MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Camping


__ADS_3

Suasana di kampus siang ini lebih ramai dari kemarin. Karena hari ini akan ada kegiatan camping di belakang kampus. Kampus memilih lokasi di belakang kampus karena ingin mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Di belakang kampus sendiri memiliki lapangan dengan rumput hijau terawat juga pohon - pohon di sekitarnya yang menambah kesan asri. Tak jauh dari lapangan itu sendiri ada sebuah danau dan sungai untuk mengairi tanaman organik yang di tanam mahasiswa pertanian di sekitarnya.


Mahasiswa yang baru memasuki lapangan tampak kagum, Universitas sebagus ini ternyata memiliki tempat yang asri di tengah polusi yang merajalela dimana mana. Mereka membereskan barang- barang mereka setelah tenda-tenda selesai dibuat. Cheery satu tenda dengan Gita, Risya, Feby, dan Tantri.


" Cheer, barang bawaan lo gak ada yang ketinggalan kan? secara gue lupa ngasih tau lo barang tambahan yang harus dibawa. Sory ya cheer,," Risya memelas.


" Tenang aja Ris, udah komplit kok, kemarin Kak Satria udah ngasih tau aku. Untung ga sengaja ketemu kemarin, kalo nggak, bisa di hukum akutuh. " Cheery menjelaskan.


" kok bisa ketemu Kak satria?? Dimana?? kok lo ga cerita sama gue sih?? beruntung banget dong." heboh Gita antusias.


" kemaren kan aku mampir ke toko kue bunda,,nah gak sengaja Kak Satria juga mau beli kue di tempat bunda. Yaa mana aku tau kalo dia mau beli kue disitu. Trus dia ngasih tau tentang barang tambahan yang harus dibawa. "cerita Cheery.


"kebetulan yang menyenangkan yaa Cheer?? kalo gue udah salto guling-guling kalo ketemu Dia." Gita membayangkan sambil jari telunjuk di dagu. "gue biasa aja tuh Git".cuek Cheery.


"terserah lo deh, gue heran kok gak sekalian TPTP sama Kak Satria?? kan lumayan bisa jadi gebetan, sukur deh kalo sampe jadian." cerocos gita. "emangnya Cheery itu elo,,ganjen banget jadi cewek" cibir Risya. "suka-suka gue dong, selagi ganjen itu gratis" Gita sambil berkacak pinggang mendelik ke arah Risya.

__ADS_1


"udah deh ah, gitu aja berantem, mending kita itu kuliah yang bener, wisuda dengan nilai memuaskan, bisa mencapai apa yang kita impikan bukannya malah ributin cowok, gak ada faedahnya tau gak." omel Cheery.


"yaa cowok itu buat kita semangat kuliah tau Cheer, bisa jadi tempat curhat, saling bantu kalo kesulitan, dan buat seru-seruan bareng." tambah Gita. " gue setuju sih kalo biar nambah semangat kuliah, tapi bukan cowok orang dong?? Tu liat mak lampirnya udah mepet mulu sama doi." tunjuk Risya ke arah Satria dan Chika. " cepetan beresin ini isi tenda, ketinggalan rombongan nanti kita." sahut Cheery.


Mahasiswa baru sudah berkumpul di tengaj lapangan, sekarang mereka bersiap akan keliling sekitar lapangan. Masing-masing rombongan terdapat 2 kakak pembimbing. Kelompok Cheery di dampingi oleh Kak Satria dan Kak Dicko. Kedua kakak pembimbing itu sedang menjelaskan berbagai macam tanaman yang sudah dihasilkan oleh mahasiswa pertanian. Mahasiswa mendengarkan sambil mencatat beberapa poin penting.


" Nah ini beberapa hasil karya mahasiswa pertanian, di sebelah kanan kita ada berbagai tanaman buah-buahan yang berhasil di cangkok, di stek, dan si kawinkan silang." jelas Kak Satria sambil menunjuk berbagai tanaman.


"Dan di sela-sela tanaman itu ada aliran sungai kecil berisi ikan-ikan budidaya mahasiswa peternakan. Jadi kita memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menghasilkan cuan kalo kata anak jaman now. hehehe..." jelas Kak Dicko sambil bercanda.


Sesekali Kak Satria mencuri pandang kepada Cheery. Dan itu tidak lepas dari pengamatan Dicko dan Risya. Mereka merasa ada sesuatu yang terjadi, entah itu perasaan yang mulai tumbuh atau hanya sekedar penasaran.


" Sat, ada yang bening yaa?? makanya di lirik-lirik itu anak." goda Dicko sambil menaik turunkan alis. " mana ada? salah tu mata lo" Satria melengos. "masih normal mata gue yaa,, gak bakalan salah ni mata dan pikiran gue tentunya, lo naksir yaa sama tu maba??" tambah Dicko. "tau ah, udah ayo balik ke tenda, perasiapan api unggun nanti malam."


Tak terasa sudah pukul 4 sore, mereka mulai mambersihkan diri di kamar mandi yang di sediakan. Sebagian ada yang menyiapkan makanan di dapur yang juga telah di sediakan. Satria yang sedang menyiapkan kayu bakar, tak sengaja melihat Cheery dan temannya yang sedang kesusahan membawa panci berisi kuah soto. Dia berinisiatif membantunya sekaligus untuk PDKT. Dia mulai mendekat, " kalau tidak kuat membawa semua, sedikit-sedikit saja bawanya, kalau tumpah kan tidak bisa di makan." mengambil alih panci dari tangan cheery. " ehm gak usah kita kuat kok, itu tugas kita kak, nanti kita dikira tidak bisa menjalankan tugas ini, dan malah meminta tolong Kak Satria." jelas Cheery. Tapi Satri tak mengindahkan, dan terus berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Di dapur Chika yang melihat Satria membawa panci langsung kaget dan mendelik ke arah Cheery dan Risya. Seolah berkata," ngapain lo nyuruh Satria bantuin? gak becus lo ngerjain tugas sepele begini?" Risya dan Cheery yang paham dengan tatapan mata Chika hanya bisa menunduk sambil mengucap kata maaf tanpa suara.


"loh kok kamu yang bawa pancinya kesini sih Sat? kan itu tugas mereka?" sambil menunjuk dua orang di belakang Satria.


"lo yang gimana?? ini panci gede banget suruh bawa 2 orang yang mungil badannya, kalo tumpah kita semua gak jadi makan. Emangnya gak bisa pakai panci yang kecil? kan bisa di bagi dua ini isinya." marah Satria. Tatapan mata Chika seolah mengatakan "habis lo berdua, gara-gara lo gue di marahin sama Satria" Cheery dan Risya hanya menunduk dan semakin takut.


" ehm itu tadi panci yang kecil masih di pakai, jadi biar hemat tempat aku jadikan satu aja sat. Yaudah nanti aku pindahin ke panci kecil aja." lembut suara Chika.


"terserah lo deh, yang penting kejadian ini jangan terulang kembali." ancam Satria. Kemudian berlalu dari dapur, tak lupa Cheery dan Risya mengucapkan terima kasih kepada Satria.


"Dan buat lo berdua, tugas kayak gini aja gak bisa? gak biasa kerja apa gimana? sampai Presma aja turun tangan. Sebagai hukumannya, kalian nanti harus cuci piring semua peralatan masak ini." perintahnya sambil berlalu dari dapur.


"iyaa kak maaf." mereka hanya menganguk menurut saja, karena tidak mau menimbulkan masalah baru lagi, padahal Risya udah gemas banget pengen ngeluarin alasan yang sebenarnya. Tapi Cheery mencegah, karena tidak mau terjadi keributan.


"lo gimana sih Cheer?? kan tadi Kak Satria yang bantuin sendiri, kita gak minta bantuan sama sekali, kalo gini kan kita bisa ketinggalan acara api unggun dong." Risya mencak-mencak. "yaudah lah Ris, daripada ada keributan, mau lo ditambah hukuman lagi?? yang ada kita ga bisa tidur nyenyak nanti malam kalau meladeni kak Chika. Ya sudah ayo kerjakan cucian ini biar cepat selesai." Mereka mulai mencuci semua peralatan masak.

__ADS_1


__ADS_2