam, mungkin gue udah koid kali yaa,,mana jalanan sepi, kemungkinan di begal juga bisa sih. "Farkan mulai melantur.


Setelah menyibak selimutnya, Farkan langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Mungkin dengan mandi air dingin bisa menyegarkan kepalanya akibat mabok semalam.


"Pagi Pa, ma." Farkan mencium pipi mamanya.


"Pagi, anak bandel." omel Mama.


"buruan makan, setelah ini ada yang Papa mau bicarakan." perintah Papa.


"iya pa."


Setelah selesai dengan sarapannya, Papa langsung melirik Farkan yang sedang meminum air putihnya.


"kemana kamu semalam Farkan?"


"main sama teman-teman pa, ada party kecil-kecilan buat acara kelulusan Farkan."


"Dengan kamu mabok-mabokan?? terus ngabisin duit di Club malam?? Pulangnya pingsan dan di anterin cewek malam-malam??" Papa menatap tajam Farkan.


"itu Farkan gak mabok pa, cuma dikit aja, gak enak nolak ajakan temen pa." Farkan membela diri.


"kalo gak mabok gak mungkin kamu gak bisa nyetir sendiri pulangnya, terus gak mungkin juga kamu di anterin cewek pulangnya, masih untung dia cewek baik-baik. Kalo ceweknya ganjen terus punya niat jahat, mungkin kamu gak akan di anterin pulang kesini, ke hotel mungkin." omel Mama


"iyaa ma, Farkan salah, janji gak akan di ulang."Farkan menundukkan wajahnya.


"Papa udah gak percaya sama janji kamu lagi. Mulai besok semua Fasilitas kamu papa cabut. Kamu cuma boleh pakai 1 motor aja. Terserah kamu mau pilih yang mana? terus mulai besok kamu harus bekerja di kantor papa sebagai karyawan biasa. " perintah Papa.


"kok karyawan sih pa? kan Farkan bisa langsung jadi Direktur atau wakil direktur gitu pa, Farkan kan anak papa." rengek Farkan.

__ADS_1


"gak ada yang namanya KKN di perusahaan papa, semua dimulai dari bawah. Dan gak ada yang tau kalau kamu anak papa. Biar kamu tau susahnya cari uang, bukan bisanya ngabisin uang. Besok jam 7 pagi kamu harus sudah siap ada di kantor Papa, temui HRD kamu akan tau besok akan di tempatkan di bagian apa besok. Paham kamu Farkan."


"iyaa pa Farkan paham, tapi kartu Farkan jangan di ambil dong pa, nanti Farkan gak bisa jajan dong." rayu Farkan.


"kamu besok punya kartu sendiri, dan berisi uang gaji kamu sendiri. Kamu harus bisa mengatur keuanganmu sendiri. Karena kamu baru mulai bekerja, setiap hari Papa kasih kamu uang saku 50rb. Itu cukup buat beli bensin, kalau makan siang bawa dari rumah. Nanti mama yang siapin."


"lima puluh ribu mana cukup pa, kalo di jalan ban bocor gimana pa?"


"cukup itu, bensin PP dua liter cukup. Lima puluh ribu masih sisa itu, bisa kamu tabung. Sudahlah, Papa mau main golf sama pak Samsuri dulu ya Ma, udah janji dari seminggu yang lalu. Assalamualaikum." pamit Papa sambil mencium kening mama.


"waalaikumsala, ati-ati Pa." Mama mulai membereskan meja makan.


"ma, coba bujukin papa dong, masa 50ribu." Farkan memeluk mama dari belakang.


"mama setuju sama usul papa, biar kamu dewasa nak, gak hura hura lagi. Udah sana minggir Mama mau beres-beres dulu." usir mama.


Farkan duduk di ruang tengah sambil menonton tv. Sambil berfikir gimana caranya membujuk papa dan mamanya. Gimana bisa dia di kasih uang saku 50ribu per hari, mana suruh pakai motor lagi, kan panas. Tiba-tiba ada ponsel Farkan berbunyi.


"halo..."


"gimana semalem lo pulang selamet gak?"


"kok bisa? bukannya semalem lo pulang ke apartemen yaa??"


"gue tepar di jalan, terus ada cewek rese yang sok jadi pahlawan nganterin gue sampe rumah. Hebat gak tuh."


"cewek?? siapa?? kok bisa dia tau alamat lo?"


"gak tau juga gue, mungkin dari KTP gue. Itu lho cewek yang di kampus debat sama gue soal buang balon."


"oh si maba manis itu?? wah rezeki nomplok tuh, lo bisa di anterin cewek manis kayak dia, bukan cewek jadi-jadian yang biasa kluyuran tengah malem, mau lo di perk*sa?"


"iya juga sih, tapi sama aja gue kehilangan fasilitas gue, gue cuma di tinggalin motor doang, dan setelah gue pikir-pikir pake vespa yang terakhir gue beli aja deh. Dan parahnya lo tau? gue mulai besok udah kerja di kantor bokap gue jadi karyawan biasa, mana gue di kasih uang saku 50 rebu sehari. Bayangkan Rey, biasanya gue sehari 50juta, sekarang 50rebu."


"hahahahha....sabar bro, belajar cara hemat uang lo. Sory gue gak bisa bantu lo, gue sendiri lagi di RS nih nemenin bokap gue."


"oh iyaa, gimana keadaan bokap lo, nanti sore deh gue kesana, ini panas banget siang-siang keluar rumah."

__ADS_1


"alhamdulilah udah baik-baik aja, cuma butuh istirahat dikit lah. oke lah gue tunggu ntar lo."


Farkan mengakhiri pembicaraannya dengan Reynand. Yaa yang telpon tadi itu Reynand, sahabat setia Farkan. Mama tiba-tiba menghampiri ke ruang tengah sambil membawa semangka yang sudah di potong.


"siapa yang telp nak?"


"wah enak nih mah siang-siang panas gini."sambil mencomot semangka di piring mama.


"cuci tangan dulu sana, jorok banget." heran mama." siapa yang telpon?"


"oh si Reynand ma, oh iya nanti Farkan mau jenguk om Hadi ya ma, semalem masuk RS , katanya jantungnya kumat." izin Farkan.


"owh iyaa nanti mama ikut deh, udah lama gak ketemu sama jeng Fitri." ucap mama sambil menonton televisi di depannya.


"oke deh ma, jam 4an yaa. Panas soalnya kalo jam segini."


"heleh,.. cowok kok takut panas." ejek Mama Ratna.


"takut ganteng Farkan luntur ma kalo kepanasan."sambil menaik turunkan alisnya.


"halah..bisa aja ngelesnya. Oh iyaa cewek yang semalem itu cantik banget lho Far, mana sopan, baik lagi. Duh Mama bayangin kalo dia jadi mantu mama. Bahagianya Mama Far. Tapi sayang, anak mama cowok cuma kamu aja, gak rela mama kalo cewek sebaik dan secantik dia jadi istri kamu yang gak jelas ini." ejek Mama sambil berandai-andai .


"loh anak sendiri kok di jelek-jelekin sih Ma, cewek semalem itu paling modus ma, biasa Farkan kan ganteng dan kaya." sombong Farkan.


"dih kalo memang dia modus, hari ini mungin dia kesini lagi, orang semalem dia mama suruh mampir aja gak mau. Dia juga di anter adeknya, kalo beneran modus mungkin dia anter kamu sendiri aja bisa terus alesan bisa nginep sini. Tapi dia habis nganter kamu terus buru-buru pulang, takut di cariin bundanya. Anak yang berbakti banget tau gak Far." puji Mama pada Cheery.


"Asal mama tau yaa, dia itu nyebelin ma, masa Farkan minta tolong buangin balon aja gak mau."


"jadi kamu udah kenal dia?" tatapan mama menyelidik.


"iyaa gak kenal-kenal amat sih ma. Cuma dia itu adik tingkat Farkan si kampus. Mahasiswa baru tahun ini. Dia juga anak pemilik toko kue yang Mama suruh Farkan beliin itu." jelas Farkan.


"wah bisa nih nanti kita mampir beli kue disana buat bawaan jenguk Pak Hadi. Sekalian Mama mau ngucapin terima kasih karena udah nolongin kamu semalem. Bawain apa yaa nanti sebagai tanda terima kasih??" Mama bersemangat.


"gak usah aneh-aneh deh ma." Farkan melirik ke arah Mama yang sedang berfikir akan membawa apa nanti.


"tenang aja, mama udah tau kok mau bawa apa," sambil beranjak ke dapur dan berteriak " bi Asih ayo kita bikin empek-empek" Farkan hanya geleng-geleng kepala lihat tingkah sang Mama.

__ADS_1


"untung Mama gue tuh, kalo nggak udah gue karungin." gumam Farkan."Lah nanti gue ngomong apa dong sama Cheery, malu gue ketahuan mabok semalem. Image gue udah jelek dong di mata dia." Farkan menepuk jidatnya.


__ADS_2