MY SWEETY CHEERY

MY SWEETY CHEERY
Weekend ceria


__ADS_3

Akhirnya Weekend tiba, Cheery bersama sahabatnya bersiap berangkat menuju vila Risya. Sedari pagi Cheery sudah mempersiapkan barang-barang yanga kan di bawa ke villa. Rencananya mereka akan mengadakan pesta barbeque. Cheery bagian membawa daging dan sosis, Gita membawa aneka buah, sayur dan cemilan ringan, sedangkan Risya bagian minumannya.


Mereka akan berangkat menggunakan satu mobil. Dan mobil Papa Risya yang akan di bawa, karena mobilnya muat untuk semua orang. Rencananya Chandra dan Chiko juga akan ikut menginap. Karena minggu kemarin mereka gagal menginap di rumah neneknya, jadi di acara menginap Cheery dan teman-temannya, Chandra dan Chiko akan ikut.


Alphard hitam sudah terparkir rapi di depan rumah Cheery. Risya sedang membantu membawakan barang bawaan Cheery, di bantu Chandra juga Chiko. Sementara Cheery dan Gita sedang bersiap berpamitan dengan ayah dan bunda.


Setelah semua barang masuk bagasi mobil, Mereka berpamitan dengan orang tua Cheery.


"kami pamit liburan dulu yaa Yah, Bun," pamit Cheery sambil mencium tangan ayah dan bunda diikuti yang lain.


"iyaa hati-hati kalian disana, tidak perlu buru-buru, nyetir yang santai saja. Kalau capek bisa gantian nyetirnya." Ayah menasehati.


"siap yah, kami berangkat dulu, assalamualaikum." Mereka memasuki mobil itu dan mobil mulai melaju dengan Risya sebagai sopir dan di sebelahnya Cheery mendampingi.


Gita duduk di tengah bersama Chandra dan Chiko duduk di belakang. Perjalanan akan ditempuh sekitar 2jam lewat tol. Selama perjalanan Gita heboh ngobrol bareng Chandra dan Chiko. Begitu pun dengan Risya dan Cheery yang menanggapi kekonyolan Gita.


"perjalanan 2 jam ini pasti gak kerasa lama deh, apalagi ada dedek emes di samping gue.." gurau Gita sambil menatap Chandra jahil.


"tahu nih si gita, pinter banget cari kesempatan, mepet mulu apa adek ganteng gue, coba tadi di depan aja nemenin gue nyetir." gerutu Risya sambil melirik kaca tengah.


"udah kalian ini hobi banget yaaa godain adek aku, nanti ngambek orangnya susah nih, mana udah masuk jalan tol, gak boleh berhenti sembarangan." omel Cheery.


"apaan sih kaka-kakak aku yang cantik, bisa setop gak gangguin mas aku yang paling sok ganteng, karena yang paling ganteng jelas aku lah, mas aku nomor dua.ehhehe.." Chiko nyengir.


"coba kalo aku boleh nyetir, mending aku yang nyetirin aja, timbang di godain mulu. Berasa jadi berondong banget akutuh" Chandra menghela nafas lelah.

__ADS_1


"mana boleh, SIM kamu belom keluar, tahun depan baru keluar. Gausah ngadi-ngadi mau nyetir." Cheery menatap tajam Chandra.


"iyaa..iyaa .siap mbakku yang paling cantik tapi bawel.." Chandra melirik Cheery kesal.


"udah punya SIM tau Chandra," Gita menambahkan sambil menaikan alisnya naik turun.


"SIM apaan? orang belum 17 tahun, masih tahun depan."


"Udah donk, Surat Izin mencintaikuh, eaaaa...eaa...."Gita ngebanyol lagi.


"huuuuu..apaan itu gombalan lagi??" Risya melempar kentang goreng ke arah Gita.


"mulai lagi nih si gita" Cheery memutar kedua bola matanya.


"di iyain aja deh mbak biar cepet." ucap Chandra dan Chiko bersamaan.


Cheery sedang membalas pesan dari Farkan dan Hendra. Farkan yang sejak mereka terakhir bertemu, membuktikan omongannya, dia rajin sekali mengirimkan pesan kepada Cheery. Setiap hari, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Tidak ada unsur cinta-cintaan dari Farkan, melainkan mengingatkan Cheery untuk makan, shalat, memberikan semangat dan istirahat. Walau Cheery hanya membalas seperlunya, tetapi Farkan pantang menyerah.


Sedangkan Kahendra, mengirim pesan juga untuk mengingatkan Cheery untuk jangan memforsir pekerjaannya. Harus di selingi dengan kegiatan yang membuat dia mengistirahatkan pikiran juga badannya, berjalan-jalan misalnya. Meskipun dia saat ini hanya bekerja sebagai kurir, tetapi Cheery yang merupakan bos Hendra itu tidak pernah merendahkan statusnya. Andai Cheery tahu Hendra adalah seorang pilot, bisakah Cheery menjadi dekat dengannya. Karena katanya "witting tresno jalaran soko kulino". Kalau sering bertemu pasti bisa menimbulkan rasa nyaman bukan. Lalu bisa naik ke jenjang yang lebih dekat lagi, ke pelaminan misalnya.


Tak lama Risya dan Gita datang menghampiri, dan meneruskan perjalanan kembali. Cheery berniat menggantikan Risya menyetir, tetapi Risya tolak, karena dia masih kuat dan belum capek. Lagipula Cheery kan belum paham tempat yang akan kita tuju nanti.


Gerbang setinggi orang dewasa itu di buka perlahan oleh penjaga Villa. Seorang pria paruh baya, mungkin sekitar enam puluh tahunan. Kami turun dan langsung di sambut oleh wanita paruh baya yang umurnya tak jauh dari bapak tadi.


"alhamdulilah akhirnya sampai juga," Risya merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar Villa itu.

__ADS_1


"alhamdulilah,, segarnya udara disini." seru mereka bersamaan.


"sudah sampai neng Risya, tadi udah Mbok Minah siapin kamarnya, sama kulkas juga sudah mbok isi."


"oh iyaa mbok makasih yaa, kenalin ini teman- teman Risya, Cheery, Gita, Chandra sama Chiko." Risya mengenalkan teman-temannya. Satu persatu mereka berjabat tangan dengan mbok Minah.


"saya Mbok Minah yang biasa menjaga Villa ini, rumah saya di belakang villa ini. Nanti kalau ada perlu apa-apa bilang aja sama mbok ya." Jawab mbok Minah ramah.


"terima kasih mbok. Maaf kalau kita jadi ngerepotin." jawab Cheery.


"sudah menjadi tugas saya neng. Kalau gitu saya ke belakang dulu. Permisi." pamit mbok Minah.


Mereka memasuki Villa dan meletakan barang bawaan mereka ke kamar masing-masing. Cewek-cewek tidur di satu kamar. Dan cowok-cowok satu kamar. Kamar mereka berdekatan di lantai dua. Setelah melepas penat dengan merebahkan tubuh mereka sebentar, mereka kemudian turun dan melihat-lihat sekeliling Villa tersebut.


Di samping Villa terdapat kolam renang yang langsung terhubung dengan pintu kaca sebelah dapur dan ruang tv. Villa jadi kelihatan lebih luas karena tidak ada sekat-sekat penghubung di antara ruang-ruang tersebut. Kalau ada acara nanti biar muat banyak orang katanya.


Mbok minah datang ke ruang TV dan meletakan jus jeruk dan pisang goreng di atas meja. Melihat itu mereka mengucapkan terima kasih. Mereka duduk melingkar sambil memakan cemilan tersebut. Rencananya setelah ini mereka akan ke kebun Teh yang tidak jauh dari villa, yang sempat mereka lihat ketika akan memasuki daerah Villa ini.


"kesana sekarang aja yok, takut kalau sore mulai kabut. Biar enak kalau mau foto-foto." ajak Risya sambil berdiri.


"kuy lah." jawab mereka serempak.


Mereka berjalan kaki ke tempat yang akan mereka tuju. Karena hanya sepuluh menit tujuan mereka sudah terlihat. Selam berjalan kaki pemandangan yang dilihat di sekitarnya sangat sejuk, tak beda jauh dari tempat neneknya, hanya tempat neneknya lebih ke perbatasan kota.


Sampai di tempat tujuan mereka asik berfoto dan mengunggahnya di akun media sosial masing-masing. Mereka tampak bahagia sekali, akhirnya mereka bisa menikmati liburan bersama sahabat mereka. Selain menikmati pemandangan di kebun teh, mereka juga mencoba outbond yang di sediakan di sana. Lagi-lagi foto-foto mereka unggah di medsos dan membuat banyak sekali notifikasi yang masuk.

__ADS_1


Mereka akan menikmati liburan ini dulu sebelum membalas banyaknya chat yang masuk tentang menanyakan keberadaan mereka. Mereka tidak ingin diganggu dalam menikmati liburan ini. Mungkin nanti malam saat barbeque mereka baru akan membalas pesan dan komentar yang masuk.


__ADS_2