MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Pilihan yang sulit


__ADS_3

Kahendra sudah memikirkan semalaman apa yang harus dia lakukan untuk mendekati Cheery. Setelah menelpon atasannya, dan meminta pertimbangan, akhirnya keluarlah hasil yang terbaik. Kahendra akan cuti beberapa hari dan akan berangkat kembali jikalau tidak terbentur jadwal mengurirnya nanti.


Saat ini Kahendra sedang mencoba menghubungi Cheery, entah mengapa yang di hubungi sibuk sedari pagi. Sedang mengobrol dengan siapa sampai-sampai dari pagi tadi hingga siang ini belum selesai. Hingga panggilan entah keberapa akhirnya di angkat juga.


08223476xxxx calling.....


"assalamualaikum, Cheery ya?"


"waalaikumsalam, maaf siapa yaa?"


"ini Hendra, kakak kelas kamu yang kemarin ketemu di penjual kue putu."


"owh, iyaa kak, gimana kak? apa sudah ada keputusannya?"


"begini Cheer, aku mau jadi kurir buat antar jemput baju-baju kamu, tapi mungkin gak setiap hari bisa. Soalnya masih harus bantu ibu juga disini. Gimana Cheer?"


"alhamdulilah kalau kakak bersedia, memang gak tiap hari kak pengirimannya, paling 2-3 hari sekali, lagian jahitan kan gak langsung jadi, hehehehe..."


"oww yasudah, kabari aja nanti yaa Cheer harus mulai kapan dan dimana alamat yang harus aku antar jemput paketnya nanti."


"owh iyaa, kakak datang aja nanti sore ke rumah Kakek aku, masuk aja di gang yang tadi aku lewatin, tanya aja rumah kakek Wibowo. Nanti Cheery yang jelasin semuanya."


"okey Cheer, nanti sore aku kesana. Ngomong-ngomong lagi sibuk yaa? Aku hubungin kamu dari tadi pagi sibuk terus."


"owh, gak juga kak, tadi ngobrol sama temen-temen aku, biasa kalau cewek ngobrol kan lama. hehehhe...yaa sudah aku tunggu kedatangannya yaa kak. Assalamualaikum."


"waalaikumsalam.


Sedangkan Cheery yang barusan mendapat kabar baik sedang tersenyum bahagia. Akhirnya permasalahan kurirnya beres. Tinggal butuh tempat yang lebih besar untuk gudang baju-baju itu nanti. Karena tidak mungkin di letakan di rumah semua, pasti penghuni rumah akan protes.


Tetapi setelah di pikir-pikir mungkin bongkar tabungan Cheery sedikit untuk sewa ruko juga boleh lah, daripada numpuk di rumah, coba nanti ngobrol lagi sama Ayah dan Bunda. Sambil jualan Online jalan, kalau bisa offline juga kenapa tidak. Begitu pikir Cheery.


Tak terasa waktu sore pun tiba. Cheery sedang bersantai dengan Neneknya di teras rumah sambil memakan buah strowberi hasil panenan kakek tadi pagi. Ada sebuah motor yang berhenti di depan rumah neneknya itu. Ketika pengemudi motor membuka helmnya barulah Cheery tau kalau itulah orang yang di tunggunya.

__ADS_1


"Assalamualaikum , nek, Cheery." sambil mencium tangan nenek Cheery.


"Waalaikumsalam, temennya Cheery yaa? mari masuk silahkan." Nenek mempersilahkan masuk tamunya itu, sementara Cheery mengikuti dari belakang.


"silahkan duduk dulu kak, sebentar saya buatkan minum dulu." pamit Cheery ke dapur.


"nggak usah repot-repot Cheer," jawab Hendra sungkan.


"tidak apa-apa nak, hanya air. Oh iya kita belum kenalan yaa.." tanya nenek.


"owh maaf nek, saya Kahendra, biasa di panggil Hendra, saya kakak kelas Cheery waktu SMK dulu." Hendra menatap Nenek Wirasti sopan.


"saya Nenek Wirasti, neneknya Cheery dari pihak ibu. oh, katanya sedang butuh pekerjaan yaa? yang Cheery cari itu? jadi kurir buat antar baju-baju Cheery?"


"iyaa nek, saya sedang cari kesibukan setelah lulus kuliah, disini bantu-bantu ibu ngurus peternakan sapi, tapi kan itu usaha orang tua nek, kalau jadi kurir kan pekerjaan sambilan saya nek."


"Masa sarjana mau jadi kurir nak, gak sayang ijazah kamu?" Nenek menatap Hendra curiga, karena aneh sekali, seorang sarjana mau jadi kurir.


"iyaa nek, cari pekerjaan sekarang susah nek, apalagi yang bisa Hendra bagi waktunya sambil bantu peternakan ibu." terang Hendra gugup.


Cheery datang membawa nampan berisi segelas teh hangat dan satu piring berisi kue bolu bawaan Bundanya kemarin.


"silahkan diminum kak, maaf lama yaa nunggunya." Cheery sungkan.


"terimakasih, maaf jadi ngrepotin." sambil meminum tehnya.


"gak repot kok kak, owh yaa, mengenai tugas kak Hendra itu mulainya mungkin minggu depan. Karena minggu ini baru akan di jahit beberapa model baju. Nah nanti baju-baju yang sudah jadi akan dikirim ke rumah Cheery. Nanti kak Hendra ngambil mobil box yang ada di rumah nenek, terus setelah mengantar, kak Hendra bisa pulang sambil membawa kain-kain dan desain baru buat Mbak Heny. Nah rumah mbak Heny ada di ujung deretan rumah nenek ini, cat warna putih. Disana proses jahit dan lainnya." Cheery menjelaskan panjang lebar.


"owh iyaa jadi berangkat bawa barang, pulang juga bawa barang yaa? kira-kira berapa hari sekali kiriman itu?"


"ehm tergantung hasil jahitan selesai kapan kak, biasanya sih 3hari sekali. Ini sedang banyak peminat dan penjahit utama cuma 2, masih mencari 2 penjahit lagi. Mungkin setiap senin dan kamis, dan nanti gajinya kak Hendra milih bulanan atau per sekali jalan?"


"ehm kalo gaji saya terserah saja, ngikut enaknya bagaimana." Hendra sama sekali tidak memikirkan gaji, karena gaji sebagai pilot pun lebih dari cukup.

__ADS_1


"yasudah nanti gajinya Cheery hitung bulanan aja yaa kak, tinggal di total berapa kali jalan."


"oke saya setuju begitu saja."


"sambil di makan kak kuenya, setelah ini kita ke rumah mbak Heny. Biar Cheery kenalkan sama orang yang akan sering kak Hendra temui."


"yasudah ayo kesana sekarang saja, nanti keburu magrib."


Mereka berjalan kaki beriringan menuju rumah Mbak Heny sambil mengobrol.


"usaha kamu udah lama jalan Cheer?"


"lumayan lama kak, dari Cheery kelas 3 SMP, awalnya kan ikut ekstra kulikuler jahit, dan ternyata menyenangkan dan hasilnya bisa Cheery kuasai, terus Cheery hasil baju buatan Cheery ada yang suka dan mau di beli. Nah dari situlah Cheery mulai rajin jahit dan di jual gitu."


"wah kamu pintar memanfaatkan kemampuan dan peluang yaa. Terus kenapa kuliahnya pindah ke kota, disini Universitasnya juga ada yang bagus " puji Hendra.


"kata kakak tadi, harus pintar memanfaatkan kemampuan dan peluang kan? nah itu dia jawabannya, di Kota itu selain Universitasnya lebih bagus, juga peluang usaha Cheery semakin berkembang disana. Jaringan customer Cheery juga lebih luas kan?" Jawab Cheery sambil tersenyum.


"wah memang hebat kamu Cheer, deket orang tua juga yaa, orang-orang yang selalu support kamu. Pacar juga dong pasti yang selalu dukung kamu." goda Hendra sambil menaik turunkan alisnya.


"eh, kakak salah, justru kalau Cheery punya pacar itu, malah menghambat usaha Cheery, karena fokus Cheery jadi terpecah belah, belum kalau si pacar nanti mulai protes kalau Cheery gak ada waktu buat dia. Padahal kan memang Cheery lagi fokus buat usaha Cheery."


"lhoh kok gitu, bukannya pacar itu bisa jadi support sistem yang bagus ya.. jadi tambah semangat belajarnya hidup jadi lebih berwarna kalau kata anak sekarang, ehhehe..."


"kalo menurut Cheery gak kayak gitu, pacar itu belum tentu ngertiin kita, apa yang kita mau, terus belum lagi kalau kita lagi ada masalah, pasti imbasnya ke kuliah dan usaha dong, jadi males ngapa-ngapain, sok galau-galau gitu, trus turun deh nilai kuliah dan usaha juga jadi terbengkalai." Cheery tak mau kalah.


"wah, kalah sudah debat sama orang yang sedang menggebu-gebu dalam merintis usahanya. semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai yaa Cheer," doa Hendra tulus.


"aamiin..Makasih yaa kak udah mau bantuin Cheery jadi kurir..hehee...moga kakak nanti juga dapat pekerjaan yang lebih baik. Aamiin."


"aamiinin deh, tapi kalau Aku dapat kerjaan lain, kamu gak punya kurir dong?"


" yaa nanti buka lowongan lagi kak.heheheh...

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Mbak Heni, kebetulan juga ada Via dan seorang perempuan lagi yang katanya akan menjadi penjahit tambahannya. Cheery mengenalkan Hendra kepada yang lain dan menjelaskan tugas masing-masing.


Setelah semuanya jelas, Cheery dan Hendra pamit undur diri karena hari mulai petang.


__ADS_2